Tampilkan postingan dengan label Nasi Uduk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasi Uduk. Tampilkan semua postingan

Selasa, Desember 07, 2010

Nasi Uduk Ayam Goreng PAK UBUNG Bekasi

Menu Masakan Anak Betawi Asli Tangkiwood
MELANJUTKAN USAHA ORANG TUA "NASI UDUK PAK TATA"

RM Pak Ubung buka hingga jam 11 malam
Jl Kartini Bekasi - bukankelanakuliner.com
Sebuah usaha yang mumpuni terkadang memang lahir dari ketekunan yang panjang. Taruhlah seorang anak yang mengalami dan melihat langsung usaha dagang orang tuanya hingga dewasa. Hal itu pulalah yang membuat motivasi kuat untuk melanjutkan usaha orang tuanya. Nasi Uduk Ayam Goreng Pak Ubung adalah salah satu pengusaha yang mewarisi usaha orang tua dengan membangun merk dagang sendiri dan mencari modal sendiri tanpa mengandalkan warisan orang tua. Sebuah semangat dan kecintaan yang luar biasa.



Ruang lega kapasitas 36 kursi
Pak Ubung yang bernama lengkap Slamet Imam Riadi sebenarnya dulu memiliki nama asli Subur. Sebagai anak Betawi kelahiran Jakarta ini, ia lalui masa kecilnya di bilangan Tangkiwood. Saat itu Tangkiwood memang banyak sekali warga etnis Cina.

Sehingga Subur kecil sering sekali dipanggil teman dan tetangganya dalam lidah Cina dengan sebutan "Ubung". Si Ubung kecil ini ternyata memang kurang beruntung karena seringnya dia sakit, oleh orangtuanya diganti nama. Saat itu memang bila anak kecil sering sakit-sakitan maka perlu diganti nama, istilahnya keberatan nama atau apalah. Maka bergantilah nama Subur menjadi Slamet Imam Riadi. Namun panggilan kecil si Ubung oleh lidah Cina itu tak bisa lepas hingga kini.

Selalu ada menu baru tiap tahun
Itulah sebabnya, pak Slamet ketika membuka usaha untuk meneruskan usaha serupa orangtuanya menggunakan nama hoki Cinanya sebagai merk dagang Nasi Uduk Ayam Goreng Pak Ubung. Terbukti, kini warung nasi uduknya yang sudah mempunyai dua cabang itu menghasilkan sedikitnya 7 juta per hari. Huwaduh... lumayan juga yah. "Bahkan saat bulan puasa bisa menembus angka Rp 10juta per harinya," cerita sang istri yang kebetulan sedang giliran tugas jaga warung yang berlokasi di bilangan Jl Kartini Raya.

Lalu apa sih istimewanya nasi uduk dan ayam gorengnya pak Obeng eh pak Ubung ini? Ternyata ayam goreng kremesnya yang empuk dan gurih ini terasa nikmat sekali ketika dicampur dengan bumbu kacang plus kecap. Apalagi nasi uduknya yang putih bersih itu hanya bertaburan bawang goreng saja sudah menggoyang lidah "lapar" saya. Hmmmm... nyam-nyam banget deh. Eitttt... tapi tunggu dulu, sang istri bos itu juga menambahkan menu spesial, yakni sate kikil yang empuk dan kenyal tapi jauh dari alot (pokoknya jauh ke Belanda deh... alias gak ada alot-alotnya sama sekali).

Setia melayani pelanggan hingga malam
Sate kikil ala RM Pak Ubung ini bukan saja empuk, tapi juga manis dan lembut. Pas banget saat dimakan dengan sambel kacang plus kecap manis. Hmmmm... masya Allah nyam-nyamnya sampai dua roka'at Bos! (Gak kaget gue, kalo banyak artis seperti Parto Patrio dan Sule sering berkunjung kemari... apa jangan-jangan semua artis OVJ datang kemari kali yah?). Itulah sebabnya para pengunjungnya pada hari kerja kebanyakan adalah orang Pemda Kota dan Kabupaten Bekasi bahkan juga sering sekali orang dari Jakarta dan kru-kru televisi seperti TransTV atau Trans7.

Ibu Slamet, istri pak Ubung
"Nyaris setiap hari ada aja karyawan dan kru TransTV dan Trans7 yang datang kemari," ujar Bu Slamet. Meski ada juga kru dari televisi lain yang berkunjung.

Kalo melihat dari rasa, kulinerkuliner.com  menilai memang pantas saja Warung makan Pak Ubung ini ramai. Belum lagi harganya yang sangat ekonomis dan pantas, ditambah lagi lokasinya yang pas banget di persimpangan pintu keluar masuk jantung Kota Bekasi. Sepertinya Jl R.A. Kartini memang termasuk jalan hidup dua arah yang menjadi alternatif harian warga Bekasi. Inilah salah satu rahasia suksesnya RM Pak Ubung.

Anda tertarik mencoba menu-menu  sajian lainnya yang ada di tempat yang buka dari jam 10.00 pagi hingga pukul 11.00 malam ini? Jangan lupa untuk mencicipi nasi uduknya yang sangat terkenal karena gurih dan juga kelezatan ayam goreng kremes bumbu sambal kacang kecap manis. Hmmm, pokoknya nampol banget dah! Kalau kagak nampol... sini gue tampolin biar lebih berasa! Hehehe! GPLOK! (adaawww!)

Sidik Rizal - bekasi-online.com

Menu Unggulan Makanan
NASI UDUK AYAM GORENG
"PAK UBUNG"
Jl. R.A Kartini Bekasi

Pemilik: 
Slamet Imam Riadi
HP.: (021)280.67.123
(021)703.74178
(021)8822.135

Rumah:
Jl. K.H. Agus Salim
Gg. Satria I 03/06 No.45
Bekasi Timur
Telp: (021)883.41467
(021)70420359

Kamis, September 30, 2010

Nasi Lemak Bekasi Mpok Meiwa

NASI LEMAK KHAS MELAYU HADIR BEKASI
NGAPAIN PERANG SAMA MALAYSIA, MENDING SIKAT AJA NASI LEMAKNYA

Perumnas III Bekasi kulinerkuliner.com
SEBENARNYA makanan khas Bekasi sudah begitu banyak hadir dalam beberapa tahun terakhir ini. Namun yang paling umum adalah menu makanan khas sederhana yang begitu akrab dengan lidah warga Bekasi yang memang kebanyakan dari warga pendatang ini.


Sebutlah nasi uduk, pecel lele, hingga ayam goreng sampai ayam bakar termasuk bebek goreng. Semua makanan khas orang Indonesia ini secara bersamaan marak dijual di beberapa wilayah Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi seperti halnya beberapa makanan khas tradisional Bekasi seperti Gabus Pucung, Pecak Bandeng atau Pecak Gurame dan tentunya Dodol Bekasi.

Kalau kita bicara nasi uduk, maka tak luput ia sebagai salah satu makanan favorit orang Bekasi. Cuma kali ini liputan kita bukannya tentang nasi uduk yang dijajakan hampir di seratus tempat lebih di wilayah Bekasi. Ada satu jajanan lengkap yang buka dari jam 4 sore hingga jam 3 dini hari. Wow masuk kategori makanan malam dan ronda neh!? Nama warungnya pun lumayan unik dan gampang diingat, yakni NASI LEMAK BEKASI. Hmmm pasti perpaduan budaya Melayu dengan budaya lokal.

Nasi lemak adalah jenis makanan khas Malaysia dan Singapura. Makanan ini biasa dihidangkan untuk sarapan pagi. Nasi lemak merujuk kepada nasi yang dimasak dengan menggunakan santan kelapa untuk menambah rasa gurih. Kadangkala daun pandan dimasukkan semasa nasi lemak dimasak bagi menambahkan aromanya.

Nasi lemak biasanya dihidangkan dengan telur, timun, ikan bilis goreng dan sambal. Tetapi kini nasi lemak dijual dengan berbagai lauk yang termasuk tetapi tidak terhadap kepada daging, ayam, sotong, udang, limpa, dan hati (lembu).

Di Jakarta nasi lemak dikenal dengan nama nasi uduk sedangkan di Jawa Tengah dengan nama sega liwet atau nasi liwet. (sumber: wikipedia bahasa Indonesia)

Nasi Lemak Bekasi menyajikan menu utama berupa nasi leak yang tak beda jauh dengan nasi uduknya orang Indonesia. Bila nasi lemak yang aslinya ada di Malaysia dibuat dengan beras dan santan kental serta garam, maka Nasi Lemak ala Bekasi ini ditambah dengan batang sereh dan daun salam. Jadi persis nasi uduknya orang Bekasi. Kelezatan yang dihasilkan nasi lemak ini pun jauh lebih gurih daripada nasi lemak yang pernah dirasakan oleh Meiwa saat dia bekerja sebagai TKW di Malaysia.

Pemilik warung Nasi Lemak Bekasi ini adalah Meiwa yang sering disapa Bu Mewah (maklumlah lidahnya orang Bekasi keseleo ngucapin nama oriental Meiwa). Meiwa memang punya darah keturunan Cina. Semenjak bekerja di negeri jiran itu, Meiwa memang selalu mencari makanan yang biasa ia rasakan selama di Indonesia, dan nasi lemak adalah salah satu pilihan favoritnya karena sangat mirip dengan nasi uduknya orang Indonesia.

"Bedanya kalau nasi lemak ala Malaysia, mereka tidak menggunakan daun salam dan batang sereh. Biasanya nasi lemak hanya menggunakan santan kental dan garam," ungkap Meiwa, perempuan yang telah beranak dua ini. "Meski terasa gurih, kami tidak menggunakan mecin (vetsin) sama sekali cuma garam dapur biasa saja," tambah Meiwa.

Untuk lauk pauknya pun, Nasi Lemak jauh lebih bervariasi dibandingkan dengan nasi uduk pada umumnya. Nasi lemak bekasi ini menawarkan pilihan lauk di samping sambal kacang atau sambal terasicabe merahnya. Misalnya ayam goreng yang utuh satu potong, kemudian sambal goreng kentang, ikan tongkol. telor balado atau semur jengkol yang terkadang lebih sering dengan rendang jengkol. Menu lauk standarnya pun sebenarnya tak beda jauh, misalnya bihun goreng, goreng tempe atau tahu, atau gorengan bakwan. Tapi yang paling berkesan adalah Rendang Jengkol... hmmm Nasi lemak plus Rendang Jengkol pasti mantab banget Bro and Sis.

"Per porsi nasi lemak ini kami jual cuma Rp 4.000,- komplit dengan sambal kacang atau sambal terasi ditambah dengan bihun dan rendang jengkol." tutur Meiwa yang kini sedang dibantu suaminya pak Adi. "Bila ditambah ayam goreng maka harganya hanya Rp 8.000,-" imbuhnya lagi. Bila ingin tambahan lauk, seperti tempe goreng, tahu goreng atau bakwan goreng cuma Rp 1.500,- per potongnya. Hmmm mantap juga neh.

Bila Anda tinggal di kawasan Perumnas Bekasi dan hendak mencari makanan malam yang beda dari biasanya, cobalah Nasi Lemak Bekasi yang ada di jalan raya Rajawali Raya atau bisa menghubungi nomor telepon (032) 9238.6127. Sepertinya bu Meiwa juga menyanggupi pemesanan antar untuk acara prasmanan pesta dan lainnya, karena ia pernah menerima orderan pemesanan Nasi Lemak hingga 1500 porsi. Bahkan Meiwa pun pernah menyediakan hinga 3000 bungkus nasi lemak buat sebuah acara keluarga.

Anda tertarik ingin menikmati lezat dan gurihnya masakan asli khas Malaysia, Nasi Lemak. Hanya ada di sini di Perumnas III, Kota Bekasi. Untuk kerjasama pembuatan waralaba Nasi Lemak, hubungi hanya di nomor (021) 9346.1965 atau (021) 932.74925.

Sidik Rizal - bukankelanakuliner.com

Senin, September 27, 2010

Nasi Uduk Mas Agung Khas Lamongan Rawakuning

Pasrah Penantian, Nikmat Sajian, Murah Bayaran
Ayam, Bebek, Lele Goreng & Soto Lamongan yang Terjangkau Siapa Saja

Rawakuning - kulinerkuliner.com
JALUR sepanjang jalan raya Rawakuning sedikitnya ada 12 warung nasi uduk di pinggirannya yang buka hingga larut malam. Jalur yang dilalui angkot T-22 Pulogadung Cakung Palad ini memang termasuk jalur jalan kelas 5 yang cukup ramai dilalui kendaraan bermotor. Tak salah jalur ini banyak warung kaki lima yang buka hingga samapai jam 3 pagi, terutama saat bulan puasa.

Warung nasi uduk khas lamongan yang menyajikan ayam goreng, bebek goreng dan lele goreng ini tadinya berdagang SEAFOOD, tapi karena permintaan pelanggan tidak setinggi dari yang diharapkannya, akhirnya sang pemilik, mas Agung memfokuskan diri berdagang nasi uduk dan lauknya. Bahkan kadang soto khas Lamongan  pun dia jarang jual. "Lagi ngumpulin modal hingga cukup Mas," mulainya bercerita saat ditanya kenapa spanduknya Seafood tapi dagangannya justru nasi uduk, ayam goreng dan bebek goreng serta lele goreng.
Kok nggak nyambung Pak? Dengan tersipu lelaki kelahiran 19 April 1949 (tertulis di KTPnya, tapi penampilan seperti berusia 40-an tahun) ini menjelaskan bahwa dia masih dalam proses mengumpulkan modal untuk membuat spanduk baru. Lelaki beranak 4 ini (2 diantaranya kembar) menyadari betul bahwa berdagang dengan terlalu banyak menu agak sedikit merepotkan. Namun dia harus tetap berdagang demi menghidupi keluarganya.

Penghasilannya dari buka nasi uduk malam hari ternyata lumayan hasilnya, setidaknya saat sepi atau tanggal tua dia bisa mendapatkan omzet paling tidak Rp 200.000,- per hari. Dan bila ramainya dia baru bisa mencapai Rp 850.000,- per harinya. "Kalau lagi sepi bisa 200 sampe 300 ribu lah Mas," tambahnya, "dan paling ramai, Alhamdulillah saya pernah mendapatkan 850 ribu dalam satu hari," paparnya tersenyum.

Menu sajian nasi uduk Mas Agung pun tampaknya biasa saja, hanya Nasi Uduk plus Lele Goreng, Ayam Goreng atau Bebek Goreng. Tapi sambelnya yang bisa dikategorikan asyik punya. Meski warung kaki lima dengan meja kursi ala kadarnya khas kaki lima, Mas Agung mampu menyekolahkan anak perempuannya yang sulung hingga lulus SMA. "Anak saya yang pertama itu tunggul menunggu dapat kerja saja, Mas." ujarnya.

Kalau mendengar ceritanya, saya jadi penasaran kenapa para pelanggannya mau datang dan makan di warung kaki lima yang tak terlalu besar ini. Ternyata setelah saya mencoba ayam goreng plus nasi uduknya, baru saya tahu bahwa dagangannya inilah yang bisa mengikat para pelanggannya. Murah dan enak nasi uduknya, ayam gorengnya pun lezat sekelas resto kelas atas. Nggak yakin? Coba minta mas Agung mengirimkan sampel menu makanan nasi uduk plus ayam goreng atau bebek gorengnya sekalian aja pecel lele gorengnya yang maknyuss itu. Pasti Anda setuju... Telpon dulu mas Agung di no 0812.812.217.32. Tapi jangan lupa setelah kiriman datang ke rumah Anda.... langsung bayar yah!

Soalnya harga menunya pun nyaris murah buanget. Pecel Lele Goreng cuma Rp 5.000,- plus nasi uduk jadi Rp 7.000,- Sedangkan Ayam Goreng + Nasi Uduk cuma dipatok Rp 10.000,- (harga ini jangan dibandingkan nanti tahun 2015, setelah Indonesia mengalami Redenominasi. Karena mungkin semua nilai uang jadi kehilangan 3 digit nol nya... hehehe kan lucu banget kalo 5.000 perak tahun 2010 dibilang murah, tapi di tahun 2015 nanti sangat mahal loh!)


Sidik Rizal - bukankelanakuliner.com

Kamis, April 22, 2010

LESTARI JAYA AYAM DAN BEBEK GORENG SENTRA BISNIS HARAPAN INDAH

AYAM dan BEBEK Goreng TERLARIS DI Sentra Bisnis HI

Sentra Bisnis Harapan Indah - kelanakuliner.co.cc
Bila Anda berkunjung ke Sentra Bisnis Kota Harapan Indah dan saat melewati pelatarannya yang luas dan di dalamnya bertebaran puluhan warung kaki lima, jangan lupa untuk berkunjung ke Warung Pecel Lele, Ayam dan Bebek Goreng Lestari Jaya.

Warung Pecel Lele, Pecel Ayam dan Bebek Goreng Lestari Jaya yang dimiliki oleh Bang Jali Suwandi ini, berciri khas masakan Betawi atau Bekasi. Biar begitu, Bang Jali yang asli kelahiran Surabaya tanggal 5 Maret 1953 ini mengatakan semua menunya disesuaikan dengan menu masakan populer tradisional yang berhasil dia dapatkan. Misalnya untuk Ayam Gorengnya dia beri bumbu sambal khas Bekasi. Pecel Lelenya disajikan dengan menu khas Lamongan. Sedangkan menu bebek gorengnya dan termasuk ayam gorengnya biasanya ditemani dengan nasi uduk khas asli Kemayoran. Hmmm, ini baru nuansa Betawinya nampak. Itulah sebabnya nasi uduknya yang selalu hangat tersimpan dalam 2 buah termos besar selalu habis diserbu pengunjung. Belum lagi porsinya yang lebih banyak dibandingkan dengan Nasi Uduk dan Pecel Lele di warung lainnya.

Sebagai gambaran betapa laku (itu kalau nggak mau dibilang yang paling laku di kawasan sentra bisnis Harapan Indah), dalam waktu sehari sedikitnya dia menyediakan beras hingga 20 liter yang bisa menghasilkan 150 porsi Nasi Uduk dengan harga @Rp 3.000,-
Pecel Lelenya saja sehari bisa laku terjual sedikitnya 40 porsi dengan harga @Rp 6.000,- dan Bebek Gorengnya laku terjual sedikitnya 20 porsi dengan harga @Rp 12.000,- sedangkan Ayam Gorengnya bisa laku hingga 100 porsi dengan harga @Rp 7.000,- Sekarang Anda hitung sendiri omzet totalnya per hari.

Dengan dibantu 3 orang karyawan, Warung Nasi Uduk Pecel Lele, Ayam dan Bebek Goreng Lestari Jaya ini pernah mencapai 1000 bungkus pesanan Nasi Uduk dengan beragam lauk pilihan dalam sehari pada saat mendapatkan order pesanan melalui pelanggan setianya. Yang patut untuk Anda ketahui tentang ramainya Nasi Uduk malam hari Lestari Jaya ini adalah di sambalnya yang luar biasa mantap dan lezat. Dan bila Anda ingin mencoba betapa hebat dan mantap sambalnya silakan saja menghubungi Bang Jali di nomor telepon 081380.844.806 dijamin dia akan memberikan pesanan yang anda minta.

Sidik Rizal - dobeldobel.co.cc

Minggu, April 18, 2010

NASI UDUK KEBON KACANG TANAH ABANG ☺ yang PALING RAME DI HARAPAN INDAH BOULEVARD

Karena Nasi Uduk Mister Smile Banyak Gratisannya


SELAMA MASA PROMOSI HINGGA AKHIR Mei 2010, Nasi Uduk Kebon Kacang Tanah Abang Mr Smile memberikan diskon 25% mulai dari jam 17.00 s/d pukul 21.00 wib. Untuk setiap pemesanan hingga mencapai Rp 1.000 ribu, dapatkan diskon pembayaran di kasir hingga 50%, Cukup Anda bayar setengahnya, maka Anda bisa menikmati semua menu. (Jangan lupa membawa print-out blogs ini saat berkunjung. Fotokopian tidak berlaku, hanya printout berwarna.)

Harapan Indah Boulevard - kelanakuliner.co.cc
Sore selepas Isya di bilangan Harapan Indah Boulevard sedang mengalami kemacetan luar biasa karena pengalihan kendaraan dari ramainya acara pentas Music Award dari SCTV yang diselenggarakan di Sentra Bisnis Harapan Indah pada malam itu, 24 April 2010. Luar biasa ramai dan konsekwensinya adalah pengalihan kemacetan ke segala arah jalan yang memang jalurnya berdesain seperti labirin sentrifugal (pasti gak ngerti kan loh?) Hahahaha, lupain istilah aneh itu Bro and Sis!

Daripada meliput acara super ramai yang banyak dihadiri artis papan atas ibukota itu, mendingan mencari liputan tentang kuliner yang ada di wilayah sekitar, salah satunya Harapan Indah Boulevard dan Komplek Ruko Harapan Baru. Pilihan kelanakuliner.co.cc adalah RM Nasi Uduk Kebon Kacang Tanah Abang Mr. Smile. Sebenarnya merknya nggak jelas, karena ada beberapa Nasi Uduk Kebon Kacang di wilayah Harapan Indah Boulevard. Sedikitinya ada 3 rumah makan Nasi Uduk yang sama-sama menggunakan merk dagang Kebon Kacang. Tapi pilihan jatuh pada si Mister Smile. Kenapa disebut Mister Smile, karena logo utamanya adalah icon mister smile ☺yang terkenal itu di antara tulisan besar Nasi Uduk Kebon Kacang Tanah Abangnya, tahu kan?

Gak butuh waktu sampai hari berikutnya untuk bertemu dengan sang pemilik yang biasanya pada malam-malam tertentu ada di rumah makannya yang berupa ruko berlantai 3 1/2 itu di bilangan Boulevard Harapan Indah. Andi, lelaki kelahiran Kalimantan, 14 Juli 1969 ini tak keberatan untuk bisa diwawancarai mengenai usahanya yang selalu ramai dikunjungi pelanggannya dan membuka sedikit rahasianya kepada kelanakuliner.co.cc

"Saya sendiri memang bukan orang Betawi asli, tapi istri saya yang asli kelahiran Jakarta dan kebetulan ada dari keluarganya tinggal di Tanah Abang dan buka usaha nasi uduk. Dari menu rahasia dan yang paling umum tentang sajian nasi uduk khas Kebon Kacang yang  diberikan keluarganya itu, maka jadilah kami membuka usaha ini," ungkap Andi, lelaki beranak 2 putra ini. Dirinya juga mengaku masih belum mernggunakan merk tertentu untuk rumah makannya. Nama Nasi Uduk Kebon Kacang sendiri begitu terkenal di Jakarta, sehingga banyak orang yang menggunakannya dan untuk merk, Andi hanya menggunakan sebuha icon gambar orang tersenyum.

Ketika ditanya apa filosofinya mengunakan logo icon mister smile, Andi menjelaskan bahwa harapan diri dan keluarganya bahwa setiap karyawan dan keluarganya selalu menggunakan senyum dalam melayani para pelanggannya, kalau nggak bisa mengucapkan kata-kata lembut dan sopan. Cukup dengan senyum sudah membuat para pelanggannya menjadi senang dan akan datang kembali dengan pelayanan penuh senyum, paparnya sambil tersenyum tentunya.

Mengamati adanya beberapa rumah makan yang ada di Boulevard Harapan Indah yang menggunakan merk dagang yang sama, Nasi Uduk Kebon Kacang, sepertinya memang di tempatnya Andi si Mister Senyum yang paling ramai, sekalipun di peak off day maupun peak off hour (red= terjemah bebasnya, masa paling sepi dan hari paling sepi).

Supaya nggak penasaran sambil ngobrol enaknya memang langsung mencoba menu populer Nasi Uduk asli dari kebon Kacang Tanah Abang ini. Lebih enak (dan pastinya lebih repot buat si pedangan), pesanlah minuman Es Cendol asli dari Betawi. Hmmm, gurih dan lezatnya nasi uduk bercampur ayam goreng atau bebek goreng akan terasa mantap bila ditemani minuman es cendol yang dibuat dari santan dan cendol tepung beras yang dicampur dengan gula aren manis. Manteb banget, Jali! gitu kale yah kata orang Betawi jaman dulu kalo lagi keenakan!

Untungnya walau selalu ramai setiap harinya di jam 12.00 s/d 14.00 saat siang dan malam di jam 18.00 s/d jam 21 malam, RM Nasi Uduk Kebon Kacang Tanah Abang Mister Smile ☻mempunyai dua lantai ruko yang bisa dipakai untuk acara Arisan atau office gathering (Apaan tuh artinya mpok? Yah elah, manah gue tauk! kate mpok Midun kebingungan). Dengan kapasitas daya tampung hingga 50 kursi. Jadi pas sekali bila ada reservasi acara dengan menu sajian utama berupa nasi uduk nostalgik from tanah Betawi, Kebon Kacang.

Selain bisa buat dine in (Makan di Tempat, bukan Makan Tempat, Coy!), para pelanggan juga bisa membawa pulang alias take away. Nasi Uduknya sendiri dikemas dalam bungkusan daun picang kecil ukuran klasik seharga Rp.1.500,- per bungkus. Murah meriah dan mengenyangkan kalau dimakan lebih dari 9 bungkus (hahahaha... coba aja 99 bungkus!  pasti mleduk tuh perut!)
Untuk delivery, sayangnya baru bisa menerima pengiriman ke area terbatas, seperti kawasan Harapan indah, Harapan Baru, Harapan Jaya, Pondok Ungu Permai atau Taman Harapan Baru dengan tambahan Rp 2.000,- sebagai ongkos kirimnya dan minimal pesanan Rp 50.000,-

Oh ya satu lagi... bila Anda mencoba mengajak keluarga Anda untuk Dine In di tempat ini, ada hal yang mengagetkan namun membuat Anda senang. Saat Anda makan berempat, yakni bersama pasangan dan kedua anak Anda, siapkan uang seratus ribuan, maka ternyata biaya total belanja maan Anda sekeluarga hanya Rp 50.000,- saja! Kaget yang menyenangkan bukan?

Kalau sudah begini pasti Anda mau coba kan? Cbalah menu unggulan nasi uduk dengan lauk pauknya yang berupa gorengan jeroan ayam dan sila hubungi, Andi di (021) 8853.4208 atau
0818.155.730 atau kunjungi (Ingat, jangan salah tempat...!) Jl. Bulevar Hijau, Blok B8, No. 9 Kota Harapan Indah Bekasi, Telp. (021) 4489.1929 atau di Grand Cakung, Jakarta Timur, Telp. (021) 6853.4208

NASI UDUK KEBON KACANG TANAH ABANG Mister Smile
Daftar Menu
MAKANAN-. Nasi Uduk
-. Nasi Putih
-. Ayam Goreng
-. Ayam Bakar
-. Ati & Ampela Goreng
-. Babat Goreng
-. Bebek Cabe Ijo
-. Cumi Goreng
-. Empal Goreng
-. Iso Goreng
-. Jantung Goreng
-. Paru Goreng
-. Pete
-. Sayur Asem
-. Semur Jengkol
-. Tahu Goreng
-. Tempe Goreng
-. Udang Goreng
-. Usus Goreng
-. Kerupuk

MINUMAN-. Teh Hangat
-. Es Teh
-. Es Teh Manis
-. Teh Manis Hangat
-. Es Teh Manis
-. Jeruk Hangat
-. Es Jeruk
-. Prim-a
-. Teh Botol
-. Estee
-. FruiTea
-. Es Cendol

Sidik Rizal - si penggemar nasi uduk kebon kacang - dobeldobel.co.cc

Senin, September 14, 2009

RM DAPUR BETAWI Jatiasih: Nasi Uduk Tanpa Santan


RM DAPUR BETAWI DIKONTRAKKAN

15 TAHUN US$ 500,000

Gratis Nasi Uduk selama 3 Pekan Promo Ramadhan di RM DAPUR BETAWI Jatiasih



Bekasi, kelanakuliner.com
Hari kemerdekaan bangsa kita 17 Agustus tahun 2009 ini nyaris berdekatan dengan bulan Ramadhan 1430. Jadi sama persis dengan 64 tahun yang lalu dimana pada tanggal yang sama di bulan itu seingat saya adalah juga bulan puasa. Sayangnya tanggal pertama bulan puasa tahun 2009 ini jatuh tanggal 22 Agustus 2009.

Karena tema kemerdekaan dan bulan puasa inilah, maka saya mencoba mengangkat tema kuliner lokal dan nasional dan erat kaitannya dengan makanan khas bulan puasa. Salah satunya adalah makanan khas daerah Betawi, yakni nasi uduk. Hampir semua orang mengenali setidaknya pernah mencicipi nasi uduk. Makanan ini sudah menjadi tradisi bagi orang Betawi untuk sarapan pagi. NASI UDUK yang berbahan dasar beras putih diolah menjadi makanan lezat dan menjadi makanan favorit di pagi hari.

Biasanya orang (yah umumnya seh para ibu-ibu) hampir semua bisa membuat nasi uduk. Tapi kali ini ada yang berbeda dengan kebiasaan orang membuat nasi uduk, ada keunikan dari menu sajian nasi uduk DAPUR BETAWI, yang selalu menjaga kwalitas serta citra rasa penuh sensional (hualah bombastis buanget... tapi emang gettu sih kenyataannya). Umumnya nasi uduk selalu dibuat dengan dibantu bumbu dasar tidak lebih dari 6 – 7 jenis bumbu rempah, tapi DAPUR BETAWI bereksperimen secara luar biasa dengan menciptakan resep NASI UDUK Bumbu Dasar 12 jenis.

Wah!!! Penasaran bukan !? Uniknya adalah proses pembuatannya dengan beras yang sudah direndam hampir 3 – 4 jam ini kemudian diterapi (gue nggak ngerti tepat nggak yah istilahnya... apa lebih tepatnya diungkeb atau diurapi atau di"pendem"? Halah pokoknya ya gettu deh!)

Sistem terapi (atau apalah sebutannya) ini adalah di mana bumbu yang diracik hanya diambil uapnya saja hingga masuk kedalam pori-pori beras, bisa dibayangkan bagaimana rasanya? Nasi Uduk Bumbu 12 ini terasa lebih gurih dibandingkan dengan nasi uduk lainnya. Selain karena pembuatan Nasi Uduk Bumbu 12 ini berbeda dari pembuatan nasi uduk dari biasanya, nasi uduk ini juga tidak menggunakan bahan penyedap.

Nah, bisa kebayangkan bagaimana rasanya? Rasa gurih yang ada bukan karena penyedap melainkan karena racikan dari 12 bumbu yang dipakai dan diuapkan ke beras yang sedang dimasaknya (mirip metode aroma terapi kan?). Selanjutnya sang beras yang berubah jadi nasi uduk istimewa ini akan disajikan dan dikasih beragam pelengkap nasi udauk umumnya, seperti bawang goreng, potongan telur dadar, suwiran ayam goreng dan kerupuk. Pastinya rasa dan aroma yang didapat lain daripada yang biasanya Anda nikmati.

Nggak percaya? Anda mau coba? Supaya nggak penasaran anda bisa datang langsung Ke DAPUR BETAWI yang terletak di Jl. Jati Asih 375 Bekasi. Telp. 021.8221085 untuk pemesanan tempat.

Nasi uduk ini akan lebih terasa dahsyat (busyet kayak film eksyen aja yah!?) jika dihidangkan dengan Ayam Goreng, Babat/Paru Goreng, Pete Bakar, Ati Rempela. Dan bila Anda suka bisa ditambah dengan Semur Jengkolnya biar nggak meninggalkan ciri khas Betawi. Ehmm.... bayangkan bagaimana lezatnya Nasi Uduk Bumbu 12 ini dengan segala macam pendampingnya itu....



SANG PELOPOR
Nasi Uduk Bumbu 12

Nasi Uduk Bumbu 12 ini berawal ketika Ranu Vishuda selaku manajer operasional restoran Dapur Betawi ini mencoba suatu eksperimen nasi uduk yang lain dari pada yang lain. Secara background Ranu, sapaan akrabnya, bukanlah seorang koki atau ahli pada bidang memasak melainkan ia adalah seorang pekerja entertaintment yang mencoba mengembangkan hobinya memasak.

“Awalnya saya hanya mencoba bagaimana membuat nasi uduk yang berbeda dari yang lainya, saya membuat eksperimen dan ternyata nasi uduk bumbu 12 ini jadi dan enak. Hal itu juga sudah saya test food oleh beberapa orang hingga akhirnya saya mau mempublikasikannya ke orang-orang” ujarnya membuka rahasia.

Syukur alhamdullilah sudah lebih dari 1.000 pengunjung mencicipi Nasi Uduk Bumbu 12, ujar Ranu yang juga sering mengadakan class cooking kepada ibu-ibu arisan di lingkungannya. Nasi Uduk Bumbu 12 ini dipersembahkan Ranu sebagai salah satu pengembangan usaha yang ia kelola saat ini. Restoran yang bertemakan budaya Betawi yang ia kelola saat ini mendorongnya untuk menghasilkan taste baru di dunia masakan.

Sebagai perkenalan RM DAPUR BETAWI untuk NASI UDUK BUMBU 12, ungkap Ranu berpromosi, "Kami memberikan secara Gratis selama Promo 3 bulan ke depan, makanya segera datang untuk mencicipi bersama keluarga dan rekan-rekan lainnya. Sambil menikmati suasana DAPUR BETAWI dengan fasilitas unggulannya memiliki sebuah LESEHAN.

RM Dapur Betawi sebenarnya mempunyai luas lahan lebih dari 1000 meter persegi. Namun karena jiwa sosial sang pemilik tanah, Heri, lelaki beranak satu ini memberikan sebagian lahannya untuk para pedagang kaki lima berusaha di sana dekat RM Dapur Betawi.

Di samping rumah makan yang cukup asri dan mewah interiornya ini ada galeri beberapa ATM seperti BCA, Mandiri dan lainnya. Bahkan beberapa pelanggan yang bertransaksi di ATM tersebut sempat berujar bahwa tak disangka di samping galeri ATM yang sering ia kunjungi ini ada rumah makan yang cukup asyik buat dikunjungi dan dinikmati makannya.

Sayang karena ramainya para pedagang kaki lima di lahan parkir RM Dapur Betawi, maka pintu masuk resto keluarga ini sepertinya HILANG dan plang billboard (neon box) RM Dapur Betawi yang besar berwarna biru hitam itu tak banyak membantu menarik perhatian aorang-orang yang lalu lalang di sepanjang jalan raya Jatiasih. Padahal tepat 200 m di depan RM Dapur Betawi ada resto & Cafe Obong Steak & Ribs, dan tak jauh dari sana ada Giant Hyper Mall dan beberapa pabrik serta perkantoran.

Intinya adalah tempat ini enak buat bertemu (meeting point) ataupun rendezvous, ataupun sekadar mengajak keluarga makan menu masakan khas Betawi. Sekalipun menu Betawi yang dijadikan merk dagangnya, RM Dapur Betawi juga menyajikan bakmie, mie ayam dan bakso. Masalah rasa, sepertinya nggak kalah dengan tempat lain. Silahkan Anda datang dan dapatkan menu promo Nasi Uduk Bumbu 12 gratis selama pekan promosi, tapi yang gratis itu nasi uduknya. Sedangkan lauknya berupa ayam goreng, atau lauk lainnya tetap dikenakan harga normal. So nggak ada ruginya kok... Cepet kunjungi keburu kehabisan loh selepas Maghrib menjelang sholat tarawih. Oh ya jangan lupa menu ta'jilan berbuka puasa di RM khas Betawi ini... pasti seru deh, en Anda bisa berbuka dengan yang manis-manis di sini.

sidik Rizal - dobeldobel.com

Paket Menu Prasmanan Ala Betawi
Paket Nasi Box

RM DAPUR BETAWI Jatiasih: Nasi Uduk Tanpa Santan


RM DAPUR BETAWI DIKONTRAKKAN

15 TAHUN US$ 500,000

Gratis Nasi Uduk selama 3 Pekan Promo Ramadhan di RM DAPUR BETAWI Jatiasih



Bekasi, kelanakuliner.com
Hari kemerdekaan bangsa kita 17 Agustus tahun 2009 ini nyaris berdekatan dengan bulan Ramadhan 1430. Jadi sama persis dengan 64 tahun yang lalu dimana pada tanggal yang sama di bulan itu seingat saya adalah juga bulan puasa. Sayangnya tanggal pertama bulan puasa tahun 2009 ini jatuh tanggal 22 Agustus 2009.

Karena tema kemerdekaan dan bulan puasa inilah, maka saya mencoba mengangkat tema kuliner lokal dan nasional dan erat kaitannya dengan makanan khas bulan puasa. Salah satunya adalah makanan khas daerah Betawi, yakni nasi uduk. Hampir semua orang mengenali setidaknya pernah mencicipi nasi uduk. Makanan ini sudah menjadi tradisi bagi orang Betawi untuk sarapan pagi. NASI UDUK yang berbahan dasar beras putih diolah menjadi makanan lezat dan menjadi makanan favorit di pagi hari.

Biasanya orang (yah umumnya seh para ibu-ibu) hampir semua bisa membuat nasi uduk. Tapi kali ini ada yang berbeda dengan kebiasaan orang membuat nasi uduk, ada keunikan dari menu sajian nasi uduk DAPUR BETAWI, yang selalu menjaga kwalitas serta citra rasa penuh sensional (hualah bombastis buanget... tapi emang gettu sih kenyataannya). Umumnya nasi uduk selalu dibuat dengan dibantu bumbu dasar tidak lebih dari 6 – 7 jenis bumbu rempah, tapi DAPUR BETAWI bereksperimen secara luar biasa dengan menciptakan resep NASI UDUK Bumbu Dasar 12 jenis.

Wah!!! Penasaran bukan !? Uniknya adalah proses pembuatannya dengan beras yang sudah direndam hampir 3 – 4 jam ini kemudian diterapi (gue nggak ngerti tepat nggak yah istilahnya... apa lebih tepatnya diungkeb atau diurapi atau di"pendem"? Halah pokoknya ya gettu deh!)

Sistem terapi (atau apalah sebutannya) ini adalah di mana bumbu yang diracik hanya diambil uapnya saja hingga masuk kedalam pori-pori beras, bisa dibayangkan bagaimana rasanya? Nasi Uduk Bumbu 12 ini terasa lebih gurih dibandingkan dengan nasi uduk lainnya. Selain karena pembuatan Nasi Uduk Bumbu 12 ini berbeda dari pembuatan nasi uduk dari biasanya, nasi uduk ini juga tidak menggunakan bahan penyedap.

Nah, bisa kebayangkan bagaimana rasanya? Rasa gurih yang ada bukan karena penyedap melainkan karena racikan dari 12 bumbu yang dipakai dan diuapkan ke beras yang sedang dimasaknya (mirip metode aroma terapi kan?). Selanjutnya sang beras yang berubah jadi nasi uduk istimewa ini akan disajikan dan dikasih beragam pelengkap nasi udauk umumnya, seperti bawang goreng, potongan telur dadar, suwiran ayam goreng dan kerupuk. Pastinya rasa dan aroma yang didapat lain daripada yang biasanya Anda nikmati.

Nggak percaya? Anda mau coba? Supaya nggak penasaran anda bisa datang langsung Ke DAPUR BETAWI yang terletak di Jl. Jati Asih 375 Bekasi. Telp. 021.8221085 untuk pemesanan tempat.

Nasi uduk ini akan lebih terasa dahsyat (busyet kayak film eksyen aja yah!?) jika dihidangkan dengan Ayam Goreng, Babat/Paru Goreng, Pete Bakar, Ati Rempela. Dan bila Anda suka bisa ditambah dengan Semur Jengkolnya biar nggak meninggalkan ciri khas Betawi. Ehmm.... bayangkan bagaimana lezatnya Nasi Uduk Bumbu 12 ini dengan segala macam pendampingnya itu....



SANG PELOPOR
Nasi Uduk Bumbu 12

Nasi Uduk Bumbu 12 ini berawal ketika Ranu Vishuda selaku manajer operasional restoran Dapur Betawi ini mencoba suatu eksperimen nasi uduk yang lain dari pada yang lain. Secara background Ranu, sapaan akrabnya, bukanlah seorang koki atau ahli pada bidang memasak melainkan ia adalah seorang pekerja entertaintment yang mencoba mengembangkan hobinya memasak.

“Awalnya saya hanya mencoba bagaimana membuat nasi uduk yang berbeda dari yang lainya, saya membuat eksperimen dan ternyata nasi uduk bumbu 12 ini jadi dan enak. Hal itu juga sudah saya test food oleh beberapa orang hingga akhirnya saya mau mempublikasikannya ke orang-orang” ujarnya membuka rahasia.

Syukur alhamdullilah sudah lebih dari 1.000 pengunjung mencicipi Nasi Uduk Bumbu 12, ujar Ranu yang juga sering mengadakan class cooking kepada ibu-ibu arisan di lingkungannya. Nasi Uduk Bumbu 12 ini dipersembahkan Ranu sebagai salah satu pengembangan usaha yang ia kelola saat ini. Restoran yang bertemakan budaya Betawi yang ia kelola saat ini mendorongnya untuk menghasilkan taste baru di dunia masakan.

Sebagai perkenalan RM DAPUR BETAWI untuk NASI UDUK BUMBU 12, ungkap Ranu berpromosi, "Kami memberikan secara Gratis selama Promo 3 bulan ke depan, makanya segera datang untuk mencicipi bersama keluarga dan rekan-rekan lainnya. Sambil menikmati suasana DAPUR BETAWI dengan fasilitas unggulannya memiliki sebuah LESEHAN.

RM Dapur Betawi sebenarnya mempunyai luas lahan lebih dari 1000 meter persegi. Namun karena jiwa sosial sang pemilik tanah, Heri, lelaki beranak satu ini memberikan sebagian lahannya untuk para pedagang kaki lima berusaha di sana dekat RM Dapur Betawi.

Di samping rumah makan yang cukup asri dan mewah interiornya ini ada galeri beberapa ATM seperti BCA, Mandiri dan lainnya. Bahkan beberapa pelanggan yang bertransaksi di ATM tersebut sempat berujar bahwa tak disangka di samping galeri ATM yang sering ia kunjungi ini ada rumah makan yang cukup asyik buat dikunjungi dan dinikmati makannya.

Sayang karena ramainya para pedagang kaki lima di lahan parkir RM Dapur Betawi, maka pintu masuk resto keluarga ini sepertinya HILANG dan plang billboard (neon box) RM Dapur Betawi yang besar berwarna biru hitam itu tak banyak membantu menarik perhatian aorang-orang yang lalu lalang di sepanjang jalan raya Jatiasih. Padahal tepat 200 m di depan RM Dapur Betawi ada resto & Cafe Obong Steak & Ribs, dan tak jauh dari sana ada Giant Hyper Mall dan beberapa pabrik serta perkantoran.

Intinya adalah tempat ini enak buat bertemu (meeting point) ataupun rendezvous, ataupun sekadar mengajak keluarga makan menu masakan khas Betawi. Sekalipun menu Betawi yang dijadikan merk dagangnya, RM Dapur Betawi juga menyajikan bakmie, mie ayam dan bakso. Masalah rasa, sepertinya nggak kalah dengan tempat lain. Silahkan Anda datang dan dapatkan menu promo Nasi Uduk Bumbu 12 gratis selama pekan promosi, tapi yang gratis itu nasi uduknya. Sedangkan lauknya berupa ayam goreng, atau lauk lainnya tetap dikenakan harga normal. So nggak ada ruginya kok... Cepet kunjungi keburu kehabisan loh selepas Maghrib menjelang sholat tarawih. Oh ya jangan lupa menu ta'jilan berbuka puasa di RM khas Betawi ini... pasti seru deh, en Anda bisa berbuka dengan yang manis-manis di sini.

sidik Rizal - dobeldobel.com

Paket Menu Prasmanan Ala Betawi
Paket Nasi Box

Selasa, September 01, 2009

Kedai Daun Pisang: Nasi Uduk Kebon Nanas yang Legendaris ada di Galaxi Bekasi


Menu Tradisional Klasik Manjakan Pelanggan dengan Harga Ekonomis
Nasi Uduk Ayam Bakar, Nasi Ulam Betawi, Tahu Gejrot Cirebon, Sayur Asem, Empal Daging, Es Soda Gembira


Bekasi, dobeldobel.com
Capek keliling berkendaraan seharian dari sibuknya bekerja lewat tol di bilangan Galaksi, pasti kita bisa temui Kedai Daun Pisang yang mempunyai Nasi Uduk favorit pelanggan yang memang kebanyakan orang kantoran itu. Walau tempatnya yang tidak terlalu luas hanya 9 meja dan mampu menampung 50an orang pengunjung, namun memiliki tempat parkir yang cukup untuk beberapo kendaraan roda empat. Kebetulan usaha yang dikelola oleh istri dari Yohanes, sang pemilik bengkel mobil di persimpangan jalan menuju pintu tol Galaksi.

Menurut pengakuan Yohanes yang sudah 4 tahun terakhir berdagang Nasi Uduk di Kedai Daun Pisang ini, bahwa tanggapan masyarakat di sekitar lumayan bagus. Itulah sebabnya ia membiarkan istrinya yang kebetulan masih bekerja sebagai salah satu sekretaris Direksi di media Suara Pembaruan, membuka usaha ini ke tingkat yang lebih serius. Apalagi setelah dicoba beberapa bulan animo dan permintaan pelanggan meningkat dari waktu ke waktu.

Itulah sebabnya ia juga mendukung istrinya untuk semakin menambah jenis makanan yang disajikan buat pelanggannya. Karena banyaknya dan seringnya permintaan agar masakan dan menunya ditambah dari daerah lain, maka dia pun mencoba beberapa menu tradisional yang memang sudah akrab di lidah orang Bekasi.

Yohanes, ayah dari dua orang anak yang telah kuliah dan satu lagi masih SMA ini, memang sangat menyukai usaha kuliner. Pada awalnya ia hanya membuka bengkel, kemudian setelah diminta istrinya untuk membuka usaha pendukung, maka pilihan Nasi Uduk dengan sajian di atas daun pisang lah yang menjadi pilihan utamanya. Selain menggunakan rempah-rempah bumbu sedikitnya 8 jenis, ia berusaha membuat sajian makanannya dari bahan yang berkualitas. Itulah sebabnya harganya menjadi tidak murah. Sesuai dengan prinsipnya, bila pelanggannya puas dengan sajian yang dibuatnya, masalah harga menjadi nomor sekian.

Untuk pilihan minuman, saya mencoba Es Soda gembira. Dan nikmatnya tahu gejrot Cirebon yang lumayan pedas dan manis asam itu ditambah es Soda Gembira membuat gigi saya ngilu, yah biasa deh neh gigi lagi nggak mau diajak enak. Terpaksa deh, Nasi Uduk Ayam Bakarnya harus saya bungkus dan mungkin bisa saya makan bersama anak saya di rumah.... (ternyata nggak juga, hehehehehe)

Masalah kualitas makanan di Kedai Daun Pisang yang hanya satu tempat ini (ada satu tempat lainnya di bandung, tapi bukan milik Yohanes, namanya RM Daun Pisang), Yohanes menomorsatukan. Untuk itulah Yohanes selalu menjaga mutu makanannya, mulai dari yang sederhana seperti Tahu Gejrot Cirebon hingga sayur Asem atau Daging Empal dan Nasi Uduknya. Jangan heran bila yang datang ke Kedai daun Pisang memang rata-rata adalah karyawan atau keluarga.
Sepertinya, Kedai Daun Pisang bermenu utama Nasi Uduk akan jadi pilihan mereka yang meilih mutu di atas segalanya.

Sidik Rizal
- dobeldobel.com

Kedai Daun Pisang: Nasi Uduk Kebon Nanas yang Legendaris ada di Galaxi Bekasi


Menu Tradisional Klasik Manjakan Pelanggan dengan Harga Ekonomis
Nasi Uduk Ayam Bakar, Nasi Ulam Betawi, Tahu Gejrot Cirebon, Sayur Asem, Empal Daging, Es Soda Gembira


Bekasi, dobeldobel.com
Capek keliling berkendaraan seharian dari sibuknya bekerja lewat tol di bilangan Galaksi, pasti kita bisa temui Kedai Daun Pisang yang mempunyai Nasi Uduk favorit pelanggan yang memang kebanyakan orang kantoran itu. Walau tempatnya yang tidak terlalu luas hanya 9 meja dan mampu menampung 50an orang pengunjung, namun memiliki tempat parkir yang cukup untuk beberapo kendaraan roda empat. Kebetulan usaha yang dikelola oleh istri dari Yohanes, sang pemilik bengkel mobil di persimpangan jalan menuju pintu tol Galaksi.

Menurut pengakuan Yohanes yang sudah 4 tahun terakhir berdagang Nasi Uduk di Kedai Daun Pisang ini, bahwa tanggapan masyarakat di sekitar lumayan bagus. Itulah sebabnya ia membiarkan istrinya yang kebetulan masih bekerja sebagai salah satu sekretaris Direksi di media Suara Pembaruan, membuka usaha ini ke tingkat yang lebih serius. Apalagi setelah dicoba beberapa bulan animo dan permintaan pelanggan meningkat dari waktu ke waktu.

Itulah sebabnya ia juga mendukung istrinya untuk semakin menambah jenis makanan yang disajikan buat pelanggannya. Karena banyaknya dan seringnya permintaan agar masakan dan menunya ditambah dari daerah lain, maka dia pun mencoba beberapa menu tradisional yang memang sudah akrab di lidah orang Bekasi.

Yohanes, ayah dari dua orang anak yang telah kuliah dan satu lagi masih SMA ini, memang sangat menyukai usaha kuliner. Pada awalnya ia hanya membuka bengkel, kemudian setelah diminta istrinya untuk membuka usaha pendukung, maka pilihan Nasi Uduk dengan sajian di atas daun pisang lah yang menjadi pilihan utamanya. Selain menggunakan rempah-rempah bumbu sedikitnya 8 jenis, ia berusaha membuat sajian makanannya dari bahan yang berkualitas. Itulah sebabnya harganya menjadi tidak murah. Sesuai dengan prinsipnya, bila pelanggannya puas dengan sajian yang dibuatnya, masalah harga menjadi nomor sekian.

Untuk pilihan minuman, saya mencoba Es Soda gembira. Dan nikmatnya tahu gejrot Cirebon yang lumayan pedas dan manis asam itu ditambah es Soda Gembira membuat gigi saya ngilu, yah biasa deh neh gigi lagi nggak mau diajak enak. Terpaksa deh, Nasi Uduk Ayam Bakarnya harus saya bungkus dan mungkin bisa saya makan bersama anak saya di rumah.... (ternyata nggak juga, hehehehehe)

Masalah kualitas makanan di Kedai Daun Pisang yang hanya satu tempat ini (ada satu tempat lainnya di bandung, tapi bukan milik Yohanes, namanya RM Daun Pisang), Yohanes menomorsatukan. Untuk itulah Yohanes selalu menjaga mutu makanannya, mulai dari yang sederhana seperti Tahu Gejrot Cirebon hingga sayur Asem atau Daging Empal dan Nasi Uduknya. Jangan heran bila yang datang ke Kedai daun Pisang memang rata-rata adalah karyawan atau keluarga.
Sepertinya, Kedai Daun Pisang bermenu utama Nasi Uduk akan jadi pilihan mereka yang meilih mutu di atas segalanya.

Sidik Rizal
- dobeldobel.com

Jumat, Juli 24, 2009

Mbok Dengkleng, Nasi Uduk dan Ayam Tulang Lunaknya paling Dominan

Tulang Ayamnya pun Remuk dengan Pencetan Jari
Bisa Anda Bayangkan Betapa Empuk Dagingnya


Bekasi, dobeldobel.com
Bilangan Komsen, Jatiasih semakin hari semakin ramai dengan tempat-tempat jajanan kuliner. Salah satunya adalah RM Mbok Dengkleng, yang dikelola oleh pasangan suami istri ahli komunikasi pemasaran dan periklanan, King Vidor dan Dili.

Menurut Dili, wanita jebolan perguruan tinggi jurusan komunikasi ini, nama rumah makan mereka Mbok Dengkleng, sebenarnya adalah inspirasi dari keluarga dekat yang kebetulan sedang terkena sakit stroke, jadi maksudnya adalah Mbok Kempleng, tapi karena susah diucapkannya, yang terdengar adalah Mbok Dengkleng, dan jadilah merk Mbok Dengkleng yang dijadikan nama resto yang mereka kelola ini.

Suaminya, praktisi ahli komunikasi yang masih tetap bekerja di sebuah biro iklan BTL, Indonesia Lima ini memang sengaja mengajak istrinya membuka usaha resto sederhana, karena keinginan mereka untuk berwirausaha kuliner sejak lama. Kebetulan makanan yang jadi menu mereka juga agak jarang bisa didapat di wilayah mereka. Seperti Bakmi Ayam Ceker yang lumayan digemari pelanggan mereka, mungkin hanya ada di resto mereka sepanjang jalan Komsen, Jatiasih mulai dari pertigaan dan bunderan Tol Komsen hingga menembus ke Jatiasih ujung.

Di samping itu mas Kingky, demikian panggilan akrab King Vidor, lelaki yang telah saya kenal sepuluh tahun lalu ini sejak pertama kali ia memesan lukisan karikatur saya di Hero Plaza lama (sekarang BCP), sangat menyukai berwisata kuliner dari satu resto ke resto lainnya. Namun pemilihan nama resto yang tidak memfokuskan pada satu produk unggulan sajian mereka, sepertinya adalah strategi komunikasi dan branding yang mau dibuatnya untuk waktu ke depan.

Mbok Dengkleng, Nasi Uduk dan Ayam Tulang Lunaknya paling Dominan

Tulang Ayamnya pun Remuk dengan Pencetan Jari
Bisa Anda Bayangkan Betapa Empuk Dagingnya


Bekasi, dobeldobel.com
Bilangan Komsen, Jatiasih semakin hari semakin ramai dengan tempat-tempat jajanan kuliner. Salah satunya adalah RM Mbok Dengkleng, yang dikelola oleh pasangan suami istri ahli komunikasi pemasaran dan periklanan, King Vidor dan Dili.

Menurut Dili, wanita jebolan perguruan tinggi jurusan komunikasi ini, nama rumah makan mereka Mbok Dengkleng, sebenarnya adalah inspirasi dari keluarga dekat yang kebetulan sedang terkena sakit stroke, jadi maksudnya adalah Mbok Kempleng, tapi karena susah diucapkannya, yang terdengar adalah Mbok Dengkleng, dan jadilah merk Mbok Dengkleng yang dijadikan nama resto yang mereka kelola ini.

Suaminya, praktisi ahli komunikasi yang masih tetap bekerja di sebuah biro iklan BTL, Indonesia Lima ini memang sengaja mengajak istrinya membuka usaha resto sederhana, karena keinginan mereka untuk berwirausaha kuliner sejak lama. Kebetulan makanan yang jadi menu mereka juga agak jarang bisa didapat di wilayah mereka. Seperti Bakmi Ayam Ceker yang lumayan digemari pelanggan mereka, mungkin hanya ada di resto mereka sepanjang jalan Komsen, Jatiasih mulai dari pertigaan dan bunderan Tol Komsen hingga menembus ke Jatiasih ujung.

Di samping itu mas Kingky, demikian panggilan akrab King Vidor, lelaki yang telah saya kenal sepuluh tahun lalu ini sejak pertama kali ia memesan lukisan karikatur saya di Hero Plaza lama (sekarang BCP), sangat menyukai berwisata kuliner dari satu resto ke resto lainnya. Namun pemilihan nama resto yang tidak memfokuskan pada satu produk unggulan sajian mereka, sepertinya adalah strategi komunikasi dan branding yang mau dibuatnya untuk waktu ke depan.

DELIVERY SERVICE : (021)30565629 - HOTLINE: (021)606.36235 - 081385.386.583


Waroeng d'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]