Tampilkan postingan dengan label Khas Jogja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khas Jogja. Tampilkan semua postingan

Kamis, Mei 12, 2011

Bakmi Jowo Wongso Joglo Jl. Kartini

Ini dia kelezatan 2 kota dalam satu piring
Harga 1 kota, rasa 2 kota

Bekasi - wisatakulinerbekasi.blogspot.com
Yang namanya akulturasi budaya memang menghasilkan satu hal yang baru. Meski ada sedikit unsur resapan dengan yang lainnya, tapi terkadang orang kebanyakan lebih melihatnya sebagai hal baru yang unik. Demikian pula halnya dengan wisata kuliner kali ini. Kita akan mencoba satu sajian kombinasi antara budaya dua kota yang tak banyak berbeda, tapi mungkin bagi warga aslinya sangat jelas perbedaannya.

Kuliner Jogja dan kuliner Solo digabung jadi satu, maka lahirlah menu masakan khasnya orang Jawa. Apalagi kalau harganya tidak terpengaruh sama sekali dengan rasa mewahnya. Kenapa mewah? Karena kekayaan rasa lezatnya yang tidak membuat kita kapok.

Kalau menurut orang Solo, yang dikenal sebagai "ilate roso" atau "ilat saliro" ("lidahnya rasa" atau "lidah selera") orang Jawa, semua makanan baik dari daerah manapun, sepanjang masih enak, dan tidak membuat orang berkomentar "sanpok" (sepisan kapok = sekali kapok), maka pasti tempat makan apapun itu akan ramai dikunjungi pelanggan.


Hal ini berlaku bagi Bakmi Jowo Wongso Joglo. Banyaknya pelanggan bahkan saat kulinerkuliner.com berkunjung ke rumah makan yang akan pindah ke BTC (bekasi Trade Center) di awal bulan Juni ini, sang pemilik, Arifin Wongso tampak sedikit kewalahan melayani tamu yang datang memesan makanan.

"Maaf ya Mas, koki saya sedang pulang kampung 3 orang, jadi terpaksa saya harus melayani sendiri urusan dapur buat pelanggan," ungkap Arifin Wongso, pensiunan karyawan BRI yang kini hendak membuka usaha bakmi Jowonya sebagai satu waralaba kuliner di tahun mendatang. Setelah selesai melayani beberapa pelanggan yang banyak datang malam Jum'at itu, tampak sekali lelah di wajahnya, namun ayah dari 4 orang anak ini masih bersedia menyediakan waktunya untuk bertemu dan berbincang-bincang dengan kami tentang usahanya yang sudah lebih dari 2 tahun buka di dekat RS Kartini.

Ketika ditanya bagaimana pak Wongso akan mempertahankan pelanggan jika pindah ke tempat baru di BTC, lelaki separuh baya ini justru mengatakan bahwa perlunya bantuan publikasi, sehingga pelanggan tidak kehilangan informasi tentang masakannya.

Bakmi Jowo, Wongso Joglo, sejatinya adalah menu masakan perpaduan dari dua daerah yakni Jogja dan Solo. "Joglo sendiri kan artinya Jogja Solo, Mas," beber Arifin Wongso kepada kulinerkuliner.com.

Ini berarti setiap sajian yang ada di Bakmi Jowo Wongso Joglo merupakan sajian olahan dari dua daerah tersebut. Meskipun ada juga dari daerah lain. Pasti Anda kenal dengan sajian Magelangan dan Semarangan.

Keduanya sebenarnya adalah sajian yang serupa. Masakan nasi goreng dicampur mie, ini yang disebut dengan Magelangan, sedangkan bakmi godog campur nasi, ini yang disebut dengan Semarangan. Unik dan lucu bukan?

Tapi itu hanyalah masalah penamaan, sedangkan rasanya inilah yang jadi keistimewaan di tempat makan terbuka ini. Baik itu masakan olahan dari mie seperti bakmi godog Jowo, maupun Bakmi gorengnya tidak menggunakan vetsin (MSG) sama sekali. Lalu dari datangnya rasa gurih lezatnya?

"Ini sebenarnya rahasia, Mas Dik. Rasa gurihnya itu datang dari kaldu ayam buatan saya sendiri," ungkap pak Arifin Wongso. "Saya pilih sendiri ayam kampung betinanya. Kemudian saya masak rebus sehingga menghasilkan kaldu," imbuhnya.

Dari hasil kaldu rebusan ayam, ada lemak yang keluar, dan lemak ini dibuangnya. Sehingga hasilnya berupa kaldu jernih dan dijadikan sebagai bumbu dasar masakan bakmi maupun nasi gorengnya. Kelezatan gurih dari kaldu inilah yang bisa membekas di lidah hingga beberapa menit, dan ini jauh berbeda bila menggunakan bumbu masak seperti mecin (vetsin), karena sama sekali tidak mengandung zat kimiawi.

Jika kita bicara tentang kelezatan sajian di Bakmi Jowo Wongso Joglo, maka kulinerkuliner.com merekomendasikan Bakmi Godognya. Anda bisa memesan yang berkuah banyak atau yang agak sedikit kering, atau "nyemek" istilah Jawanya. Kedua jenis masakan bakmi ini mempunyai keunikan rasanya tersendiri. Bakmi Godog yang bisa Anda sruput kuahnya hingga tetesan terakhir dan gurihnya mi besarnya hingga terasa saat digigit. Sedangkan bakmi gorengnya, begitu gurih dan tak terlalu berminyak, apalagi jika Anda pesan yang sedikit basah (nyemek), pasti kenangan sensasinya tak mudah dilupakan. Busyet kok jadi promosi seh? Tapi memang begitu adanya...!

Sayang Bakmi Jowo Wongso Joglo akan pindah ke lain tempat. Namun begitu, pak Arifin Wongso tak kehilangan akal untuk mempertahankan pelanggan setianya. Dia akan membuat promosi tersendiri untuk mengingatkan pelanggan lamanya bahwa warung bakmi jowonya akan pindah tempat.

Hmmmm.... kalau sudah begini, para penggemar bakmi Jowo harus tahu kemana dan kapan kepindahannya, karena kulinerkuliner.com percaya tak ada dari pelanggannya yang mau kehilangan jajanan lezat seperti Bakmi Jowo Wongso Joglo. Just keep in touch with Bakmi Jowo Wongso Joglo yah!

Sidik Rizal - bekasi-online.com

Kamis, April 28, 2011

Bakmi Djowo Mbah Wiryo

Pernahkah Anda Menikmati Kelezatan Bakmi Djowo
dengan Harga Terjangkau Namun Bernilai Megaproyek?

Lezatnya Bakmi Djowo olahan koki mas Blangkon
Jatibening - bukankelanakuliner.com
Mana yang lebih penting menurut Anda, jika kita baru saja pulang bekerja dan melewati jalan tol yang sebelumnya macet seperti biasa... kemudian di akhir ujung pintu masuk tol, waktu sudah masuk malam... eh kebetulan di ujung jalan tol ada tempat makan yang asyik untuk melepas penat berkendaraan berjam-jam tepat di sebelah kiri kita.... Makanannya pun panas-panas siap saji dan sesaat membawa kita melompat ke masa indah kuliah dulu di daerah Jawa Tengah seperti Jogja maupun Solo atau kota lainnya?

Bakmi Jawa khasnya kota Jogja ada di Jatibenign
Nah sensasi seperti itulah yang ditawarkan oleh Bakmi Djowo Mbah Wiryo yang memang ada tepat di pangkal ujung pintu tol masuk Jatibening. Di tempat ini kita bisa menikmati kehangatan nan menyegarkan dari masakan khas Jawa Tengah, yakni Bakmi Djowo... hmmmm serasa Anda tidak sedang berada di padatnya ibukota Jakarta, melainkan seperti suasana tenang nan asri di kota Jogjakarta.... hmmmmm jadi nostalgia bukan?



Mas Budi, anak dari Mbah Wiryo
Apalagi jika nanti Anda bisa bertemu dengan sang pemilik sekaligus pengelola rumah makan khas Jawa Tengah ini, pak Budiono namanya. Lelaki yang sekilas mirip Iwan Fals saat masih muda ini, memang kebetulan adalah seorang pengusaha yang sudah lama berbisnis berbagai bidang. Padahal lulusan Sarjana Hukum ini sudah sering sekali diajak temannya untuk berprofesi sebagai praktisi hukum, tapi entah mengapa bidang usaha jauh lebih memberikan kebahagiaan dan sukses yang tak sedikit.

Membuat Anda bernostalgia ke masa muda
Menurut lelaki yang asli kelahiran Solo ini, menjadi sukses itu bukan saja sukses dalam bidang usaha tapi juga ukurannya sukses di tengah keluarga. Bidang kuliner yang kini menjadi fokus usahanya semata dia lakukan untuk menjadikannya sebagai media komunikasi dengan beberapa kolega dan mungkin juga bisa menambah kolega baru. "Barangkali saja dari tempat makan dan nongkrong ini, kita bisa membuka jaringan pertemanan baru. Tak mustahil koneksi yang baik, membuka peluang bisnis baru." ungkapnya menjawab alasannya membuka usaha kuliner yang baru berusia 4 bulan ini.

Mas Budi, Sukses bukan cuma bisnis saja
"Alhamdulillah dari usaha ini saja, saya sudah berhasil mendapatkan satu peluang bisnis baru." paparnya tentang keuntungan usaha kulinernya yang mengkhususkan segment strata tertentu dari kalangan profesional yang pernah tinggal di Jawa Tengah dan DIY Jogjakarta.

Tak heran, Budiono pernah mendapatkan komisi dari kongkow-kongkow dengan koleganya yang datang berkunjung menikmati sajian utama miliknyam, Bakmi Djowo... Hmmm kedengaran asyik juga untuk dibuka neh?

(berlanjut ke tulisan berikutnya....)

Minggu, Desember 26, 2010

Waroeng Rest-OE - khas masakan tradisional

Berburu Masakan Tradisional Di Kalimalang Jakarta


Waroeng Rest-OE,khas masakan tradisional
Pondok Kelapa - kulinerkulner.com
Jalur ramai bisa jadi salah satu syarat utama sebuah usaha terutama bidang kuliner. Namun kelengkapan menu yang jadi unggulan dan disukai pelanggan sepertinya jauh lebih penting. Terbukti banyak di beberapa tempat, para pencari makanan dan pencinta kuliner justru memburu tempat makan enak di pelosok-pelosok yang kadang tersembunyi dan susah dijangkau kendaraan.


Iga Penyet
Terlepas dari hal itu, kini bagaimana membuat sajian yang disukai karena kelezatan atau khasiat makanan sepertinya bisa kita dapatkan di salah satu warung makan tradisional yang ada di Waroeng Rest-OE. Sebuah rumah makan yang berkonsep mengangkat masakan tradisional ke level lebih tinggi dengan menjuju target pasar keluarga dan kaum muda Jakarta. Bila ingin mencari tempat makan dengan suasana nyaman dengan kelezatan aneka menu khas tradisional, Waroeng Rest-OE bisa jadi pilihan utama.


Menu lengkap khas Betawi, Sunda & Jateng
Serba Penyet Favorit yang Lezat
Satu menu unggulan yang memang sedang jadi trend kuliner, kini dijadikan sebagai pilihan menu di Waroeng Rest-OE yang dulunya bernama Waroeng Besan ini.

"Kami sengaja menambahkan menu serba penyet ini setelah mempelajari kecenderungan masyarakat untuk makan siang dengan menu tradisional yang ringkas cepat saji dan akrab di lidah pelanggan." ujar mas Tyo, penanggung jawab pengelolaan rumah makan yang telah berusia setahun ini kepada kulinerkuliner.com.

Buka dari jam 10.00 pagi - 10.00 malam
Waroeng Rest-OE memang dulu dikenal sebagai "waroeng besan", dan kini telah terjadi perubahan pemilik dari pengusaha industri kaca ukiran, Lili Boen kemudian dibeli oleh ibu Restu. Take over ini membuat manajemen melakukan perubahan konsep sajian menu masakan. Bila sebelumnya hanya dikhususkan menu masakan khas Betawi dan Sunda, seperti sajian Gabus Pucung, Pepes Ikan Pedak, Gurame Pesmol, Gurame Terbang, Pecak Gurame dan Sop Gurame.

Maka kini sajian menunya jauh lebih lengkap dengan tambahan sajian menu Jawa Tengah khususnya Semarang, Magelang, Bantul dan Jogja tentunya dimana Anda bisa mendapatkan menu masakan tradisional populer di daerah asalnya seperti Bakmi Djowo, Mie Lethek Bantul (gimana Bro and Sis? Mau coba menu masakan gaul dari Jawa Tengah kan?).


Khas masakan tradisional: Betawi, Sunda dan Jawa Tengah
Gabus Pucung
Dari dulu di kawasan lintasan Kalimalang yang memang cukup dikenal sebagai sebagai salah satu kawasan jalur jalan kuliner terpanjang dari Jakarta hingga Bekasi. Kini jalur ini punya lagi satu tempat makan cozy yang sajikan kombinasi menu masakan khas Betawi luayan lengkap.

Sayur Gabus Pucung sebagai satu ciri khas makanan warga Betawi bisa dipesan di Waroeng Rest-OE yang buka dari jam 10.00 pagi hingga jam 10.00 malam ini.

Kapasitas 150 kursi pas buat acara meeting
Di resto yang berkapasitas 150 kursi ini Anda juga bisa memesan menu khas Betawi asli lainnya seperti Pepes Ikan Pedak dan Sayur Besan tentunya. Sayangnya, menu sajian khas Betawinya tidak selengkap yang diharapkan orang. Karena Waroeng Rest-OE tidak menyajikan sarapan pagi populer seperti Nasi Uduk khas Kebon Kacang dari Tenabang atau Nasi Ulam. "Ya betul sekali, waroeng Rest-OE memang mengkhususkan diri untuk makan siang dan makan malam," ungkap ibu Restu sang pemilik kepada kulinerkuliner.com.


Bakmi Djowo asli dari Jogja
Biar pun begitu, untuk urusan makan siang banyak sekali para karyawan bank, bengkel dan perkantoran lainnya di kawasan sekitar Pondok Kelapa yang datang berkunjung. "Kebetulan sekali rumah makan ini dekat dengan Kantor Capem BCA dan BTN, jadi banyak sekali karyawannya yang jadi pelanggan makan siang di sini," papar ibu Restu tersenyum.

Itulah sebabnya ibu Restu memperkaya sajian dengan menu baru khas Jawa Tengah yang populer seperti semua sajian sambel Penyet. Semua sajian serba penyet ini justru disediakan dalam menu paket. Jadi bukan hanya para karyawan saja yang menyukai sajian serba Penyet ini buat makan siang, namun ibu Restu memang menargetkan sajian ini bisa jadi pilihan keluarga dan kaum muda sebagai makan malam. Khusus untuk makan malam, kulinerkuliner merekomendasikan menu masakan bakmi Djowo atau Mie Lethek.

Ya dua sajian panas ini sangat nikmat untuk "disikat" malam hari. Kawasan jalur Kalimalang memang baru beberapa tempat yang menyajikan masakan aneka Bakmie. Tapi hanya ada dua tempat yang menyajikan Bakmi Djowo dan mungkin hanya satu-satunya sepanjang jalur Kalimalang yang menyajikan Mie Lethek Bantul, baik itu Mie Lethek Rebus atau Mie Lethek Goreng.

Menu makanan panas Mie Lethek Bantul bisa dibilang akan menjadi aikon baru restoran yang berkonsep makanan khas tradisional ini. Menurut hasil pemantauan kulinerkuliner.com sepertinya hanya Waroeng rest-OE yang menyajikan Mie Lethek Bantul di jalur Kalimalang. Bahkan termasuk satu-satunya resto di jalur padat penghubung Cawang Jakarta - Cikarang Bekasi yang menyajikan menu khas Betawi Gubus Pucung.

"Memang ada sayur gabus pucung yang disajikan di satu warung kaki lima bilangan Kalimalang Bekasi dekat daerah Cikarang, tapi di sana hanya sebuah warung kecil kaki lima, sedangkan Waroeng Rest-OE adalah warung modern yang menaikkan gengsi makanan Betawi ke kelas yang lebih tinggi," ujar seorang pelanggan tetap yang sangat menggemari sayur gabus pucung di tempat ini.

Cumi Penyet
Khusus untuk makanan, kulinerkuliner.com merekomendasi Mie Lethek Bantul dan Bakmi Djowo di samping aneka sajian serba penyet seperti Ayam kampung Penyet, Udang Penyet, Lele Penyet, Cumi Penyet dan yang paling populer yakni Iga Penyet. Sayang tidak ada sajian Tahu Tempe Penyet dalam menu sajian, tapi tak perlu kuatir Anda bisa pesan tambahan menu kok seperti Tempe Goreng dan Tahu Goreng biar bisa lebih lengkap berpenyet-penyetan nya (Hehehehehehe... Mancab...!).

Sedangkan untuk minumannya, kulinerkuliner.com sangat merekomendasikan sajian menu minuman baru seperti Wedang Uwuh. Wedangan (minuman) yang dibikin dari sampah dedaunan dan rempah dari kawasan Imogiri ini memang mempunyai khasiat tersendiri yang bukan saja bisa menghangatkan badan, tapi juga menghangatkan suasana akrab berkumpul bersama pasangan, mitra atau keluarga Anda.

Di samping sajian minuman khas dari Imogiri itu, kita bisa memesan minuman lainnya yang unik dan khas seperti Teh Poci, Bajigur, Bandrek dan Wedang Jahe serta Wedang Ronde (khas Jawa Tengah) dan untuk minuman dinginnya pilihan tersedia adalah Es Campur Kemayoran dan Es Doger (khas Betawi), Es Goyobot dan Es Telaga Bodas (khas Sunda) di samping aneka jus buah lengkap.

Dimana Anda makan siang hari ini? Waroeng Rest-OE
Waroeng Rest-OE yang luasnya sekitar 10 x 15 meter persegi dan berlantai dua ini memang pas buat pertemuan dan rapat. Dengan fasilitas sistem Air Conditioning unik berupa aliran uap air yang membuat interior resto jadi dingin tanpa AC sehingga bisa dibilang tempat paling ramah lingkungan karena tidak menggunakan AC namun masih tetap terasa sejuk sekalipun dipenuhi banyak pengunjung.

Untuk antar pesan (delivery) dan nasi kotak (rice box) dan reservasi tempat Anda bisa telepon di (021) 864.3969.

Anda tertarik ingin menghabiskan liburan bersama keluarga? Kayaknya Waroeng Rest-OE bisa jadi pilihan wisata kuliner yang pas dan menyenangkan. Buruan telp sekarang juga untuk reservasinya atau datang langsung ke Jl. Raya Kalimalang, Kavling 3C-D di dekat BCA dan BTN Pondok Kelapa Kalimalang, Jakarta Timur

Sidik Rizal - bukankelanakuliner.com



Gurame Pecak
ANEKA MAKANAN
Pecak Gurame
Gurame Bakar
Gurame Pesmol
Gurame Cobek
Sop Gurame

Sop Gurame
Iga Bakar Spesial
Ayam Bakar
Ayam Goreng
Udang Sate
Cumi Goreng
Cumi Pedas

Tempe Goreng
Tahu Goreng
Tempe Mendoan
Perkedel Jagung

Sambal Goreng Kentang Ati
Tumis Daun Pepaya
Tumis Daun Singkong Teri
Tumis Toge Tahu
Tumis Tempe Kacang Panjang
Karedok

Lele Penyet
Gabus Pucung
Sayur Besan
Sayur Asem
Pepes Jamur Tiram
Pepes Tahu
Pepes Pedak

Sambal Mangga
Sambel Terasi
Sambel Cobek

Lele Penyet
Ayam Penyet
Cumi Penyet
Udang Penyet
Iga Penyet

Mie Lethek
Bakmie Djowo (Goreng/Rebus)
Bihun (Goreng/Rebus)
Nasi
Mie Campur
Magelangan
Semarangan

Peyek Kacang
Kremes
Kerupuk Aci
Peyek Tempe
Peyek Bayem
Kripik Kacang
Kerupuk Bawang

Nasi Putih


Aneka Minuman
Teh Manis
Es Teh Manis
Teh Tawar
Es Teh Tawar
Susu Soda
Soda Gembira

Es Doger
Aqua Botol
Tehbotol
Cocacola/Fanta/Sprite
Frutea/Joy tea
Frestea
Tebs
PulpyOrange


Es Campur Kemayoran
Jus Jeruk
Jus Alpukat
Jus Belimbing
Jus Mangga
Jus Sirsak
Jus Mix

Es Lemon Tea
Es Lemon Squash
Es Jeruk
Es Kelapa Muda
Es Jeruk Kelapa

Es Goyobot
Es Telaga Bodas
Es Goyobod
Es Campur Kemayoran
Es Doger
Es Cincau Hitam

Es Telaga Bodas
Kopi Tubruk
Kopi Susu
Bajigur
Bandrek
Susu Jahe
Jeruk panas
Wedang Ronde
Wedang Uwuh
Teh Poci

Sidik Rizal - webrizal.com

Selasa, Mei 18, 2010

AYAM GORENG TULANG LUNAK Ny. NANI S. sejak 1989

AYAM GORENG TULANG LUNAK PERTAMA DI JAKARTA Bukan yang lain!!!
SANGGUP 1 X DELIVERI HINGGA 6000 BOX


Ayam Goreng Tulang Lunak
AGTL Ny. Nani Sugiono
Jl. Raya Pondok Kelapa Blok G1 No. 9A
Kalimalang Jakarta Timur.
Telp (021) 8690.1028 atau HP. 0813.9079.6246.
Jl. H. Ten Raya No. 7A Jakarta Timur (021) 475 2128

Jakarta Timur - www.kelanakuliner.co.cc
Mencari menu sajian ayam goreng di Jakarta tidaklah sulit. Beraneka masakan olahan ayam mulai dari ayam goreng, ayam bakar hingga aya sayur dan lainnya ada di semua wilayah Jakarta. Demikian pula Ayam Goreng Tulang Lunak. Di sekitar Jakarta Barat bahkan ada waralaba Ayam Goreng Tulang Lunak. Sajian masakan ayam yang dipresto sehingga lunaknya bukan saja dagingnya tapi hingga ke tulang.

Istilah ayam presto sendiri sebenarnya sudah dikenal lama oleh orang Jawa Tengah. Hanya pada masa tahun 1980-an istilah ini hanya di kenal kalangan tertentu, khususnya yang mengetahui teknologi memasak dengan alat presto. Namun kemudian ada pengusaha yang mempopulerkan menu masakan ayam ini dengan nama yang jauh lebih mudah diingat. Ayam Goreng Tulang Lunak diperkenalkan pertama kali di Jakarta oleh Ny. Nani Sugiono di tahun 1989.


Seperti pengakuan anaknya, Nur Cahyo kepada kelanakuliner, "Istilah ayam presto pada awalnya justru kurang populer bagi masyarakat awam. Kami mencoba membangun merk dengan istilah Ayam Goreng Tulang Lunak," kenang Nur Cahyo yang telah beranak dua ini membuka sejarah awal usaha yang sudah masuk ke generasi ke dua ini. "Jadi baru kami lah pada saat itu pertama kali yang menggunakan nama Ayam Goreng Tulang Lunak!" ungkap lelaki beristrikan Novita Yunianti ini.

Ayam Goreng Tulang Lunak yang dimiliki oleh pak Sugiono dengan merk nama sang istri, Ny. Nani Sugiono pada mulanya adalah sebuah tenda kaki lima di depan sebuah masjid Salman Al Farisi kantor Bulog di jalan Raya H. Ten. Tak lama setelah beberapa bulan berjalan, keluarga pak Sugiyono mencoba mengembangkan usaha dengan mengontrak sepetak rumah tak jauh dari masjid itu dan masih di pinggir jalan dengan kapasitas 3 meja atau setidaknya 12 kursi.

Seiring dengan kian populernya makanan ayam goreng tulang lunak di tengah masyarakat dari tahun ke tahun berjalan, maka pak Sugiono memperluas kontrakan rumahnya ke sampingnya. Semakin maju resto Ayam Goreng Tulang Lunak Ny. Nani S. maka bermunculan pula secara bersamaan waralaba usaha sejenis. Biarpun begitu Nur Cahyo menampik bahwa usaha milik orang lain yang menggunakan sistem waralaba itu sebagai pesaing langsung. "Kita beda konsep dan juga beda selera. Kebetulan saya sendiri juga berbisnis macam-macam," paparnya menjelaskan tentang hiasan dinding berupa kerajinan ukiran kaligrafi di atas plat kuningan yang terpajang di tembok restorannya.

"Kini memang saya mencoba untuk fokus ke usaha restoran ini," jelasnya santai. Apalagi merk restoran sederhana itu kini kian melambung semenjak beberapa stasiun televisi mulai dari ANtv, GlobalTV, TransTV dan Trans7 meliput AGTL Ny. Nani S. Tak kalah ramainya liputan media cetak juga seperti berebut menuliskan tentang ramainya pelanggan yang menggemari masakan ayam khas Jogja ini, seperti Tabloid Info Kuliner, Koran Wartakota, Tabloid Kontan, Majalah Pengusaha, Tabloid Peluang Usaha, Tabloid Prestasi dan media cetak ibukota lainnya.

Sedangkan kelanakuliner kali ini bukan mencicipi menu ayam goreng tulang lunak, namun ayam bakar tulang lunak. Ya sama saja, tapi sepertinya aroma gosong dari bakaran ayam yang telah dipresto selama berjam-jam ini paling disukai pengunjung rumah makan yang kini berkapasitas 50 kursi itu dan terisi separuhnya, padahal waktu itu sudah lewat jam makan siang. Ayam bakarnya terasa gurih dan tulangnya yang lunak membuat saya enggan menyisakan banyak tulang empuk itu. Sambal pedasnya pun terasa pas sekali dengan daging ayam yang wangi harum panggangan.

Yang bikin unik makan ayam khas tradisional Jogja ini adalah minumannya. Di samping minuman ringan umum seperti Softdrink, Es Jeruk dan Es Teh Manis, ada juga aneka minuman tradisional yang tersedia untuk menemani makan Anda, mulai dari Es Beken (Beras Kencur), atau Es Kunas (Kunir Asem) dan Es Gulas (Gula Asem), termasuk juga Es Sari Lidah Buaya, Sari Rumput Laut dan Kopi Mineral.

Ada lagi kelebihan yang ditawarkan oleh rumah makan bergaya tradisional ini, yakni kesanggupan mengirimkan pesanan hingga 6000 box. "Bahkan kami pernah mengirim pesanan dalam 5 hari hingga 11.000 box," ungkap Nur Cahyo. Wajar saja pesanan ini begitu banyak karena dengan pengalamannya RM Ayam Goreng Tulang Lunak ini pernah menerima order kantoran bahkan beberapa BUMN. Sebut saja baru-baru ini Kongres Partai Demokrat di JCC, Badan POM, Adira Finance, Astra Daihatsu Sunter, Rumah Sakit Islam, JICT Tanjung Priok, Gedung DPR. "Pokoknya banyak lah yang nggak bisa disebutkan, Mas!" pungkas Nur Cahyo tentang banyaknya pesanan kantoran.

Buat acara resepsi kantor atau pesta pernikahan, ulang tahun sepertinya menu paket ayam tulang lunak bisa jadi pilihan. Pilihan pesanan paket box ini mulai dari harga Rp 18.000,-/box. Bila nasi putih diganti dengan nasi uduk, maka harga ditambah Rp 1.000,- plus bonus krupuk.

Berikut isi masing-masing pesanan paket kotak:

Paket I - Rp 16.000,-
Nasi Putih,
Ayam Bakar/Goreng,
Sambal dan Lalapan.

Paket II - Rp 19.000,-
Nasi Putih,
Ayam Bakar/Goreng,
Gudeg Krecek,
Sambal dan Lalapan.

Paket III - Rp 22.000,-
Nasi Putih,
Ayam Bakar/Goreng,
Gudeg Krecek,
Tempe + Tahu Bacem,
Sambal dan Lalapan.

Paket IV - Rp 25.000,-
Nasi Putih,
Ayam Bakar/Goreng,
Gudeg Krecek,
Tempe + Tahu Bacem,
Pisang, Sambal dan Lalapan dan Air Mineral.

Paket V - Rp 14.000,-
Nasi Putih,
Gudek Krecek,
Telur,
Sambal dan Lalapan.

Paket VI - Rp 16.000,-
Nasi Putih,
Gudeg Krecek,
Ayam Opor,
Sambal dan Lalapan.

Kini Ayam Goreng Tulang Lunak Ny. Nani S. sudah memiliki 3 tempat.
Sedangkan pesan antar pengiriman, Anda bisa berkunjung ke
Jl. Raya H. Ten No. 7A Jakarta Timu
atau menghubungi telepon ke
No. (021) 475.2128 atau HP 0813.9079.6246

Cabang lain di
Jl. Raya Pondok Kelapa Blok G1 No. 9A
Kalimalang Jakarta Timur
Telp (021) 8690.1028 atau HP. 0813.9079.6246.

Jl. Jatiwaringin Raya No. 28B
Pondok Gede Jakarta Timur
Telp (021) 8497.2233 atau HP 0813.1409.1715

DELIVERY SERVICE : (021)30565629 - HOTLINE: (021)606.36235 - 081385.386.583


Waroeng d'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]