Tampilkan postingan dengan label Sop Iga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sop Iga. Tampilkan semua postingan

Minggu, Juni 05, 2011

dKedai Pekayon


Ini Dia Kelezatan Soto Tangkar Tanpa Tangkar
Masakan Betawi ala Koki Aceh Akrab di Lidah Bekasi

Soto Tangkarnya disajikan kayak zaman VOC dulu
Pekayon - bukankelanakuliner.com
Aslinya masakan berkuah khas Betawi pada zaman penjajahan Belanda dulu adalah Soto Tangkar, kemudian baru muncul era setelah kemerdekaan Soto Betawi yang lebih berlemak dan tak ada masalah dengan bahan baku daging.

Syahrul, Aceh yang suka menu Betawi
Ya kalau kita mau mengetahui sejarahnya makanan asli Betawi, kita baru sadar bahwa pendahulu kita dulu berjuang begitu kerasnya sehingga terkadang untuk mendapatkan makanan enak saja harus memutar otak dari bahan baku seadanya.



Itulah ide awalnya soto tangkar asli Betawi. Dari bahan baku tulang sapi yang bisa didapat pribumi saat penjajahan Belanda, orang Betawi berhasil meracik menu masakan yang tak kalah lezat dengan makanan asli Belanda. (Eh bahasa Belandanya "Ox Tail Soup" dan "Ribs Spicy Soup" apaan ya?)


Terus bagaimana ceritanya rumah makan Betawi yang ada di bilangan pertigaan Pekayon (depan eks Goro toko kulakan) ini berdiri semenjak 3 tahun lalu? Kok bisa seh ternyata orang Aceh buka usaha makanan asli khas Betawi, seperti Soto Tangkar?

Lihat menunya yang serba sapi... Nantangin banget kan? Apalagi ada Radix Coffeenya, wah pas buat yang suka sehatnya herbal

Kamis, Mei 12, 2011

Warung Tekko Depok Mall Lt 1

Sudah sekitar 4 bulan saya tidak memposting di kuliner depok ini. Kangen rasanya memposting di blog kesayangan saya ini. Dan ini adalah postingan saya pertama di tahun 2011 ini. Sebelumnya saya ingin mengucapkan Happy New Year 2011 kepada pembaca Kuliner Depok.

Berikutnya pada postingan saya kali ini, saya akan menceritakan pengalaman saya ketika makan bersama pacar saya di sebuah restaurant baru yang terdapat di Mall Depok. Nama restorannya adalah Warung Tekko. Sebenarnya ketika saya melihat restaurant ini dari jauh, saya berfikir ini adalah restoran yang menyajikan menu khas barat. Saat saya mampir dan makan, ternyata Warung Tekko ini menyajikan makanan khas tradisional Indonesia. 
 
Menunya pun cukup beragam dan semuanya makanan khas Indonesia, kali ini saya akan memesan Ayam Penyet Dada dan Tahu Goreng yang akan saya makan dengan nasi. Sambalnya pun juga bisa dibagi-bagi dengan berbagai kriteria yaitu sambal pedas, dan sambal super pedas. Saat dihidangkan terlihat bahwa ayamnya adalah ayam kampung asli. Apalagi ketika saya makan dengan sambalnya enak sekali.
 
Sepertinya restoran ini membuat makan malam saya menjadi menyenangkan apalagi suasana tempat makanya yang  nyaman. Meskipun menu andalan dari Warung Tekko ini adalah Iga Sapi Penyet, Namun untuk lain kali saya berjanji untuk kembali lagi di Warung Tekko ini untuk mencoba menu specialnya yaitu Iga Sapi Penyet.

Buat kalian saya rekomendasikan Warung Tekko sebagai pilihan terbaik buat makan bersama keluarga tercinta. Selamat mencoba ya.

Lokasi : Warung Tekko ( Depok Mall Lt 1 )
Menu : Ayam Penyet Dada + tahu Goreng
Harga : Ayam Penyet Dada ( Rp.15.000 )+ Tahu Goreng ( Rp.3.800 )
Kenyamanan : baik
Rating : Bintang 4
 

Kamis, Februari 03, 2011

NoWar Ngalam - The Rawon House

Belum Tahu Rawon Selengkapnya
Kalo Belum Cicipi Nowar Ngalam

RM NoWar Ngalam Ruko Grand Wisata
Grand Wisata Bekasi - webrizal.com
Akar budaya daerah di negeri yang kaya dengan budaya kuliner seperti Indonesia, memang tak bisa hilang meski sang putra asli daerah bermigrasi ke daerah lain. Alhasil, sebagian kota besar di Indonesia kini memiliki beragam kekayaan wisata kuliner yang datang dari setiap pelosok daerah lainnya.

Kali ini kulinerkuliner.com mengamati ramainya penganan asli dari daerah Jawa Timur, tepatnya kota Malang. Siapa yang tak kenal dengan Bakso Malang, Bakwan Malang atau pernahkah Anda mendengar Rawon Malang?


Ada Nowar, Oskab dan Otos Ngalam
Sebenarnya masih banyak lagi penganan olahan lainnya. Namun kali ini kulinerkuliner.com mencoba membahas satu menu unik yang mungkin jarang ditemui di kota lain, yakni Rawon Malang, yang bisa kita jumpai di Ruko Pasar Modern, Grand Wisata PR 5 No 10 Tambun Bekasi. Tepatnya di rumah makan NoWar Ngalam.

Cuma di NoWar Ngalam yang ada kayak gini
Hehehehe... nama yang lucu bukan? Nowar Ngalam. Buat orang Malang asli atau mereka yang besar dan tinggal di kota Malang, pastinya tahu arti Nowar Ngalam. Orang Malang khususnya mereka yang pernah muda dan "gaul" dan  pada tahun 1980-an sampai dengan 1990-an, biasanya suka sekali menggunakan bahasa (jargon) khas anak muda Malang, yakni dengan membolak-balik setiap kata sehingga membuat orang lain terkadang tak mengerti.

Makan rawon jadi damai (nowar)
"Nowar" kalau dibalik, kan jadinya "Rawon", demikian pula "Ngalam", kalau hurupnya kita baca dari belakang ke depan akan jadi "Malang". Entah apakah kebiasaan membalik kata ini menjadi trend kaum muda di abad 20 di kota Malang. Yang jelas Nowar Ngalam memang mudah dikenal buat sebagian generasi produktif di tahun 2011-an ini.

Zanuar Aminullah sang pemilik Nowar Ngalam
Lalu ada apa di Rawon Malang yang dilabel 100 persen halal ini? Sang pemilik, ibu Rahmi Rinandari, adalah wanita kelahiran kota Malang yang sangat hobi masak. Disamping itu suaminya, Zanuar Aminullah juga mempunyai hobi yang tak beda jauh, yakni berwisata kuliner. Sering sekali makan di mana tempat yang punya sajian unik.

Nggak ada rawon ya bisa perang dunia dong
Kebetulan saat waktu tertentu mengajak tamu asing di kantornya, pak Zanuar membawa mereka ke tempat makan yang menyajikan sajian lokal. Hal ini sangat sesuai dengan hobi sang istri. Nah itulah sebabnya pasangan beranak dua ini sepakat membuka usaha rumah makan sederhana yang menyajikan sajian khas Kota Apel. Dan setahun lewat mereka buka di ujung ruko Grand Wisata tepatnya di ruko nomor 17, kemudian pindah ke tempat baru di nomor 10. Di tempat baru ini Nowar Ngalam sudah buka satu bulan pada awal Februari 2011.

Rawon Malang dipilih sebagai sajian utama, karena kebetulan ibu Ririn (panggilan akrab wanita berjilbab ini) sangat menyukai sajian berkuah "black-nut (kluwek)" yang dibuat dengan potongan dadu daging has sapi. Hmmmm.... tidak seperti menu rawon dari kota lainnya yang terkadang kluweknya begitu kental dan terasa tajam.

Ada Nowar,  ya Ada Oskab Ngalam
Rawon Malang ala Nowar Ngalam masakan olahan bu Ririn cenderung lebih lembut. Belum lagi taburan toge pendek (disebut demikian karena kecambahnya yang pendeknya tak lebih dari 10mm saja) yang ditaburkan bersama sambal cabe merah khas Malang yang terasa pedas dan manis, membuat rasanya semakin "nendang".

Dan jangan lupa untuk menambahkan condiment utama, yakni kecap pedas asli khas Malang. Kalau mau nyobain yang namanya asli khas Malang, ya kecap manis pedas merk khusus inilah yang bisa dijumpai di Nowar Ngalam dan gak ada dibuat di kota lain. Plus Saos Sambel cap Belibis (jangan yang Beli Truk, soalnya mahal banget, lebih murah Belibis kok!!)

Sambel Rawon Malang ala bu Ririn yang Jempol
Demikian juga kalau kita mau mencoba Bakso Khas Malang, hanya di warung asli khas Malang yang menggunakan saos tomat merah khas Malang. Saos tomat merah ini pun hanya bisa didapatkan di kota Malang saja, dan di ruko makan Nowar Ngalam ini juga, kita bisa nikmati bakso Malang asli. Eh salah deng! Maksudnya kita bisa pesan Oskab Ngalam. Kalau Anda bisa menyebutkannya dengan cepat dan benar tanpa salah, pasti Anda dapat bonus kuah bakso Malang lebih banyak dan gratis di rumah makan yang buka dari jam 08.00 sampai dengan jam 20.00 ini... hahahaha!

Otos Ngalam yang mirip  Soto Kudus+Lamongan
Ngomong soal Ngalam, saya jadi ingat pakde saya yang tinggal di Batu, Malang. Jadi saya berharap bisa bernostalgia menikmati suasana Malang hanya dengan menikmati sajian asli Oskab Ngalam ataupun Nowar Ngalam. Eits... jangan lupa di Nowar Ngalam juga Otos Ngalam alias Soto Malang dan Ayam Kremes khas Malang. Kayak apa lagi neh Soto Malang dan Ayam Kremesnya? Nanti aja deh ceritanya...

Saos tomat merah khas Malang
Sekarang kita nyobain aja Rawon Khas Malang resep asli bu Ririn. Gurihnya lumayan menggoncang rongga mulut. Belum lagi kuah kluweknya yang bertaburan toge pendek, konon toge pendek sangat ampuh untuk kesuburan pria. Wah asyik neh kalau mau punya anak, tinggal makan rawon Malang menunya bi Ririn aja, pasti bisa punya banyak anak. Hehehe!

Kalau mau mencobanya atau memesannya tinggal putar nomor telepon seluler Nowar Ngalam di 0815.1914.5682 atau 0813.889.23807 atau langsung datang ke ruko Pasar Modern Grand Wisata PR 5 No 10 Tambun Bekasi - Telp 0857.1637.2279


Teka-Teki:
Makanan Indonesia apa yang paling sering disebut 'Kasian banget deh loh!' ?"
Jawaban:
"Bakso Malang dan Rawon Malang"

Teka-teki:
Makanan apa yang paling belagu dan keras di kota Malang?
Jawaban: 
SotoY Malang alias Otos Ngalam
 Sidik Rizal - kulinerkuliner.com

Jumat, Januari 28, 2011

Sate Pojok Pekayon

Hidupkan Lagi Legenda Kelezatan Yang Pernah Hilang
Sate Pojok Rawamangun Warung Pak Aca

Sate Pojok dengan bumbu rahasianya
Pekayon Bekasi - webrizal.com
Sudahlah jadi kebiasaan orang, bila mengenal kelezatan satu sajian di tempat makan tertentu, maka dia tak akan berpindah ke lain tempat. Sekalipun kemudian tempat makan itu hilang (dari peredaran... entah kemana), maka memori yang terekam dalam syaraf ujung lidah mereka akan selalu menanti kehadirannya kembali entah kapan dan dimana.

Jadi ongkrongankomunitas Hrley Davidson
Kalau sudah begitu maka liputan kali ini mencoba mencari kelezatan legendaris yang hilang dan muncul kembali. Hmmm bukan tugas yang mudah tapi juga tidak terlalu sulit. Buktinya, saat saya menyusuri jalan Pekayon hendak menuju kawasan Kemang Pratama, tak sengaja mata saya menangkap satu tempat makan yang tulisannya terbaca biasa saja pada awalnya.

mudah dicarinya kok

Sebenarnya sih nggak juga, karena sudah beberapa kali saya melewati jalan Pekayon antara Kemang Pratama dan Perum Galaxy mata saya sering tak sengaja menangkap nama Sate Pojok Pekayon dengan tulisan putih terang berlatar belakang merah indigo yang enak dilihat.

Eits... tadi apa namanya? Oh iya... SATE POJOK PEKAYON. Nah nama yang unik untuk kita ngulik, bukan? Ya... kenapa Sate Pojok? Apa karena lokasinya di pojok atau... satenya cuma ada di pojokan tusuk satenya aja... tengahnya nggak ada sate? Hehehehe.... ngarang aja!

Sate Pojok yang legendaris itu
Sate Pojok Pekayon ternyata adalah satu merk yang hendak dihidupkan kembali dari sebuah nama resto sederhana "sate pojok" yang terkenal di bilangan terminal Rawamangun. Sate Pojok dekat terminal  bus Rawamangun itu adalah milik pegawai Depdikbud (pada masa itu), Pak Aca, yang kini sudah almarhum.

Saat itu di tahun 70-an hingga 80-an, Sate Pak Aca yang ada di Sate Pojok begitu terkenal, bahkan mungkin termasuk salah satu tempat makan pertama yang paling rame sebelum lintasan kuliner di jalur menuju terminal Rawamangun ada di awal tahun 1990-an.

Feny - the manager
Keluarga dari keturunan langsung dari pak Aca, yakni generasi kedua dan ketiganya, ingin menaikkan kembali merk sate pojok yang pernah terkenal itu dan membawanya ke Pekayon. "Maka nama Sate Pojok Pekayon pun kami pilih karena kami ingin mengunggulkan menu sate kambing serta sate marangi sebagai unggulan," ungkap Feny sang menantu yang juga pengelola dan penanggungjawab Sate Pojok Pekayon kepada kulinerkuliner.com

"Untuk resep bumbunya tetap mama yang bikin, karena mama ikut "mbah kakung" (pak Aca) dari kecil dan selalu membantu mbah hingga masa remaja. Jadi beliau hapal betul resep bumbu rahasia Sate Pojok," papar Feny, wanita yang bersuamikan Aji ini menambahkan tentang menu unggulan warisan pak Aca yang masih dipertahankan dalam sajian di Sate Pojok Pekayon.

Kelezatan Legendaris Resep Turun Temurun?
Kalau saya sendiri sih gak mau ambil pusing. Mau itu resep warisan nenek moyang kek, atau warisan leluhur kek, yang penting bagi saya... cicipin, rasakan dan kunyah serta telan. Kalau enak ya rekomendasi... kasih skor.. satu jempol, dua jempol apa empat jempol atau malah bisa jadi cuma kasih satu kelingking saja kalau memang perlu.

Pada kunjungan pertama kulinerkuliner.com kali ini, sajian sop iga ala Sate Pojok dan Sate Kambing ala Sate Pojok sebagian menu pembuka. Hmmmm, harus diingat, gigi lemah dan ompong saya nggak mau berkompromi dengan daging kambing atau sapi yang alot dan keras. Apalagi seratnya susah dikunyah... wah udah nggak zaman deh! Pokoknya kalau gigi ompong saya yang rapuh ini bisa kompromi dan lidah mau menari, maka Sate Pojok memang pantas untuk direkomendasi.

Sialnya..... ternyata Sate Pojok lembut banget di gigi saya... cuma sekali kunyah, maka tekstur daging kambing yang dibakar setengah matang ini dengan mulusnya bergulingan di antara gigi lunak saya. Hmm... lezatnya memang pantas dapat 3 jempol.... (tahu kan kenapa? karena satu jempol lagi kan lagi megang tusuk satenya! Hehehehe...!).

Demikian juga sop iganya... ini yang lebih sensasional.... saking lembutnya itu potongan daging iga yang masih menempel di tulang rusuknya, gampang banget dipotong sama sendok. Bukan pisau daging loh! Dan juga nggak perlu pake garpu. Saking lembut dan lunaknya, daging iga bisa dipotong dan saya suap dengan satu tangan. Wah... entu daging sapi begitu enjusi (juicy)... ditambah aroma dan rasa rempah yang nendang ke seluruh rongga mulut saya. Busyet... ini mah sajian resto hotel berbintang... tapi anehnya kok harganya warung pinggir jalan?

Tempat kumpulnya banyak komunitas
Halah... nanti gue disangka promosiin ini tempat makan lagi. Nggak juga seh... kan nggak ada nomor teleponnya...Jadi biar para pembaca yang nyari sendiri tempatnya dan cari tahu sendiri nomor telepon kontaknya, kalau penasaran mau pesan kirim sate kambing nan lunak atau sate marangi yang (sorry guys,,,, gue belum ngerasain jadi nggak bisa komentar).

Ok deh... liputan kali ini tentang kelezatan sate kambing khas pojok yang empuk dan juicy akan kita bahas pada liputan selanjutnya.Yang jelas kalau para pembaca kepingin berkunjung ke Sate Pojok Pekayon, maka perhatikan saja jam tayangnya, yakni mulai buka dari jam 10.00 pagi hingga jam 11.00 malam. Tapi bila ada pengunjung (seperti yang sudah-sudah seh), ada komunitas motor gede, Harley Davidson Bekasi yang kebanyakan tinggal di Kemang Pratama dan Galaxy, yang mesen tempat di Sate Pojok Pekayon sebagai meeting point.

Biasanya komunitas moge ini booking tempat sampai jam 2.00 dini hari saat malam mingguan. Wah benar-benar banana... eh maksudnya, benar-benar memberikan kepuasan layanan kepada pelanggan. Pantas bila Sate Pojok dijadikan meeting point rutin (per minggu atau bulannya?). Anda tertarik juga menjadikan Sate Pojok sebagai tempat ketemuan atau rendezvous? Hubungi saja (021) 9346.1965

Sidik Rizal - kulinerkuliner.com

Minggu, Januari 23, 2011

Sop Janda Rasa Gayus

Nikmati Janda di Dekat Apartemen Cassablanca
Sensasi Panasnya Bagaikan Ketemu Nunun di Singapura

Logo Baru Sop Janda & Sroto Kecik
Cipinang Muara - webrizal.com
Pernahkah Anda mendengar sajian unik yang provokatif seperti nama sajian berikut ini? Sop Janda rasa Gayus? Huwaduh... apa pula ini..

Sop Janda dan Sroto Kecik
Sepertinya ketenaran Gayus Tambunan memang selalu mengundang kontroversi, bayangkan saja...

Sop Janda rasa Gayus seolah-olah menggambarkan sajian sop yang bisa bikin panas dada dan pedasnya sampai ke hati... Nah mau tahu kayak apa seh Sop Janda yang memang terdengar unik ini?


Resto dengan pohon gelombang surga
Silakan saja Anda berkunjung ke komplek apartemen Cassablanca Residence di bilangan Cipinang Muara, tak jauh dari komplek tersebut Anda bisa menemui sebuah tempat makan dekat salon Shadow yang lumayan strategis dan bisa dijadikan tempat rendezvous baru... Namanya Warung Sop Janda... Buruan serbu!!!!


Sop Janda vs Sroto Kecik


Sroto Kecik
Jika Anda orang Banyumasan (Purwokerto, Tegal, Brebes, Kebumen dan sekitarnya) mungkin mengenal masakan khas daerah seperti sroto. Mulai dari Sroto Banyumas atau mungkin yang lebih populer Soto Sokaraja. Bahkan kulinerkuliner.com pernah meliput tentang Soto Kroya yang juga mirip dengan sajian Soto Sokaraja.

Sroto Kecik termasuk salah satu makanan paling populer di Banyumas. Kecik sendiri artinya kerupuk mie (ada yang menyebutnya mireng - mi digoreng garing), maka kadang Sroto Kecik bisa jadi disebut SrotoMireng.

Kecik (Mireng) atau Kerupuk Mie
Sroto yang ditaburi kremesan kecik (lebih populer di Betawi dengan sebutan krupuk mi, hanya bentuknya lebih rapat), memang dibuat dari potongan ayam suwir dengan taoge pendek dan soun baru kemudian disiram kuah kaldu ayam (atau bisa juga kaldu sapi sesuai dengan selera).

Potongan daging iga sapi nan empuk
Dan perbedaan utama dengan soto Sokaraja pada umumnya adalah sambal kacang. Soto hanya menggunakan sambal biasa sedangkan sroto menggunakan sambal kacang.

Sop Janda = Sop Jajanan Daerah
Lalu ada apa dengan Sop Janda? Apakah menu satu ini memang menu khas tradisional dari Banyumas? Silakan Anda cari di internet atau berkeliling se kabupaten Banyumas... pasti Anda gak akan menemui sop janda di daerah tersebut.

Sop Janda nan sensasional rasa gayus
Sejatinya sop janda adalah sop iga, namun kombinasi rasa asam dan gurihnya sop yang begitu pas dan unik mengingatkan kita akan sensasi tomyam ala Thailand. Bedanya, Sop Janda menggunakan daging iga sapi lokal. Tak ada yang menyangka makanan yang nampak berkelas ini ternyata hanya dibandrol dengan harga sangat ekonomis, cuma Rp 10.000,-

Selamat Datang di Warung
Jika ingin merasakan Janda Panas (huwaduh kayaknya cuma pengunjung jenis pejantan saja neh yang bakalan berebutan), bisa dipesan cukup dengan merogoh kocek Rp 15.000,- Hmmm pasti Anda merem melek karena puas... Dijamin Anda kembali... Tapi apaan dulu deh Janda Panas itu?

Janda sendiri sebenarnya adalah singkatan dari Jajanan Daerah, sementara Janda Panas, adalah sajian Sop Janda plus Paket Nasi. Hehehehe... ngikutin gaya komunikasi resto luar negeri kan gak salah bukan? Memangnya cuma KFC atau McD saja yang punya Paket Nasi? Oh iya, Janda Panas itu berupa paket Nasi plus Sop Janda dan minuman Tehbotol.

Mas Dwi Andaru
Mas Dwi sang pemilik menceritakan awal berdirinya Resto bergaya warung sederhana yang letaknya tepat di dekat komplek apartemen East Residence Cassablanca ini. "Dulunya saya sudah buka usaha salon bersama istri lengkap dengan penyewaaan peralatan pesta, kebetulan karena hobi berwisata kuliner, saya mencoba untuk mengangkat menu tradisional." ungkap lelaki dengan dua anak putra putri ini kepada kulinerkuliner.com

Fahmi anak pertama Dwi Uswatun
"Kebetulan menu keluarga kami adalah sejenis sop iga, namun rasanya tidak seperti umumnya sop yang cenderung gurih dan asin dengan rasa lada dominan.

Sementara sop buatan keluarga kami lebih kuat di rasa rempah-rempahnya." beber mas Dwi suami dari Uswatun Hasanah. "Tapi rempah-rempahnya tidak berasa pahit seperti jamu biasanya," imbuh mas Dwi.

Meisi, anak kedua Dwi & Uswatun
Keunikan rasa sop iga dari menu rahasia keluarga Bapak Marsudi, orang tua mas Dwi ini, memang hendak diangkat sebagai menu unggulan di warungnya. Pemilihan nama menjadin bagian yang paling sulit. Kalau dikasih nama Sop Iga, terdengar terlalu biasa dan umum. Kemudian berdiskusi dengan istri, dan ingin mengangkat jajanan daerah, maka dipilihlah kata Janda sebagai nama sajian Sop Janda.

Kedai Sop dan Sroto yang nyaman
Mungkin di sinilah satu-satunya sajian makanan yang menggunakan nama Janda dimana pemiliknya ternyata bukan janda dan juga bukan gadis. Ya sang istri masih mempunyai suami, mas Dwi dan tidak berharap lekas jadi janda. (hehehehehe.. berjanda... eh bercanda Om!)

Sop Janda yang begitu menggoda
Apakah Anda tertarik ingin menikmati Sop Janda dengan rasa Gayus?  Karena rasa sop janda ini uasem (asem aja kale!?) dan bikin panas di dada kita... seperti halnya Gayus sang Mafia Pajak... Tapi gak usah kuatir, jika Anda memesan seporsi Sop Janda pastinya Anda tak perlu membayar pajak... karena memang tak perlu kan? Muantapppp!

Pokoknya bener kata salah seorang pelanggan, "Rasanya bener-bener mantap dan panasnya Sop Janda, serasa ketemu Nunun di Singapura!!!" Hah apa pula artinya tuh? Wah kalau kayak begini, mendingan kita cobain aja langsung Sop Janda yang ngocol ini, ya nggak Gan?

Jika Anda tertarik hubungi (021) 9346.1965 atau (021) 866.13307 langsung dengan sang pemilik Mas Dwi atau Mbak Uswah

Sidik Rizal - kulinerkuliner.com

Rabu, April 28, 2010

Kantin TENDA THE-5 Dirjen LPE & Kantin BPLHD

eKANTIN KEJUJURAN ala KANTORAN Favorit Expatriat

Cassablanca, Kuningan - kelanakuliner.co.cc
Bagaimana menurut Anda bila belanja di satu tempat dan pembayarannya Anda tidak mendapatkan slip pembayaran atau nota bon? Sepertinya kita teringat kembali dengan masa-masa sekolah dulu, dimana kita makan dengan ambil sana comot sini, pembayaran tinggal nyebut bakwan makan 5, es teh manis 1. Biasanya sang pemilik kantin, umumnya ibu-ibu akan menghitung dengan cepat tanpa curiga dan bilang "Lima ribu...!" Padahal mungkin saja kita makannya bakwan lebih dari lima... Hehehehe, itulah masa di sekolah dulu. Kini hal itu masih ada di beberapa sekolah terutama SD dan SMP dan biasa disebut dengan Kantin Kejujuran, seperti yang sedang marak ada di Kota Bekasi.

Tapi bagaimana kalau kantin kejujuran itu adanya di tengah kota metropolitan seperti Jakarta. Apalagi di sebuah perkantoran yang terletak di lingkungan gedung perkantoran cukup mewah. Sekalipun di sebuah perkantoran pemerintahan, namun biasanya sistem belanja atau makan dengan cara alacarte maupun prasmanan pasti menggunakan sistem pembayaran di kasir yang harus dibayar di muka sebelum menikmati hidangan. Ada satu kantin yang bukan saja menerapkan sistem makan bebas dan bayar dengan jujur berapa semua yang dimakan tanpa nota atau slip pemesanan. Kantin itu adalah Kantin The-5 di gedung Dirjen LPE dan Kantin BPLHD.

Kelanakuliner berhasil menemui sang pemilik, Elly, wanita kelahiran Jakarta, 17 Juli ini menuturkan bahwa semenjak dia membuka usaha kantin di gedung Dirjen LPE (Listrik dan Pemberdayaan Energi) bersama suaminya sesaat setelah dia mencoba membuka warung makan di dekat rumahnya. Setelah seorang koleganya mencicipi menu masakannya, sang teman itu menawarkannya untuk membuka kantin di kantornya. Kebetulan sekali kantin di kantornya sudah aktif lagi.

Siapa sangka bila ternyata yang dimaksud dengan kantin di kantor instansi pemerintah tersebut ternyata adalah gudang sekaligus ruang parkir kendaraan kantor. Elly dan suaminya, Suyanto akhirnya membabat alas bekas gudang dan parkir itu menjadi ruang kantin yang layak pakai. Mulai dengan modal duapuluh lima juta untuk membeli peralatan dapur dan kantin, mereka pun memulai usaha kantin ala kadarnya dengan menu nasi rames dan lain-lain di tahun 2005.

Rupanya untung tak langsung bisa diraih. Selama setahun penuh, Ellya dan suami mengalami kerugian yang tak sedikit, Namun sang suami, yang pensiunan karyawan swasta di perusahaan Amerika pada tahun 2004 ini tetap meminta Elly bertahan dan terus mendorongnya melanjutkan usaha kantin mereka. Dan akhirnya usaha kantin ini pun mulai kelihatan buah hasilnya. Hal ini disebabkan bukan saja kerja keras dan ketekunan namun karena faktor harga yang sangat menentukan. Kini di antara beberapa kantin yang ada di dekat mereka, hanya kantin milik merekalah yang paling murah setiap harga sajiannya. Tapi yang lebih unik dari cara berdagang pasangan suami istri yang telah beranak 4 ini adalah konsep kantin kejujuran. Mulai dari pelanggan yang dibiarkan bebas mengambil makanannya sendiri dan membayar apa yang mereka makan tanpa dicatat hingga sistem pelaporan keuangan para pegawainya yang kini telah berjumlah 8 orang itu. Tidak ada satupun yang menggunakan catatan mesin hitung modern, semuanya hanya berdasarkan saling percaya dan kejujuran. Suatu model berdagang yang luar biasa di tengah budaya modern yang kadang penuh dengan intrik seperti di Jakarta sekarang ini.

Ketika ditanya tentang nama kantinnya yang unik The - 5, sang wanita berjilbab yang kini anaknya telah duduk di bangku kuliah ini menyatakan, "Nama The-5 (baca = De-Lima) datangnya dari seorang teman sekolah, Budi Setiawan, di SMA 44 yang pada saat itu sedang berkunjung ke rumah untuk mengadakan acara reunian sekolah. Budi hendak mendirikan sebuah event-organizer yang membutuhkan orang-orang yang dia kenal terutama dari teman-teman sekolahnya dan kebetulan berjumlah 5 orang."

Dari nama event organizer inilah, Elly melihat The-5 cukup bagus untuk nama kantinnya. Satu kebetulan, dirinya dengan suami tinggal di jalan Delima, Perumnas Klender. Maka jadilah The-5 sebagai nama kantinnya.

KANTIN MURAH YANG JUAL SINGKONG FLA FAVORIT PELANGGAN PEREMPUAN

Lalu apa sih sajian unik serta unggulan yang ada di kantin The-5? Kalau bisa direkomendasi sepertinya kelanakuliner memilih Sop Kimlo dan Sop Iga khas ala Kantin The-5 (semula terbaca kantin THE'S saat kelana kuliner pertama melihat tulisan di kaca etalase makanannya). Sedangkan untuk makanan ringannya salah satunya adalah Singkong Fla (ada yang menyebutnya Singkong Thailand). Sepertinya bisa direkomendasi sebagai camilan (apetizer) pilihan kelanakuliner, karena sajian ini termasuk yang paling diminati para pelanggannya terutama para wanita.

"Meskipun begitu, ada juga bapak-bapak yang memesan Singkong Fla ini," papar Elly. Dengan hanya merogoh Rp 5.000,- kita bisa menikmati dua potong singkong rebus yang disiram dengan fla susu. Hmmm masalah rasa, silakan Anda coba sendiri di kedua kantin di atas.

"Untuk Sop Iga Sapi kami, sepertinya masih yang paling murah dibandingkan dengan harga sajian sejenis yang ada di sekitar perkantoran ini," imbuh Elly dan diiyakan oleh suaminya. Hanya dengan Rp 15.000,- kita bisa mendapatkan seporsi Sop Iga dan nasi. Bila ditambah dengan es jeruk, maka paling mahal hanya Rp 20.000,- Kalau sudah begini siapa yang bisa bantah bahwa kantin ini paling murah serta paling laku dibandingkan dengan yang lainnya.

Bagaimana dengan Sop Kimlonya (sebagian orang ada yang menyebutnya Sop Timlo). Sajian khas Jawa Tengah yang terdiri sayur-sayuran, udang dan jamur serta potongan tahu berkuah sop ini, termasuk sajian sedap dan nikmat disantap saat panas bersama nasi putih.

"Biar begitu," jelas Yanto, lelaki kelahiran 10 September ini, "Menu yang kami sajikan selalu diputar agar para pelanggan tidak bosan". Hal iini dimungkinkan karena kebanyakan dari para pelanggannya adalah karyawan di sekitar kantor. Jadi tidaklah aneh bila Anda berkunjung ke kantin ini, sering sekali dikunjungi ekspatriat atau konsultan asing yang bekerja di instansi pemerintah. Rupanya menu yang disajikan kantin ini terutama yang berlokasi di Dirjen LPE pas dengan selera barat mereka. Para ekspatriat yang biasanya datang dari Itali, Australia, Inggris bahkan dari Jepang pun sangat menyukai makan siang di kantin The-5. Beberapa dari mereka sempat kelanakuliner tanyakan tentang makan siang mereka di kantin ini. Namun karena makan siang mereka yang juga sekaligus dijadikan kesempatan sesama ekspatriat dari berbagai negara itu, mereka hanya bisa berkomentar dengan mengacungkan jempol tanda mereka sangat menikmati menu sajian dan tampaknya tak mau diganggu beragam pertanyaan sambil menolak sopan dengan senyum ramah. Sang pemilik kantin, ibu Elly pun menyempatkan diri berfoto bersama para konsultan asing ini. Cepret...! (Lumayan marketing promo dari endorser ekspatriat pencinta kuliner Indonesia) Hmmmm.... Pantas saja mereka suka, menu Sup iga dan Sup Kimlo serta Ayam Gorengnya paling sering jadi pilihan favorit mereka. Hebat juga bukan? Menu Indonesia disukai oleh orang asing dari sebuah kantin sederhana saja.

Dari semua petualangan kelanakulner kali ini, mungkin cuma di Kantin The-5 dan Kantin BPLHD yang tidak perlu melihat daftar menu dari harganya terlebih dahulu. Karena di samping semua pengunjung bebas memilih sendiri dan mengambil makannya, harga mahal tak ada kamusnya bagi kantin yang telah berusia 5 tahun lebih ini. Anda mau coba? Sila hubungi ibu Elly di nomor 08129971333. Ibu Elly juga bisa menerima pesanan resepsi sederhana, arisan, acara pengajian ibu-ibu atau pesta syukuran sederhana. Soal harga, berani diadu!

Sidik Rizal - dobeldobel.co.cc

Rabu, Desember 16, 2009

RAJA SOP BETAWI: Unggul dalam Rasa

Pertarungan RASA  Sop Iga Sapi VS Sop Kepala Ikan Kakap
Membuka Frenchise Kantin Outlet di Mall


Bekasi Cyber Park, kelanakuliner.com
Bila Anda memasuki Kota Bekasi lewat pintu gerbang utama Pintu Tol Bekasi Barat,  maka keluar dari pintu tol dan mengambil belokan ke kiri maka Anda akan melewati beberapa mall besar. Tepat di perempatan besar jalan utama urat nadi jantung kota Bekasi, yakni persimpangan lintasan Kalimalang, antara Jalan KH. Noer Ali dan Jl. Jend. Ahmad Yani, maka di pojokan sebelah kiri perapatan lampu merah pertama yang Anda temui adalah Bekasi Cyber Park. Sebuah tempat belanja, yang kini mulai memfokuskan diri dengan wisata jajan atau kulinernya dengan konsep cyber park (taman maya, dimana pengunjung bisa berselancar internet secara bebas dan gratis sambil menikmati makan di food court dan beragam gerai outlet resto cafe lainnya di beberapa lantai.


Salah satu tempat favorit banyak pengunjung adalah food court lantai 2, yang mempunyai ruang langsung terbuka dengan perempatan jantungnya ibukota Bekasi. Di sisi bagian dalam, berjejer outlet-outlet yang sebagian besar adalah cabang waralaba. Beberapa di antaranya yang saya kunjungi adalah Raja Sop Betawi, Aneka Nasi Goreng, dan Bintan Resto Soup Seafood (Mini Steam Boat).

Kelanakuliner.com sendiri mencicipi satu paket sop iga dan sop ikan kepala ikan kakap. Keduanya memang disajikan berbeda. Bila sop iga disajikan dalam mangkuk dan sepiring nasi, maka sop kepala ikan kakap disajikan dengan pemanas spiritus, sehingga kondisi sup kepala ikan selalu panas. Yang pertama kali saya cicipi dari sup kepala ikan kakap ini adalah kaldunya. Hmmm, ternyata nikmatnya kombinasi rempah-rempah yang terasa asam, manis, gurih dan asin yang pas. Meski nikmat masih ada satu kekurangan, yakni bau ikannya yang masih tercium kuat. Rupanya, Raja Sop belum mampu menghilangkan bau ikan yang memang tercium anyir dan amis itu. Kombinasi rempah lainnya yang belum saya rasakan adalah jinten hitam atau kayu temoyi dan rempah lainnya yang bisa menghilangkan bau amis dan anyir dari ikan laut. Sedikit campuran buah nanas dan jeruk limau serta lemon saat merendam kepala ikan kakap sepertinya tidak sempat dilakukan oleh sang kokinya. Biar begitu, sup kepala ikan kakap secara keseluruhan bisa dibilang nikmat dan patut untuk disantap oleh Anda. Bila Anda ingin sup kepala ikan kakap yang tidak berbau anyir dan amis, mintalah sang koki untuk menaburkan bubuk jinten hitam ditambah bubuk lada hitam, di samping mampu menghilangkan bau, jinten hitam mampu pula menghilangkan zat karsinogen (racun) dari sajian kepala ikan kakap yang sudah digoreng garing itu. Pasti sajian yang akan Anda nikmati lebih lezat dan wangi. Tak percaya? Kunjungi saja, BCP lantai 2 dan nikmati sup kepala ikan khas ala Raja Sop Betawi, pasti maknyusss!


Di samping sajian unik sop kepala ikan kakap itu, coba pula sop iga sapinya yang disajikan dengan rasa luar biasa nikmat. Seperti yang menjadi pemeonya kelana kuliner bahwa sebuah sajian bukan hanya unggul dalam rasa, tapi unggul pula dalam bentuk dan harus unggul pula dalam tekstur. Semua kombinasi keunggulan yang diharapkan itu harus menyatu dalam sebuah sajian istimewa. Untuk Sup Iga ala Raja Sop Betawi ini, kelanakuliner memberikan nilai 7 untuk skala 0 s/d 10 baik tekstur, rasa dan tampilan. Artinya, nikmat dan memang pantas untuk disantap dengan harga terjangkau. 


Untuk Pemesanan dan Reservasi hubungi (021) – 9315.0260 atau dengan Doni di (021)9934.3023

DELIVERY SERVICE : (021)30565629 - HOTLINE: (021)606.36235 - 081385.386.583


Waroeng d'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]