Tampilkan postingan dengan label Nasi Timbel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasi Timbel. Tampilkan semua postingan

Kamis, Mei 12, 2011

Warung Tekko Depok Mall Lt 1

Sudah sekitar 4 bulan saya tidak memposting di kuliner depok ini. Kangen rasanya memposting di blog kesayangan saya ini. Dan ini adalah postingan saya pertama di tahun 2011 ini. Sebelumnya saya ingin mengucapkan Happy New Year 2011 kepada pembaca Kuliner Depok.

Berikutnya pada postingan saya kali ini, saya akan menceritakan pengalaman saya ketika makan bersama pacar saya di sebuah restaurant baru yang terdapat di Mall Depok. Nama restorannya adalah Warung Tekko. Sebenarnya ketika saya melihat restaurant ini dari jauh, saya berfikir ini adalah restoran yang menyajikan menu khas barat. Saat saya mampir dan makan, ternyata Warung Tekko ini menyajikan makanan khas tradisional Indonesia. 
 
Menunya pun cukup beragam dan semuanya makanan khas Indonesia, kali ini saya akan memesan Ayam Penyet Dada dan Tahu Goreng yang akan saya makan dengan nasi. Sambalnya pun juga bisa dibagi-bagi dengan berbagai kriteria yaitu sambal pedas, dan sambal super pedas. Saat dihidangkan terlihat bahwa ayamnya adalah ayam kampung asli. Apalagi ketika saya makan dengan sambalnya enak sekali.
 
Sepertinya restoran ini membuat makan malam saya menjadi menyenangkan apalagi suasana tempat makanya yang  nyaman. Meskipun menu andalan dari Warung Tekko ini adalah Iga Sapi Penyet, Namun untuk lain kali saya berjanji untuk kembali lagi di Warung Tekko ini untuk mencoba menu specialnya yaitu Iga Sapi Penyet.

Buat kalian saya rekomendasikan Warung Tekko sebagai pilihan terbaik buat makan bersama keluarga tercinta. Selamat mencoba ya.

Lokasi : Warung Tekko ( Depok Mall Lt 1 )
Menu : Ayam Penyet Dada + tahu Goreng
Harga : Ayam Penyet Dada ( Rp.15.000 )+ Tahu Goreng ( Rp.3.800 )
Kenyamanan : baik
Rating : Bintang 4
 

Rabu, Agustus 18, 2010

Warung Lesehan BERKAH 17: Pintu Tol Jatiasih

Rumah Makan Khas Sunda - Jawa
Seramai Penitipan dan Pencucian Kendaraaan Bermotornya

Bekasi, kelanakuliner.com
Keluar masuk akses Bekasi melalui pintu tol Jatiasih kini akan menjadi lebih menyenangkan apalagi semakinhari tempat-tempat penitipan mobil dan motor semakin marak, bersamaan dengan pusat-pusat jajanan wisata kuliner. tepat di sebelah kiri putaran Pintu Tol Jatiasih.


Anda bisa memarkir kendaraan Anda untuk sekadar dititipkan dan melanjutkan menaiki bus untuk keluar kota atau cuma mencuci kendaraan Anda di RM Berkah 17.

Di tempat yang menyajikan makanan khas Sunda dan Jawa ini, banyak disediakan fasilitas toilet, kamar mandi dan mushola di samping tempat penitipan mobil dan motor serta cucian mobil dan motor. Ada juga tempat jajanan kecil bila Anda hendak berbekal untuk bepergian. Lihat lokasi di LINK ini
Sang pengelola RM Berkah 17, Ade Rafidin yang sedang mempersiapkan diri untuk mengembangkan usahanya menjadi tempat pusat jajan serba ada ini memang telah berulang kali mendapat tawaran kerjasama dari beberapa pengelola wisata kuliner di Bekasi. Namun waktunya memang belum tiba. Biar begitu, ia dan istrinya tetap menjalankan RM Berkah 17 yang ternyata mendapat respon positif dan semakin bertambah pelanggannya hanya dalam waktu 2 hari.

"Memang 2 hari pertama saya sempat kewalahan dengan pembiayaan, tapi masuk hari ketiga, semuanya berjalan normal dan semakin hari semakin jelas omzet rumah maan kami berbarengan dengan usaha lainnya." ungkapnya kepada kelanakuliner.com

Rencananya RM Berkah 17 ini akan membuka Pujasera Saung Kuliner bersama seorang mitra yang telah berpengalaman. Dengan konsep kerjasama membuka tenant warung denmgan konsep tradisional dan jajanan ekonomis. Ade Rafidin, lelaki kelahiran Tasikmalaya ini pun menyetujui. "Kelebihan lokasi rumah makan dan warung serta tempat kami ini adalah adanya beberapa pohon buah yang sengaja tidak kami tebang, seperti Rambutan, Duku dan Mangga. Ada 7 pohon rambutan, 2 pohon mangga dan 1 pohon duku serta 1 lagi pohon yang buahnya saya gak tahu apa namanya di tanah seluas 1300 meter persegi ini, ceritanya tentang keistimewaan tempatnya ini. Luas serta lokasinya yang strategis inilah yang men arik beberapa investor untuk membuka usaha kulin er di tempatnya dan mau bermitra dengan ayah dari 3 orang anak ini.

Anda tertarik ingin membuka usaha di tempat ini? Hubungi saja, (021) 96974925 atau (021) 9346.1965 atau (021) 9386.5610 langsung dengan sang pengelola Ade Rafidin. Harga sewa tempat seluas 3x5 meter persegi adalah 10juta rupiah per tahun, dengan fasilitas listrik dan air sesuai kebutuhan. Beban listrik dan air ditanggung penyewa, dan komisi manajemen sebesar 10 persen dari omzet untuk fee per bulan. Prospek sangat baik di tahun 2010 ini, dan gerai hanya untuk 5 pemesan pertama yang menghubungi RM berkah 17.

Sementara itu, sajian unggulan yang ada di RM Berkah 17 adalah Gado-gado Solo dan Belut Goreng yang gurih dan jarang bisa dijumpai di seluruh Bekasi. Gado-gado Solo yang dimaksud di sini sebenarnya adalah gado-gado biasa khas Betawi, tapi perbedaaanya adalah bumbu kacang dan sayurannya seperti rajangan kol, lembaran salada, taoge, potongan rebusan labuh dan wortel serta buncis, potongan tempe goreng dan tahu goreng serta potongan lontong, kombinasi tekstur gado-gado yang dibumbui dengan sambal kacang yang nikmat semakin gurih dihiasi remukan kerupuk udang. Hmmmm, skala 7 buat hidangan ini saya berikan.

Lezat, gurih, segar dan tentunya nikmat menyehatkan. Ditambah lagi saya mendapat bonus Gorengan Moa (Belut Goreng) yang gurih dan lezat berhiaskan selada dan sambal merah yang pedas dan manis itu. Semuanya saya tuntaskan dengan minuman Es jeruk, wuiiiihhhh semuanya begitu sensasional. Gak percaya? Kunjungi dan nikmati saja sajian khas Solo serta Sunda ini mulai dari jam 07.30 hingga pukul 10.00 malam. Tenang saja, untuk penitipan kendaraan mereka beroperasi 24 jam penuh, jadi Anda tetap bisa menikmati makanan di tempat ini tanpa kuatir nggak dapat jatah. Tapi ya itu tadi, RM Berkah 17 tutup pukul sepuluh malam.

Pada saat siang hari dan ramai pengunjung, Anda tak perlu kuatir, karena lahan parkirnya mampu menampung sedikitnya 20 mobil dan 170 motor. Belum lagi layanan jasa pencucian motor dan mobil yang terbilang murah. Untuk penitipan motor hanya 300 perak dan mobil hany 6000 perak. Pencucian motor hanya 7000 perak dan mobil hanya 17 ribu perak saja (tidak termasuk harga layanan wax dan lainnya).
Sidik Rizal - dobeldobel.com


Menu Khas Warung Lesehan Berkah 17
Aneka Soup
- Sop Iga Sapi
- Saop Kaki Sapi
- Soto Kuali
- Soto Tangkar
- Soto Ayam

Aneka Sayuran
- Sayur Asem
- Cah Kangkung Tauco
- Cah Kangkung Terasi
- Cah Kangkung Polos
- Karedok
- Gado-Gado Solo
- Macam-Macam Tumis

Aneka Pepes
- Pepes Ikan Mas
- Pepes Peda
- Pepes Tahu
- Pepes Ayam
- Pepes Daun Singkong

Aneka Gorengan
- Ayam (Goreng/Bakar)
- Gurame (Goreng/Bakar) / ons
- Ikan Mas (Goreng/Bakar)
- Belut Goreng Besar
- Belut Goreng Sedang
- Belut Goreng Kecil
- Iso Sapi Goreng
- Babat Goreng
- Paru Goreng
- Empal
- Tepe Goreng
- Tahu Goreng
- Perkedel

Aneka Masakan
- Nasi Goreng Spesial
- Nasi Goreng
- Mie Goreng Jawa
- Mie Rebus Jawa
- Nasi Timbel Komplit
- Nasi Pecel Biasa
- Nasi Pecel Spesial
- Nasi Putih


Aneka Minuman
- Teh Panas
- Kopi Panas
- Kopi Susu Panas
- Jeruk Hangat
- Teh Hijau (gratis)

- Es Teh
- Es Kopi
- Es Jeruk
- Es Kopi Susu
- Es Kelapa Muda
- Es Soda Gembira

Aneka Jus
- Jus Jeruk
- Jus Tomat
- Jus Semangka
- Jus Belimbing
- Jus Alpukat
- Jus Mangga
- Jus Jambu
- Jus Melon
- Jus Strawberry
- Jus Markisa

Selasa, Februari 16, 2010

Warung Niot, Sop Buntutnya Gak Ada Lawan di Tebet

Warung Niot Jajanan Kantor Harga Pelajar - Mahasiswa

Jakarta, kelanakuliner.com
Kalau kita sedang mencari makanan berkelas dengan harga mahasiswa atau bahkan anak pelajar SMP (tapi kelas menengah atas lah), maka Warung Niot bilangan Tebet bisa jadi pilihan kita.
Harganya terjangkau, menunya keren!

Siapa yang nggak kenal menu kelas menengah atas di hampir setiap hotel ada, yakni Sop Buntut (Oxtail Soup). Dan dalam makanan istimewa ini hanya satu yang nggak enak kalau makan di tempat berkelas itu, yakni.... Buntut-buntutnya... bayarnya nggak enak karena biasanya Sop Buntut itu identik dengan MAHAL. Tidak demikian halnya dengan Sop Buntut di Waroeng Niot... cuma Rp.20.000,- kita bisa puas makanan kelas hotel bintang lima ini.


Berkenalan dengan sang pengelola, kang Ismet  yang dipercaya oleh pemiliknya ibu Nia untuk menjalankan usaha mini resto yang menyajikan Sop Buntut dan Ayam Bakar khas Tebet ini sungguh sama enaknya dengan sajian mereka. Kang Ismet, lelaki berusia 26 tahun ini memang menyukai dunia kuliner, apalagi yang namanya makanan khas daerah.

Melihat Waroeng Niot saat siang hari, memang agak berbeda bila dibandingkan mengunjunginya di sore hari. Kebanyakan pengunjung Waroeng Niot saat jam makan siang dan istirahat anak sekolah, maka waroeng pojok yang khusus menyajikan sop buntut dan nasi uduk ini selalu dipenuhi oleh abg dan anak sekolah terutama dari SMP 115 Jaksel.

So pasti masalah harga, ya terjangkau lah buat ukuran anak-anak kelas menengah atas yang memang biasanya berasal dari SMP 115 yang berstatus sekolah internasional ini. Waroeng Niot, terutama sang pemilik melihat, inilah ceruk pasar yang harus dipenuhi.

Waroeng Niot yang terletak di pojokan Jalan Tebet Utara tepat di belakang SMP 115 memang berseberangan dengan C'TU (Corner Tebet Utara) sebuah pujasera yang komplit dalam aneka sajian makanan cepat saji maupun modern. Beda dengan C'TU, Waroeng Niot lebih berorientasi dengan makanan khas daerah yang masih ngetrend dengan selera para pelajar dan mahasiswa di kawasan Tebet ini.

Sesuai dengan namanya waroeng, maka konsep warungan masih diterima oleh berbagai kalangan, tapi kesan modern dan gaulnya tetap ada.

Lihat saja daftar menu yang disajikan di Waroeng Niot, mulai dari Sop Buntut yang dibandrol dengan harga cuma Rp.20.000,- atau Sop Iga Rp.20.000,- Kalau itu masuk kategori kemahalan buat pelajar, cobalah menu favorit anak-anak sekolah ini, yakni Ayam Panggang Pedas, Ayam Panggang Kecap, atau Ikan Goreng Cabe Merah yang dipatok cuma Rp.9.500,-

Sedangkan menu komplit sajian nasi khas tradisional seperti Nasi Kuning Komplit, dan Nasi Uduk Komplit cuma diberi harga Rp.16.500,- Dan jika mau mencoba Nasi Ijo Panggang  atau Nasi Bakar para pelanggan hanya perlu merogoh kocek seharga Rp.14.000,-

Sedangkan buat makanan populer di Waroeng Niot, ada Mie Bakso yang harganya cuma Rp.10.000,- bila ingin tambahan menu bisa meminta Nasi Putih Rp.3.000,- atau Sate Ati Ampela Rp.3.000,- dan juga Tahu atau Tempe Goreng masing-masing Rp.1.500,-

Buat Anda yang mau memesan Lemper, Risoles dan Kue Sues juga bisa diantarkan ke tempat Anda, tentunya dengan jumlah pemesanan tertentu.

Kamu-kamu tertaik mengunjungi Waroeng Niot? Datangi saja Jalan Tebet Utara Dalam No. 29 (belakang SMP 115) Jakarta Selatan dan untuk reservasi hubungi nomor (021) 707.45488 atau langsung dengan sang pemilik mbak Nia di 0819.1055.7755 bila ada yang berminat untuk buka cabang waralaba atau kemitraan di lokasi strategis di luar Tebet Utara. Atau kunjungi saja weblogs nya di warung-niot.com

Tapi gue udah nyobain sop buntutnya yang luar biasa nikmat itu dan ayam bakar khas Warung Niot yang maknyoss banget. Itu pada kali pertama kunjungan ke Waroeng Niot. Pada kunjungan berikutnya kelanakuliner mencoba menu lainnya yang nggak kalah istimewa, seperti Sop Iga Sapi, yang uwenak tenant... dan mantap. Satu porsi gede, sudah bisa mengenyangkan perut... belum lagi rasanya yang lumayan lezat... Top...top banget!
SidikRizal

Jumat, Januari 08, 2010

JAKARTA RESTO: Nasi Timbel plus Ayam Bakarnya Ngetop di Pasar Festival

Perang Jajanan Pasar Festival via Program Paket yang Cerdas


Jakarta, kelanakuliner.com
Bermula mengunjungi Pasar Festival, dan bertemu dengan seorang pengusaha seni Tatto, Andrey yang juga ternyata pengusaha kuliner asli Betawi itulah akhirnya gue nemuin Jakarta Resto, sebagai satu outlet bergaya minimalis kombinasi modern etnis, itu kalo nggak mau dibilang nanggung.

Sang pemilik, Andrey lelaki kelahiran Jakarta, yang pernah berpengalaman sebagai DJ di Halilai Ancol ini menuturkan pengalamannya kepada kelanakuliner.com bahwa semenjak kecil dirinya dibiasakan hidup mandiri dan berwirausaha dan itulah sebabnya dirinya siap untuk membuka usaha  selain bisnis utamanya sanggar seni tatto, yakni bidang kuliner di Pasar Festival. Mengenai nama usahanya yang diberi nama Jakarta Resto, karena semua masakannya memang bergaya Betawi dan Sunda, kebetulan sekali untuk menu utama semua diolah masak oleh sang mamanya sendiri. Untuk menu pendukung, kini ia sudah mulai mempercayakan kepada seorang karywannya yang telah setia mengikuti keluarganya selama bertahun-tahun.


Saat bertemu dengan Andrey, lelaki yang mempunyai hiasan tatto full color dan artisitic di lengan kirinya ini,  kebetulan ia sedang berada di gerai seni tattonya yang berlokasi sama Pasar Festival,  di lantai dasar. Setelah berbincang panjang lebar tentang usaha sanggar seni tattonya yang dikelola bersama sobat dekatnya, Venus, Andrey mengajak saya untuk mengunjungi gerai food courtnya yang terletak di lantai atasnya.

Jakarta Resto menyajikan dua menu unggulan, yang pertama dan menjadi favorit saya adalah Nasi Timbel paket komplit dengan es teh manis gelas yang harganya bikin gue nyaris jantungan, "Cuman Ceban!" Hah? Kok bisa? Paket Nasi Timbelnya yang dibandrol cuma ceban inilah yang akhirnya menghantam selera pelanggannya. Kebetulan ada pesaingnya langsung yang menyajikan menu yang sama, namun setelah Andreyas sajikan menu paket sebagai strategi merebut pasar, maka nyaris serempak semua outlet di food court Pasar Festival ini melakukan gebrakan serupa. Kini tinggal bermain di rasa (memang lidah gak bisa bo'ong lay!), apakah kualitas dengan harga paket yang disajikan betul-betul sesuai?

Di samping menu unggulan Nasi Timbel, ada menu unggulan kedua yakni Ayam Bakar. Untuk yang kedua ini, saya setuju dengan semua orang yang mengatakan bahwa ayam bakarnya sungguh luar biasa. Tapi sayang bumbu sambel koreknya kurang begitu mantap. Usut punya usut, ternyata bumbu sambalnya bukanlah buatan sang koki, alias bukan sang mama. Namun begitu, sambal pedasnya tidak lah mengurangi rasa nikmat dan gurihnya ayam bakarnya yang memang mempunyai rasa lebih gurih dan lebih yummy dibandingkan dengan ayam bakar lainnya yang ada di lantai food court itu. Untuk sambalnya, dapat point 5, tapi masih bisa dikoreksi asal berani ambil tindakan ekstrim, "Bunuh saja sang pembuat sambelnya, atau sekolahkan sang pembuat sambelnya ke sebuah rumah makan terkenal, dan kembali pekerjakan dia setelah ahli membuat bumbu sambel!" komentar seorang pelanggan yang juga teman dekat Andrey, Ramon Tommy Bens.

Terlepas dari masalah rasa, maka kayaknya cuma di Jakarta Resto yang paling sering dikunjungi oleh komunitas cewek-cewek cantik bertattoo. Jangan heran, ANdrey (sori gak sengaja nulis, dan ini gak ada hubungannya sama ANteve ataupun Bakrie Group) sendiri kerap ditemui oleh kolega dan klien seni tattoonya. Gue sendiri jumpai sedikitnya ada dua cewek cantik berpakaian casual (minimalis) yang menampakkan tattoo di pingganya, hmmmm seksi abis. Pantas saja kalau kursi-kursi di depan gerai Jakarta Resto bakalan dipenuhi para eksmud ataupun cowok paruh baya untuk makan di tempat itu. Berdasarkan survey kelanakuliner.com sepertinya Pasar Festival, khususnya food courtnya, memang bukan saja dipenuhi oleh karyawan yang bekerja di segitiga emas Kuningan, tapi juga kalangan selebritis dan kaum muda gaul yang memang sengaja "mencari" atau "mengundang" sesuatu. (Hehehehe swear ini hasil pantauan gue semata).

Gue sendiri setelah merasakan kedua sajian utamanya itu, mengangguk setuju kalau ayam bakarnya memang lumayan OK dan lezatnya pas (minus sambelnya yah!), sedangkan Nasi Timbelnya masuk kategori yang patut untuk direkomendasikan buat Anda coba. Anda tertarik ingin mencicipi Nasi Timbel dan Ayam Bakar khas Jakarta Resto? Hubungi saja   (021) 9969.1709  untuk reservasi langsung dengan Andrey. Jakarta Resto juga menerima Pesan Antar ke apartemen atau area di sekitar Pasar Festival Kuningan itu.
dikRizal - dobeldobel.com

JAKARTA RESTO: Nasi Timbel plus Ayam Bakarnya Ngetop di Pasar Festival

Perang Jajanan Pasar Festival via Program Paket yang Cerdas


Jakarta, kelanakuliner.com
Bermula mengunjungi Pasar Festival, dan bertemu dengan seorang pengusaha seni Tatto, Andrey yang juga ternyata pengusaha kuliner asli Betawi itulah akhirnya gue nemuin Jakarta Resto, sebagai satu outlet bergaya minimalis kombinasi modern etnis, itu kalo nggak mau dibilang nanggung.

Sang pemilik, Andrey lelaki kelahiran Jakarta, yang pernah berpengalaman sebagai DJ di Halilai Ancol ini menuturkan pengalamannya kepada kelanakuliner.com bahwa semenjak kecil dirinya dibiasakan hidup mandiri dan berwirausaha dan itulah sebabnya dirinya siap untuk membuka usaha  selain bisnis utamanya sanggar seni tatto, yakni bidang kuliner di Pasar Festival. Mengenai nama usahanya yang diberi nama Jakarta Resto, karena semua masakannya memang bergaya Betawi dan Sunda, kebetulan sekali untuk menu utama semua diolah masak oleh sang mamanya sendiri. Untuk menu pendukung, kini ia sudah mulai mempercayakan kepada seorang karywannya yang telah setia mengikuti keluarganya selama bertahun-tahun.


Saat bertemu dengan Andrey, lelaki yang mempunyai hiasan tatto full color dan artisitic di lengan kirinya ini,  kebetulan ia sedang berada di gerai seni tattonya yang berlokasi sama Pasar Festival,  di lantai dasar. Setelah berbincang panjang lebar tentang usaha sanggar seni tattonya yang dikelola bersama sobat dekatnya, Venus, Andrey mengajak saya untuk mengunjungi gerai food courtnya yang terletak di lantai atasnya.

Jakarta Resto menyajikan dua menu unggulan, yang pertama dan menjadi favorit saya adalah Nasi Timbel paket komplit dengan es teh manis gelas yang harganya bikin gue nyaris jantungan, "Cuman Ceban!" Hah? Kok bisa? Paket Nasi Timbelnya yang dibandrol cuma ceban inilah yang akhirnya menghantam selera pelanggannya. Kebetulan ada pesaingnya langsung yang menyajikan menu yang sama, namun setelah Andreyas sajikan menu paket sebagai strategi merebut pasar, maka nyaris serempak semua outlet di food court Pasar Festival ini melakukan gebrakan serupa. Kini tinggal bermain di rasa (memang lidah gak bisa bo'ong lay!), apakah kualitas dengan harga paket yang disajikan betul-betul sesuai?

Di samping menu unggulan Nasi Timbel, ada menu unggulan kedua yakni Ayam Bakar. Untuk yang kedua ini, saya setuju dengan semua orang yang mengatakan bahwa ayam bakarnya sungguh luar biasa. Tapi sayang bumbu sambel koreknya kurang begitu mantap. Usut punya usut, ternyata bumbu sambalnya bukanlah buatan sang koki, alias bukan sang mama. Namun begitu, sambal pedasnya tidak lah mengurangi rasa nikmat dan gurihnya ayam bakarnya yang memang mempunyai rasa lebih gurih dan lebih yummy dibandingkan dengan ayam bakar lainnya yang ada di lantai food court itu. Untuk sambalnya, dapat point 5, tapi masih bisa dikoreksi asal berani ambil tindakan ekstrim, "Bunuh saja sang pembuat sambelnya, atau sekolahkan sang pembuat sambelnya ke sebuah rumah makan terkenal, dan kembali pekerjakan dia setelah ahli membuat bumbu sambel!" komentar seorang pelanggan yang juga teman dekat Andrey, Ramon Tommy Bens.

Terlepas dari masalah rasa, maka kayaknya cuma di Jakarta Resto yang paling sering dikunjungi oleh komunitas cewek-cewek cantik bertattoo. Jangan heran, ANdrey (sori gak sengaja nulis, dan ini gak ada hubungannya sama ANteve ataupun Bakrie Group) sendiri kerap ditemui oleh kolega dan klien seni tattoonya. Gue sendiri jumpai sedikitnya ada dua cewek cantik berpakaian casual (minimalis) yang menampakkan tattoo di pingganya, hmmmm seksi abis. Pantas saja kalau kursi-kursi di depan gerai Jakarta Resto bakalan dipenuhi para eksmud ataupun cowok paruh baya untuk makan di tempat itu. Berdasarkan survey kelanakuliner.com sepertinya Pasar Festival, khususnya food courtnya, memang bukan saja dipenuhi oleh karyawan yang bekerja di segitiga emas Kuningan, tapi juga kalangan selebritis dan kaum muda gaul yang memang sengaja "mencari" atau "mengundang" sesuatu. (Hehehehe swear ini hasil pantauan gue semata).

Gue sendiri setelah merasakan kedua sajian utamanya itu, mengangguk setuju kalau ayam bakarnya memang lumayan OK dan lezatnya pas (minus sambelnya yah!), sedangkan Nasi Timbelnya masuk kategori yang patut untuk direkomendasikan buat Anda coba. Anda tertarik ingin mencicipi Nasi Timbel dan Ayam Bakar khas Jakarta Resto? Hubungi saja   (021) 9969.1709  untuk reservasi langsung dengan Andrey. Jakarta Resto juga menerima Pesan Antar ke apartemen atau area di sekitar Pasar Festival Kuningan itu.
dikRizal - dobeldobel.com

Kamis, Januari 07, 2010

Warung Niot, Sop Buntutnya Gak Ada Lawan di Tebet

Warung Niot Jajanan Kantor Harga Pelajar - Mahasiswa


Jakarta, kelanakuliner.com
Kalau kita sedang mencari makanan berkelas dengan harga mahasiswa atau bahkan anak pelajar SMP (tapi kelas menengah atas lah), maka Warung Niot bilangan Tebet bisa jadi pilihan kita.
Harganya terjangkau, menunya keren!

Berkenalan dengan sang pengelola, kang Ajat  yang dipercaya oleh pemiliknya ibu Nia untuk menjalankan usaha mini resto yang menyajikan Sop Buntut dan Ayam Bakar khas Tebet ini.

SidikRizal

(tulisan belum selesai)

Tapi gue udah nyobain sop buntutnya yang luar biasa nikmat itu dan ayam bakar khas Warung Niot yang maknyoss banget

DELIVERY SERVICE : (021)30565629 - HOTLINE: (021)606.36235 - 081385.386.583


Waroeng d'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]