Tampilkan postingan dengan label Soto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Soto. Tampilkan semua postingan

Senin, April 25, 2011

Soto Tangkar H. Ahmad Mochtar

Kelezatan Legendaris Asli Bekasi sejak 1965

H. Ahmad Mochtar
Bekasi - bukankelanakuliner.com
Boleh jadi sebagian besar warga Bekasi sudah mengenal warung makan sederhana ini karena kelezatannya Soto Tangkar H. Ahmad Mochtar, karena warung soto khas Bekasi ini sudah berdiri sejak tahun 1965. Itu berarti jauh sebelum Kota Bekasi ada. Namun adakah yang tahu sejarah sang pemilik usaha yang sukses menjadi salah satu warung jajanan terlaris pada Festival Jajanan Bango Legenda Kuliner Nusantara di alun-alun UPTD II Kota Bekasi hari Sabtu (23/4/2011) lalu.

Ramainya Festival Jajanan Bango
Mengenai namanya H. Ahmad Mochtar ini, jangan sampai kita salah membaca dengan nama Walikota Bekasi, Mochtar Mohamad, karena beda orang beda nasib dan beda rezeki cuma nama nyaris serupa. Kan nggak lucu, jika di kemudian hari timbul gosip atau pemberitaan aneh bahwa walikota Bekasi dulunya adalah pedagang soto tangkar, atau berita lainnya seperti, walikota beralih profesi menjadi pedagang soto tangkar.

Antri hingga omzet 25kg tulang daging
Jelas hal ini merugikan bukan? Ya merugikan si pedagang soto tangkar, H. Ahmad Mochtar, karena nama baiknya selama ini rusak ketika disamakan dengan tokoh yang sedang bermasalah dengan KPK dan diduga terlibat korupsi. Bisa Anda bayangkan apa kata dunia, saat melewati warung Soto Tangkar H. Ahmad Mochtar, orang terbersit pikiran apakah ini hasil korupsi APBD dan dugaan kasus suap untuk memperoleh piala Adipura? "Amit-amit deh, naudzubillahi min dzalik!" ujar salah orang anggota keluarga pedagang soto tersebut sambil tersenyum geli.


Soto Tangkar daging, tulang,  kadang jerohan sapt
Sebagai pedagang warung yang pertama kali mengikuti program Festival Jajanan Bango legenda kuliner Bekasi, H. Ahmad Mochtar merasa bangga dan tak menduga begitu besar animo masyarakat terhadap dagangannya yang habis tuntas, sehingga jatah untuk wartawan media dan panitia penyelenggara Kecap Bango sampai tak kebagian.

Meski sudah berhasil menghabiskan sedikitnya 25 kg daging dan tulang sapi, Warung Soto Tangkar khas Bekasi ini tak mendapat predikat jajanan terbaik. Padahal dalam acara bergengsi itu, warung Soto Tangkar khas Bekasi termasuk salah satu peserta festival yang mempunyai pelanggan terbanyak.

Resep turun temurun keluarga Hj. Echa
H. Ahmad Mochtar tak menduga animo masyarakat begitu besar terutama para pengunjung dari warga Bekasi. Sehingga keluarganya yang kini buka dua cabang warung soto, terpaksa mengambil semua persediaan daging dan tulang untuk soto tangkar demi melayani pelanggan yang membludak datang berkunjung.

Hj. Echa, istri dari H. Ahmad Mochtar mengungkapkan bahwa mereka memang baru pertama kali mengikuti acara festival kuliner legendaris yang jadi program bulanan rutin KEcap Bango di beberapa kota ini. "(Kami) sekeluarga benar-benar kewalahan dan gak ngira banyak bener pengunjungnye padahal baru ikutan pertama kali," ungkap wanita yang memiliki anak sembilan orang ini dengan logat kental Bekasinya. "Sampe-sampe, anak-anak saya menarik semua bahan baku dari warung sama nyang di Rawalumbu berkali-kali." imbuhnya sumringah.

Soto daging babat, sop tangkar H.M.Muchtar
Kalau dihitung-hitung, 1 kg daging tulang sapi bisa jadi 10 porsi soto tangkar yang dihargai Rp 12.000,- untuk pembeli yang membawa bungkusan kosong Kecap Bango dihargai Rp 10.000,-. Paling tidak pada festival jajanan kaki lima tersebut, Soto Tangkar H. Ahmad Mochtar meraup omzet sekitar Rp 10.000,- x 10 porsi x 25 kg daging tulang = Rp 2,5 juta. Hmmm... suatu prestasi yang lumayan, bukan? Subhanallah... hasil dari keberkahan sebuah usaha yang sudah puluhan tahun ditekuni.

Wajar saja, Warung Soto Tangkar H. Ahmad Mochtar diundang kembali oleh panitia penyelenggara Kecap Bango, untuk bisa mengikuti acara serupa bulan berikutnya di Kota Sidoarjo. Tentunya hal ini pun dipertimbangkan musyawarah keluarga untuk bisa mengikuti acara tersebut.

Kembali ke sajian khas Bekasi, Soto Tangkar yang terbuat dari daging dan tulang sapi ini adalah sajian dari resep keluarga yang turun temurun diberikan. Lebih jauh tentang kisah menarik perjuangan Hj. Echa, istri H. Ahmad Mochtar yang telah berdagang soto tangkar bersama ayahnya yang akrab dipanggil Engkong oleh keluarganya bisa dilihat di Kisah Pedagang Soto Tangkar Legendaris Khas Bekasi i profiltokohkita.com

Soto Tangkar H. Ahmad Mochtar ini bukan saja lezat tapi juga sulit dicari tandingannya di kawasan Bekasi. Mengapa dia bisa bertahan dari tahun 1965, karena rasanya yang begitu gurih dan pas di lidah orang Bekasi. Belum lagi dengan harganya yang sangat murah, membuatnya menjadi salah satu makanan rakyat yang bisa menjadi alternatif pilihan makanan populer.

Jika Anda tertarik untuk menikmati kelezatan daging dan tulang soto tangkar H.Ahmad Mochtar silakan saja datang berkunjung ke jalan baru underpass Durenjaya (tepat di belakang RS Bella) atau di cabang pertamanya di Ruko (dekat Genada) Jembatan Nol Rawalumbu, Bekasi Selatan. Hanya dengan membayar Rp 12.000,- Anda sudah bisa menikmati nikmatnya makanan asli khas Bekasi yang legendaris. Atau untuk pemesanan acara pesta, silakan hubungi Siti Rohmah 081.385.386.583 atau dengan Muhajirin 0813.1839.6478

SidikRizal - kulinerkuliner.com

Senin, Januari 10, 2011

RM Soto Marmer: Soto Ayam Bakar vs Mie Ayam Soto Bogor

1000 Cara Menikmati Kelezatan Unik Soto
Pernah Mencoba Mie Ayam Soto Bogornya, Seperti Apa Tuh?

Sensasi Baru Soto Ayam Bakar Rp 15.000,-
Jakarta - webrizal.com
Pernahkan Anda membayangkan bagaimana menikmati ayam bakar yang biasanya Anda makan dengan tangan, kini harus disantap dengan kuah soto yang gurih dan pas bercampur ayam bakar?

Anda bisa bayangkan seribu cara untuk menikmatinya. Mau Anda geragoti (bahasa paan neh? "Geragotin" kedengarannya ngampung banget yah?) atau mau dipotong-potong dengan pisau makan atau ditusuk garpu dan disayat dengan sendok sambil menyeruput kuah gurihnya?

1000 Cara Menikmati Soto Ayam Bakar

Bila Anda berkunjung ke Soto Marmer, maka di warung makan sederhana yang berlokasi di depan Kampus Budi Utomo Pondok Kopi ini akan memberikan pilihan aneka soto nusantara yang pernah ada. Salah satunya adalah menu inovasi sang pemilik H. Artha Indra, yakni Soto Ayam Bakar ala Soto Marmer.

Selain Soto Ayam Bakarnya yang memang mantap dan unik rasanya, Anda juga bisa mencoba sensasi baru menu Mie Ayam Soto Bogor. Menu mie ayam ini dijamin lain daripada menu ayam biasa. Sensasi mie kuning dengan sentuhan kuah soto mie Bogor begitu kental, terasa unik dan bakalan jadi menu favorit Anda yang baru setelah Anda mencoba mengunyah habis potongan ayam suir ala mie ayam pada umumnya.

Mie Ayam Bogor,  kelezatan mie kuning kuah soto
Seperti yang sudah dikenal banyak orang Mie Ayam biasanya menyajikan mie rebus dengan kuah bening dan taburan potongan ayam yang lezat yang terkadang ditambah bakso dan pangsit. Tidak demikian halnya dengan Mie Ayam Soto Bogor. Mienya yang dipakai adalah mie kuning yang sedikt berbau kapur dengan kuah soto mie bogor yang lumayan pedas dan lezatnya begitu menendang.

Bau kapur dari mie yang dikocok dengan kuah panas seolah tenggelam dengan wanginya potongan daun bawang dan harumnya kuah soto mie Bogor yang begitu kuat. Belum lagi sensasi rasanya yang begitu baru di lidah saya, seolah saya sedang makan soto mie Bogor dengan sensasi daging ayam yang lezat entah bagaimana. Sepertinya Anda harus me ncobanya untuk bisa mengerti gambaran rasa yang saya tuliskan ini.

Dua sajian baru dan unik ala H. Artha Indra ini memang salah satu menu baru yang mau dijadikan aikon dari warung Soto Marmer. Mie Ayam Soto Bogor serta Soto Ayam Bakar. Sebenarnya masih ada satu lagi sensasi rasa unik inovatif yang harus dicoba, yakni Soto Ayam Bogor.

Semua orang Bogor tahu seperti apa sih menu Soto Mie Bogor yang sering menggunakan potongan kikil plus jeroan sapi atau kambing (biasanya sapi). Kini menu soto mie itu diganti dengan daging ayam serta mienya dihilangkan, maka jadilah menu baru nan inovatif, Soto Ayam khas Bogor. Hmmmm mantap pedasnya begitu pas dirasa dengan suwiran ayam goreng yang menciptakan sensasi tersendiri. Gak usah banyak komentar, sepertinya Anda belum disebut pencinta soto sejati sebelum mencicipi Soto Ayam Bogor ala H. Artha Indra ini.

Tertarik mencobanya? Silakan kunjungi Warung Makan Soto Marmer di jalan Mawar Merah seberang pertigaan Perumahan Malaka Pondok Kopi. Anda tak akan pernah rugi mencicipi menu soto unik di sana. Nantikan saja aneka menu unik soto nusantara lainnya.

Sidik Rizal bukankelanakuliner.com

Minggu, Juni 06, 2010

Rekomendasi Soto Kelana Kuliner Ikut Festival Soto Jakarta

Jakarta Bekasi, www.kelanakuliner.co.cc
Tak terasa sudah berjalan hampir 2.5 tahun kelanakuliner meliput tentang warung makan, rumah makan, kafe dan tempat makan mulai dari kelas kaki lima hingga bintang lima ternyata sudah dapat pengakuan dari beberapa pihak media televisi maupun media massa cetak. 

Salah satu yang menjadi rekomendasi untuk dipakai databasenya adalah pada penyelenggaraan acara festival soto di Kota Tua Jakarta. Pihak event organizer dari Warta Kota (Kompas group) meminta kelanakuliner untuk membantu peneyediaan database serta akses ke wisata jajan yang menjual semua makanan jenis soto. Mulai dari Soto Boyolali, Cotto Makassar, Soto Betawi, Soto Lamongan, Soto Banjar dan banyak lagi lainnya. Alhamdulillah mereka bisa mengikuti acara yang memang ingin melestarikan budaya wisata kuliner Indonesia.

Setiap pemilik usaha soto nusantara ini diwajibkan menyediakan sedikitnya 200 porsi soto untuk disajikan kepada para pengunjung dengan harga antara Rp 15.000 s/d 20.000,-. Sayang sekali bila kita tidak bisa hadir mengunjungi festival soto nusantara yang diselenggarakan di Kota Tua Jakarta Musium Fatahillah ini.

Berikut beberapa tulisan yang berkaitan dengan acara tersebut.

KOMPAS.com - Masakan soto ternyata tak hanya didominasi asalnya dari satu daerah saja. Hampir semua daerah memiliki menu soto sendiri, mulai dari Soto Betawi, Soto Lamongan, hingga Cotto Makassar.

Kendati bahan baku utamanya sama, yaitu daging ayam atau sapi, namun racikannya berbeda-beda. Pada Minggu (6/6/2010), Harian Warta Kota menggelar Bike to Heritage & Festival Soto Nusantara di depan Museum Sejarah Jakarta. Berupa-rupa soto pun dihidangkan.

Tidak kurang 25 penjual soto turut berpartisipasi dalam festival ini. Di antaranya adalah Soto Kemiri Khas Pati, Cotto Makassar, Soto Kaki Sapi Tasikmalaya, Soto Banjar, Soto Padang, dan lainnya. Yuk, kita mengenal sedikit mengenai soto-soto di atas.

Soto Kemiri Khas Pati, menurut Agus, salah seorang penjaga stan, cikal bakalnya adalah Restoran Nasi Gandul Pati yang didirikan pada 1950 di Pati. Di Jakarta, Soto Kemiri berdiri pada 1996 di Pesanggrahan, Kebon Jeruk. Sesuai namanya, ciri khas dari soto ini adalah rasa kemirinya yang sangat mendominasi. Semua bahan yang digunakan soto ini didatangkan dari Pati, Jawa Timur.

Sementara itu, Soto Kaki Sapi Putra Tasikmalaya, yang berdiri di Pasar Minggu, 1970, memiliki bahan utama kaki sapi. Soto ini memiliki rasa khas karena menggunakan sumsum dan kuah susu domo atau susu krim. Soal racikan dan cara memasaknya, pemiliknya, Bp Pratomo, merahasiakannya. Pengolahannya sendiri dilakukan oleh mertuanya. Soto Banjar "Nyaman" Antasari didirikan di Jalan Pangeran Antasari, Cilandak Barat, pada tahun 2000. Nyaman, dalam bahasa Banjar, memiliki arti enak. Soto ini berisi soun, perkedel, dan irisan ayam. Sementara kuah beningnya diolah dari beragam rempah-rempah.

Lainnya adalah Soto Padang H St. Mangkuto, yang pertama kali dibuka di Padang pada 1942. Soto Padang ini kemudian pindah ke Jakarta pada 1964. Ciri khas utama soto ini adalah daging sapinya yang direbus dan kemudian digoreng kering. Selain daging sapi kering, soto ini juga dicampur dengan soun dan irisan kentang. Sementara itu, sambalnya pun asli karena tidak dicampur bumbu lainnya. Sambal soto merupakan lombok yang digiling tanpa diolah lagi.

Sekretaris Daerah DKI Jakarta Muhayat memuji festival ini karena dapat mengenalkan budaya khas Nusantara melalui makanan. "Soto ciri khas makanan khas Nusantara dikenalkan. Dengan demikian, masyarakat mengetahui ragam soto di Indonesia. Festival ini merupakan sosialisasi pengenalan budaya Nusantara," katanya.

Acara ini digelar hingga Minggu sore. Soto khas Nusantara ini dijual Rp 15.000-Rp 20.000. Harga ini sudah termasuk minuman dingin.

--------------------

JAKARTA, KOMPAS.com — Bingung hendak berwisata kuliner di mana pada hari Minggu ini? Di tengah suasana mendung pada Minggu (6/6/2010) ini, rasanya menikmati satu mangkok soto panas di depan Museum Sejarah Jakarta sembari ditemani lagu-lagu daerah dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan.

Harian Warta Kota, dalam rangka memperingati HUT ke-483 Jakarta dan Hari Antinarkoba Internasional, menggelar acara Bike to Heritage dan Festival Soto Nusantara. Ada 25 penjual soto dari berbagai daerah di Indonesia yang turut serta dalam festival ini. Masing-masing penjual menyajikan soto terbaik mereka dengan segala menu sampingannya, seperti kerupuk kendar, tahu gimbal, sate rempela, tempe gembus, karak, dan sate ati.

Pada acara ini, peserta dapat menikmati beragam soto khas Nusantara, yaitu Soto Padang H St Mangkuto, Soto Gomyang Koko Bogana Pemalang, Soto Ngawi Margonda, Empal Gentong Ibu Lily Cirebon, Soto Ayam Bangkong Semarang, Soto Ambengan Kelapa Gading Surabaya, Soto Boyolali, Soto Kudus Senayan, Soto Blitar, Soto Madura, Soto Tangkar Tanah Tinggi Jakarta, Soto Bandung Pak Ento, Soto Banjar "Nyaman" Antasari, Soto Kaki Sapi Putra Tasikmalaya, Soto Sokaraja, Soto Nggading Solo, Soto Mie Nikmat Haji Sahadi Bogor, Soto Lamongan 9999, Raja Soto Khas Jogja, Soto Kemiri Khas Pati, Soto Karak Salatiga, Cotto Makassar Mamink Daeng Tata, Soto Banyumas Sekengkel Pak Jon's, Soto Medan Pak Syamsudin, dan Tauto Pekalongan.

Selain itu, Anda juga dapat menikmati kerak telor dan taoge goreng khas Betawi. Festival ini berlangsung hingga Minggu sore. Harga soto berkisar antara Rp 15.000-Rp 20.000.

Kamis, Mei 06, 2010

RAJA HIU PASAR MINGGU : AHLINYA MASAKAN SEAFOOD

NIKMATNYA BABY PREDATOR LAUT
(Kalau sudah begini, mana yang lebih predator, kita manusia yang makan bayi ikan hiu atau hiu?)

Pasar Minggu, Jakarta Selatan - kelanakuliner.co.cc
Hmmm... mendengar nama ikan buas yang satu ini sebagian orang mungkin sudah bergidik ngeri. Bukan saja karena takut melihat atau membayangkan gigi tajam si pemangsa buas laut ini, tapi sebagian besar orang juga sudah terlanjur kenal dengan keganasan ikan hiu seperti yang populer digambarkan dalam film JAWS.

Bentuk mahluk laut satu ini sebenarnya tidaklah seseram saat setelah jadi olahan makanan laut yang tersaji di atas piring. Tapi ada saja imajinasi misterius bila kita membayangkannya bertemu sang ikan berpenampilan sangar ini kala dia hidup. Beranikah kelanakuliner menikmati sajian ikan hiu yang terkenal mendirikan bulu roma ini.

Hahahaha.... ternyata tak sebesar yang saya bayangkan. Lebih tepatnya Raja Hiu menyajikan olahan masakan ikan hiu berukuran kecil. Biarpun namanya Raja Hiu, kita tak akan bisa memesan masakan atau olahn ikan sebesar badan anak kecil apalagi memesan daging ikan hiu sebesar badan kita. Yah susah dan repot bawanya lah, ujar beberapa orang kru Raja Hiu.

Demi menikmati kuliner ekstrim khas makanan laut ini, kelanakuliner mau berpagi-pagi menemui sang pemilik sekaligus pengelola Raja Hiu, yakni pak Benny di Rumah Makan Raja Hiu yang berdampingan dengan Istana Es Puter & Soto Batok.

Kelanakuliner pun tiba di rumah makan tiga merk ini di kawasan Jl. Raya Tanjung Barat. Tepatnya beberapa meter sebelum Halte Bis Poltangan setelah melewati Terminal dan Stasiun KA Pasar Minggu. Rumah Makan yang telah diliput oleh Trans7, MNC, Global TV dan ANtv ini mulai buka dari jam 10.00 pagi, namun kesibukan para krunya sudah dimulai sejak jam 08.00 pagi. Tampaknya akan ada syuting dari acara TransTV, entah untuk program apa. Tapi kedatangan saya pun disambut oleh sang Chef, mas Johan, lelaki inilah yang bertanggung jawab atas semua masakan yang ada di 3 nama resto ini.

Sebuah konsep resto yang menyerupai pujasera, namun masing-masing nama merknya dikelola oleh satu manajemen. Istana Es Puter, Soto Batok (pertama di Indonesia) dan tentunya Raja Hiu. Jadi setiap hari kita tak akan bosan dengan menu-menu di tempat ini karena kita bisa punya banyak pilihan yang berbeda dalam setiap kunjungannya. Bayangkan saja, dari desain interior rumah makan kita sudah melihat beberpa merk

Khusus untuk sajian olahan ikan Hiu, kita diberi pilihan Hiu Bakar, Hiu Rica-Rica dan Hiu Asam Balado. 

Hmmmm.... mendengarnya saja sudah terbit air liur. Seperti yang telah dijelaskan semula, bahwa penampilan semua menu ini sungguh berbeda jauh dari nama seram si ikan predator laut ini. Masalah rasanya? Coba saja Anda datang langsung ke tempat ini. Jangan lupa untuk memesan minuman khas Soto Batok, yakni Es Sop Buah atau Es Teler maupun Es Semaput. Untuk pelanggan dari kalangan anak-anak bisa menikmati Es Puter maupun Es Doger khas Istana Es Puter.

Tertarik menikmati sajian lengkap di tempat beraneka sajian ini? Sebaiknya Anda booking tempat untuk reservasi lebih dahulu atau jika Anda mau layanan Pesan Antar di nomor (021) 9191.7480 atau (021) 9680.5908 langsung dengan Johan.



Dan jika Anda memiliki tempat atau lahan usaha kuliner serta tertarik untuk melakukan kerjasama dengan pengelola merk Raja Hiu, Istana Es Puter & Soto Batok, Anda bisa menghubungi Benny di telepon (021) 781.3088 atau 0878.7734.6275 atau 0818.78.0099.

Sidik Rizal - dobeldobel.co.cc & globalhotnews.blogspot.com

Minggu, Mei 02, 2010

SOTO BATOK KALIMALANG

Pertama dan satu-satunya di Indonesia Soto dalam Batok



Pondok Kelapa, Kalimalang - kelanakuliner.co.cc
Mencari jajanan unik khas Indonesia semakin hari semakin banyak saja. Mulai dari Burger Batok hingga Soto Batok. Kalau Burger Batok dalam peluncuran perdana produknya langsung mencuat diliput beberapa stasiun televisi, maka Soto Batok pun langsung mencuat terkenal dan diliput beberapa stasiun televisi dalam waktu kurang dari sebulan. Lebih dari 7 stasiun televisi swasta meliput dalam acara kuliner maupun berita mereka. Fenomena apakah ini? Mengapa makanan Indonesia jadi semakin akrab dengan menggunakan batok sebagai media makan nya?

Sebelum lebih jauh kita membahas dan menelisik apa dan bagaimana Soto Batok, sebaiknya kita mengetahui apa arti Soto dan apa arti Batok itu sendiri?

Pilihlah definisi SOTO yang paling tepat menurut Anda... (hehehe... biar nggak bosen, Cuy!)

Orang Sok Kreatif 1 =
Soto = bahasa premannya orang sok tahu. Sering jadi bahasa gaul antara anak muda kalau meledek temannya yang sok tahu, seperti ini: "Ah Soto luh!" (bukan Sotoy loh!?)

Orang Sok Kreatif 2 =
Soto = bahasa Indonesianya untuk makanan khas barat yang bernama SOUP. Soto juga dipengaruhi budaya makan Oriental yang biasanya berkuah dan dimakan panas-panas. Seperti mie bakso dari China, Tomyam dari Thailand, atau Ramen atau Sukiyaki dari Jepang.

Pilihlah definisi SOTO yang paling tepat menurut Anda... (hehehe... biar nggak bosen, Cuy!)

Orang Sok Kreatif 1 =
Batok = bahasa premannya untuk istilah tampar atau pukul keras ke arah kepala. Sering jadi bahasa gaul antara anak muda kalau meledek temannya yang nyebelin, seperti ini: "Ah Gue batok juga loe!" (bukan TABOK ya? Lebih mirip artinya "gue bacok loe")

Orang Sok Kreatif 2 =
Batok = bahasa Indonesianya untuk tempurung kelapa yang telah dibakar dan diperhalus untuk dijadikan wadah makanan atau air.

Jadi istilah Soto Batok berarti (Lu Sotoy, Gue Batok!) Soto yang dimasak dan disajikan dalam Batok. Sajian Soto yang unik dan satu-satunya di Indonesia ini bahkan yang pertama ini ternyata menarik banyak penggemar makanan berkuah.

Lalu bagaimana dengan Kedai Soto Batok yang ada di belakang Saung Blessing (susah banget nama pujasera kuliner ini di lidah gue) tepat persis di bagian belakang Pecel Lele Lela ini? lebih jauhnya kelanakuliner menemui sang pemilik pak Yanto. Ternyata dari penuturannya, Soto Batok yang dikelola oleh Benny ini sudah eksis semenjak beberapa tahun lewat. Pertama ketika pujasera Apel Gede (yang kini berubah jadi Dapoer Jamboen) dikelola manajemen arahan Pak Chandra (kini pengelola Taman Kuliner). Soto Batok merupakan salah satu tenant di pujasera tersebut.

Kepiawaian Benny sebenarnya bermula dari pujasera Apel Gede, dan berlanjut dengan kerjasama baru dengan Yanto. Kini Soto Batok buka sendiri di Saung Blessing, dengan manajemen dan administrasi keuangan sendiri.

Tertarik untuk menikmati Soto Batok? Sila hubungi (021) 9346.1965

Sidik Rizal - dobeldobel.co.cc

Berita Terkait:

NIKMATNYA BABY PREDATOR LAUT DI TANGAN AHLI

Pasar Minggu, Jakarta Selatan - kelanakuliner.co.cc
Hmmm... mendengar nama ikan buas yang satu ini sebagian orang mungkin sudah bergidik ngeri. Bukan saja karena takut melihat atau membayangkan gigi tajam si pemangsa buas laut ini, tapi sebagian besar orang juga sudah terlanjur kenal dengan keganasan ikan hiu seperti yang populer digambarkan dalam film JAWS.

Bentuk mahluk laut satu ini sebenarnya tidaklah seseram saat setelah jadi olahan makanan laut yang tersaji di atas piring. Tapi ada saja imajinasi misterius bila kita membayangkannya bertemu sang ikan berpenampilan sangar ini kala dia hidup. Beranikah kelanakuliner menikmati sajian ikan hiu yang terkenal mendirikan bulu roma ini.

Hahahaha.... ternyata tak sebesar yang saya bayangkan. Lebih tepatnya Raja Hiu menyajikan olahan masakan ikan hiu berukuran kecil. Biarpun namanya Raja Hiu, kita tak akan bisa memesan masakan atau olahn ikan sebesar badan anak kecil apalagi memesan daging ikan hiu sebesar badan kita. Yah susah dan repot bawanya lah, ujar beberapa orang kru Raja Hiu.

Demi menikmati kuliner ekstrim khas makanan laut ini, kelanakuliner mau berpagi-pagi menemui sang pemilik sekaligus pengelola Raja Hiu, yakni pak Benny di Rumah Makan Raja Hiu yang berdampingan dengan Istana Es Puter & Soto Batok.

Kelanakuliner pun tiba di rumah makan tiga merk ini di kawasan Jl. Raya Tanjung Barat. Tepatnya beberapa meter sebelum Halte Bis Poltangan setelah melewati Terminal dan Stasiun KA Pasar Minggu. Rumah Makan yang telah diliput oleh Trans7, MNC, Global TV dan ANtv ini mulai buka dari jam 10.00 pagi, namun kesibukan para krunya sudah dimulai sejak jam 08.00 pagi. Tampaknya akan ada syuting dari acara TransTV, entah untuk program apa. Tapi kedatangan saya pun disambut oleh sang Chef, mas Johan, lelaki inilah yang bertanggung jawab atas semua masakan yang ada di 3 nama resto ini.

Sebuah konsep resto yang menyerupai pujasera, namun masing-masing nama merknya dikelola oleh satu manajemen. Istana Es Puter, Soto Batok (pertama di Indonesia) dan tentunya Raja Hiu. Jadi setiap hari kita tak akan bosan dengan menu-menu di tempat ini karena kita bisa punya banyak pilihan yang berbeda dalam setiap kunjungannya. Bayangkan saja, dari desain interior rumah makan kita sudah melihat beberpa merk

Khusus untuk sajian olahan ikan Hiu, kita diberi pilihan Hiu Bakar, Hiu Rica-Rica dan Hiu Asam Balado. 

Hmmmm.... mendengarnya saja sudah terbit air liur. Seperti yang telah dijelaskan semula, bahwa penampilan semua menu ini sungguh berbeda jauh dari nama seram si ikan predator laut ini. Masalah rasanya? Coba saja Anda datang langsung ke tempat ini. Jangan lupa untuk memesan minuman khas Soto Batok, yakni Es Sop Buah atau Es Teler maupun Es Semaput. Untuk pelanggan dari kalangan anak-anak bisa menikmati Es Puter maupun Es Doger khas Istana Es Puter.

Tertarik menikmati sajian lengkap di tempat beraneka sajian ini? Sebaiknya Anda booking tempat untuk reservasi lebih dahulu atau jika Anda mau layanan Pesan Antar di nomor (021) 9191.7480 atau (021) 9680.5908 langsung dengan Johan.



Dan jika Anda memiliki tempat atau lahan usaha kuliner serta tertarik untuk melakukan kerjasama dengan pengelola merk Raja Hiu, Istana Es Puter & Soto Batok, Anda bisa menghubungi Benny di telepon (021) 781.3088 atau 0878.7734.6275 atau 0818.78.0099.

Sidik Rizal - dobeldobel.co.cc & globalhotnews.blogspot.com

Senin, Desember 21, 2009

Warung Soto Suroboyo: Gorengan Kambing Betawinya Nantangin!

Bertarungnya Menu Surabaya dan Betawi oleh Satu Dalang




Bekasi, kelanakuliner.com
Menyisiri jalan baru Bintara, yang kini menjadi pilihan utama buat mereka yang harus melewati jalan I Gusti Ngurah Rai menuju pusat kota Bekasi, maka kita akan menemui hanya beberapa rumah makan besar dan warung kecil yang ada di sebelah kanan-kiri jalan. Buat mereka yang hendak berangkat kerja dari Kota Bekasi (tepatnya dari arah Stasiun Kranji Bekasi), mungkin memerlukan jajanan buat sarapan pagi sebelum berangkat kerja. Sepertinya, hanya jalan tembusan I Gustri Ngurah Rai inilah tempat mereka bisa mencari sarapan pagi. Bila Anda termasuk yang menggemari masakan soto atau sop, maka Warung Soto Suroboyo bisa dijadikan alternatif buat sarapan pagi Anda. Warung Soto Suroboyo yang buka mulai dari jam 09.00 s/d 17.00 ini akan menyajikan makanan khas soto sulung asli Jawa Timuran dengan segala keunikannya.


Soto Ayam Suroboyo milik ibu Yati ini, sebenarnya bermula dari sang suami yang ketika masih bekerja di Garuda dan menjelang pensiunannya, mendapatkan seminar kewirausahaan dari tokoh kuliner, Dr. Wahyu Saidi. Dari sanalah ia membeli merk waralaba terkenal milik sang Doktor Bakmi itu, dengan merk Soto Sulung H. Wasdi. Kemudian usaha tersebut dijalankan oleh istrinya, yang juga mantan karyawan di Kopkar Garuda Indonesia. Sang Istri, ibu Yati, wanita asli betawi kelahiran 10 Agustus 1968 ini kebetulan sekali hobi memasak. Maka pengelolaan Soto Sulungnya ditangani oleh sang istri.

Namun sayang setelah jalan beberapa tahun, penyediaan bahan baku bumbu terhambat karena alasan pindahnya lokasi. Mau tak mau ibu Yati, ibu dari 5 orang anak ini, mencoba menemukan sendiri resep rahasia bumbu Soto Sulung dan Soto Suroboyo. Dan dari beberapa kenalan serta internet, ia mendapatkan rahasia bumbu kaldu soto Suroboyonya yang menggunakan daging bandeng presto yang dihancurkan ke dalam kuah soto khas Jawa Timurnya ini.


Setelah yakin dengan bumbu-bumbu yang berhasil dia temukan rahasianya, seperti bumbu koya yang dia racik dari kerupuk udang ditumbuk halus ditambah beberpa empah rahasia tertentu, dan daging ayamnya yang dibelinya dalam dua jenis bentuk, seperti daging ayam yang berwarna coklat dan yang berwarna putih. (Semula saya pikir itu adalah potongan daging sapi, karena teksturnya mirip dengan daging sapi, tapi rasanya memang susah dibedakan dengan daging ayam).

GORENGAN KHAS BETAWI


Untuk meningkatkan pelayanan, Ibu Yati mencoba menawarkan produk unggulan lainnya, berupa Goreng Kambing Betawi. Goreng Kambing khas ala Betawi ini kini sangat sulit dijumpai di Jakarta, tapi dia mengakui bahwa sajian ini ternyata sangat diminati oleh beberapa pelanggannya. Terutama pada saat lebaran idul qurban lalu. Dengan mencampur bumbu kecap, bawang putih dan bawang merah beserta jahe dan lada dan supaya mempunyai rasa pedas yang kuat, ditambah potongan cabe rawit merah dan sedikit ditambah jinten hitam sehingga menambah pedas dan getir khasnya makanan Timur Tengah. Kemudian bumbu yang dicampur itu akan dituangkan ke atas rebusan daging kambing muda, yang kemudian akan ditumis secara bersamaan. Jadilah sajian khas ala Betawi, Gorengan Kambing Betawi asli. Sajian ini kan lebih nikmat bila disajikan dengan potongan lontong atau ketupat. Sebagai essertnya, biasanyaGorengan Kambing betawi ini dihiasi dengn acar nanas dan mentimun yang segar. Wah, pas banget dan membuat rasanya semakin mantap.

Anda tertarik mencoba Gorengan Kambing Betawi dan Soto Suroboyo di satu tempat? Silakan kunjungi Warung Soto Suroboyo Bu Yati dan Goreng Kambing Betawi di Terusan Jalan I Gusti Ngurah Rai, tak jauh (200 meter) dari Stasiun KA Cakung menuju Kranji, atau hubungi telepon untuk reservasi di nomor (021) 969.74925 dengan Ibu Yati.
Sidik Rizal - dobeldobel.com

Minggu, Desember 20, 2009

Soto Lamongan Etan Kelapa Gading

Beda Dari Yang Biasanya, Jauh Lebih Kental dan Lebih Berani


Kelapa Gading, kelanakuliner.com
Setelah menikmati Roti Bakar khas Ropita Aneka Rasa, kelanakuliner.com kembali menyusuri jalan utama Kelapa Gading dan akhirnya menemukan Soto Lamongan Etan. Etan sendiri menurut sang pengelolanya, Roy berarti Enak Tenan. "Biar gampang diingat ya sudah kami jadikan singkatan 'Etan' alias Enak Tenan" ungkap Roy sambil menawarkan sajian khas Lamongan kepada kelanakuliner untuk dicoba.


Pada mulanya saya menganggap, pastilah Soto Ayam Lamongan tak beda jauh daripada yang biasa saya nikmati, tapi ternyata, Soto Lamongan yang dikelola Roy ini sedikit berbeda, terutama, karena tambahan kaldu khusus dan koyanya yang membuat sotonya jauh lebih kental dibandingkan Soto Lamongan yang biasa saya kenal dan nikmati. Tapi justru di sinilah uniknya Soto lamongan Etan, apalagi rasanya lebih kuat dengan bumbu yang lebih berani. Akhirnya saya jadi ingat seorang kolega saya yang membuat program wisata kuliner di televisi dimana dia sering sekali mengatakan, bahwa "Dimana-mana yang asli jelas pasti enak!" Tapi ternyata hal itu tidak tepat. Malah saya berani mengatakan, "Yang asli diberi sedikit inovasi, jelas jauh lebih  nikmat!" untuk sajian khas Lamongan yang sudah keluar dari pakemnya ini.


Menurut pak Roy, sengaja Soto Lamongan Etan disajikan seperti itu agar sesuai dengan lidah orang-orang Jakarta. Soto Lamongan yang lebih mirip dengan Soto Betawi ini memang sengaja dibuat sedikit lebih berkaldu dan kental, tapi bumbu dasarnya masih seperti aslinya  dari Lamongan, ujar Roy kepada kelanakuliner.com. Harga yang patok pun masih terbilang terjangkau, cuma dengan Rp.7.000,- pelanggan bisa menikmati semangkuk soto lamongan plus nasi putih. Istimewanya adalah koya yang terbuat dari krupuk udang yang digepuk hingga halus, ternyata nmasih ditambah beberapa rempah-rempah lainnya yang membuat koyanya bisa dikudap oleh para pelanggan sambil menunggu sajian dihidangkan.

Namun tak nikmat rasanya bila makanan panas ini tidak ditemani minuman dingin. Teh asli poci yang kebetulan waralaba teh hijau juga bisa dipesan di tempat ini. Dan itu semakin manambah nikmatnya santapan Anda.

Anda tertarik ingin menikmati Soto Lamongan "Etan" yang lebih nyamleng dan lebih "manteb" diban ingkan yang biasanya? Kunjungi saja Soto Lamongan Etan di bilangan jalan Kelapa Gading dekat SMA Negeri 45 Jakarta Utara.

Sidik Rizal - dobeldobel.com

Senin, Desember 07, 2009

Ceker Presto Soto Boyolali Kios Duta Permai Bekasi

Hanya di Sini Tempatnya Menu Ceker
Jadi Masakan Selera Bos Seharga Anak Kos


Bekasi, kelanakuliner.com
Sekali lagi menyisiri Kalimalang dan pas berhenti di kampus Universitas Gunadharma, maka cobalah untuk masuk ke ruko-ruko sekitar 100 meter dari kampus Gundar ke arah Metmall, Kalimalng. Di dalam sana Anda akan jumpai banyak sajian warung yang harganya memang benar-benar harga mahasiswa. Satu tempat tradisional, yakni Soto Boyolali yang menyajikan makanan inovasi sang pemilik. Pak Sarmidi Kartono sang pensiunan RS Husada baru saja membuka warung ini tak lebih dari 1 tahun, semenjak pensiunnya Januari 2009. Dengan bermodalkan uang pensiun dan keahliannya memasak serta kesukaannya berwisata kuliner membuat dia memilih Soto Boyolali sebagai merk usaha dagangnya.


Namun baru setelah beberapa bulan berjalan, dia mendapatkan menu andalannya, yakni Ceker Presto, di samping sajiannya yang utama Soto Ayam dan Soto Daging Boyolali. Kalau biasanya dengan Soto Boyolali dia melihat banyak sekali sajian sejenis walau dari daerah lain, akhirnya pilihannya jatuh kepada ceker. Sarmidi melihat bahwa ceker sama sekali belum disentuh oleh para pedagang di sekitar Ruko Duta Permai dekat kampus Gunadharma itu.


Sarmidi Kartono, lelaki kelahiran Solo 20 Juni 1958 ini mengatakan, "Apalagi modal bahan bakunya yang relatif murah, hanya membeli ceker paketan yang dijual di supermarket", kemudian pak Tono panggilan akrabnya itu, memasaknya dengan teknik presto. Pak Tono yang ditemani istrinya Tri Widayati dalam berdagang menjelaskan, "Karena proses masak presto itu, maka daging di kaki ayam itu jadi empuk, tapi tulangnya tetap keras, sehingga saat seseorang menyedot dan menyerupun sumsum dari ceker itu, terasa lunak dan sensasional". Apalagi bumbu olahannya saya memperkirakan adalah saus tiram, lada hitam dan ditaburi kecap manis Bango, imbuhnya.


Saya sendiri sambil menikmati hidangannya, mengamati irisan tomat dan kentang stick serta setengah potong telor rebus dan daun seledri di piring dan mangkok saya, sehingga tampilan itu membuat sajian ceker yang sederhana ini menjadi mewah dan mengundang selera. Belum lagi kandungan gizinya yang menyehatkan otak serta sebagai bahan pokok nutrisi otak. Saya sangat menyukai masakan pak Tono ini. Skor 9 untuk skala 1 s/d 10.


Masalah rasa.... Ya luar biasa. Saya termasuk orang yang kurang begitu suka dengan ceker ayam, tapi olahan pak Sarmidi ini memang luar biasa istimewa bagi saya. Rasa lembut kulit ceker dan gurihnya bagaikan putih telur ayam, belum lagi potongan kentang stick yang membuat saya tambah berselra. Makan Ceker Presto jadi lebih mengenyangkan dengan sepiring nasi munjung yang lumayan banyak. Pak Sarmidi, lelaki yang mempunyai hobi fotografi ini memang sengaja membanyakkan porsi nasinya, karena umumnya para pembelinya adalah mahasiswa, seperti halnya anaknya yang masih kuliah. Jangan ehran bila omzetnya sehari dia sedikitnya bisa menjual 30 porsi.


Anda tertarik mengunjungi Ceker Presto Soto Boyolali yang harganya pun cukup terjangkau, cuma Rp.6.000,- per porsinya. Warung ini buka dari jam 07.30 s/d 17.00 dengan kapasitas duduk sekitar 10 orang. Anda bisa dine in atau take away dengan menu makanan utama lainnya adalah Soto Ayam Rp.7.000,- dan Soto Daging Rp.8.000,- khas Boyolali. Reservasi silahkan hubungi telp (021) 7146.5501 dengan pak Sarmidi Kartono. Atau kunjungi Kios Komplek Ruko Duta Permai, No.35 -36 Jl. KH. Noer Ali Samping Kampus Universitas Gunadharma, Bekasi 17145

Kamis, Oktober 29, 2009

SOTO KUDUS SIMPANG 7 Rawalumbu Bekasi

SEHATNYA SOTO KUDUS ASLI MENYEGARKAN


Bekasi, kelanakuliner.com
Berjalan bersama beberapa teman ke satu sudut di jalan raya Pramuka Rawalumbu Bekasi, kami saya pilih satu tempat makan yang sebelumnya memang sudah lama saya incar karena alasan ciri khas etnisnya. Soto Kudus Simpang Tujuh di pojokan Ruko Kawu Jaya, Jl. Pramuka Raya Rawalumbu seolah mengundang kami untuk mampir menuju ke dalamnya dan menikmati suasana klasik sekaligus etnis jawa tengahan yang begitu kental.


Kudus sebagai kota kretek alias rokok juga dikenal dengan penganan khasnya berupa soto ayam yang biasanya disajikan dalam mangkuk kecil bercampur dengan nasi. Hmmmm, baru melihatnya saja selera dan air liur  membanjir sudah mau menetes.

Usaha yang dikelola oleh pasangan suami istri Hanes Hendri dan Ana Noor W ini baru dibuka sejak tahun 11.00 wib dan tutup hingga jam 19.00. Sajian utama yang diunggulkan di Soto Kudus Simpang Tujuh lebih ditujukan buat mereka yang memang memperhatikan kesehatan. Hal ini bisa dibuktikan setelah saya mencoba seporsi Soto Kudusnya, langsung berkeringat. Tak sulit menggambarkan Soto Kudus dalam tiga kata, "Luar Biasa Segar!". Halah!! biasanya juga setiap orang berkeringat setelah makan... hehehe kenyataanya adalah saya berkeringat sekaligus kenyang!

"Rasa gurihnya itu diambil dari kaldu ayam, dan kami menggunakan Masako," ujar ibu Ana tanpa bermaksud promosi.Wah kalau saya jadi dia, mungkin saya sudah menghubungi perusahaan penyedap masakan itu sebagai sponsor utama rumah makan sederhana ini. Rumah makan yang didesain dengan gaya klasik dan kental kesan etnisnya ini, mempunyai sedikitnya 6 meja dengan 4 kursi masing-masing. Lahan parkir di halaman ruko yang lumayan, membuatnya jadi tempat makan siang dan malam yang pas buat mereka yang tinggal di wilayah Rawalumbu. Namun sepertinya, Ana dan suaminya, Hendri sedang persiapkan strategi meraih mereka yang tinggal di luar wilayah perumahan sekitar Rawalumbu, sekaligus mereka yang sering lalu lalang di depan warung makan mereka itu.

Hanes Hendri, yang masih bekerja di sebuah perusahaan operator telepon selular besar ini,  sepertinya memang sedang persiapkan diri untuk berwirausaha bila kelak pensiun nanti. Lelaki murah senyum dan berpenampilan menarik ini juga menginginkan usaha Warung Soto Kudus Simpang Tujuh ini bisa dijadikan sebagai tempat menikmati kuliner asli khas daerah, dan ini sangat bisa dikembangkan di wilayah Kota Bekasi, ungkap ayah dari 2 anak ini kepada kelanakuliner.com. Dia pun menambahkan bahwa bila jajanan khas daerah Kudus ini bisa berkembang nanti tak mustahil dirinya akan mempersiapkan konsep waralaba untuk pengembangannya, ujarnya berharap.

Bila Anda memang benar berkeinginan dengan selera asli Kudus dan mau menikmati jajanan seperti sate kerang serta jajajan khas Kudus lainnya yang asli adanya di Simpang Tujuh Alun-Alun Kudus, tentunya akan tahu betul, bahwa ikon umum untuk kotanya Sunan Kudus dan Sunan Bonang ini mempunyai makanan khas Soto Kudus Asli seperti yang disajikan di warung yang asri dan resik ini.





Tertarik? Hubungi saja nomor telepon berikut ini
0811.888.199 atau (021) 8243.1188

Bisa langsung berkunjung ke ujung barat Ruko Kawu, jalan Pramuka, Rawalumbu dan perhatikan nama logo jaminan aslinya SOTO KUDUS SIMPANG TUJUH. Selamat berkunjung dan menikmati kesegaran yang menyehatkan dari Kudus.
SidikRizal - dobeldobel.com 

Soto Kudus Simpang 7

Bahan:
1 ekor ayam
1500 ml air
3 lbr daun salam

Bumbu halus:
8 bawang merah
4 bawang putih
4 kemiri, disangan
1 cm kunyit
1 cm jahe
1/2 sdt merica bulat
garam
gula pasir

Pelengkap:
bawang merah goreng
bawang putih goreng
seledri
toge

Sambal, haluskan:
10 cabe rawit
50 ml kecap manis
1 sdt air jeruk nipis
1 sdm bawang putih goreng

Cara membuat:
Rendam ayam dengan air jeruk nipis terlebih dahulu, kurleb 15 mnt. Cuci, tiriskan. Rebus ayam bersama garam hingga empuk, angkat. Kemudian goreng, suwir2. Tumis bumbu halus bersama daun salam hingga harum, kemudian masukkan kedalam kaldu. Cicipi rasanya. Susun pelengkap didalam mangkuk saji, kemudian tuangi kaldu yang telah mendidih. Hidangkan.(dari berbagai sumber)

SOTO KUDUS SIMPANG 7 Rawalumbu Bekasi

SEHATNYA SOTO KUDUS ASLI MENYEGARKAN


Bekasi, kelanakuliner.com
Berjalan bersama beberapa teman ke satu sudut di jalan raya Pramuka Rawalumbu Bekasi, kami saya pilih satu tempat makan yang sebelumnya memang sudah lama saya incar karena alasan ciri khas etnisnya. Soto Kudus Simpang Tujuh di pojokan Ruko Kawu Jaya, Jl. Pramuka Raya Rawalumbu seolah mengundang kami untuk mampir menuju ke dalamnya dan menikmati suasana klasik sekaligus etnis jawa tengahan yang begitu kental.


Kudus sebagai kota kretek alias rokok juga dikenal dengan penganan khasnya berupa soto ayam yang biasanya disajikan dalam mangkuk kecil bercampur dengan nasi. Hmmmm, baru melihatnya saja selera dan air liur  membanjir sudah mau menetes.

Usaha yang dikelola oleh pasangan suami istri Hanes Hendri dan Ana Noor W ini baru dibuka sejak tahun 11.00 wib dan tutup hingga jam 19.00. Sajian utama yang diunggulkan di Soto Kudus Simpang Tujuh lebih ditujukan buat mereka yang memang memperhatikan kesehatan. Hal ini bisa dibuktikan setelah saya mencoba seporsi Soto Kudusnya, langsung berkeringat. Tak sulit menggambarkan Soto Kudus dalam tiga kata, "Luar Biasa Segar!". Halah!! biasanya juga setiap orang berkeringat setelah makan... hehehe kenyataanya adalah saya berkeringat sekaligus kenyang!

"Rasa gurihnya itu diambil dari kaldu ayam, dan kami menggunakan Masako," ujar ibu Ana tanpa bermaksud promosi.Wah kalau saya jadi dia, mungkin saya sudah menghubungi perusahaan penyedap masakan itu sebagai sponsor utama rumah makan sederhana ini. Rumah makan yang didesain dengan gaya klasik dan kental kesan etnisnya ini, mempunyai sedikitnya 6 meja dengan 4 kursi masing-masing. Lahan parkir di halaman ruko yang lumayan, membuatnya jadi tempat makan siang dan malam yang pas buat mereka yang tinggal di wilayah Rawalumbu. Namun sepertinya, Ana dan suaminya, Hendri sedang persiapkan strategi meraih mereka yang tinggal di luar wilayah perumahan sekitar Rawalumbu, sekaligus mereka yang sering lalu lalang di depan warung makan mereka itu.

Hanes Hendri, yang masih bekerja di sebuah perusahaan operator telepon selular besar ini,  sepertinya memang sedang persiapkan diri untuk berwirausaha bila kelak pensiun nanti. Lelaki murah senyum dan berpenampilan menarik ini juga menginginkan usaha Warung Soto Kudus Simpang Tujuh ini bisa dijadikan sebagai tempat menikmati kuliner asli khas daerah, dan ini sangat bisa dikembangkan di wilayah Kota Bekasi, ungkap ayah dari 2 anak ini kepada kelanakuliner.com. Dia pun menambahkan bahwa bila jajanan khas daerah Kudus ini bisa berkembang nanti tak mustahil dirinya akan mempersiapkan konsep waralaba untuk pengembangannya, ujarnya berharap.

Bila Anda memang benar berkeinginan dengan selera asli Kudus dan mau menikmati jajanan seperti sate kerang serta jajajan khas Kudus lainnya yang asli adanya di Simpang Tujuh Alun-Alun Kudus, tentunya akan tahu betul, bahwa ikon umum untuk kotanya Sunan Kudus dan Sunan Bonang ini mempunyai makanan khas Soto Kudus Asli seperti yang disajikan di warung yang asri dan resik ini.





Tertarik? Hubungi saja nomor telepon berikut ini
0811.888.199 atau (021) 8243.1188

Bisa langsung berkunjung ke ujung barat Ruko Kawu, jalan Pramuka, Rawalumbu dan perhatikan nama logo jaminan aslinya SOTO KUDUS SIMPANG TUJUH. Selamat berkunjung dan menikmati kesegaran yang menyehatkan dari Kudus.
SidikRizal - dobeldobel.com 

Soto Kudus Simpang 7

Bahan:
1 ekor ayam
1500 ml air
3 lbr daun salam

Bumbu halus:
8 bawang merah
4 bawang putih
4 kemiri, disangan
1 cm kunyit
1 cm jahe
1/2 sdt merica bulat
garam
gula pasir

Pelengkap:
bawang merah goreng
bawang putih goreng
seledri
toge

Sambal, haluskan:
10 cabe rawit
50 ml kecap manis
1 sdt air jeruk nipis
1 sdm bawang putih goreng

Cara membuat:
Rendam ayam dengan air jeruk nipis terlebih dahulu, kurleb 15 mnt. Cuci, tiriskan. Rebus ayam bersama garam hingga empuk, angkat. Kemudian goreng, suwir2. Tumis bumbu halus bersama daun salam hingga harum, kemudian masukkan kedalam kaldu. Cicipi rasanya. Susun pelengkap didalam mangkuk saji, kemudian tuangi kaldu yang telah mendidih. Hidangkan.(dari berbagai sumber)

DELIVERY SERVICE : (021)30565629 - HOTLINE: (021)606.36235 - 081385.386.583


Waroeng d'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]