Tampilkan postingan dengan label Bakmi Djowo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bakmi Djowo. Tampilkan semua postingan

Kamis, Juli 28, 2011

Bakmi Djowo Gunung Kidul Handayani ala Bu Siti

Pernah Coba Godril dan Nasi Godhog?

Ini dia menu Godril alias Magelangan
Jl. Kartini Bekasi - bukankelanakuliner.com
Kelezatan sebuah sajian memang tak bisa berbohong. Biarpun itu datangnya dari warung kaki lima kecil, namun jika sajiannya terlalu lezat untuk dilupakan, maka wajar saja bila tempat makan sekecil dan sekumuh apapun tak akan kehilangan pelanggan.

Inilah yang bisa digambarkan tentang tempat makan kaki lima sekelas Bakmi Djowo Gunung Kidul ala Bu Siti yang berlokasi di Jalan Kartini. Hmmmm masalah rasanya, dijamin 3 jempol lah!

Kamis, Mei 12, 2011

Bakmi Jowo Wongso Joglo Jl. Kartini

Ini dia kelezatan 2 kota dalam satu piring
Harga 1 kota, rasa 2 kota

Bekasi - wisatakulinerbekasi.blogspot.com
Yang namanya akulturasi budaya memang menghasilkan satu hal yang baru. Meski ada sedikit unsur resapan dengan yang lainnya, tapi terkadang orang kebanyakan lebih melihatnya sebagai hal baru yang unik. Demikian pula halnya dengan wisata kuliner kali ini. Kita akan mencoba satu sajian kombinasi antara budaya dua kota yang tak banyak berbeda, tapi mungkin bagi warga aslinya sangat jelas perbedaannya.

Kuliner Jogja dan kuliner Solo digabung jadi satu, maka lahirlah menu masakan khasnya orang Jawa. Apalagi kalau harganya tidak terpengaruh sama sekali dengan rasa mewahnya. Kenapa mewah? Karena kekayaan rasa lezatnya yang tidak membuat kita kapok.

Kalau menurut orang Solo, yang dikenal sebagai "ilate roso" atau "ilat saliro" ("lidahnya rasa" atau "lidah selera") orang Jawa, semua makanan baik dari daerah manapun, sepanjang masih enak, dan tidak membuat orang berkomentar "sanpok" (sepisan kapok = sekali kapok), maka pasti tempat makan apapun itu akan ramai dikunjungi pelanggan.


Hal ini berlaku bagi Bakmi Jowo Wongso Joglo. Banyaknya pelanggan bahkan saat kulinerkuliner.com berkunjung ke rumah makan yang akan pindah ke BTC (bekasi Trade Center) di awal bulan Juni ini, sang pemilik, Arifin Wongso tampak sedikit kewalahan melayani tamu yang datang memesan makanan.

"Maaf ya Mas, koki saya sedang pulang kampung 3 orang, jadi terpaksa saya harus melayani sendiri urusan dapur buat pelanggan," ungkap Arifin Wongso, pensiunan karyawan BRI yang kini hendak membuka usaha bakmi Jowonya sebagai satu waralaba kuliner di tahun mendatang. Setelah selesai melayani beberapa pelanggan yang banyak datang malam Jum'at itu, tampak sekali lelah di wajahnya, namun ayah dari 4 orang anak ini masih bersedia menyediakan waktunya untuk bertemu dan berbincang-bincang dengan kami tentang usahanya yang sudah lebih dari 2 tahun buka di dekat RS Kartini.

Ketika ditanya bagaimana pak Wongso akan mempertahankan pelanggan jika pindah ke tempat baru di BTC, lelaki separuh baya ini justru mengatakan bahwa perlunya bantuan publikasi, sehingga pelanggan tidak kehilangan informasi tentang masakannya.

Bakmi Jowo, Wongso Joglo, sejatinya adalah menu masakan perpaduan dari dua daerah yakni Jogja dan Solo. "Joglo sendiri kan artinya Jogja Solo, Mas," beber Arifin Wongso kepada kulinerkuliner.com.

Ini berarti setiap sajian yang ada di Bakmi Jowo Wongso Joglo merupakan sajian olahan dari dua daerah tersebut. Meskipun ada juga dari daerah lain. Pasti Anda kenal dengan sajian Magelangan dan Semarangan.

Keduanya sebenarnya adalah sajian yang serupa. Masakan nasi goreng dicampur mie, ini yang disebut dengan Magelangan, sedangkan bakmi godog campur nasi, ini yang disebut dengan Semarangan. Unik dan lucu bukan?

Tapi itu hanyalah masalah penamaan, sedangkan rasanya inilah yang jadi keistimewaan di tempat makan terbuka ini. Baik itu masakan olahan dari mie seperti bakmi godog Jowo, maupun Bakmi gorengnya tidak menggunakan vetsin (MSG) sama sekali. Lalu dari datangnya rasa gurih lezatnya?

"Ini sebenarnya rahasia, Mas Dik. Rasa gurihnya itu datang dari kaldu ayam buatan saya sendiri," ungkap pak Arifin Wongso. "Saya pilih sendiri ayam kampung betinanya. Kemudian saya masak rebus sehingga menghasilkan kaldu," imbuhnya.

Dari hasil kaldu rebusan ayam, ada lemak yang keluar, dan lemak ini dibuangnya. Sehingga hasilnya berupa kaldu jernih dan dijadikan sebagai bumbu dasar masakan bakmi maupun nasi gorengnya. Kelezatan gurih dari kaldu inilah yang bisa membekas di lidah hingga beberapa menit, dan ini jauh berbeda bila menggunakan bumbu masak seperti mecin (vetsin), karena sama sekali tidak mengandung zat kimiawi.

Jika kita bicara tentang kelezatan sajian di Bakmi Jowo Wongso Joglo, maka kulinerkuliner.com merekomendasikan Bakmi Godognya. Anda bisa memesan yang berkuah banyak atau yang agak sedikit kering, atau "nyemek" istilah Jawanya. Kedua jenis masakan bakmi ini mempunyai keunikan rasanya tersendiri. Bakmi Godog yang bisa Anda sruput kuahnya hingga tetesan terakhir dan gurihnya mi besarnya hingga terasa saat digigit. Sedangkan bakmi gorengnya, begitu gurih dan tak terlalu berminyak, apalagi jika Anda pesan yang sedikit basah (nyemek), pasti kenangan sensasinya tak mudah dilupakan. Busyet kok jadi promosi seh? Tapi memang begitu adanya...!

Sayang Bakmi Jowo Wongso Joglo akan pindah ke lain tempat. Namun begitu, pak Arifin Wongso tak kehilangan akal untuk mempertahankan pelanggan setianya. Dia akan membuat promosi tersendiri untuk mengingatkan pelanggan lamanya bahwa warung bakmi jowonya akan pindah tempat.

Hmmmm.... kalau sudah begini, para penggemar bakmi Jowo harus tahu kemana dan kapan kepindahannya, karena kulinerkuliner.com percaya tak ada dari pelanggannya yang mau kehilangan jajanan lezat seperti Bakmi Jowo Wongso Joglo. Just keep in touch with Bakmi Jowo Wongso Joglo yah!

Sidik Rizal - bekasi-online.com

Kamis, April 28, 2011

Bakmi Djowo Mbah Wiryo

Pernahkah Anda Menikmati Kelezatan Bakmi Djowo
dengan Harga Terjangkau Namun Bernilai Megaproyek?

Lezatnya Bakmi Djowo olahan koki mas Blangkon
Jatibening - bukankelanakuliner.com
Mana yang lebih penting menurut Anda, jika kita baru saja pulang bekerja dan melewati jalan tol yang sebelumnya macet seperti biasa... kemudian di akhir ujung pintu masuk tol, waktu sudah masuk malam... eh kebetulan di ujung jalan tol ada tempat makan yang asyik untuk melepas penat berkendaraan berjam-jam tepat di sebelah kiri kita.... Makanannya pun panas-panas siap saji dan sesaat membawa kita melompat ke masa indah kuliah dulu di daerah Jawa Tengah seperti Jogja maupun Solo atau kota lainnya?

Bakmi Jawa khasnya kota Jogja ada di Jatibenign
Nah sensasi seperti itulah yang ditawarkan oleh Bakmi Djowo Mbah Wiryo yang memang ada tepat di pangkal ujung pintu tol masuk Jatibening. Di tempat ini kita bisa menikmati kehangatan nan menyegarkan dari masakan khas Jawa Tengah, yakni Bakmi Djowo... hmmmm serasa Anda tidak sedang berada di padatnya ibukota Jakarta, melainkan seperti suasana tenang nan asri di kota Jogjakarta.... hmmmmm jadi nostalgia bukan?



Mas Budi, anak dari Mbah Wiryo
Apalagi jika nanti Anda bisa bertemu dengan sang pemilik sekaligus pengelola rumah makan khas Jawa Tengah ini, pak Budiono namanya. Lelaki yang sekilas mirip Iwan Fals saat masih muda ini, memang kebetulan adalah seorang pengusaha yang sudah lama berbisnis berbagai bidang. Padahal lulusan Sarjana Hukum ini sudah sering sekali diajak temannya untuk berprofesi sebagai praktisi hukum, tapi entah mengapa bidang usaha jauh lebih memberikan kebahagiaan dan sukses yang tak sedikit.

Membuat Anda bernostalgia ke masa muda
Menurut lelaki yang asli kelahiran Solo ini, menjadi sukses itu bukan saja sukses dalam bidang usaha tapi juga ukurannya sukses di tengah keluarga. Bidang kuliner yang kini menjadi fokus usahanya semata dia lakukan untuk menjadikannya sebagai media komunikasi dengan beberapa kolega dan mungkin juga bisa menambah kolega baru. "Barangkali saja dari tempat makan dan nongkrong ini, kita bisa membuka jaringan pertemanan baru. Tak mustahil koneksi yang baik, membuka peluang bisnis baru." ungkapnya menjawab alasannya membuka usaha kuliner yang baru berusia 4 bulan ini.

Mas Budi, Sukses bukan cuma bisnis saja
"Alhamdulillah dari usaha ini saja, saya sudah berhasil mendapatkan satu peluang bisnis baru." paparnya tentang keuntungan usaha kulinernya yang mengkhususkan segment strata tertentu dari kalangan profesional yang pernah tinggal di Jawa Tengah dan DIY Jogjakarta.

Tak heran, Budiono pernah mendapatkan komisi dari kongkow-kongkow dengan koleganya yang datang berkunjung menikmati sajian utama miliknyam, Bakmi Djowo... Hmmm kedengaran asyik juga untuk dibuka neh?

(berlanjut ke tulisan berikutnya....)

Sabtu, Oktober 02, 2010

Waroenge Dhe-Whe Mbokde Mulyo Pulogebang Cakung

TENARNYA KELEZATAN MIE LETHEK KHAS BANTUL
Lawan KHASIAT Segarnya Wedang Uwuh Imogiri


Bumbu Rahasia Ayam Jago dan Biang
Pulogebang - kulinerkuliner.com
Siapa sangka bila selama ini perjalanan kuliner menjelajahi Bekasi dan sebagian Jakarta serta beberapa daerah di luar kota ternyata bisa kalah seru dengan kuliner yang saya temui tak jauh dari tempat tinggal saya. Kali ini Pulogebang sebagai salah satu area khusus untuk liputan kuliner saya.
Waroenge Dhewe yang bernuansa magis
Jika menyusuri jalan raya Pulo Gebang dari arah stasiun kereta api Cakung atau Kantor Walikota Jakarta Timur, menuju arah Ujung Menteng dan Kota Harapan Indah Bekasi, maka tak lebih dari 1 km ada di sebelah kiri, kita akan menemukan sebuah warung makan sederhana yang bergaya etnis lesehan Malioboro dengan sajian khas Jawa Tengah.

Tepatnya sajian khas dari daerah sebelah selatan Jogja yakni Bantul., namanya Waroenge Dhe-Whe. Pastinya di warung sederhana ini menyajikan kelezatan sajian unik khas Bantul.

Mulai dari Gudeg asli khas Djogja, Ayam Penyet dan Bakmi Djowo khas Bantul. Tapi semuanya itu sudah pernah jadi liputan dan bukanlah hal yang istimewa buat kulinerkuliner.com apalagi bukankelanakuliner.com. Berikut ini sajian istimewa yang mendapat perhatian khusus liputan kali ini yakni Bakmi Djowo ala Mbok Dhe Mulyo.

Setiap pelanggan boleh memilih dan mengambil sendiri bahan baku seperti sayuran dan daging ayam sesuai selera. Barulah kemudian diberi bumbu dan dimasak langsung oleh Mbok Dhe Mulyo. Artis terkenal seperti Annisa Bahar pun sering memilih sendiri makanannya yang nantinya dimasak sang koki asli Bantul itu.

Mie Lethek Khas Bantul Pulogebang Cakung
Mie Lethek, Kenikmatan "Mie Dekil" ala Bantul kini hadir di Pulogebang, Cakung

Yang menjadi pilihan khusus kali ini adalah menu Mie Lethek khas Bantulnya yang sangat istimewa. Dari namanya saja sudah bikin rasa ingin tahu saya semakin membesar (kesannya benar-benar "aphrozidiac" neh makanan.... hehehehe). Lethek dalam bahasa Jawa artinya kira-kira serupa dengan "dekil" atau kotor.


 

Karena warna mie yang agak kusam keabu-abuan, bukannya putih bersih disebabkan tanpa pemutih sama sekali. Makanya disebut mie dekil atau mie lethek. Meski warnanya dekil, tapi jangan salah dengan rasanya yang MasyaAllah.... muantabs buwanget! Gurihnya justru mengingatkan saya sama kota Jogja bukannya Bantul... (jadi inget mantan pacar yang tinggal di sana). Di samping warna mienya yang lethek, ternyata cara memasaknya pun sangat unik. Karena harus dengan perlakuan khusus, dimana bila terlalu panas bisa jadi jenang (dodol). Nah terbayangkan betapa sulitnya mengira-ngira berapa panas yang pas dalam membuat sajian masakan mie lethek?

Mie Lethek adalah sajian khas Bantul yang biasanya terbuat dari bmie putih yang biasanya menggunakan merk tertentu. "Kami sudah coba mi merk lain tapi yang paling pas dan cocok cuma merk ini saja." papar Mbok Dhe Mulyo tentang rahasia lezat menu unggulannya itu.

Yang jelas kelezatan khas Bantul ini bisa kita dapatkan di sini. Gurihnya mie goreng atau mie godhog berwarna butek ini mengingatkan saya dengan sajian Mie Godhog khas Jogja yang "nyemek" (direbus tapi tak berkuah).

Rasa ayam kampungnya pun memang beda. Ternyata rahasianya adalah kombinasi irisan daging ayam biang (betina) dengan daging ayam jago (jantan) yang telah diungkeb beberapa jam sebelumnya. tentunya dengan bumbu rahasia ala Mbok Dhe Mulyo. Hmmmm kelezatan khas Bantul yang patut dicicipi.

Tahu Guling, kombinasi Tahu Kupat dengan Kuah Pempek.

Guling Tahu Khas Bantul
Makan yang pertama kali saya nikmati di Waroenge Dhewe adalah Tahu Guling. Menu yang mirip tahu kupat khas Magelang ini diberi kuah kecap manis yang lumayan pedas untuk ukuran lidah Jawa. Tapi justru para pelanggan Tahu Guling kebanyakan adalah orang Sumatera dan luar Jawa lainnya.

"Memang kebanyakan pelanggan kami justru para pendatang dari pulau Sumatera dan bahkan ada yang dari Sulawesi" papar Mbok Dhe Mulyo.
Termasuk salah seorang artis senior seperti Bambang Tondo, adik kandung Tanti Yosepha, musisi era tahun 1970-an.

Untuk menu sajian Tahu Guling terbilang istimewa karena rasanya yang bukan saja pedas namun kuah kecap manisnya yang seperti kuah pempek itu punya rasa khas. Sambil menikmati potongan tahu (biasanya tahu bacem, namun saat itu sajiannya berupa tahu goreng yang tak kalah nikmat). Campuran taoge dan bihun putih juga begitu pas di lidah. Sensasi pedasnya begitu pas dengan rasa manis, gurih dan asam. Masya Allooohhhh mantabs buanget Cuy!

Mangut Lele Tak Kalah Sedap dengan Mangut Belut Semarang

Mangut Lele Ganjuran
Satu lagi sajian khas Bantul yang bikin saya dan keluarga berdecak nikmat. Ya sajian Mangut Lele ini saya bawa pulang setelah saya kenyang menikmati Tahu Guling ala Waroenge Dhewe. Mangut Lele yang dibuat dengan Lele Bakar plus kuah bumbu opor yang lumayan pedas dan kebetulan Mbok Dhe Mulyo berasal daerah Ganjuran,, Bantul. Itulah sebabnya sering pula disebut sebagai Mangut Ganjuran.

Meskipun bentuknya seperti opor, namun sajian Mangut Lele ini berwarna merah cabe ini karena cabe merahnya yang lumayan banyak.

Bagi saya yang terpenting adalah rasanya. Kombinasi pas antara gurihnya daging lele bakar dengan kuah sambel pedas membuat lidah saya dan anak istri saya terus menari menikmatinya. Hmmm dobel-dobel mantapnya mengingat beberapa bumbu rempahnya tidak dibeli di pasar lokal Jakarta, justru didatangkan khusus dari Pasar Beringharjo Jogjakarta. Nah unik dan khas banget bukan?

Sepertinya saya baru pertama kali merasakan kelezatan lele bakar ini yang jauh berbeda bila dibandingkan pecel lele goreng yang biasanya saya nikmati bersama keluarga. Petualangan kuliner saya kali ini sukses dengan bertambahnya perbendaharaan makanan khas Bantul dalam liputan kulinerkuliner ini.

Wedang Uwuh, Khasiat ajaib "Wedang Sampah" kreasi Sri Sultan HB IX

Wedang Uwuh Imogiri
Bila sudah tiga menu unggulan di Waroenge Dhewe yang saya nikmati, kayaknya belum lengkap bila tak mencoba wedangan (minuman) khas rumah makan bergaya etnis saung lesehan ini.

Waroenge Dhewe yang berumur 2 tahun ini tepatnya tanggal 15 Desember 2008 lalu ini memang lebih sering buka dari jam 11 pagi hingga jam 12 malam. Umumnya para pelanggan menyukai tempat ini karena tiga minuman unggulannya yang luar biasa. Dua minuman panas yakni Teh Poci dan Wedang Uwuh dan satu minuman dingin, yakni Es Tape.

Bila Teh Poci dengan gula batu yang dikasih potongan batang sereh dan pengaduknya juga dari batang sereh, namun bagi kulinerkuliner.com yang istimewa adalah Wedang Uwuh (dalam bahasa Jawa Uwuh = Sampah).

Betapa tidak, minuman khas Bantul ini sejatinya adalah minuman ramuan khusus yang dipelopori oleh ide Sri Sultan Hamengku Buwono IX.

Ramuan Wedang Uwuh adalah dedaunan kering yang jatuh dari pohon di makam Raja Mataram, Pajimatan Imogiri. Jadi wajar saja bila dedaunan kering yang tidak dipetik langsung dari pohonnya itu disebut sampah.

Dedaunan kering yang berjatuhan lalu dicampur dengan potongan jahe bakar yang ditumbuk dan potongan kayu secang serta sebatang sereh dan digodhog dengan air hingga mendidih panas.

Hasilnya adalah seperti teh namun berwarna kemerahan. Minuman sampah berkhasiat ini siap dinikmati ditambah dengan potongan gula batu atau gula Jawa.

Rasanya...... hmmmm mantap luar biasa, di samping pedas jahenya begitu terasa, kesegaran daun pohon khusus ini begitu sensasional dikombinasi sedapnya batang sereh dan kayu secang yang juga bermanfaat sebagai antibiotik. Pasti Anda suka.....

Riwayat Merk Waroenge Dhewe.

Menurut kisah dari Mbok Dhe Mulyo, bahwa dirinya dilahirkan pada hari dan tanggal yang sama dengan sang suami. "Bedanya saya dilahirkan pada pagi hari, sedangkan suami saya sore hari," jelas Mbok Dhe Mulyo, wanita kelahiran Ganjuran Bantul 47 tahun yang lalu ini.

Mbok Dhe Mulyo mampu membuat sajian masakan yang lezat  ini dikerenakan memiliki alat untuk membuat bumbu berupa warisan cobek dan munthu dari eyangnya, Mbah Kromoarjo yang terkenal di Bantul karena kelezatan bakmie godhognya.

Ayam Jago dan Biang, rahasia lezat Bakmi Djowo
Dengan keahlian memasak aneka sajian khas Bantul yang juga didukung manajemen suaminya,  sarjana akuntansi maka serta anaknya yang seorang atlit sehingga banyak kolega yang datang berkumpul meramaikan Waroenge Dhewe baik dari kalangan artis, pejabat dan maupun mantan pejabat.


Di antaranya adalah Annisa Bahar, Bambang Tondo, musisi tahun 70-an, yang juga adik kandung dari Tanti Yosepha. Ada juga mantan Gubernur Kalimantan Barat dan mantan menteri.

Bambang Tondo, pelanggan setia Bakmi Godhog
Sampai saat ini Mbok Dhe Mulyo merasakan banyak nikmat dari berkah dibukanya warung khas sajian Jogja dan Bantul. Sebagai catatan Anda, di tempat ini juga ada sajian lainnya seperti Bubur Parangtritis dan tentunya Nasi Gudeg Jogja dan yang populer adalah Nasi Ayam Penyet dengan sambel khasnya yang jadi favorit kebanyakan pelanggannya.

Juga ada Mangoet Lele Ganjuran yang gurih dan unik, dan jangan lupa adalah Bakmie Godhog khas Bantul yang paling digemari pelanggannya.

Tertarik untuk pemesanan masakan khas Bantul, silakan hubungi telp (021)4435.2249, (021) 9346.1965 atau (021) 932.74925


Waroenge Dhewe
Jl. Pulo Gebang Raya 76 Jakarta Timur
Phone/SMS:
(021)4435.2249 (021)9346.1965

Sidik Rizal - bukankelanakuliner.com

DELIVERY SERVICE : (021)30565629 - HOTLINE: (021)606.36235 - 081385.386.583


Waroeng d'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]