Tampilkan postingan dengan label Mie Ayam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mie Ayam. Tampilkan semua postingan

Selasa, Mei 24, 2011

Mie Bakso Maknyoss Pekayon

Ini Dia Bakso dan Mie Ayam Yang Ada Kaligrafinya

Bakso Maknyosss dijamin ngegeleprak enaknya
Pekayon - bukankelanakuliner.com
Kalau mau cari tempat makan bakso unik, kayaknya cuma di sini yang menjual bakso dan ada kaligrafi islamnya. Gak percaya? Cobalah datang ke pertigaan Pekayon setelah ex Goro supermarket. Lalu Anda pesan seporsi baksoatau mie ayamnya yang lumayan lezat.

Pak Rahmat lagi mendalang... hehehe
Kalau sajiannya dibilang lumayan lezat, ya wajar saja. Pak Rahmat yang membuat baksonya sendiri dan dirinya mengaku enggan membeli bakso jadi di pasaran. Katanya lebih terjamin dan lebih terjaga kualitas rasa bakso yang dibuat sendiri daripada beli jadi.


Asal Anda tahu saja, komposisi sagu (aci) dengan daging sapinya mempunyai perbandingan 5:1 alias 5 kg daging sapi dicampur 1 kg aci sagu. Itulah sebabnya hasil racikan baksonya terkenal gurih dan lezat alami tanpa perlu tambahan vetsin atau MSG.

Umumnya perbandingan komposisi daging sapi dengan aci pada bakso yang beredar di pasaran bisa mendekati 4:1 atau 3:1 bahkan ada yang mencapai 2:1. Sehingga kerap terasa di lidah seperti memakan sagu dibandingkan mengunyah daging sapi.


Lokasi strategis dna OK lah
Untuk menjaga kualitas baksonya, para pedagang terkadang menambahkan pengenyal dan pengawet kimiawi. Justru hal inilah yang merugikan masyarakat pembeli, karena baksonya menjadi sangat tidak menyehatkan buat dikonsumsi. Tidak demikian halnya dengan bakso Maknyoss.

(Eh by the way bus way anyway,lokasinya lucu banget, tepat di tikungan pojok futsal Pekayon, itu loh yang ada bekas gedung Goro. Tahu kan? Kalau nggak tahu ya telp gue aja ya Gan! Nanti kalo udah tahu ancer-ancernya tinggal cari warung bakso dengan tulisan gede di atasnya MAKNYOSS!)

Kaldu dari tulang sapi asli... hmmm mantap kan?
Pak Rahmat mengatakan untuk meningkatkan rasa, dia tidak menggunakan bumbu kaldu pabrikan, tapi cukup rebusan tulang sapi. Kuah kaldu dari tulang sapi jauh lebih gurih dan tentunya lebih menyehatkan. "Kami pun tidak menggunakan vetsin, jadi jika ada pembeli yang tak suka dengan bumbu masak, tak perlu kuatir kehilangan rasa gurih dan lezatnya bakso kami," ujar pak Rahmat berpromosi.

Bisa waralaba juga ya Gan, Bakso dan Mie Ayamnya!
"Kami juga menyajikan bakmi keriting yang kami produksi sendiri," imbuh lelaki berdarah Sunda ini tentang bakmi ayamnya yang tak kalah lezat dibandingkan mie baksonya.

Bakso mana yang ada kaligrafinya selain di sini?
Kulinerkuliner.com pun tak mau ketinggalan untuk menikmati bakmi ayamnya yang rasanya sama mantapnya dengan sajian di restoran bakmi terkenal seperti Bakmi GM. Wah perlu dicari tahu rahasianya neh, kapan-kapan... Hehehe buat referensi waralaba kuliner bakso di waktu mendatang. Cihuyyy!

Tapi dari beberapa sajiannya yang paling asyik adalah bakmi bakso dengan kaligrafi ayat-ayat Al-Qur'an seharga Rp 500.000,- Belum pernah ada kan bakmi bakso dengan kaligrafi... di sini ada kok! Kalau gak percaya hubungi saja Bakmi Bakso Maknyoss di (021)9346.1965

Sidik Rizal - bekasi-online.com

Jumat, Desember 24, 2010

PondOK MiBatOK Bekasi Timur

PondOK MiBatOK Bekasi : Alami, Lezat dan Bergizi
Sensasi Nasi Goreng Dadar Cumi dan Mi Ijo TERMURAH di Agus Salim
Akan Ada Mi Biru yang dibuat dari Bunga Mawar Biru atau Jamblang

Bukan pengusaha yang kreatif kalau tidak bisa mencari cara agar mengundang perhatian dan membuat orang penasaran untuk mencoba apa yang mereka jual. Hal ini bisa kita temui di PondOK MibatOK. Lihat saja nama warung makan sederhana yang memilik 2 OK sebagai akhiran namanya. Sepertinya ini adalah harapan sang pemilik kelak warung makan ini benar-benar OK nantinya.


Juice Indonesia-Ku
Namun ada hal yang jauh lebih menarik dari sekadar nama uniknya yang memang terlihat OK itu. Yakni menu sajian mie aneka warna. Mulai dari mi ijo, mi ungu dan mi item. Belum lagi sajian nasi gorengnya yang juga aneh bin unik. Nasi Item Cumi Bakar atau Nasi Goreng Dadar Cumi.

Miijo Spesial
Mendengar menu sajian Mi Ijo atau Mi Ungunya saja sudah aneh terdengarnya. Apalagi Mi Itemnya yang disajikan dalam sebuah batok kelapa. Hmmm dobel-dobel uniknya kan?

Lalu apa sih rahasia warna bahan campuran mi di PondOK MibatOK ini?

Bila mi ijo sepertinya sudah banyak orang yang tahu, bahwa mi ini dibuat dengan campuran jus sayur-sayuran seperti sawi hijau. Miijonya sendiri ternyata dibuat dari adonan mi pada umumnya dan pewarnanya adalah hijaunya daun katuk. Daun katuk memang dipercaya sebagai makanan buat ibu-ibu yang sedang menyusui agar lancar dan banyak susunya.

Jadi di samping rasanya yang cukup disukai pelanggan mi ijo terbukti dengan tak adanya komplain masalah rasa. "Saya pelajari belum ada satupun pelanggan yang komplain dengan rasa mi ijo kami," ujar pak Priyo, sang pemilik PondOK mibatOK Bekasi ini kepada kulinerkuliner.com.

Kepuasan pelanggan terlihat dari seringnya pelanggan yang datang kembali (Ya iya lah namanya juga pelanggan, pasti datang kembali. Kalau gak datang lagi namanya pengunjung -KAPOK- Om! hehehehe!) Dan memang mi ijo termasuk satu pilihan favorit para pengunjung. "Dibandingkan mi item yang memang masyarakat bekasi masih belum begitu menyukai penampilannya, mi ijo lebih sering dipesan,!" imbuh lelaki beranak 3 ini.
.
Lalu apa bahan baku dasar untuk membuat mi ungu? Selidik punya selidik ternyata mi ungu berbahan baku ubi jalar yang berwarna ungu. Pantas saja bila rasa mi ungu pasti akan akrab di lidah para penggemar ubi. "Terkadang kami membuat warnanya dari buah bit, tapi ternyata supplai bit sngat susah di Jakarta," ujar Priyo, karyawan BUMN Telkom yang masih belum mau pensiun ini menambahkan. Jadi warna ungu yang didapat adalah warna ungu ubi lokal yang tak kalah dalam hal rasa dan warnanya.

Lalu bagaimana dengan mi item? Ternyata mi item dibuat dari terigu dengan campuran tinta cumi yang berwarna kehitaman namun terasa gurih itu. Lengkap sudah informasinya bukan?

Sayang tidak ada mi berwarna oranye ya? Seperti liputan kelanakuliner di sebuah warung bakmi Pelangi yang punya mie oranye. Konon mie nya dibuat dengan jus wortel yang berwarna oranye. Bila PondOK MibatOK memilik mie oranye, maka genaplah sudah mie berwarna-warni ini.


Dimana Anda bisa menjumpai MibatOK yang berwarna warni ini? Anda bisa mengunjungi lokasi MibatOK pertama yang ada di Jl. Raya KH. Agus Salim (depan SMPN 3 Kota Bekasi) atau lokasi  Warung PondOK MibatOK di Jl. Cisaat (depan SDN Gadis) Sukabumi. Dan Anda bisa menghubungi no telp (021) 932.74925

BAHAN BAKU MENU UNGGULAN

Mi Item = Tepung Terigu, Telur Ayam, Tinta Cumi
Mi Ijo = Tepung Terigu, Telur Ayam, Daun Katuk
Mi Ungu = Tepung Terigu,  Telur Ayam, Buah Bit (atau Ubi Bogor)
Mi Biru = Tepung Terigu, Telor, Sari Bunga Mawar Biru (bisa juga Jamblang)
Nasi Ijo = nasi + warna cabai ijo tanpa biji
Nasi Item = nasi + tinta cumi
Nasi Ungu = nasi + ubi Bogor


Selasa, Desember 14, 2010

Miyam Keju : Mie Ayam Keju Pertama dari Depok

Kelezatan Eropa Keju Bercampur Oriental Mie Ayam yang Wow Rasanya!

Depok - kulinerkuliner.com

Bila Anda mengaku penggemar mie ayam, rasanya petualangan belum lengkap bila tidak mencicipi sajian Mie Ayam Keju a la kedai Miyam Keju yang berlokasi di jalan Cagar Alam, Depok 1.

Itulah salah satu tulisan awal yang membuat saya tertarik dan menghubungi sang pemilik Miyam Keju, Ibu Ami. Wanita muda yang masih lajang dan bekerja pada sebuah perusahaan industri peralatan dan kelengkapan olahraga ternama di Sunter Podomoro. "Saya memang masih bekerja, tapi karena keluarga saya semuanya berkeinginan saya untuk buka usaha, di samping itu ibu saya sangat suka sekali masak. Hitung-hitung biar ibu saya tidak menganggur di rumah," ungkap Ami kepada kulinerkuliner.com mnelalui telepon selularnya.


Usaha yang baru buka sejak setahun lalu ini memang menjuju pasar warga masyarakat lingkungan perumahan. Jadi wajar saja hanya dengan merogoh kocek Rp 7.000,- pelanggan bisa menikmati kelezatan mewah mie ayam keju. "Padahal keju kraft termasuk mahal, tapi kami sekeluarga memang sudah berniat untuk memberikan sajian yang lebih dibandingkan dagangan serupa di sekitar wilayah Depok," papar Ami.

"Kalau kami tak bisa menawarkan kelezatan dan keunikan tersendiri yang terjangkau, mana bisa kami bersaing dan cepat dikenal warga sekitar." tambahnya lagi tentang keunikan yang memakan biaya tidak murah itu. Biar begitu keluarga Ami tetap bisa mengambil untuk apalagi pada hari-hari biasa Miyam keju bisa memperoleh penjualan sedikitnya 50 mangkok per hari. Tentunya dengan harga termurah Rp 7.000,- tapi tak sedikit ada juga pelanggan yang membeli mie ayam keju komplit dengan jamur. Kalau sudah begini, maka saya pun berfikir untuk mencobanya.

Seporsi mie ayam keju komplit dengan pangsit keju, bakso dan jamurnya hanya dihargai Rp 11.000,- wah lumayan terjangkau lah buat dompet saya. Satu keistimewaan lainnya lagi adalah saos sambelnya Miyam Keju hanya menggunakan sambal belibis yang terkenal kelezatannya pas untuk mie ayam bakso. (wah mereka sebenarnya bisa saja branding sambal belibis, lumayan kan?)

Biar lebih komplit peliputan tentang mie ayam keju ini saya mencoba mengutip beberapa tulisan yang saya dapat dari media internet lokal kota Depok. Berikut petikannya:

Sederet menu mie ayam dengan paduan keju ada disini, dan depoklik menjatuhkan pilihan pada sajian Mie Ayam Keju Spesial Bakso. Senin (8/10) siang kemarin depoklik puas menikmati mie ayam yang bertabur parutan keju ini. Yang tertangkap lebih dulu oleh indera pengecap kami adalah rasa gurihnya, dan ternyata tidak terlalu asin seperti yang kami bayangkan sebelumnya. Kuah terpisah dengan citarasa khas oriental yang padu padan dengan mie ayam membuat kami tak henti menyeruputnya. Sayangnya, siang itu kami kehabisan pangsit keju rebus yang menjadi andalan kedai ini.


Selain parutan keju, caisim dan potongan ayam, sedikit sayur tauge turut melengkapi mie ayam keju ini,  tentunya membuat sajian terasa lebih segar. Satu lagi rahasia nikmatnya sajian ini adalah mie-nya tidak menggunakan mie biasa, melainkan mie produksi sendiri yang diolah dengan sedikit keju. hmm..penasaran bukan? Mienya kecil, tipis, dan keriting, teksturnya-pun kenyal dan enak di kunyah. Jangan kaget bila Anda terasa kenyang seusai menyantapnya, karena kadar telur dalam olahan mie ini lebih banyak dibanding mie lainnya.

Santapan kami kali ini semakin sempurna rasanya setelah kami berikan saus sambal yang tersedia di meja, karena saus sambal yang disajikan adalah saus sambal berkualitas dan sehat. Dan yang lebih menyenangkan lagi, menu nikmat ini hanya dibandrol Rp 10000. Bila Anda memesan mie ayam keju biasa, harganya hanya Rp 7000, ringan di kantong bukan? Selain itu, Mie Ayam Keju Yamin juga tersedia disini. Bila Anda enggan keluar rumah, jangan khawatir, karena kedai Miyam Keju juga melayani pesan-antar dengan minimal pemesanan 3 porsi.

Nah, selanjutnya giliran Anda untuk mencicipi…

Minggu, November 28, 2010

Bakso Malang Cak Tio, Asli di tangan Ahli

LEBIH NIKMAT DARIPADA YANG DI BANDUNG 
(Namanya Juga Bakso Malang Asli... Bukan Bakso Bandung Asli kan?)
Dulu digaji majikan kini menggaji karyawan

Alun-Alun Kota Bekasi, bukankelanakuliner.com
Dekat Polres Metro Kota Bekasi, ada tempat makan dan nongkrong yang enak dan nyaman, namanya Bakso Malang Asli "CAK TIO" Veteran 66. Bukan saja tempatnya yang luas namun juga akses menuju tempat itu sangat mudah. Jangan kuatir, semua orang yang ada di Kota Bekasi kebanyakan tahu dimana letaknya Bakso Malang Asli Cak Tio dekat Polres Metro Kota Bekasi ini.

Uniknya lagi adalah keberaniannya berpromosi dengan tagline yang unik dan berani, yakni  ASLI di Tangan AHLI. Hal ini memang bisa dibuktikannya dengan sajiannya yang istimewa, terutama di bumbu saosnya yang memang asli didatangkan dari Malang dan tak bisa digantikan dengan saos dari tempat lain. Sebegitu kuatkah pengaruh saos bumbu aslinya....?
Ternyata tidak hanya itu, menurut Cak Tio yang bernama asli Setiono ini, pangalaman selama bertahun-tahun ikut dengan mantan bosnya yang juga berdagang sejenis, Bakso Malang Cacak, dirinya mengakui mendapatkan banyak pelajaran berharga mulai dari kualitas sajian, pelayanan dan manajemen usaha bakso malang itu sendiri. kalau dulu dia tak digaji selama tiga bulan pertama bekerja di tempat bosnya yang begitu dia hormati, Cak Tio lelaki kelahiran 11 April 1968 ini mengungkapkan, "Saya memang menawarkan diri untuk bisa bekerja tak minta gaji asal makanannya terjamin setiap harinya", jelasnya bernostalgia. Hingga bulan ke empat dia diberi bayaran Rp. 60.000,- sementara upah minimal karyawan yang ada di warung Bakso Malang Cacak itu setidaknya Rp. 75.000,-, namun Cak Tio tak mengeluh, karena tekadnya sudah bulat untuk belajar dan berdagang di kemudian hari.

Setelah melewati proses belajar membuat, melayani dan terkadang secxara langsung diajari cara membuat bakso dan lainnya oleh Cacak yang bergaya manajemen seperti militer ini. Walaupun dengan gaji kini hanya Rp. 60.000,- Cak Tio mengaku bisa mendapatkan uang lebih dari sekadar makan dan gaji kotornya itu, yakni uang tips dari pelanggan.

Tak heran hanya dengan bermodalkan pelayanan yang ramah dan keinginan agar pelanggan puas, apapun dia lakukan, mulai dari mengelap meja yang hendak diduduki dengan kain yang selalu tersampir di saku celananya, memberikan salam dan senyuman yang siap membantu serta mendatangi pelanggan dengan keramahtamahan ala Jawa nya, sehingga Cak Tio muda ini selalu mendapatkan uang tips yang lumayan besar.

Pengalamannya sebagai pelayan, bagian produksi dan terakhir ketika bagian pembelanjaan terutama saat sopir sang bos berhenti kerja, tanpa banyak fikir lagi dia menawarkan dirinya untuk mengisi posisi sebagai sopir, apalagi dengan gaji Rp.175.000,- per bulan adalah gaji yang terbesar dari seluruh karyawan yang ada. Sang bos pun merasa kebetulan sekali dan tak mau rugi, Cak Tio mendapatkan pekerjaan sebagai sopir asal beban pekerjaannya bisa ditambah di luar tugas utamanya sebagai sopir. Mulai dari menjemput anak istrinya bepergian, sampai mengaudit penjualan minuman botol di setiap cabang warung yang berjumlah 11 cabang itu.

Ternyata beratnya pekerjaan sebagai sopir tak sebanding dengan perolehan, apalagi setelah dia meminta izin bos untuk menikah dan memboyong istrinya ke tempat tinggal sang bos serta mengajak istrinya juga bekerja di tempat yang sama. Baru bekerja 2 bulan sang istri sudah hamil, akhirnya dia berhenti bekerja dan kembali Cak Tio harus mengumpulkan uang sedikit demi sedikit demi persiapan kelahiran anaknya.

Beban semakin besar penghasilan tidak lebih besar, kalau dulu sewaktu jadi pelayan dia bisa mengandalkan uang tips, kini jadi sopir dan juru belanja, tak bisa lagi mendapatkan kelebihan tambahan di luar gaji kotornya. Dia pun akhirnya memberanikan diri untuk buka usaha sendiri, tentunya setelah dia merasa yakin bisa buka usaha sendiri dan menjalankannya sendiri. Keputusan sudah bulat, akhirnya sebagai langkah awal dia membuka usaha di sekitar daerah usaha bosnya. Sayang tak berapa lama, akhirnya sang bos tahu, bahkan dia didatangi dan disarankan tidak membuka usaha di dekatnya.

Karena penghormatannya kepada sang bos, dan dia merasa bersyukur telah mendapatkan banyak pelajaran dari sang bos, Cak Tio pindah ke Kota Bekasi dan memulai usaha baru di awal tahun 1991 dengan membuka gerai warung Bakso Malang Asli merk Cak Tio. Singkat cerita, perjalanan usaha dagangnya lumayan berkembang hingga lebih dari 3 cabang dia mulai buka dan kelola sendiri beserta keluarganya dari kampung.

Tapi tak berlalu lama, seperti nama usahanya,  "malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih" (yang jelas bakso Malang memang susah ditolaknya... hehehe, prinsip dasar semangat), saat kejadian kerusuhan di tahun 1998, beberapa warungnya jadi korban penjarahan. Jatuh bangun berulang kali ini semakin menempa dirinya dan Cak Tio kembali hendak bangkit membangun usahanya yang porak poranda karena situasi politik itu.

Walau tak dimulai dari awal, namun bermodalkan tempat dan lahan saja tak cukup, dia membutuhkan modal tambahan untuk pengembangan usaha. Baginya hal yang terpenting saat itu adalah kualitas rasa. Semakin hari dia semakin perketat produksi, mulai dari pembelanjaaan bahan pokok daging sapi hingga proses produksi bakso dan lainnya, sehingga terkadang dia dianggap terlalu keras terhadap anak buahnya.

Cak Tio tetap maju dengan menanamkan semangat kerja yang lebih tinggi mencontoh dari perjalanan hidupnya yang keras. Kini dia tinggal menikmati hasilnya. Satu per satu cabang usaha warungnya meningkat hasilnya seiring dengan bertambahnya pelanggan yang mulai mengakui betapa nikmat dan lezatnya bakso malang asli olahan tangannya itu.

Untuk memperkuat merk, Cak Tio mulai mendekorasi dan melakukan pemasaran produk bersama beberapa koleganya. Memasang merk Bakso Malang Asli "Cak Tio" Veteran 66 untuk cabang utamanya, Cak Tio mendapat semangat baru. Kata-kata Lebih baik daripada yang di Bandung sebagai semangat baru usahanya.

Gak percaya dengan kata-katanya? Padahal banyak lho dari pelanggannya yang pernah menikmati bakso malang yang ada di mall-mall dan terkenal dari Bandung, ternyata dibandingkan dengan bakso malang olehannya jauh habis masalah rasa. Kalau Bakso Malang Asli Cak Tio, Mahal harga, gak ada cerita!

Masalah kesejahteraan karyawan bagi Cak Tio adalah hal yang utama. Lelaki beranak dua ini menambahkan bahwa kesejahteraan karyawan adalah hal terpenting untuk meningkatkan keberkahan usaha. Dirinya mengakui terkadang di luar gaji yang mereka dapatkan dia menambahkan uang di luar amplop yang pastinya akan menambah semangat dan motivasi bekerja.

Terutama buat mereka yang berprestasi, sehingga secara tidak langsung juga akan meningkatkan kualitas pelayanan mereka terhadap pelanggan. Semakin pelanggan terpuaskan maka semakin baik lah citra Bakso Malang Asli Cak Tio di mata pelanggan. "Yang seperti ini saya dapatkan ketika saya masih bekerja dulu, dimana saat saya memberikan pelayanan lebih dan khusus, pelanggan tidak jarang yang memberi saya uang tips karena puas dengan servis yang saya berikan," akunya mengenang masa kerjanya dulu.

Tertarik mendapatkan sesuatu yang lebih dari sekadar makan bakso Malang asli? Kunjungi dan hubungi Bakso Malang Asli Veteran 66 Cak Tio atau mau order pesanan dan reservasi tempat ditelpon saja pada no  
0812.9181.453 - (021) 9599.5354
Buruan datang ke sana.... memang rasanya JAUH LEBIH DARIPADA YANG DI BANDUNG.... hehehehe!
Sidik Rizal - kulinerkuliner.com

Jumat, Oktober 01, 2010

Mie Ayam Pak Dhe Bintara VIII Bekasi

Oenak Rasane, Gurih tur Muarreeeeemmm Tenan...!

 

Bintara - kulinerkuliner.com
KELEZATAN sebuah sajian sebenarnya ada di bumbu dan bagaimana pembuatannya. Bila bumbunya saja sudah berani (tidak ada kompromi) maka tinggal bagaimana mengolah sajiannya dengan penuh rasa menjadi syarat berikutnya.


Meski sebuah warung makan sederhana seperti Mie Ayam Pak Dhe yang berlokasi di jalan Bintara VIII ada di sebuah kampung yang agak jauh dari keramaian, tetapi kelezatannya yang kondang tak bisa dibatasi. Itulah yang dialami oleh pengusaha kuliner ringan yang akhirnya beralih menjadi pedagang mie ayam. Sang pemilik yang bernama asli Sunarno dan akrab dipanggil Pak Dhe ini memang pernah berbisnis catering kue-kue basah dengan PT Astra Motor International. Sebagai supplier makanan ringan berupa kue basah seperti lontong, tahu isi, piscok, uli goreng hingga bakwan ini pernah mensuplai sedikitnya 2000-an potong kue basah per harinya buat perusahan otomotif besar Indonesia itu.

Dari kontrak orderan suplai makanan ringan inilah, Pak Dhe membangun fasilitas penunjang untuk membuka warung mie ayam yang lebih lengkap. Mulai dari kanopi, jet-pump hingga gerobak mie ayam. Kebetulan ada satu keluarganya yang membuka usaha industri mie basah khusus untuk mie ayam. Pak Dhe memutuskan untuk membuka warung mie ayam bersama istrinya setahun lalu. Akhir lebaran tahun 2010 ini ia dan keluarganya mendapat berkah dari usaha mie ayam yang tak terlalu melelahkan seperti usaha kue basahnya. Ya di usianya yang sudah senja, Pak Dhe lebih menyukai buka warung mie ayam agar tak terlalu lelah.

Bu Dhe sendiri mengatakan, "Yang buat kami bisa enjoy menjalankan usaha warungan ini." Semenjak mendapatkan kontrak catering makanan ringan dengan PT Astra kemudian mereka menghentikan dengan alsan terlalu capek, mereka merasa perlu buka usaha yang tidak terlalu memforsir tenaga dan konsentrasi.

Pak Dhe, lelaki kelahiran Jakarta, 7 Oktober 1953 yang berdarah Pacitan ini juga mengakui keputusannya buka usaha warung mie ayam ditunjang oleh keahlian Bu Dhe memasak aneka masakan. "Yang penting berani dalam bumbu, tapi juga tidak terlalu berlebihan." sela sang istri di tengah perbincangan kami.


RAHASIANYA ADA DI BAHAN BAKU MASAKAN MIE AYAM

Ada beberapa hal yang menjadi perhatian kulinerkuliner.com, yang pertama adalah bahan baku mulai dari bahan pokok hingga bumbu rempah-rempah. Mulai dari cabe rawit merah dan bumbu-bumbu rempah. Bu Dhe selalu belanja secara khusus saat memilih.

Ketika harga cabe rawit melonjak saja, Bu dhe dan Pak Dhe merasakan berkah usahanya saat belanja jauh-jauh hari sebelum lonjakan harga. "Saat itu harga cabe rawit masih sepuluh ribu per kilonya," ungkap Pak Dhe. Karena seringnya beli cabe per harinya dan bersisa, maka Bu Dhe menjemur cabe-cabe yang berkualitas terbaik, kemudian setelah itu disimpan dalam lemari pendingin. Jadi saat harganya melonjak tajam, mereka tetap tenang tak kuatir dengan bahan baku sambel mie ayamnya. Memang makanan apapun, sambel adalah kunci dari lezatnya sebuah sajian, apapun itu.

Kemudian juga ayamnya. Bu Dhe selalu membeli ayam khusus mie ayam, yang biasanya dijual kiloan. Meski dari jenis ayam negeri, dagingnya memang dikhususkan untuk racikan potongan khusus buat mie ayam. "Kalau ayam kampung biasanya akan 'mempes' (bahasa Jawa= menyusut) sedangkan ayam khusus petelur ini tidak demikian." tambahnya meyakinkan.

Di samping itu mie ayamnya yang diambil secara khusus dari saudaranya yang punya industri mie rumahan. Karena tanpa pengawet, maka mie basahnya disimpan dalam freezer khusus sehingga awet untuk pemakaian seminggu. Rasa dan tekstur terjaga karena Bu Dhe diberi tahu rahasianya dari seorang pengusaha Cina yang berdagang khusus mie.

Sedangkan sawinya juga merupakan belanja pilihan Bu Dhe yang biasanya mempunyai batang tangkai pendek dan muda. "Kami tidak pernah memilih sawi tua atau yang berbatang panjang," ungkap Pak Dhe. Karena di samping pelanggan lebih suka dengan daun sawinya, kalau ditimbang jumlahnya lebih banyak daun sawi muda yang berbatang pendek dibandingkan dengan yang tua dengan harga yang sama, jelas lelaki beranak 1 dan bercucu 2 orang ini.

Seperti biasanya, kurang afdhol kalau saya tidak mencoba nikmatnya mie olahan Bu Dhe yang asli kelahiran Boyolali ini. Kebetulan keluarga Bu Dhe juga jago masak, sehingga bakat masaknya ini sudah turun temurun. Dan saat saya mencicipi mie ayam Pak Dhe... hmmm benar saja... Oenak Rasane... Gurih tur Muarem Tenan....!!! (Hehehehe  jago kan bahasa Jawa gue?)

Warung sederhana Mie Ayam Pak Dhe sangat kebetulan berdekatan dengan SDN Bintara IV dan V serta SMPN 14 Bekasi dan sebuah STM. Jadi bilang siang hari warung ini diramaikan oleh anak sekolah. Hal ini karena harga mie ayam per porsinya adalah Rp 5.000,- sementara Mie Ayam komplit plus bakso cuma Rp 7.000,- dan bakso saja 3 butir cuma Rp 3.000,- "Maklum lah murah Mas," papar Pak Dhe. "Harga di kampung mana bisa mahal-mahal... nanti pelanggan kapok!" katanya sambil tertawa.

Melihat pelanggan serta rasa mie ayamnya wajar saja sehari Pak Dhe bisa menghabiskan sedikitnya 3 kg mie. "Bila tanggal muda bisa mencapai 4 sampai 5 kg mie per harinya," tambah Bu Dhe.

Bila Anda tertarik untuk antar pesan di sekitar wilayah Bintara VIII dengan minimal pesanan 10 mangkok, bisa langsung menghubungi (021) 889.3634 dengan Pak Dhe Sunarno.

Sekali Anda mencoba, pasti Oenak Rasane, Gurih tur Muarreeemmm tenan!!!

Sidik Rizal - bukankelanakuliner.com

Sabtu, September 18, 2010

Mie Ayam Taewo HSA Futsal Kuliner

Mie Ayam Betawi Terlezat di Pondok Kopi
Segurih Mie Ayam Bangka Asli dengan Resep Ala Solo - Betawi


Rasa lapar bagi siapa saja adalah tanda harus diisinya perut dengan makanan. Khusus bagi olahragawan seperti pemain futsal setelah mereka bertanding, rasa lapar dan haus harus segera diatasi dengan makan dan minum instant yang tidak melupakan faktor kesehatan. Salah satu tempat futsal terkenal di kawasan Pondok Kopi tepat nya HSA futsal milik H. Harun Sofyan Agung menyediakan warung kuliner yang memenuhi hal tersebut. Warung-warung kuliner yang berjumlah 12 blok ini memang diharuskan memenuhi standar kesehatan dan higienitas khusus para olahragawan.

Salah satu warung favorit pilihan para pemain futsal setelah mereka berolahraga adalah warung makan Mie Ayam Taewo yang terletak di lokasi blok paling ujung barat dari jejeran kedai kuliner HSA. Warung Mie Ayam Taewo yang dimiliki pak Mulyadi ini dikelola sendiri olehnya. Menurut pak Mul, panggilan akrabnya, sewa blok kulinernya relatif murah cuma Rp 6 juta/tahun. Tapi perputaran pelanggan lumayan tinggi dalam waktu 7 bulan terakhir ini. Bahkan hingga bulan puasa lalu, tak jarang banyak pelanggannya yang makan sahur di warung sederhananya itu.

Melihat namanya Mie Ayam Taewo, kulinerkuliner.com jadi teringat dengan salah seorang pemain sepakbola bek asal Nigeria Taye Taewo yang bermain di Marseille pada Ligue 1 Perancis yang diisyukan mau ditransfer ke Liverpool maupun Tottenham Hotspur dalam bursa transfer pemain kelas dunia. Dan ketika kami tanyakan kenapa menggunakan nama tersebut, pak Mulyadi justru menjelaskan bahwa Taewo adalah bahasa Jepang yang berarti "Selamat Datang". Masak seh? Bukannya selamat datang itu Yōkoso?

Terlepas dari namanya yang unik, Warung Mie Ayam Taewo memang mempunyai persyaratan sebagai makanan cepat saji yang menyehatkan. Di samping kelezatan mie ayamnya, yang perlu dicatat adalah condiment yang disajikan berupa sambal khas buatan pak Mulyadi yang mungkin tak ada di tempat lain. Sambal khas Mie Ayam Taewo adalah sambal saos khusus campuran dari saus botolan merk Belibis (termasuk yang termahal di kelasnya) plus gerusan cabe rawit merah keriting yang diblender halus tanpa biji. Saus sambal khusus buatan pak Mulyadi ini tidak membuat kita sakit perut, bahkan pedasnya menjadikannya sebagai pilihan favorit para pemain futsal setelah mereka berolahraga.

Rahasianya adalah pada proses pembuatan bumbu sambalnya dimana cabe rawit merah keritingnya dibuang pangkalnya kemudian batangnya dipotekin (red:.dipatah-patahin dengan tangan bukan dirajang dengan pisau) kemudian baru dibersihkan dari biji cabainya dan digerus halus kemudian dicampur dengan saus sambal cap Belibis. Hmmmmmm.... kayaknya perlu ditiru deh... abis rasa sambalnya saja sudah gurih. "Oh iya jangan lupa dicampur dengan beberapa siung bawang putih biar wangi tentunya!" ungkap lelaki yang gemar jadi wasit (atau pelerai tepatnya) bila ada pemain futsal yang saling berkelahi (hehehehe... hobi favoritnya bila ada yang berkelahi).

Namun hal istimewa   lainnya adalah kecap manisnya. Kecap manis pilihan pak Mulyadi adalah Kecap Bango. Menurut pak Mulyadi, rasa kecap ini memang pas dengan gurihnya Mie Ayam keriting  buatannya. Uniknya lagi, pak Mulyadi, lelaki kelahiran Jakarta 2 Februari 1971 ini mengakui bahwa mie ayam keritingnya sebagai Mie Ayam biasa saja yang mirip dengan Mie Ayam Bangka. Hehehehe... lumayan cerdik pilihan kata bapak dari 3 anak ini.

Gak peduli mau seperti apa tagline dari jargon promosinya, bagi kulinerkuliner.com yang penting adalah bagaimana rasa mie ayamnya yang konon sangat disukai para pemain futsal di Pondok Kopi itu. Mie ayam keriting buatan pak Mulyadi lumayan lezat, apalagi dicampur dengan rajangan ayam rebus plus jamur merah kemudian dicampur juhi (cumi putih) dan udang yang ditumis bersama dan dijadikan pangsit rebus. Wah ini seh kelezatan mewah sajian hotel dengan harga terjangkau bagi para pemain futsal atau siapapun pengunjung HSA Kuliner Pondok Kopi.

Harga satu porsi Mie Ayam Taewo adalah Rp 10.000,- sedangkan yang komplit dengan bakso dan pangsit cuma dipatok Rp 15.000,- Untuk pangsit rebusnya cuma dipatok Rp 6.000 satu porsi isi lima potong pangsit. Sedangkan Mie Ayam Biasa ala Pak Mul, cuma dipatok Rp 9.000,- Gimana? Murah kan... pastinya lagi warung mie ayam ini buka hingga larut malam hingga para pemain futsal bubaran. Hmmm mantap lah... bila di siang hari kita gampang mencari makanan mie ayam di manapun kita berada, maka kayaknya kalau mau mencari mie ayam lezat di malam hari tak perlu bingung lagi. Area Futsal HSA Kuliner kawasan Pondok Kopi tersedia Mie Ayam Taewo hingga larut malam.

Atau Anda mau pesan antar khusus untuk kawasan Pondok Kopi dan Bintara hingga Penggilingan khususnya pada waktu malam hari, Anda bisa memesan melalui telepon langsung dengan pak Mulyadi di nomor 0817.495.4108. Kapan lagi bisa merasakan kelezatan Mie Ayam Keriting yang seperti mie ayam Bangka ini dengan harga terjangkau dan bisa diantar pula. Sayangnya pak Mulyadi hanya mau mengantarkan untuk pemesanan di atas 10 porsi sementara waktu ini. Gak papa lah! Kan sesuai dengan kenikmatannya bukan?

Sidik Rizal - kotabekasi-news.blogspot.com

Minggu, Agustus 08, 2010

MIE AYAM BANGKA "ANDI" SENTRA BISNIS KHI

Apa Rasa ABON SAPI campur BAKSO SAPI dalam MIE AYAM BANGKA?


Bekasi - kulinerkuliner.com
Pencarian kelanakuliner belum berakhir untuk makanan unik dan lezat di kawasan kota Bekasi. Tepatnya di kawasan Sentra Bisnis Kota Harapan Indah, ada satu sajian yang sebenarnya biasa saja, namun ramai oleh pengunjung setiap akhir pekan. Padahal sajian warung kaki lima yang bongkar pasang ini hanyalah sebuah warung Mie Ayam Bangka.

Lalu apa istimewanya? Yang jelas adalah rasa dan harganya serta waktu buka operasinya hingga pagi hari pada setiap malam-malam akhir pekan di hari Jum'at, Sabtu dan Minggu.

Mie Ayam Bangka "Andi" sebenarnya tidaklah beda dengan warung kaki lima mie ayam Bangka lainnya di wilayah Bekasi. Tapi di Sentra Bisnis Kota Harapan Indah memang cuma ada 2 warung kaki lima Mie Ayam Bangka. Jadi cuma Mie Ayam Bangka "Andi" dan yang lainnya bernama Mie Ayam Bangka "Roy". Kedua-duanya asli orang Jawa (dan jangan tanya kenapa bukan orang Bangka Asli?).

Mie Ayam Bangka "Andi" sebenarnya adalah sebuah resto mie ayam milik Andi yang letaknya di kawasan Harapan Indah. Edi dan Roy adalah karyawan yang bekerja di resto bakmi tersebut. Setelah beberapa tahun, Edi dan Roy mulai menjajakan mie ayam Bangkanya berkeliling dengan gerobak dorong untuk belajar lebih mandiri. Setelah lebih dari 3 tahun, mereka pun mulai mendapatkan tempat di sekitar area Sentra Bisnis. Baik Edi dan Roy mereka mulai menetap dan buka Mie Ayam Bangka dengan merk masing-masing. Bila Roy mencantumkan namanya, maka Edi lebih menyukai nama bosnya, Andi, sebagai merk warungnya.

Meski keduanya menyajikan mie ayam khas ala Bangka, tapi Edi mencoba sesuatu yang baru. Mie Ayam Abon Sapi. Dan justru sajian inilah yang menjadi unggulan menunya. Menu inipun dia keluarkan setelah dia mendapat masukan dari seorang temannya untuk menambahkan menu abon sapi di mie ayam bakso sapinya.

Di sinilah keunikan rasanya. Mie Bangka yang dipenuhi dengan cincangan daging ayam bersaus kecap manis dan asin. Cincangan daging ayam tanpa tulang dan lemak ini merupakan ciri khas mie ayam bangka pada umumnya. Kalau beberapa menu bakmie khas Bangka ada yang menggunakan minyak atau daging babi, tidak demikian halnya dengan Mie Ayam Bangka Andi maupun Mie Ayam Bangka Roy yang ada di Sentra Bisnis KHI ini.

Di samping daging ayam cincangnya yang memenuhi mangkuk mie (bisa jadi kwetiaw atau bihun sesuai pilihan) ada setumpuk abon sapi yang gurihnya khas dan menambah kelezatan mie ayam bangka yang bercampur tauge ini. Dengan bakso kuah di mangkuk kecil terpisah serta sambal khas cabe rawit merah yang super pedas (ada juga sambel cabe rawit hijau sebagai mpilihan) membuat mie ayam Bangka "andi" ini lebih pas dinikmati pada malam hari. Malam dingin memang lebih nikmat bila kita menikmati mie ayam Bangka yang terasa super pedas dan lezatnya campuran daging ayam cincang, abon sapi dan bakso sapi. Hmmmm... bisa kan Anda membayangkan sensasi campuran olahan daging tersebut?

Mau mencoba sensasi campuran daging abon sapi yang gurih manis dan renyah dengan daging ayam cincang yang empuk dan lezat bersama bakso sapi yang ok punya? Silakan hubungi mas Edi di (021) 9346.1965 atau 0857.807.49559

Sajian menu di Mie Ayam Bangka Andi adalah:
- Mie Ayam + Pangsit + Bakso + Abon Sapi = Rp 15.000,-
- Mie Ayam + Abon Sapi = Rp 12.000,-
- Mie Ayam + Pangsit = Rp 12.000,-
- Mie Ayam + Bakso = Rp 12.000,-
- Mie Ayam biasa = Rp 9.000,-

- Kwetiaw Ayam + Pangsit + Bakso + Abon Sapi = Rp 15.000,-
- Kwetiaw Ayam + Abon Sapi = Rp 12.000,-
- Kwetiaw Ayam + Pangsit = Rp 12.000,-
- Kwetiaw Ayam + Bakso = Rp 12.000,-
- Kwetiaw Ayam biasa = Rp 9.000,-

- Bihun Ayam + Pangsit + Bakso + Abon Sapi = Rp 15.000,-
- Bihun Ayam + Abon Sapi = Rp 12.000,-
- Bihun Ayam + Pangsit = Rp 12.000,-
- Bihun Ayam + Bakso = Rp 12.000,-
- Bihun Ayam biasa = Rp 9.000,-

- Pangsit + Abon + Bakso Kuah = Rp 10.000,-

Sabtu, Juli 03, 2010

Mie Keriting Gang Kelinci Dalam Bulevar Hijau

Mie Legendaris Itu Ada di Kota Harapan Indah
Bakmi Gang Kelinci Dalam
Blok B2 No.25
(samping Pecel Lele Lela)
Ruko Boulevard Hijau
Kota Harapan Indah Bekasi
Telp. (021) 9473.9764

Bulevar Hijau - Kota Harapan Indah - www.kelanakuliner.blogspot.com
Sebuah legenda masakan pasti laku jaminannya bila buka di daerah manapun. Tapi sebelumnya kita harus teliti dulu apa benar tidaknya tempat makanan tersebut terhubung langsung atau tidak dengan sang legenda. Sebagai satu contoh, siapa yang tidak kenal dengan legenda bakmie di Pasar Baru Jakarta Pusat, yakni Bakmi Gang Kelinci dan Bakmi Gang Kelinci Dalam.


Bakmi Gang Kelinci Dalam atau juga yang dikenal dengan nama Bakmi Soen Yoe,  yang justru lebih dahulu berdiri daripada Bakmi Gang Kelinci Abun yang ada di sebelah jalur utama Passer Baroe, dan terkenal sejak jaman Bung Karno masih jadi presiden RI dulu. Busyet deh lama banget yah?

Biar lebih afdhol lagi, kelanakuliner langsung tanya dengan pengelola Mie Keriting Gang Kelinci Dalam, yang ada di bilangan Boulevard Hijau Kota Harapan Indah, Blok B2 No. 25. Sungguh suatu kebetulan sang pengelola ternyata bernama Koh Abun (namun setelah ditelisik lebih jauh, dia mengaku gak ada hubungan saudara dengan pemilik Bakmi Aboen Passer Baroe loh!)

Lelaki berpenampilan sederhana dan murah senyum ini mengatakan bahwa dulu dia sempat bekerjasama dengan pemilik Bakmi Gang Kelinci Dalam saat buka cabang di Bali selama 12 tahun (busyet lama banget tuh Bakmi Gang Kelinci Dalam di Bali...) dan saking terkenalnya, sepertinya Bakmi Gang Kelinci Dalam begitu identik sebagai makanan khas masyarakat Bali. Khususnya Kota Denpasar Jl. Teuku Umar pasti tahu yang namanya Bakmi Gang Kelinci Dalam. Sayang usaha itu kini tidak lagi berlanjut. Penjualan anjlok yang disebabkan kasus peledakan bom Bali tahun 2002 membuat Koh Abun kehilangan banyak pelanggan yang kebanyakan pendatang maupun turis lokal, demikian pengakuan lelaki yang punya 2 anak semenjak tinggal di Bali ini.

Koh Abun pun pindah ke Taman Modern dekat SD Katholik Sang Timur selama 5 tahun tepatnya hingga tahun 2008. Akhir 2008 barulah ia pindah ke Boulevard Hijau buka tempat baru dengan menu unggulan baru selain bakmi ayamnya yang terkenal itu.

Menu unggulan barunya yang ditambahkannya adalah Ayam Bakar Siram, Ayam Goreng Mentega, Ayam Goreng Asam Manis dan Ayam Goreng Tepung. Tak lupa Ayam Goreng Kriuk yang menyerupai ayam goreng kremes khas Jawa (ya tengah ya timur, tapi rasanya agak sedikit berbeda... Cobain deh!)

Menu bakminya yang terkenal itu adalah Mie Mangkok Ayam Jamur, Mie Ayam Jamur, Mie Ayam Jamur Pangsit/Baso atau Mie Kuah Masak, Mie Goreng Ayam hingga Mie Goreng Ayam/Seafood. Harga yang dipatokpun sangat terjangkau, mulai dari yang termurah Rp 9.000,-( Mie Ayam Jamur) hingga yang termahal Rp 19.000,- (Mie Goreng Ayam/Seafood). Kesemua mie keriting adalah buatan sendiri tanpa pengawet sama sekali jadi begitu terasa keaslian dan kesegarannya.
Di samping menu mie unggulannya, Koh Abun menyediakan pilihan sajian pengganti mienya seperti bihun, kwetiaw. Termasuk menu populer seperti Nasi Goreng Ayam, Nasi Goreng Seafood, Nasi Capcay, Nasi Sapo Tahu dan bahkan Nasi Uduk.

Khusus untuk menu Ayam Bakar Siramnya, kelanakuliner boleh acungkan satu jempol. Ayam Bakar Siram yang disiram dengan kuah bumbu kacang begitu sangat terasa rempah kencurnya,. Kelezatan bumbu dan gurihnya ayam bakar begitu pas dengan setangkup nasi putih. Kebetulan kelanakuliner menikmati nya dengan Mie Keriting bersama anak tercinta Lulu Ammantsura. Kedua porsi menu tersebut tandas habis dan diakhiri minuman favorit kami... "Apapun enaknya Tehbotol Sosro!" Hehehehe... iklan terselubung, Cuy! Prikitiuw

Pada pokoknya kalau mau coba menu unggulan sang legenda dari Mie Keriting Gang Kelinci Dalam ala Koh Abun silakan kunjungi restonya yang terletak tepat di samping Pecel Lele Lela Cabang 19 Boulevard Hijau Kota Harapan Indah atau bisa juga Anda pesan via telepon (021) 9473.9764 untuk paket kiriman antar pesan.

Sidik Rizal - bekasi-online.com

DELIVERY SERVICE : (021)30565629 - HOTLINE: (021)606.36235 - 081385.386.583


Waroeng d'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]