Tampilkan postingan dengan label Bakso Malang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bakso Malang. Tampilkan semua postingan

Kamis, Februari 03, 2011

NoWar Ngalam - The Rawon House

Belum Tahu Rawon Selengkapnya
Kalo Belum Cicipi Nowar Ngalam

RM NoWar Ngalam Ruko Grand Wisata
Grand Wisata Bekasi - webrizal.com
Akar budaya daerah di negeri yang kaya dengan budaya kuliner seperti Indonesia, memang tak bisa hilang meski sang putra asli daerah bermigrasi ke daerah lain. Alhasil, sebagian kota besar di Indonesia kini memiliki beragam kekayaan wisata kuliner yang datang dari setiap pelosok daerah lainnya.

Kali ini kulinerkuliner.com mengamati ramainya penganan asli dari daerah Jawa Timur, tepatnya kota Malang. Siapa yang tak kenal dengan Bakso Malang, Bakwan Malang atau pernahkah Anda mendengar Rawon Malang?


Ada Nowar, Oskab dan Otos Ngalam
Sebenarnya masih banyak lagi penganan olahan lainnya. Namun kali ini kulinerkuliner.com mencoba membahas satu menu unik yang mungkin jarang ditemui di kota lain, yakni Rawon Malang, yang bisa kita jumpai di Ruko Pasar Modern, Grand Wisata PR 5 No 10 Tambun Bekasi. Tepatnya di rumah makan NoWar Ngalam.

Cuma di NoWar Ngalam yang ada kayak gini
Hehehehe... nama yang lucu bukan? Nowar Ngalam. Buat orang Malang asli atau mereka yang besar dan tinggal di kota Malang, pastinya tahu arti Nowar Ngalam. Orang Malang khususnya mereka yang pernah muda dan "gaul" dan  pada tahun 1980-an sampai dengan 1990-an, biasanya suka sekali menggunakan bahasa (jargon) khas anak muda Malang, yakni dengan membolak-balik setiap kata sehingga membuat orang lain terkadang tak mengerti.

Makan rawon jadi damai (nowar)
"Nowar" kalau dibalik, kan jadinya "Rawon", demikian pula "Ngalam", kalau hurupnya kita baca dari belakang ke depan akan jadi "Malang". Entah apakah kebiasaan membalik kata ini menjadi trend kaum muda di abad 20 di kota Malang. Yang jelas Nowar Ngalam memang mudah dikenal buat sebagian generasi produktif di tahun 2011-an ini.

Zanuar Aminullah sang pemilik Nowar Ngalam
Lalu ada apa di Rawon Malang yang dilabel 100 persen halal ini? Sang pemilik, ibu Rahmi Rinandari, adalah wanita kelahiran kota Malang yang sangat hobi masak. Disamping itu suaminya, Zanuar Aminullah juga mempunyai hobi yang tak beda jauh, yakni berwisata kuliner. Sering sekali makan di mana tempat yang punya sajian unik.

Nggak ada rawon ya bisa perang dunia dong
Kebetulan saat waktu tertentu mengajak tamu asing di kantornya, pak Zanuar membawa mereka ke tempat makan yang menyajikan sajian lokal. Hal ini sangat sesuai dengan hobi sang istri. Nah itulah sebabnya pasangan beranak dua ini sepakat membuka usaha rumah makan sederhana yang menyajikan sajian khas Kota Apel. Dan setahun lewat mereka buka di ujung ruko Grand Wisata tepatnya di ruko nomor 17, kemudian pindah ke tempat baru di nomor 10. Di tempat baru ini Nowar Ngalam sudah buka satu bulan pada awal Februari 2011.

Rawon Malang dipilih sebagai sajian utama, karena kebetulan ibu Ririn (panggilan akrab wanita berjilbab ini) sangat menyukai sajian berkuah "black-nut (kluwek)" yang dibuat dengan potongan dadu daging has sapi. Hmmmm.... tidak seperti menu rawon dari kota lainnya yang terkadang kluweknya begitu kental dan terasa tajam.

Ada Nowar,  ya Ada Oskab Ngalam
Rawon Malang ala Nowar Ngalam masakan olahan bu Ririn cenderung lebih lembut. Belum lagi taburan toge pendek (disebut demikian karena kecambahnya yang pendeknya tak lebih dari 10mm saja) yang ditaburkan bersama sambal cabe merah khas Malang yang terasa pedas dan manis, membuat rasanya semakin "nendang".

Dan jangan lupa untuk menambahkan condiment utama, yakni kecap pedas asli khas Malang. Kalau mau nyobain yang namanya asli khas Malang, ya kecap manis pedas merk khusus inilah yang bisa dijumpai di Nowar Ngalam dan gak ada dibuat di kota lain. Plus Saos Sambel cap Belibis (jangan yang Beli Truk, soalnya mahal banget, lebih murah Belibis kok!!)

Sambel Rawon Malang ala bu Ririn yang Jempol
Demikian juga kalau kita mau mencoba Bakso Khas Malang, hanya di warung asli khas Malang yang menggunakan saos tomat merah khas Malang. Saos tomat merah ini pun hanya bisa didapatkan di kota Malang saja, dan di ruko makan Nowar Ngalam ini juga, kita bisa nikmati bakso Malang asli. Eh salah deng! Maksudnya kita bisa pesan Oskab Ngalam. Kalau Anda bisa menyebutkannya dengan cepat dan benar tanpa salah, pasti Anda dapat bonus kuah bakso Malang lebih banyak dan gratis di rumah makan yang buka dari jam 08.00 sampai dengan jam 20.00 ini... hahahaha!

Otos Ngalam yang mirip  Soto Kudus+Lamongan
Ngomong soal Ngalam, saya jadi ingat pakde saya yang tinggal di Batu, Malang. Jadi saya berharap bisa bernostalgia menikmati suasana Malang hanya dengan menikmati sajian asli Oskab Ngalam ataupun Nowar Ngalam. Eits... jangan lupa di Nowar Ngalam juga Otos Ngalam alias Soto Malang dan Ayam Kremes khas Malang. Kayak apa lagi neh Soto Malang dan Ayam Kremesnya? Nanti aja deh ceritanya...

Saos tomat merah khas Malang
Sekarang kita nyobain aja Rawon Khas Malang resep asli bu Ririn. Gurihnya lumayan menggoncang rongga mulut. Belum lagi kuah kluweknya yang bertaburan toge pendek, konon toge pendek sangat ampuh untuk kesuburan pria. Wah asyik neh kalau mau punya anak, tinggal makan rawon Malang menunya bi Ririn aja, pasti bisa punya banyak anak. Hehehe!

Kalau mau mencobanya atau memesannya tinggal putar nomor telepon seluler Nowar Ngalam di 0815.1914.5682 atau 0813.889.23807 atau langsung datang ke ruko Pasar Modern Grand Wisata PR 5 No 10 Tambun Bekasi - Telp 0857.1637.2279


Teka-Teki:
Makanan Indonesia apa yang paling sering disebut 'Kasian banget deh loh!' ?"
Jawaban:
"Bakso Malang dan Rawon Malang"

Teka-teki:
Makanan apa yang paling belagu dan keras di kota Malang?
Jawaban: 
SotoY Malang alias Otos Ngalam
 Sidik Rizal - kulinerkuliner.com

Minggu, November 28, 2010

Bakso Malang Cak Tio, Asli di tangan Ahli

LEBIH NIKMAT DARIPADA YANG DI BANDUNG 
(Namanya Juga Bakso Malang Asli... Bukan Bakso Bandung Asli kan?)
Dulu digaji majikan kini menggaji karyawan

Alun-Alun Kota Bekasi, bukankelanakuliner.com
Dekat Polres Metro Kota Bekasi, ada tempat makan dan nongkrong yang enak dan nyaman, namanya Bakso Malang Asli "CAK TIO" Veteran 66. Bukan saja tempatnya yang luas namun juga akses menuju tempat itu sangat mudah. Jangan kuatir, semua orang yang ada di Kota Bekasi kebanyakan tahu dimana letaknya Bakso Malang Asli Cak Tio dekat Polres Metro Kota Bekasi ini.

Uniknya lagi adalah keberaniannya berpromosi dengan tagline yang unik dan berani, yakni  ASLI di Tangan AHLI. Hal ini memang bisa dibuktikannya dengan sajiannya yang istimewa, terutama di bumbu saosnya yang memang asli didatangkan dari Malang dan tak bisa digantikan dengan saos dari tempat lain. Sebegitu kuatkah pengaruh saos bumbu aslinya....?
Ternyata tidak hanya itu, menurut Cak Tio yang bernama asli Setiono ini, pangalaman selama bertahun-tahun ikut dengan mantan bosnya yang juga berdagang sejenis, Bakso Malang Cacak, dirinya mengakui mendapatkan banyak pelajaran berharga mulai dari kualitas sajian, pelayanan dan manajemen usaha bakso malang itu sendiri. kalau dulu dia tak digaji selama tiga bulan pertama bekerja di tempat bosnya yang begitu dia hormati, Cak Tio lelaki kelahiran 11 April 1968 ini mengungkapkan, "Saya memang menawarkan diri untuk bisa bekerja tak minta gaji asal makanannya terjamin setiap harinya", jelasnya bernostalgia. Hingga bulan ke empat dia diberi bayaran Rp. 60.000,- sementara upah minimal karyawan yang ada di warung Bakso Malang Cacak itu setidaknya Rp. 75.000,-, namun Cak Tio tak mengeluh, karena tekadnya sudah bulat untuk belajar dan berdagang di kemudian hari.

Setelah melewati proses belajar membuat, melayani dan terkadang secxara langsung diajari cara membuat bakso dan lainnya oleh Cacak yang bergaya manajemen seperti militer ini. Walaupun dengan gaji kini hanya Rp. 60.000,- Cak Tio mengaku bisa mendapatkan uang lebih dari sekadar makan dan gaji kotornya itu, yakni uang tips dari pelanggan.

Tak heran hanya dengan bermodalkan pelayanan yang ramah dan keinginan agar pelanggan puas, apapun dia lakukan, mulai dari mengelap meja yang hendak diduduki dengan kain yang selalu tersampir di saku celananya, memberikan salam dan senyuman yang siap membantu serta mendatangi pelanggan dengan keramahtamahan ala Jawa nya, sehingga Cak Tio muda ini selalu mendapatkan uang tips yang lumayan besar.

Pengalamannya sebagai pelayan, bagian produksi dan terakhir ketika bagian pembelanjaan terutama saat sopir sang bos berhenti kerja, tanpa banyak fikir lagi dia menawarkan dirinya untuk mengisi posisi sebagai sopir, apalagi dengan gaji Rp.175.000,- per bulan adalah gaji yang terbesar dari seluruh karyawan yang ada. Sang bos pun merasa kebetulan sekali dan tak mau rugi, Cak Tio mendapatkan pekerjaan sebagai sopir asal beban pekerjaannya bisa ditambah di luar tugas utamanya sebagai sopir. Mulai dari menjemput anak istrinya bepergian, sampai mengaudit penjualan minuman botol di setiap cabang warung yang berjumlah 11 cabang itu.

Ternyata beratnya pekerjaan sebagai sopir tak sebanding dengan perolehan, apalagi setelah dia meminta izin bos untuk menikah dan memboyong istrinya ke tempat tinggal sang bos serta mengajak istrinya juga bekerja di tempat yang sama. Baru bekerja 2 bulan sang istri sudah hamil, akhirnya dia berhenti bekerja dan kembali Cak Tio harus mengumpulkan uang sedikit demi sedikit demi persiapan kelahiran anaknya.

Beban semakin besar penghasilan tidak lebih besar, kalau dulu sewaktu jadi pelayan dia bisa mengandalkan uang tips, kini jadi sopir dan juru belanja, tak bisa lagi mendapatkan kelebihan tambahan di luar gaji kotornya. Dia pun akhirnya memberanikan diri untuk buka usaha sendiri, tentunya setelah dia merasa yakin bisa buka usaha sendiri dan menjalankannya sendiri. Keputusan sudah bulat, akhirnya sebagai langkah awal dia membuka usaha di sekitar daerah usaha bosnya. Sayang tak berapa lama, akhirnya sang bos tahu, bahkan dia didatangi dan disarankan tidak membuka usaha di dekatnya.

Karena penghormatannya kepada sang bos, dan dia merasa bersyukur telah mendapatkan banyak pelajaran dari sang bos, Cak Tio pindah ke Kota Bekasi dan memulai usaha baru di awal tahun 1991 dengan membuka gerai warung Bakso Malang Asli merk Cak Tio. Singkat cerita, perjalanan usaha dagangnya lumayan berkembang hingga lebih dari 3 cabang dia mulai buka dan kelola sendiri beserta keluarganya dari kampung.

Tapi tak berlalu lama, seperti nama usahanya,  "malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih" (yang jelas bakso Malang memang susah ditolaknya... hehehe, prinsip dasar semangat), saat kejadian kerusuhan di tahun 1998, beberapa warungnya jadi korban penjarahan. Jatuh bangun berulang kali ini semakin menempa dirinya dan Cak Tio kembali hendak bangkit membangun usahanya yang porak poranda karena situasi politik itu.

Walau tak dimulai dari awal, namun bermodalkan tempat dan lahan saja tak cukup, dia membutuhkan modal tambahan untuk pengembangan usaha. Baginya hal yang terpenting saat itu adalah kualitas rasa. Semakin hari dia semakin perketat produksi, mulai dari pembelanjaaan bahan pokok daging sapi hingga proses produksi bakso dan lainnya, sehingga terkadang dia dianggap terlalu keras terhadap anak buahnya.

Cak Tio tetap maju dengan menanamkan semangat kerja yang lebih tinggi mencontoh dari perjalanan hidupnya yang keras. Kini dia tinggal menikmati hasilnya. Satu per satu cabang usaha warungnya meningkat hasilnya seiring dengan bertambahnya pelanggan yang mulai mengakui betapa nikmat dan lezatnya bakso malang asli olahan tangannya itu.

Untuk memperkuat merk, Cak Tio mulai mendekorasi dan melakukan pemasaran produk bersama beberapa koleganya. Memasang merk Bakso Malang Asli "Cak Tio" Veteran 66 untuk cabang utamanya, Cak Tio mendapat semangat baru. Kata-kata Lebih baik daripada yang di Bandung sebagai semangat baru usahanya.

Gak percaya dengan kata-katanya? Padahal banyak lho dari pelanggannya yang pernah menikmati bakso malang yang ada di mall-mall dan terkenal dari Bandung, ternyata dibandingkan dengan bakso malang olehannya jauh habis masalah rasa. Kalau Bakso Malang Asli Cak Tio, Mahal harga, gak ada cerita!

Masalah kesejahteraan karyawan bagi Cak Tio adalah hal yang utama. Lelaki beranak dua ini menambahkan bahwa kesejahteraan karyawan adalah hal terpenting untuk meningkatkan keberkahan usaha. Dirinya mengakui terkadang di luar gaji yang mereka dapatkan dia menambahkan uang di luar amplop yang pastinya akan menambah semangat dan motivasi bekerja.

Terutama buat mereka yang berprestasi, sehingga secara tidak langsung juga akan meningkatkan kualitas pelayanan mereka terhadap pelanggan. Semakin pelanggan terpuaskan maka semakin baik lah citra Bakso Malang Asli Cak Tio di mata pelanggan. "Yang seperti ini saya dapatkan ketika saya masih bekerja dulu, dimana saat saya memberikan pelayanan lebih dan khusus, pelanggan tidak jarang yang memberi saya uang tips karena puas dengan servis yang saya berikan," akunya mengenang masa kerjanya dulu.

Tertarik mendapatkan sesuatu yang lebih dari sekadar makan bakso Malang asli? Kunjungi dan hubungi Bakso Malang Asli Veteran 66 Cak Tio atau mau order pesanan dan reservasi tempat ditelpon saja pada no  
0812.9181.453 - (021) 9599.5354
Buruan datang ke sana.... memang rasanya JAUH LEBIH DARIPADA YANG DI BANDUNG.... hehehehe!
Sidik Rizal - kulinerkuliner.com

Sabtu, November 27, 2010

Soto Ambengan Jatijajar: Rujak Cingur Cak Di

MURAHNYA KENIKMATAN CONGOR SAPI
dengan bumbu rujak dan DIGUYUR SEDAPNYA SOTO AMBENGAN


Jatijajar - kulinerkuliner.com
Berjalan-jalan hunting lokasi buat seorang kolega kuliner saya, yakni Cak Tio sang pemilik merk dagang usaha Bakso Malang Cak Tio yang sudah memiliki  cabang di Kota Bekasi dan Ciputat. Lokasi pencarian adalah Cimanggis. Setelah setuju dan siap buka kerjasama dengan kulinerkuliner.com untuk buka warung makan bersama di lokasi tersebut, kami pun meluncur ke daerah Jatijajar searah ke Cibinong dari Jalan Raya Bogor kawasan Depok itu.


Mampir ke salah satu famili Cak Tio, yakni Cak Di yang juga berdagang Bakso Malang dan aneka sajian khas Jawa Timuran. Salah satu sajian favorit pelanggannya adalah Soto Ambengan dan Rujak moncong (congor) sapi yang super lezat. Mendengar ada menu masakan rujak cingur, saya langsung saja setuju untuk diajak Cak Tio ke tempat Cak Di. Tanpa ba' bu' lagi saya setuju saja ikut mobil Kijang Cak Tio. Seumur hidup saya baru 2 x makan rujak Cingur yang sensasional dan fenomenal itu dan berarti ini adalah kali ke 3. "Kasihan banget deh lo! jarang makan rujak cingur..." ledek Cak Tio. Kami pun tertawa.

Cak Di mempunya 2 warung sederhana, yang pertama adalah warung bakso Malang yang berlokasi tak jauh dari warung utamanya, Soto Ambengan. Anehnya lagi adalah, di sepanjang jalur jalan raya Bogor kawasan Jatijajar itu ada 2 lagi Bakso Malang. Satu bakso Bakar Malang, dan satu lagi Bakso Malang Prasasti. Hahahaha... dasar orang Jawa Timur, meski saling berdempetan tapi gak saling ontog-ontogan yah?
Bagi kuliner-kuliner.com mungkin adalah kesempatan yang ketiga kalinya menikmati kekenyalan moncong alias congoran sapi yang dipadu pedasnya rujak mangga, timun, taoge plus bumbu petis dan kacang serta potongan ketupat yang luar biasa mengenyangkan. Apalagi setelah makan rujak cingur yang kesohor dengan rasanya yang segar dan klenyes-klenyes unik ini, saya minum segelas air mineral dingin, segelas kopi susu dan es jeruk.... hmmmmm ... MasyaAllooooooohhh muantabs buener...!

Meski mendengarkan Cak Tio saling ngobrol dalam bahasa Jawa Timuran ala arek Malang hingga terkantuk-kantuk, tapi perjalanan saya kali sangat puas dengan sajian khusus buatan istri Cak Di yang bukan saja melegakan tapi menambah penuh makanan unik perjalanan kuliner "perut gembel" saya. Hihihihihi... selalu saja makanan gratis dan dapat liputan berisi.

Kelezatan bumbu petis plus pedasnya cabe rawit tidak membuat mulut saya kapok menyuap setiap potongan cingur dan ketupat ke dalam perut saya. Mengunyah dan mengunyah menjadi kenikmatan tersendiri buat geligi dan lidah saya berkolaborasi. Hmmmm... krenyes-krenyes dan kriuk! Ya semakin asyik saja rujak cingur itu saya campur dengan krupuk putih yang gurih dan garing. Menikmati rujak cingur memang jangan pake krupuk melempem, jadi kurang sensasi tabrakan rasanya antara kenyalnya moncong sapi dengan empuknya ketupat dan tahu serta segarnya timun serta mangga dicampur kriuk renyahn ya krupuk kulit.... Wow... serasa makanan para pejabat euy!

Anda tertarik dengan rujak cingur asli Malang ala Cak Di, silakan saja hubungi warung makan Bakso Malang dan Soto Ambengan Cak Di di pertigaan Jatijajar, jalan Raya Bogor.Harganya pun relatif murah serta terjangkau lah buat kantong Anda (itu pasti). Atau Anda bisa juga memesan langsung ke telpon (021) 9346.1965 dan langsung pesan dengan Cak Di.

Senin, Mei 03, 2010

BAKSO MALANG TIGER: Bakso Malang Asli di Kalimalang Rasa Bengkulu

 TIDAK SESERAM NAMA, TAPI RASANYA MENERKAM  ! 

Kalimalang, kelanakuliner.co.cc
Mungkin hampir di semua tempat dan semua pedagang yang sering menggunakan kalimat promosi seperti Sajian Kami Mempunyai Rasa Yang Beda. Demikianlah yang kelanakuliner jumpai di Bakso Malang Tiger, juga menggunakan kalimat promosi BAKSO MALANG TIGER RASA BEDA.

Warung Bakso Malang TIGER yang berlokasi di Jl. Raya Inspeksi Kalimalang Jakarta Timur ini ternyata benar-benar BEDA dalam sajian dan penyampaian promosi produk (merk). Mulai dari penamaan Bakso Malang yang saya pikir tadinya adalah nama tempat tongkrongan komunitas pengguna motor Honda Tiger. Dan tidak sedikit orang yang beranggapan ini warung apa perguruan silat? Padahal warung ini sudah sering jadi lokasi syuting beberapa acara televisi swasta loh! Di antaranya acara reality show ANteve, LAKON.

Terlepas dari itu semua, kayaknya tulisan besar Bakso Malang TIGER yang sangat mencolok perhatian dan memang itu tujuan utamanya. Sang pemilik Bakso Malang TIGER, Taufik telah berhasil menarik perhatian banyak mata untuk setidaknya melirik ke warung bakso Malangnya. Selebihnya setelah orang tahu ada bakso Malang di pinggir jalan raya Inspeksi Kalimalang, maka mereka pasti akan mencobanya.

Untuk itulah, pak Taufik mendatangkan arek Malang asli demi menjaga kualitas sajian bakso Malangnya. (Ya iyalah... kan lucu, kalau Bakso Malang Asli tapi yang bikin orang Bandung atau daerah mana gitu), Padahal pak Taufik sendiri adalah orang Bengkulu, dan bukanlah kebetulan bila istrinya orang Jawa Timur walau bukan Malang. Jadi Taufik hanya mengandalkan keahlian sang koki jagoannya. Sang koki bernama mas Sudiro atau akrab dipanggil mas Diro.

Dengan keahlian tangan dingin mas Diro, Bakso Malang Tiger menyajikan campuran sedikitnya 6 jenis bakso. Mulai dari Bakso Halus, Bakso Urat, Bakso Tahu, Bakso Goreng, Pangsit Goreng dan Pangsit Rebus. Kombinasi inilah yang lezatnya memang BEDA!

Itulah sebabnya, Pak Taufik selalu mengistimewakan karyawannya terutama sang juru masak Bakso Malangnya. Untuk menjaga kualitas rasa dari sajian Bakso Malangnya, Taufik mengaku dipercayakan penuh kepada lidah istrinya dan kecekatan serta keahlian para karyawannya. Sehingga kualitas Bakso Malang dan sajian lainnya seperti Siomay Khas Tiger tetap teratas dan beda dalam hal rasa. "Saya sendiri tidak melakukan apapun, kecuali membantu istri saya dalam pemodalan," demikian papar lelaki yang bekerja di bisnis perkapalan ini kepada kelanakuliner.co.cc

Untuk masalah rasa bakso Malang asli dan siomaynya, kelanakuliner hanya bisa mengacungkan 2 jempol. Satu buat Bakso Malang Tiger yang memang punya rasa beda dari yang lainnya dan satu jempol lagi untuk kuahnya yang lezat. Hmmmm... mantab punya bos!

Anda berminat untuk mencoba jajanan khas orang Jakarta khususnya di wilayah Durensawit Kalimalang Jakarta Timur untuk Bakso Malang? Silakan kunjungi Bakso Malang Tiger di wilayah Jl. Raya Inspeksi Kalimalang Jakarta Timur, Untuk reservasi bisa menghubungi (021)955.01.456 atau (021) 955.456.01

Sidik Rizal - dobeldobel.co.cc

Jumat, April 09, 2010

BM28 Margajaya: Bakso Malang Asli Milik Orang Betawi Asli

SENSASI RASA YANG PERNAH KELILING NUSANTARA

Bekasi, kelanakuliner.co.cc
Mungkin selama ini banyak orang berpikiran, bahwa sebuah usaha asli daerah harus dikelola dan dimiliki oleh sang putra daerah. Hal ini tidak berlaku bagi RM Bakso Bakso Malang 28. Bakso Malang 28 atau yang lebih dikenal dengan BM 28 ternyat dimiliki oleh keturunan asli Betawi yang bernama Ani Fitriani. Wanita cantik kelahiran Bekasi, 28 November berusia 30-an tahun ini sangat begitu mencintai makanan asli Jawa Timuran ini. Kenapa pilihannya jatuh ke Bakso Malang, Ani menceritakannya kepada kelanakuliner.

"Kebetulan sekali di samping saya sangat menyukai bakso Malang, di wilayah Bekasi tempat tinggal saya ini masih jarang sekali makanan khas bakso ini" ungkap Ani. Kebetulan sekali, dirinya mempunyai kolega mas Sudarmono, arek Malang yang sudah sering berkeliling Indonesia untuk membuat warung bakso Malang hampir di pulau-pulau besar. Tak kurang mulai dari Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sumbawa, Kudus, Lampung dan terakhir di Malang, Jombang dan kini Bekasi. Dari lelaki kelahiran Malang 25 Juli ini lah Ani Fitriani mendapatkan menu rahasia lezatnya Bakso Malang komplit mulai dari pangsit gorengnya, siomay hingga bakso halus maupun bakso uratnya.

Bakso Malang 28 mempunyai harga yang relatif terjangkau untuk siap saja. Hanya dengan merogoh kocek Rp 8.000,- kita bisa menikmati seprosi lengkap bakso Malang. Dan... hmmmm lezatnya tidak terlalu lengket karena gajih atau lemak. Pas gurihnya inilah yang membuat banyak para pengunjung untuk datang kembali. Kelebihan Bakso Malang 28 mungkin adalah di kahnya yang dalam penilaian kelanakuliner nyaris sama rasanya dengan Bakso Lapangan Tembak Senayan. Menurut Ani yang berprinsip "Apa yang saya jual adalah apa yang saya makan", baginya dia tidak akan berusaha dagang bakso bila dia sendiri tidak bisa menikmati bakso sajiannya. Kalau dia menyukainya maka itulah yang dia jual kepada para pelanggannya. "Alhamdulillah selama ini saya sangat menyukai bakso olahan mas Sudarmono," ujarnya tentang rasa menu unggulannya. Dirinya beserta adiknya pun berniat untuk memperluas warungnya, karena semakin hari pelanggannya semakin bertambah dan terkadang BM 28 tak mampu menampung pelanggan saat sedang ramai dan sibuk jam istirahat makan siang.

"Kapasitas sekarang memang cuma sanggup menampung 40 kursi pengunjung, nanti bila ada kesempatan, kami sekeluarga sepakat untuk memperluas warung bakso kami agar bisa lebih banyak menampung pelanggan." ujar Ani antusias.

Rasa Bakso Malang 28 terbilang OK, gurih dan asinnya tidak terlalu, apalagi kuahnya yang kaya nutrisi dan hasil rebusan tulangan sapi serta bumbu rempah-rempah itu tandas di mangkuk kelanakuliner. Buat Anda yang tidak menyukai penggunaan vetsin (bumbu masak) bisa pesan untuk tidak membubuhi vetsin, rasanya dijamin tak berubah tetap lezat dan nikmat. Belum lagi bakso uratnya yang tercincang halus membuat gigi lemah saya mampun mengunyahnya hingga lumatan terakhir. Tak ada urat dans erat daging yang kasar menyangkut di gigi. Pas buat mereka yang memiliki masalah dengan gigi. Belum lagi bakwan gorengnya yang renyah dan gurih lezat pas dikombinasi dengan kuah bakso dan saos tomat bermerk. Sepertinya BM 28 patut direkomendasikan untuk para pecinta bakso.

Anda tertarik dan hendak mencoba bakso komplit asli Malang di BM 28 hanya dengan harga Rp.8.000,-? Silakan berkunjung ke Jl. Kemakmuran No. 13 E Margajaya, Bekasi Selatan (samping Radio Elgangga Bekasi). Untuk reservasi tempat silakan menghubungi (021) 9855.3530 langsung dengan sang pemilik Ani Fitriani. E-Mail = fiet_two@yahoo.co.id

Selasa, Oktober 20, 2009

Bakso Malang Asli "CAK TIO" Veteran 66 Alun-Alun Kota Bekasi

LEBIH NIKMAT DARIPADA YANG DI BANDUNG 
(Namanya Juga Bakso Malang Asli... Bukan Bakso Bandung Asli kan?)
ASLI DI TANGAN AHLI

Bekasi, Alun-Alun Kota Bekasi, kelanakuliner.com
Di dekat Polres Metro Kota Bekasi, ada tempat makan dan nongkrong yang enak dan nyaman, namanya Bakso Malang Asli "CAK TIO" Veteran 66. Bukan saja tempatnya yang luas namun juga akses menuju tempat itu sangat mudah. Nggak usah ditanya, semua orang yang ada di Kota Bekasi kebanyakan tahu dimana letaknya Bakso Malang Asli Cak Tio dekat Polres Metro Kota Bekasi ini.

Uniknya lagi adalah keberaniannya berpromosi dengan tagline yang unik dan berani, yakni "LEBIH NIKMAT DARIPADA YANG DI BANDUNG" di samping tagline utama ASLI di Tangan AHLI. Hal ini memang bisa dibuktikannya dengan sajiannya yang istimewa, terutama di bumbu saosnya yang memang asli didatangkan dari Malang dan tak bisa digantikan dengan saos dari tempat lain. Sebegitu kuatkah pengaruh saos bumbu aslinya....?


Ternyata tidak hanya itu, menurut Cak Tio yang bernama asli Setiono ini, pangalaman selama bertahun-tahun ikut dengan mantan bosnya yang juga berdagang sejenis, Bakso Malang Cacak, dirinya mengakui mendapatkan banyak pelajaran berharga mulai dari kualitas sajian, pelayanan dan manajemen usaha bakso malang itu sendiri. kalau dulu dia tak digaji selama tiga bulan pertama bekerja di tempat bosnya yang begitu dia hormati, Cak Tio lelaki kelahiran 11 April 1968 ini mengungkapkan, "Saya memang menawarkan diri untuk bisa bekerja tak minta gaji asal makanannya terjamin setiap harinya", jelasnya bernostalgia. Hingga bulan ke empat dia diberi bayaran Rp. 60.000,- sementara upah minimal karyawan yang ada di warung Bakso Malang Cacak itu setidaknya Rp. 75.000,-, namun Cak Tio tak mengeluh, karena tekadnya sudah bulat untuk belajar dan berdagang di kemudian hari.

Setelah melewati proses belajar membuat, melayani dan terkadang secxara langsung diajari cara membuat bakso dan lainnya oleh Cacak yang bergaya manajemen seperti militer ini. Walaupun dengan gaji kini hanya Rp. 60.000,- Cak Tio mengaku bisa mendapatkan uang lebih dari sekadar makan dan gaji kotornya itu, yakni uang tips dari pelanggan. Tak heran hanya dengan bermodalkan pelayanan yang ramah dan keinginan agar pelanggan puas, apapun dia lakukan, mulai dari mengelap meja yang hendak diduduki dengan kain yang selalu tersampir di saku celananya, memberikan salam dan senyuman yang siap membantu serta mendatangi pelanggan dengan keramahtamahan ala Jawa nya, sehingga Cak Tio muda ini selalu mendapatkan uang tips yang lumayan besar.

Pengalamannya sebagai pelayan, bagian produksi dan terakhir ketika bagian pembelanjaan terutama saat sopir sang bos berhenti kerja, tanpa banyak fikir lagi dia menawarkan dirinya untuk mengisi posisi sebagai sopir, apalagi dengan gaji Rp.175.000,- per bulan adalah gaji yang terbesar dari seluruh karyawan yang ada. Sang bos pun merasa kebetulan sekali dan tak mau rugi, Cak Tio mendapatkan pekerjaan sebagai sopir asal beban pekerjaannya bisa ditambah di luar tugas utamanya sebagai sopir. Mulai dari menjemput anak istrinya bepergian, sampai mengaudit penjualan minuman botol di setiap cabang warung yang berjumlah 11 cabang itu.

Ternyata beratnya pekerjaan sebagai sopir tak sebanding dengan perolehan, apalagi setelah dia meminta izin bos untuk menikah dan memboyong istrinya ke tempat tinggal sang bos serta mengajak istrinya juga bekerja di tempat yang sama. Baru bekerja 2 bulan sang istri sudah hamil, akhirnya dia berhenti bekerja dan kembali Cak Tio harus mengumpulkan uang sedikit demi sedikit demi persiapan kelahiran anaknya.

Beban semakin besar penghasilan tidak lebih besar, kalau dulu sewaktu jadi pelayan dia bisa mengandalkan uang tips, kini jadi sopir dan juru belanja, tak bisa lagi mendapatkan kelebihan tambahan di luar gaji kotornya. Dia pun akhirnya memberanikan diri untuk buka usaha sendiri, tentunya setelah dia merasa yakin bisa buka usaha sendiri dan menjalankannya sendiri. Keputusan sudah bulat, akhirnya sebagai langkah awal dia membuka usaha di sekitar daerah usaha bosnya. Sayang tak berapa lama, akhirnya sang bos tahu, bahkan dia didatangi dan disarankan tidak membuka usaha di dekatnya.

Karena penghormatannya kepada sang bos, dan dia merasa bersyukur telah mendapatkan banyak pelajaran dari sang bos, Cak Tio pindah ke Kota Bekasi dan memulai usaha baru di awal tahun 1991 dengan membuka gerai warung Bakso Malang Asli merk Cak Tio. Singkat cerita, perjalanan usaha dagangnya lumayan berkembang hingga lebih dari 3 cabang dia mulai buka dan kelola sendiri beserta keluarganya dari kampung.. Tapi tak berlalu lama, seperti nama usahanya,  "Malang tak dapat ditolak, Untung tak dapat diraih", saat kejadian kerusuhan di tahun 1998, beberapa warungnya jadi korban penjarahan. Jatuh bangun berulang kali ini semakin menempa dirinya dan Cak Tio kembali hendak bangkit membangun usahanya yang porak poranda karena situasi politik itu.

Walau tak dimulai dari awal, namun bermodalkan tempat dan lahan saja tak cukup, dia membutuhkan modal tambahan untuk pengembangan usaha. Baginya hal yang terpenting saat itu adalah kualitas rasa. Semakin hari dia semakin perketat produksi, mulai dari pembelanjaaan bahan pokok daging sapi hingga proses produksi bakso dan lainnya, sehingga terkadang dia dianggap terlalu keras terhadap anak buahnya. Cak Tio tetap maju dengan menanamkan semangat kerja yang lebih tinggi mencontoh dari perjalanan hidupnya yang keras. Kini dia tinggal menikmati hasilnya. Satu per satu cabang usaha warungnya meningkat hasilnya seiring dengan bertambahnya pelanggan yang mulai mengakui betapa nikmat dan lezatnya bakso malang asli olahan tangannya itu.

Untuk memperkuat merk, Cak Tio mulai mendekorasi dan melakukan pemasaran produk bersama beberapa koleganya. Memasang merk Bakso Malang Asli "Cak Tio" Veteran 66 untuk cabang utamanya, Cak Tio mendapat semangat baru. Kata-kata Lebih baik daripada yang di Bandung sebagai semangat baru usahanya.

Gak percaya dengan kata-katanya? Padahal banyak lho dari pelanggannya yang pernah menikmati bakso malang yang ada di mall-mall dan terkenal dari Bandung, ternyata dibandingkan dengan bakso malang olehannya jauh habis masalah rasa. Kalau Bakso Malang Asli Cak Tio, Mahal harga, gak ada cerita!

Masalah kesejahteraan karyawan bagi Cak Tio adalah hal yang utama. Lelaki beranak dua ini menambahkan bahwa kesejahteraan karyawan adalah hal terpenting untuk meningkatkan keberkahan usaha. Dirinya mengakui terkadang di luar gaji yang mereka dapatkan dia menambahkan uang di luar amplop yang pastinya akan menambah semangat dan motivasi bekerja. Terutama buat mereka yang berprestasi, sehingga secara tidak langsung juga akan meningkatkan kualitas pelayanan mereka terhadap pelanggan. Semakin pelanggan terpuaskan maka semakin baik lah citra Bakso Malang Asli Cak Tio di mata pelanggan. "Yang seperti ini saya dapatkan ketika saya masih bekerja dulu, dimana saat saya memberikan pelayanan lebih dan khusus, pelanggan tidak jarang yang memberi saya uang tips karena puas dengan servis yang saya berikan," akunya mengenang masa kerjanya dulu.

Tertarik mendapatkan sesuatu yang lebih dari sekadar makan bakso Malang asli? Kunjungi dan hubungi Bakso Malang Asli Veteran 66 Cak Tio atau mau order pesanan dan reservasi tempat ditelpon saja pada no 0812.9181.453 - (021) 9599.5354
Buruan datang ke sana.... memang rasanya JAUH LEBIH DARIPADA YANG DI BANDUNG.... hehehehe!
Sidik Rizal - kelanakuliner.com

DELIVERY SERVICE : (021)30565629 - HOTLINE: (021)606.36235 - 081385.386.583


Waroeng d'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]