Tampilkan postingan dengan label Pecel Madiun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pecel Madiun. Tampilkan semua postingan

Jumat, September 17, 2010

Resto Djawa - Sego Pecel Kemang Pratama Bekasi

Tengkleng Jogja Bumbu Kunyit Sedepe Ngepol
Semua Makanan Tradisional Jawa Tengah - Jawa Timur Ngetop ada di sini

Kemang Pratama, kulinerkuliner.com
Dari sekian banyak petualangan kuliner, banyak sudah jenis makanan yang terbuat dari bahan daging dengan kuah. Mulai dari sop, soto hingga beragam jenis gulai. Khusus untuk daerah Jawa Tengah, ada satu sajian yang mirip dengan sop atau soto yang dibuat dari tulangan. Istilah tulangan adalah potongan-potongan tulang dari sapi atau kambing yang masih mempunyai banyak daging menempel.
Umumnya tulangan ini memang disajikan berkuah seperti halnya sop. Di beberapa daerah seperti Solo, Semarang serta Jogja dan sekitarnya disebut Tengkleng.

Tengkleng (baik dari daerah Solo dan sekitarnya atau daerah lainnya) umumnya berwarna bening seperti sop namun dengan tambahan rempah-rempah khusus yang bisa menghilangkan bau amis dari setiap tulang dagingnya dan menambah ketajaman rasa. Sementara itu ada Tengkleng dengan kuah berwarna kuning. Konon ini adalah ciri khas Tengkleng dari Jogjakarta. Dan ketika saya search di google, ternyata saya dapati  bahwa Tengkleng Jogja memang cenderung mirip gulai daging dan tulang.

Di Kota Bekasi sepertinya cuma ada di Kemang Pratama. Kalau ada di tempat lain, ya berarti belum ketemu sama kulinerkuliner.com aja.

Tengkleng khas Jogja di Resto Djawa Sego Pecel ini memang mempunyai rasa yang mantap abis. Seandainya dibandingkan dengan masakan dari daerah lain, mungkin bisa disamakan dengan gulai kambing namun dengan rasa kunyit yang kental. Di sinilah ciri khas Tengkleng Jogja, seperti yang dikatakan oleh sang pemlik resto.

Ada satu hal yang membuat resto ini unik dan berbeda daripada yang lain. Pertama seluruh desain interiornya yang dominan berwarna hijau bergaris kuning (apa harusnya kuning bergaris hijau?) dipenuhi dengan hiasan kain batik dan beberapa ornamen barang-barang antik khas dari Jogja.

Ada juga telepon kuno (kemungkinan besar diambil dari pasar loak Jogja... hihihi) dan juga mainan miniatur becak dan sepeda kumbang khas Jogjakarta. Sehingga saat kita makan di resto ini seolah kita terlempar ke sebuah tempat di Jogjakarta. Belum lagi kalau Anda mencoba beberapa menu daerah yang mungkin bisa dijumpai baik di Jawa Tengah maupun Jawa Timur.
Seperti Pecel Madiun dan Rawon yang memang dibuat nyaris mirip dengan menu asli khas Jawa Timur. Justru mungkin ini lah keunikan dari Resto Djawa Sego Pecel. Kenapa sang pemilik yang lama tinggal dan hidup di Jogja menyajikan makanan khas Jawa Timur?

Anehnya lagi kenapa menu masakan Rawon maupun Pecel Madiunnya nyaris sempurna? Daripada kulinerkuliner.com menjelaskan dalam tulisan ini, mendingan periksa sendiri ke Kemang Pratama sendiri, nikmat atau tidaknya. Seandainya menurut penilaian Anda tidak enak, silakan nambah untuk Anda coba sekali lagi. Tapi kalau menurut Anda enak buanget... Silaan Anda minta dibungkuskan beberapa porsi buat keluarga Anda... Hehehehe! Swear nggak rugi kok!

Teh Poci semuanya asli dari Jogja
Oh ya jangan lupa Anda mencicipi Teh Poci asli dari Semarang. Mulai dari tehnya, gula batu hingga poci keramik tanahnya pun didatangkan khusus dari Jawa.

LEBIH SERING JADI TEMPAT MEETING
Yang membuat saya betah di Resto Djawa Sego Pecel pada saat malam harinya adalah beberapa dari pengunjung sepertinya adalah pelanggan yang sering menjadikan resto ini sebagai meeting point. Walaupun pada sore harinya ada beberapa keluarga lengkap di satu meja. Sang pemilik pun juga sempat beramah-tamah dengan para pengunjung.

"Kami biasa menerima semua pelanggan kami seperti keluarga, sehingga mereka merasa seperti ketemu dengan sanak famili dan bukannya hanya berkunjung ke sebuah rumah makan," ungkap mbak Riza sang pemilik yang sudah menggondol S2 nya dari luar negeri ini.

Sementara saya masih menikmati Tengklengnya hingga suapan kuahnya yang gurih, saya mengakhir dengan minuman khas Reston Djawa, yakni Kunir Asam dan Beras Kencur. Hmmm mantabbbsss buanget (inget pake 3 b dan 3 s yah!?)

Siapa yang mau bernostalgia dengan masakan khas Jogja atau Semarang, silakan menggelinding ke Kemang Pratama. Dijamin kita seperti memasuki mesin waktu terlempar ke suasana kuliner Jawa Tengah. (Walau ada menu makan ala Jawa Timuran, tapi suasana Jawa yang sebenarnya cuma ada di sini). Di tempat ini Anda bisa menikmati aneka makanan khas Jateng dengan musik gamelan khas Jawa. Hmmmm maknyoss tenan...!

Untuk Reservasi Tempat hubungi 021-9346.1965

Ketentuan Reservasi Booking 
  1. Tidak diperkenankan membawa makanan dan minuman dari luar.
  2. Jika melakukan hal tersebut di atas maka akan dikenakan charge 15% untuk makanan/minuman (yang senilai dengan yang serupa dengan menu kami) dan 10% untuk service charge.
  3. Reservasi minimum 20 orang maka harus disertakan pembayaran cash/transfer Booking Fee Rp 200.000,- Untuk pemesanan di atas dari 20 orang maka dikenakan booking fee Rp 10.000,-/orang Dan DP 50% dari total menu pesanan.
  4. Toleransi waktu keterlambatan 1 jam. Jika lewat dari waktu tersebut, maka tempat ditentukan oleh manajemen kulinerkuliner.com.
  5. Pemesanan melalui telepon tanpa DP tidak dapat menentukan prioritas tempat.
  6. Pemesanan tempat di ruang khusus (full booking) untuk hari Senin - Jum'at dikenakan charge Rp 150.000,-/jam jika tidak memenuhi minimum order Rp 1,5 juta.
  7. Pemesanan tempat di ruang khusus (full booking) untuk hari Sabtu - Minggu/Hari Libur dikenakan charge Rp 250.000,-/jam jika tidak memenuhi minimum order Rp 2,5 juta
  8. Untuk pemesanan dengan minimum order Rp 1,5 juta. Bila tidak mencapai minimum order maka akan dikenakan charge Rp 50.000,-/jam + charge tempat Rp 250.000,-
  9. Untuk pemesanan dengan minimum order Rp 2,5 juta. Bila tidak mencapai minimum order maka akan dikenakan charge Rp 75.000,-/jam + charge tempat Rp 250.000,-
  10. DP dapat dikembalikan jika pembatalan reservasi paling lambat 2 hari sebelum acara, tidak termasuk Booking Fee. Jika tidak ada pemberitahuan maka DP tidak dapat dikembalikan.



Menu Makanan Tradisional Jawa yang inovatif maupun yang tradisional asli adanya cuma di sini.
RESTO DJAWA - SEGO PECEL
Kemang Pratama

MENU UNGGULAN
MAKANAN
- Ayam Kampoeng Goreng Laos
(1/4 ayam kampoeng goreng bumbu lengkuas, lalapan dan sambal terasi)
harga : Rp 28.500,-

- Ayam Kampoeng Bakar Madu
(1/4 ayam kampoeng bakar bumbu madu, lalapan dan sambal terasi)
harga : Rp 28.500,-

MINUMAN
- Wedang Secang
(kayu secang, jahe merah, sere, cengkeh, kapulaga dan kayu manis)

- Teh Poci
(teh poci dan gula batu didatangkan langsung dari Jogjakarta)


MENU UTAMA
MAKANAN
- Gulai Kambing
(daging kambing, kuah bumbu santan, sambal terasi)
harga : Rp 29.500,-

- Tongseng Kambing
(daging kambing, tomat, daun kol, cabe rawit, kuah tanpa santan)
harga : Rp 27.500,-

- Rawon Iga Sapi/Daging/Campur

(iga/daging sapi, kuah bumbu kluwek, taoge, daun kemangi, sambel terasi, krupuk)
harga : Rp 29.500,-

- Tengkleng Kambing

(daging & tulangan kambing, kuah kuning tanpa santan, sambel)
harga : Rp 29.500,-

- Sate Kambing

(8 tusuk sate kambing bumbu kecap)
harga : Rp 29.500,-

- Sop Boentoet
(boentoet sapi - wortel - kentang - sambel)
harga : Rp 29.500,-


MINUMAN
- Aneka Minuman Segeran Tradisional Jawa
(Kunir Asem, Beras Kencur, Gula Asem)

- Wedang Jahe dan Wedang Ronde
(Minuman Hangat yang dibuat dari Jahe dan Susu Jahe)

Rabu, Agustus 18, 2010

Warung Lesehan BERKAH 17: Pintu Tol Jatiasih

Rumah Makan Khas Sunda - Jawa
Seramai Penitipan dan Pencucian Kendaraaan Bermotornya

Bekasi, kelanakuliner.com
Keluar masuk akses Bekasi melalui pintu tol Jatiasih kini akan menjadi lebih menyenangkan apalagi semakinhari tempat-tempat penitipan mobil dan motor semakin marak, bersamaan dengan pusat-pusat jajanan wisata kuliner. tepat di sebelah kiri putaran Pintu Tol Jatiasih.


Anda bisa memarkir kendaraan Anda untuk sekadar dititipkan dan melanjutkan menaiki bus untuk keluar kota atau cuma mencuci kendaraan Anda di RM Berkah 17.

Di tempat yang menyajikan makanan khas Sunda dan Jawa ini, banyak disediakan fasilitas toilet, kamar mandi dan mushola di samping tempat penitipan mobil dan motor serta cucian mobil dan motor. Ada juga tempat jajanan kecil bila Anda hendak berbekal untuk bepergian. Lihat lokasi di LINK ini
Sang pengelola RM Berkah 17, Ade Rafidin yang sedang mempersiapkan diri untuk mengembangkan usahanya menjadi tempat pusat jajan serba ada ini memang telah berulang kali mendapat tawaran kerjasama dari beberapa pengelola wisata kuliner di Bekasi. Namun waktunya memang belum tiba. Biar begitu, ia dan istrinya tetap menjalankan RM Berkah 17 yang ternyata mendapat respon positif dan semakin bertambah pelanggannya hanya dalam waktu 2 hari.

"Memang 2 hari pertama saya sempat kewalahan dengan pembiayaan, tapi masuk hari ketiga, semuanya berjalan normal dan semakin hari semakin jelas omzet rumah maan kami berbarengan dengan usaha lainnya." ungkapnya kepada kelanakuliner.com

Rencananya RM Berkah 17 ini akan membuka Pujasera Saung Kuliner bersama seorang mitra yang telah berpengalaman. Dengan konsep kerjasama membuka tenant warung denmgan konsep tradisional dan jajanan ekonomis. Ade Rafidin, lelaki kelahiran Tasikmalaya ini pun menyetujui. "Kelebihan lokasi rumah makan dan warung serta tempat kami ini adalah adanya beberapa pohon buah yang sengaja tidak kami tebang, seperti Rambutan, Duku dan Mangga. Ada 7 pohon rambutan, 2 pohon mangga dan 1 pohon duku serta 1 lagi pohon yang buahnya saya gak tahu apa namanya di tanah seluas 1300 meter persegi ini, ceritanya tentang keistimewaan tempatnya ini. Luas serta lokasinya yang strategis inilah yang men arik beberapa investor untuk membuka usaha kulin er di tempatnya dan mau bermitra dengan ayah dari 3 orang anak ini.

Anda tertarik ingin membuka usaha di tempat ini? Hubungi saja, (021) 96974925 atau (021) 9346.1965 atau (021) 9386.5610 langsung dengan sang pengelola Ade Rafidin. Harga sewa tempat seluas 3x5 meter persegi adalah 10juta rupiah per tahun, dengan fasilitas listrik dan air sesuai kebutuhan. Beban listrik dan air ditanggung penyewa, dan komisi manajemen sebesar 10 persen dari omzet untuk fee per bulan. Prospek sangat baik di tahun 2010 ini, dan gerai hanya untuk 5 pemesan pertama yang menghubungi RM berkah 17.

Sementara itu, sajian unggulan yang ada di RM Berkah 17 adalah Gado-gado Solo dan Belut Goreng yang gurih dan jarang bisa dijumpai di seluruh Bekasi. Gado-gado Solo yang dimaksud di sini sebenarnya adalah gado-gado biasa khas Betawi, tapi perbedaaanya adalah bumbu kacang dan sayurannya seperti rajangan kol, lembaran salada, taoge, potongan rebusan labuh dan wortel serta buncis, potongan tempe goreng dan tahu goreng serta potongan lontong, kombinasi tekstur gado-gado yang dibumbui dengan sambal kacang yang nikmat semakin gurih dihiasi remukan kerupuk udang. Hmmmm, skala 7 buat hidangan ini saya berikan.

Lezat, gurih, segar dan tentunya nikmat menyehatkan. Ditambah lagi saya mendapat bonus Gorengan Moa (Belut Goreng) yang gurih dan lezat berhiaskan selada dan sambal merah yang pedas dan manis itu. Semuanya saya tuntaskan dengan minuman Es jeruk, wuiiiihhhh semuanya begitu sensasional. Gak percaya? Kunjungi dan nikmati saja sajian khas Solo serta Sunda ini mulai dari jam 07.30 hingga pukul 10.00 malam. Tenang saja, untuk penitipan kendaraan mereka beroperasi 24 jam penuh, jadi Anda tetap bisa menikmati makanan di tempat ini tanpa kuatir nggak dapat jatah. Tapi ya itu tadi, RM Berkah 17 tutup pukul sepuluh malam.

Pada saat siang hari dan ramai pengunjung, Anda tak perlu kuatir, karena lahan parkirnya mampu menampung sedikitnya 20 mobil dan 170 motor. Belum lagi layanan jasa pencucian motor dan mobil yang terbilang murah. Untuk penitipan motor hanya 300 perak dan mobil hany 6000 perak. Pencucian motor hanya 7000 perak dan mobil hanya 17 ribu perak saja (tidak termasuk harga layanan wax dan lainnya).
Sidik Rizal - dobeldobel.com


Menu Khas Warung Lesehan Berkah 17
Aneka Soup
- Sop Iga Sapi
- Saop Kaki Sapi
- Soto Kuali
- Soto Tangkar
- Soto Ayam

Aneka Sayuran
- Sayur Asem
- Cah Kangkung Tauco
- Cah Kangkung Terasi
- Cah Kangkung Polos
- Karedok
- Gado-Gado Solo
- Macam-Macam Tumis

Aneka Pepes
- Pepes Ikan Mas
- Pepes Peda
- Pepes Tahu
- Pepes Ayam
- Pepes Daun Singkong

Aneka Gorengan
- Ayam (Goreng/Bakar)
- Gurame (Goreng/Bakar) / ons
- Ikan Mas (Goreng/Bakar)
- Belut Goreng Besar
- Belut Goreng Sedang
- Belut Goreng Kecil
- Iso Sapi Goreng
- Babat Goreng
- Paru Goreng
- Empal
- Tepe Goreng
- Tahu Goreng
- Perkedel

Aneka Masakan
- Nasi Goreng Spesial
- Nasi Goreng
- Mie Goreng Jawa
- Mie Rebus Jawa
- Nasi Timbel Komplit
- Nasi Pecel Biasa
- Nasi Pecel Spesial
- Nasi Putih


Aneka Minuman
- Teh Panas
- Kopi Panas
- Kopi Susu Panas
- Jeruk Hangat
- Teh Hijau (gratis)

- Es Teh
- Es Kopi
- Es Jeruk
- Es Kopi Susu
- Es Kelapa Muda
- Es Soda Gembira

Aneka Jus
- Jus Jeruk
- Jus Tomat
- Jus Semangka
- Jus Belimbing
- Jus Alpukat
- Jus Mangga
- Jus Jambu
- Jus Melon
- Jus Strawberry
- Jus Markisa

Jumat, Desember 18, 2009

Pecel Madiun BP, Rujak Cingur Khas Jatim di Kota Bekasi

Menu Serba Hitam Khas Jawa Timur yang Menggugah Selera


Bekasi, kelanakuliner.com
Tak sengaja saya menyambangi sebuah warung makan Pecel Madiun yang ada di Alun-alun Kota Bekasi, samping Bakso Malang Cak Tio. Ternyata Warung Pecel Madiun BP ini pernah ditulis oleh sahabat saya Dian PP, langsung dari sang narasumbernya Budi Purwanto di warung utamanya di dekat exit Pintu Tol Bekasi Timur.

Saya sendiri memang kesulitan mendapatkan makanan khas Jawa Timuran yang selalu berwarna hitam ini. Mulai dari Rawonnya atau yang sering saya sebut sebagai Black Soup ala Eastern Java. Bila pembuatan Rawon (ada yang iga, jeroan, atau daging sapi) biasanya menggunakan kluwek (pucung dalam bahasa Betawi) atau Keluak/Keluwak, atau Buah Kepayang dan dalam bahasa asingnya dikenal dengan nama Indonesian Black Nut, atau Pangium Edule Nut memang memberikan aroma khas dan rasa tersendiri bagi masakan berbahan daging sapi ini. Kemudian sajian lainnya yang juga berwarna hitam namun lezat dan nikmat, yakni Rujak Cingur. Kala yang pertama tadi, si sop hitam diwarnai dengan kluwek, maka, Rujak Cingur berwarna hitam karena bahan bumbu petis udangnya yang tak bisa digantikan dengan Petis udang dari daerah lainnya, demikian ungkap Ibu Diah, istri sang pemilik Pecel madiun "BP", Budi Purnomo kepada kelanakuliner.com


"Entah mengapa makanan khas Jawa Timur banyak sekali yang bernuansa warna hitam, ucap wanita yang berprofesi sebagai pengamat ekonomi dan sering bepergian ke luar negeri ini. Saya sendiri sebenarnya juga heran dengan masakan khas Jawa Timur. Mengapa selalu berwarna gelap dan hitam pekat? APakah mungkin karena ciri khas daerah Jawa Timuran yang identik dengan pakaiannya yang berwarna hitam? Ingat kan pakaian para penari dan seniman Reog Ponorogo? Atau para warok-warok (para jagoan jaman dulu) yang suka sekali berpakaian hitam dengan kaos dalaman belang-belang merah-putih. (Hualah! Apa masalahnya?)

Terlepas dari nuansa kegelapan (baca: hitam) pada setiap makanan khas Jawa Timuran, tapi tak ada satupun yang tidak lezat untuk dinikmati. Justru itu, Rujak Cingur yang berbumbu petis hitam nan pekat adalah kombinasi antara rasa klenyir-klenyir moncong (congor atau cingur atau hidung dan mulut sapi) ini dengan gurihnya Petis udang Surabaya, dan asamnya buah-buahan campuran (itulah sebabnya disebut rujak) dan ditambah bumbu-bumbu lainnya. Hmmm pasti lebih nikmat bila dinikmati pada siang hari bersama minuman dingin khas Jawa Timuran (apaan tuh minuman khasnya?).

Yang jelas bila Anda tertarik menikmati Rujak Cingur dan Pecel Madiun Portable (saya lebih suka menyebut Bumbu Pecel Madiun Portable, karena kemudahannya untuk dibawa kemana-mana dalam sebuah kemasan kotak yang kompak ini). Perlu juga Anda ketahui Paket Kotak Bumbu Pecel madiun merk "BP" ini telah melanglang buana ke manca negara hingga Amerika dan Eropa. (kadang saya berfikir, alangkah baiknya kalau saya adalah sebuah bumbu pecel paket.... sudah bisa ke luar negeri dalam sekejap.... hehehehe, saya sendiri belum pernah ke laur negeri, kecuali keliling Indonesia). Oh iya hampir lupa. bila Anda benar-benar tertarik mencoba Rujak Cingur khas Jawa Timuran, silahkan reservasi di nomor berikut ini 0812.803.6117 atau (021) 703.29.768 dengan Ibu Diah. Atau kunjungi Warung Pecel Madiun dekat Pintu Tol Bekasi Timur sambil belokan ke arah kanan. Dijamin Anda tak kan kecewa dan tak perlu harus memesan ke Jawa Timur, karena semuanya asli Jawa Timuran di warung ini.

Sidik Rizal - kelanakuliner.com




Dan berikut ini kutipan tulisan sobat saya mas Dian PP yang pernah diterbitkan pada edisi sebelumnya:

Ada Kulit Jeruk di Pecel Madiun

Bekasi, Tol Timur Bekasi, kelanakuliner.com.
Eksplorasi pedas kelanakuliner kali ini mencoba menjamah sisi tradisional negeri seribu pulau ini. Beberapa tulisan tentang menu sarapan pilihan sebagian besar warga Jawa Timur, pecel, akan coba diulas dalam melalui blog ini. Penjelajahan dimulai dari satu tempat yang yang dikenal sebagai asal muasalnya makanan ini, walaupun dalam prakteknya, sudah banyak "penyimpangan" yang terjadi (makanya baca sampai tuntas dulu agar tahu). Pecel, rasanya tidak akan mudah dilepaskan dari kata Madiun. Maka penjelajahan kali ini menuju langsung ke orang Madiun yang tinggal di Bekasi untuk mencari jawaban pasti atas keberadaan pecel Madiun ini.

Pecel Madiun, menurut Budi Purwanto, memiliki ciri khas penggunaan turi, kecambah pendek, dan sambel pecel. Selain itu, ciri khas visual yang bisa ditemukan adalah pada cara penyajian yang selalu menggunakan daun pisang, dan cara menuangkan sambel pada racikan nasi dan kulupan. Nasi pecel Madiun, mengutamakan kulupan, dan hanya mensyaratkan nasi. "Jadi, pecel Madiun akan mudah dikenali dari penyajiannya yang menggunakan daun pisang secara berlebih, nasi yang hanya secukupnya, kulupan lebih banyak, serundeng, kering tempe, cacahan mentimun, sambel pecel, dengan lauk peyek, krupuk puli (cap walet), tempe dan tahu. Adapun kulupannya juga menyisakan hal yang khas, yakni dengan kehadiran daun kemangi. Sementara untuk materi kulupannya, menggunakan kacang panjang, daun singkong, daun pepaya, yang diolah dengan teknik tertentu. Daun singkong dan pepaya direbus secara bersamaan sampai matang, ditiriskan sebentar, kemudian langsung disiram dengan air es, agar warnanya menjadi hijau segar. Untuk menjaga kualitasnya, pak Budi bahkan sampai rela membuat kecambah sendiri, dan juga menyediakan ladang pisang, untuk mengoptimalkan pasokan daun untuk pecelnya.

Sementara pengolahan sambel BP juga menarik untuk disimak. Rupanya dari pemilihan bahan, pak Budi mengutamakan kwalitas. Sehingga tak mengherankan jika kacang harus didatangkan dari Tuban, asem jawa dan daun jeruk dikirim dari Madiun, sementara gula merah nya dibeli langsung ke tasikmalaya. Kacang diolah dengan metode sangrai, setelah sebelumnya dipilih kualitas yag terbaiknya. Selanjutnya setelah matang, kacang diuyek agar kulit terpisah dari biji kacang dan terbelah, lantas ditapeni, agar kulit tidak bercampur dengan biji. Selanjutnya, biji kecil yang ada di dalam kacang, dibuang. "Ini bisa membuat rasa sambel menjadi sedikit pait" terang pak budi sambil menunjukkan bagian kacang tersebut kepada kelanakuliner. Kacang selanjutnya ditumbuk, dicampur dengan bumbu2, dan ditambah dengan kulit jeruk yang ditumbuk. Yang disebut terakhir inilah yang menjadi ciri khas pembeda sambel pecel Madiun dari sambel pecel di daerah lain. Pengusaha pecel tiga generasi ini, mengaku jikalau pasokan kacang tubannya mandheg, dia memilih untuk menghentikan dagangan untuk sementara, sampai pasokan kacang pulih kembali. "Kacang Tuban itu, kecil, tapi menthes mas" jelas pak Budi. Tanpa kacang tuban, hasil sambelnya pasti terasa lain. Berkat kontrol kualitas yang ketat, sambel pecel besutan pak Budi telah merambah benua kangguru, dan beberapa negara di Asia.

Menariknya lagi, untuk menyediakan lauk peyek kacang yang benar-benar khas Madiun, didatangkanlah langsung dari Madiun, pembuat asli peyek kacang Madiun. Kacang yang dipakai masih tetap kacang tuban, namun bedanya, tidak ada perlakuan khas, dimana kacang cukup dibelah menjadi dua, dan dicampurkan ke adonan tepung dan tak lupa, rajangan daun jeruk. Peyek hasil gorengan pun juga tak lepas dari qualiti kontrol. "Dua blek besar peyek pernah saya suruh bagi-bagikan saja, karena rasanya yang tidak pas menurut saya" kenang pak Budi.

Penyaji pecel Madiun ternyata tidak selamanya adalah orang Madiun. "Orang jogja bisa saja jual pecel" Mana ada pecel jogja, adanya ya pecelMadiun. Tapi gestuur dan cara penyajian, sudah membuat kita bisa membedakan ini pecel Madiun asli, dan yang itu pecel Madiun made ini semarang. Sambel pecel semarang memiliki citarasa kencur yang cukup kuat. Sementara Sambel pecel Jawa Timur, cenderung menguatkan daun jeruk nipis. Di sinilah "penyimpangan" itu terjadi, ketika tagline yang diusung adalah pecel Madiun, tapi karena yang menjualnya bukanlah orang Madiun, maka terjadilah. Pecel Madiun disajikan dengan daun pisang yang berlimpah, sementara nasinya hanya nyempil di pojok, dengan kulupan yang lebih banyak, kemudian disiram dengan sambel kacang secara nyepret.



Disarikan dari hasil perbincangan dengan Pak Budi Purwanto, pemilik Pecel Madiun "BP" (021)7032.9768. Ditulis oleh Dian Purnama Putra, untuk kelanakuliner.co.cc

DELIVERY SERVICE : (021)30565629 - HOTLINE: (021)606.36235 - 081385.386.583


Waroeng d'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]