Tampilkan postingan dengan label Gule Kambing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gule Kambing. Tampilkan semua postingan

Minggu, September 26, 2010

Pawon Solo Jl. KH. Agus Salim Bekasi

Kenikmatan Mie Jowo khas Solo yang Tak Tertandingi

Bekasi Timur - kulinerkuliner.com
Menjelajahi jalan jalan di kota Bekasi mulai dari kota tuanya yang dikenal dengan nama Proyek, saya mencoba mencari sebuah monumen bersejarah kota Bekasi, yakni tugu patriot di bilangan jalan raya KH. Agus Salim.


Setelah melewati rel kereta api dari pasar Proyek Bekasi, saya tak berlama-lama melihat tugu Patriot yang bangunannya seperti terabaikan. Rasa miris melihat tugu kecil setinggi hampir 3 meter itu yang puncaknya berupa pecahan granat, amunisi dan senjata api serta bekas peralatan tempur jaman perang dulu, membuat saya enggan berlama-lama, apalagi banyak orang sekitar justru memandang aneh dengan tingkah saya mengamati tugu tersebut.

Ya mendingan cari makanan enak, unik dan tempatnya ramai, seperti biasalah untuk bahan tulisan kelana kuliner kali ini. Motor CB tua tahun 1972 saya geber perlahan menuju arah timur dari jalan KH. Agus Salim. Belum melewati SMP Negeri 3 Bekasi, saya melihat sebuah warung makan baru dengan tulisan PAWON SOLO. Wah boleh juga neh... kayaknya nyaman dan akrab di mata Jawa saya. Hehehehe, kali aja ada yang pas buat lidah Melayu Jawa saya ini.

Saya datang pun disambut dengan keramahan khas Solo, kebetulan sekali langsung oleh pengelola warung Pawon Solo, Mas Sutoyo Baran. Sambutannya yang bersahabat membuat saya mau lebih jauh menelisik lebih jauh tentang warung makan yang saya duga bukan sekadar warungan biasa.

Menu sajian yang paling Fast Moving (luwaku buwanget) apalagi saat bulan lalu adalah Bakmie Djowo. Loh kok bisa? Saya jadi penasaran, akhirnya saya minta dibikinkan seporsi bakmi godhog, yang akhirnya juga dibungkusin seh. Abis hari ini saya sudah beberapa porsi makan mie, mulai dari mie ayam hingga nasi uduk. Dan yang paling penting setelah saya bawa pulang, bakmi godhog yang dibungkusnya sudah tercampur antara kuah dan mienya ternyata masih terasa lezat. Saya dan istri pun merasakan nikmatnya rasa ebi udang kering di antara potongan-potongan ayam suwirnya yang banyak. Belum lagi bakminya yang berukuran lebar walau tak selebar kwetiaw tapi beda dengan mie keriting biasa. Rasa gurihnya itu...hmmmm good marsogood!

Kelezatan dan gurihnya bakmie godhog ini mengingatkan saya pada saat saya pernah berkunjung ke kota Solo beberapa tahun silam. Di kota yang mencerminkan kelembutan khas asli Jawa dan pusatnya dunia wisata kuliner di seluruh pulau Jawa ini saya pernah mencicipi aneka masakan populer seperti Sate Kambing khas Solo, Bakso khas Solo, Ayam Bakar, Tengkleng, Tongseng dan lainnya. Jadi dari pengalaman saya di sana, saya tahu persis seperti apa seh makanan asli khas selera dan rasa asli setiap masakan berlabel Solo. Kecuali nasi kucing, karena waktu remaja dulu ke Solo, nasi kucing angkringan Solo belum sepopuler sekarang.

Kembali ke Warung makan lesehan Pawon Solo yang memiliki setidaknya 6 buah meja lesehan. Masing-masing meja ini bisa ditempati oleh 4 orang atau bisa juga lebih kalau mau saling berhimpitan. Ya justru di situlah seni lesehan enaknya. Duduk bersama sambil bercengkerama dan menikmati sajian bakmi Jowo baik yang godhogan maupun yang gorengan. Keduanya sama nikmatnya. Tapi mungkin selera saya adalah bakmi godhognya seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya, mempunyai kenikmatan gurihnya udang ebi dan ayam suwir yang khas Solo buanget. Kalau bisa saya kasih nilai, yah dapat point tujuh setengah lah!

Pawon Solo yang buka dari jam 10.00 pagi hingga jam 11.00 malam (tapi terkadang bisa sampai Shubuh kok!?) ini memang direncanakan disetting untuk menyajikan aneka makanan populer khas Solo. Lihat saja pilihan menunya seperti Tengkleng, Tongseng dan Sate Kambing, Gule Kambing dan juga Nasi Goreng Kambing. Huwaduh semuanya makanan para penganten baru. Hehehehehe.... pantesan kebanyakan makanan ini adalah makanan para bangsawan Keraton Solo yang akhirnya dipopulerkan oleh rakyatnya dan justru diminati oleh orang-orang di luar kota Solo.

Tapi yang jadi fenomena tersendiri adalah mengapa Bakmie Djowonya bisa menjadi yang paling laku di bulan puasa lalu?

"Mungkin karena orang-orang biasanya sudah sahur dengan nasi, kemudian mereka jalan-jalan keliling dan melihat warung kami buka, mereka mau mencicipi Bakmi Godhog atau Bakmi Gorengnya." ungkap mas Sutoyo, lelaki kelahiran Solo, 12 Oktober 1982.

"Bisa jadi," tambah mas Toyo (demikian panggilan akrabnya), "...mereka mencari yang berbeda untuk sahur. Masakan panas dan berkuah seperti bakmi Jawa memberikan sensasi berbeda dan segar, bukan?" imbuhnya beretorik. Benar juga seh!

Lah kalau melihat gaya pelayanannya kok mirip dengan warung angkringan nasi kucing ya? "Gak salah lagi Mas!" jawab mas Toyo. Ternyata pemilik Pawon Solo adalah keluarga besar pemilik franchise Angkringan Ki Asem. Ya Angkringan NAsi Kucing Ki Asem yang fenomenal di kota Bekasi itu.

Bedanya cuma di jenis kelas sajian makanannya. Bila angkringan dikenal masyarakat luas Kota Bekasi dengan makanan murah meriah namun bisa wedangan sepuasnya hingga melendung perut kita bahkan bisa sampai pagi hari. Sedangkan Pawon Solo menyajikan menu masakan setingkat lebih mahal daripada angkringan. Di angkringan setiap menu makanan cuma dibandrol seribu perak atau seribu lima ratus perak. Mungkin yang agak mahal hanya minuman hangatnya seperti Wedang Jahe Susu. Namun karena makannya sambil ngemil dan ngobrol ngalor ngidul tak terasa jumlah porsinya pun bisa menembus angka fantastis. Tak heran buat mereka yang hobo ngemil di malam hari dengan membawa uang selembar limapuluh ribuan bisa makan sepuasanya sambil minum wedang panas.

Namun bila Anda berkunjung ke Pawon Solo, selembar limapuluh ribuan bisa menikmati aneka makanan pamungkas buat persiapan tidur atau "bertempur" bersama pasangan tercinta Anda. Memang kayaknya Pawon Solo ini khusus disajikan untuk orang dewasa. Ya iyalah memang ada anak-anak yang kelayapan malam hingga pagi hari untuk cari sekadar makanan?

Sesuai dengan namanya, Pawon Solo memang dikhususkan buat mereka yang ingin menikmati makan malam atau dini hari bersama pasangan dan ingin merasakan indahnya dunia. Pilihan menu mulai dari Sate Kambing, Tongseng Kambing, Tengkleng hingga Gule Kambing adalah aphrosidiak yang dipercaya sangat efektif menambah kehangatan malam dan kemesraan. Demikian pula bakmi goreng dan bakmi godhognya. Hmmmm jangan ditanya deh... setelah merasakan kelezatan gurihnya mie godhog beraroma ayam dan ebi kering itu, saya jadi keringatan dan jadi kepengen maen bola sama istri.... hehehehe! 

Anda tertarik untuk mencari makanan malam dan kebetulan ada di wilayah Bekasi Timur, segeralah kunjungi Pawon Solo di Jalan KH. Agus Salim tepat di depan SMP Negeri 3 Kota Bekasi. Atau bisa juga booking tempat untuk reservasi di (021) 9346.1965 atau 08.131.131.8752 dan juga melayani pesan antar di kawasan Bekasi Timur dan sekitarnya dengan pemesanan minimal 3 porsi.

Saran: Ada menu unik khas asli Solo yang jarang ditemui, sepertinya bisa dipesan di tempat ini, yakni Kikil Kambing Kecap (bukan Kikil Sapi loh, tapi Kikil Kambing). Menu ini sepertinya memang jarang disajikan. Tapi bila Anda meminta langsung dengan sang koki, mas Toyo akan menyediakannya. Anda tertarik?

Sidik Rizal - bukankelanakuliner.com

DAFTAR MENU
PAWON SOLO

* Bakmie Djowo Godhog
   - Rp 10.000,-
* Bakmie Djowo Goreng
   - Rp 10.000,-
* Tengkleng Kambing
   - Rp 17.500,-
* Sate Kambing
   - Rp 17.500,-
* Tongseng Kambing
   - Rp 15.000,-
* Gule Kambing
   - Rp 15.000,-
* Nasi Goreng Kambing
   - Rp 12.500,-
* Nasi Putih
   - Rp 2.500,-

Melayani Pesanan untuk Aqiqah atau Pesta (asak dan Antar)
* 1 ekor kambing (berat kambing bersih tanpa kepala dan kaki : 15 - 16 kg)
   - Rp. 1.500.000,-
   (+/- Sate 450 tusuk dan 1 panci Gule)
   (+/- Sate 450 tusuk dan 1 panci Tengkleng)

* Bakmie Djowo Ayam Kampung. (pesanan antar ke rumah buat arisan atau lainnya minimal 50 porsi)



APA HUBUNGANNYA PAWON SOLO DENGAN ANGKRINGAN KI ASEM

Yang bikin saya kaget adalah... Pawon Solo ini ternyata ada hubungannya dengan Nasi Kucing Angkringan Ki Asem. Yakni pemilik Pawon Solo, bapak Sri Widodo adalah keluarga besar dari pemilik Franchise Angkringan Ki Asem (Asem adalah singkatan dari nama Agus Semedi), yakni bapak Sartono yang juga adik kandung dari Sri Widodo. Oh puantesan... konsep idenya hampir mirip walau tak sama.

Berikut saya kutip tulisan tentang Angkringan Nasi Kucing Ki Asem yang saya dapati dari internet.

This business started from Solo & Jogja youngest people community, When the economic crisis influence many country and people in the world, Angkringan ki Asem ( ASEM short name from Agus Semedi) come as traditional restaurant, with cheap concept, sometimes some people Java tradition in meeting and eating come to place at Angkringan which get from word " NANGKRING/ NONGKRONG/ KONGKOW "

I make free concept restaurant, comfortable, safety park, then give guarantee the theme still past situation, After launching Franchise system, Angkringan Ki Asem will be big player restaurant at Jabodetabek

Herewith our outlet:
1. Perum Tytyan kencana - Bekasi
2. Perum Wisma Asri - Bekasi
3. Perumnas 3 - Bekasi
4. Perumnas 2 - Bekasi
5. Jl. Pekayon 1 ( Before Naga Supermart) - Bekasi
6. Jl Rawa Lumbu - Narogong - Bekasi
7. Jl. Agus salim - Bekasi
8. Jl. Pekayon 2 ( After ATB) - Bekasi
9. Jl. Pondok Timur Raya - Bekasi
10.Jl. Bintara- Bekasi ( Soft Opening)

Our Tagline:
"WE GUARANTEE THE TASTE MAKNYUS, TOP MARKOTOP, GOOD MARSOGOOD, SIP MARKUSIP "

Management angkringan:
Tytyan Kencana Blok E4 No.22 Margamulya Bekasi Utara West Java Indonesia 17142
phone/ fax 62218877940 mob: 6287877180222 email: sartono72@ gmail.com facebook: angkringankiasem

Sabtu, Agustus 14, 2010

Kedai Al-Kifahi Jl Raya Wibawa Mukti Jatiasih

Sate, Sop dan Gule Asli Betawi
Favoritnya Supir Taksi di Pool Jatiasih

Gule Kambing
Jatiasih Komsen - kulinerkuliner.com
Pernahkah Anda dengar istilah pemeo yang paling populer di masyarakat, "Dimana ada resto yang banyak sopir taksinya, pasti enak sajian makanannya!"?


Bila Anda tahu pemeo tersebut, pasti maklum dengan warung-warung legendaris dimana supir taksi sebagai penentu kesuksesan tempat makan tersebut. Karena logikanya, bila supir taksi saja mau mangkal di tempat itu untuk beristirahat makan, maka bisa dipastikan tempat itu mempunyai sajian unggulan yang bukan saja lezat dan nikmat tapi juga relatif murah terjangkau.

Nasi Ulam Betawi
Belum lagi para sopir taksi itu biasanya merekomendasikan tempat makan enak kepada para penumpangnya saat dia sedang mengantarkan mereka ke tempat tujuan. Salah satu bagian dari marketing boost yang lumayan efektif. Eh...!? Malah bukan lumayan deng! Tapi malah SANGAT efektif. Para penumpang taksi memang biasanya bisa jadi sangat percaya pada supir taksi, terutama yang ramah. Saat direkomendasi tempat makan enak, pastinya mereka percaya.

Pertigaan Tol Komsen Jatiasih
Lepas dari masalah promosi sang supir taksi, kulinerkuliner.com kali ini mencoba sebuah tempat yang kebetulan tepat berada di depan sebuah pool taksi. Lalu apa persamaannya warung makan yang tepat berada di depan pool taksi dengan warung makan atau resto yang jadi tempat mangkal taksi? Bila masalah pelanggan laparnya, ternyata tak beda jauh bahkan nyaris serupa. Hanya saja, kalau yang berada di dekat pool, para pelanggannya sudah dapat dipastikan supir taksi, sedangkan resto atau warung makan yang jadi tempat pangkalan (mirip terminal bayangan armada taksi kali ya?) pelanggannya semua kalangan yang biasanya menggunakan taksi.

Contoh warung makan yang jadi pangkalan taksi misalnya RM Daeng Tata lama di Tebet, Bakso Lapangan Tembak lama di Senayan. Sedangkan warung makan populer dan dikenal ramai oleh para supir taksi misalnya Kedai Al Kifahi, Sate, Soto, Gulai dan Sop Kambing Betawi di kawasan Komsen Jatiasih.

Nasi kebuli bisa dalam nampan raksasa
Kedai Al-Kifahi yang dimiliki oleh seorang ustadz, M. Sholeh ini memang terkenal karena kelezatannya. Wajar saja ada anggota dewan Kota Bekasi yang jadi pelanggan tetap, dan beberapa pengusaha besar yang tinggal di kawasan Jatiasih menjadi penggemar fanatik Sop Kambing warung kecil berukuran 1 meja 6 kursi ini.

"Salah seorang pelanggan saya namanya pak Hartono, yang jadi pengunjung di kedai saya. Setelah dia mencoba sop kambing saya, rupanya dia suka banget," ujar Ustadz Sholeh. Dari pelanggan barunya itulah ia mendapat orderan membuat gulai dan sop kambing plus Nasi Kebuli untuk pesta yang pertama dengan jumlah porsi lebih dari seratus orang.

Sop Iga Kambing ala Ustadz Sholeh
Menurut jebolan Pondok Pesantren Al Kifahi Ats Tsaqofi di kawasan Tebet ini, usahanya dirintis dari usaha warung makan di food court Wisma Bakrie. Ustadz Sholeh yang sering dipanggil pak Haji Sholeh ini mengutarakan bahwa setidaknya 7 bulan ia buka Nasi Kebuli di stand pusat jajan gedung perkantoran itu. Padahal Nasi Kebulinya terbilang bukan makanan umum, justru termasuk makanan yang ada musimnya. Dengan harga per porsi cuma Rp 22.500,- sepertinya tidak mencukupi untuk bisa melanjutkan sewa di food court Wisma Bakrie yang lokasinya depan Pasar Festival.

Berawal dari pesan gurunya Habib Umar Alatas, salah seorang tokoh ulama besar di kawasan Tebet yang memiliki pondok pesantren Al Kifahi Ats Tsaqofi, agar M. Sholeh buka usaha nasi kebuli. Nasi Kebuli (Nasi Qabuli) ini sebenranya termasuk sajin khusus yang harganya relatif mahal. Karena seringnya M Sholeh menerima orderan pembuatan nasi kebuli untuk beberapa perayaan hari besar umat Islam, akhirnya Ustadz Sholeh jadi berkeinginan melanjutkan buka usaha Nasi Kebuli.

Setelah mendapat tempat dari seorang teman di kawasan atiasih, akhirnya Ustadz Sholeh pun buka warung makan dengan menu unggulannya Nasi kebuli dan sajian khas Betawi.

Nasi kebuli per Piring porsian
Sayang untung tak dapat diraih, karena pelanggan dan pasar di kawasan atiasih tidak semuanya bisa dan suka dengan sajian nasi kebuli. Maka menu Nasi Uduk, Nasi Ulam dan Gulai Kambing serta Sop Kambing dan Sate Kambingnya menjadi alternatif. Termasuk menu seperti Sop Tangkar dan Semur Daging (plus jengkola juga kayaknya deh!)

Pilihan tambahan menu masakan Betawi di kedainya karena kebetulan orangtuanya, sang ayah asli Sukabumi tapi tinggal lama di kawasan Tebet, kemudian ibunya yang asli orang Betawi sering membuat makanan bagi keluarganya berupa nasi uduk, nasi ulam.

Sedangkan menu Nasi Kebuli, M Sholeh memaparkan bahwa kini dia hanya menerima pesanan pembuatan paket nasi kebuli untuk perayaan tertentu hari besar umat Islam. Pemesanan Nasi Kebuli ini membutuhkan sedikitnya 4 ekor kambing, dengan biaya hanya Rp 4.500.000,- per pesanan yang langsung dikirimkan ke tempat pemesan.

"Setidaknya pesanan nasi kebuli yang saya buat itu bisa disajikan untuk 300 sampai dengan 400 porsi nampan jamaah," jelas Ustadz Sholeh, "Dan yang bikin para Habib pelanggan saya suka adalah Sayur Merahnya yang berlimpah." pungkas Ustadz Sholeh berpromosi kepada kulinerkuliner.com

Sayur Merah adalah sayur yang berisi daging kambing dengan kuah berwarna merah karena dibuat dari bahan tomat dan tidak menggunakan santan. Namun warna merahnya yang disebut kare inilah yang membuat sajian nasi kebulinya sangat digemari oleh kalangan santri.

Jika Anda tertarik untuk memesan Nasi Kebuli plus Sayur Merah ala Kedai Al-Kifahi, silakan hubungi (021) 932.74925 atau (021) 606.36235 atau (021) 9346.1965

Kedai Al-Kifahi (Ustadz Sholeh)
0813.8914.5670
Jl. Raya Wibawa Mukti
(depan Pool Taksi Primajasa)
Pintu Tol Jatiasih Komsen
Jatiasih - Bekasi

Sidik Rizal Kelana www.bukankelanakuliner.com

Rabu, Mei 19, 2010

SATE BATIBUL BANG FIRMAN - PONDOK KELAPA

SATE KAMBING MUDA-NYA DI MADU dengan TEH POCI
Nggak Empuk Jangan Bayar, Nggak Enak Boleh Tambah Lagi

SATE BATIBUL BANG FIRMAN - PONDOK KELAPA
Jl. Pondok Kelapa Kav. DKI Blok F1/2A Jakarta Timur
(depan Apotik Pondok Kelapa)
Telp (021) 8690.4711 - 0813.9194.0047

Pondok Kelapa - www.kelanakuliner.co.cc
Memburu makanan yang dibuat dari daging hewan memang banyak seninya. Biasanya masyarakat kita sangat menyukai daging sapi, daging ayam atau daging kambing di samping ikan-ikanan. Daging kambing sangat terkenal baik untuk panggang, bakaran, sop maupun sate dan tongseng. Bicara masalah sate kambing maka yang terbayang adalah Sate Blora, Sate Solo atau Sate Madura juga Sate Tegal. Namun yang paling membedakan dengan sate kambing dari Tegal bila dibandingkan sate kambing daerah lainnya adalah karena umumnya usia kambing yang dipakainya. Sate Kambing khas Tegal kerap menggunakan kambing muda yang berusia bulanan.

Sate Kambing Muda Batibul Bang Firman adalah sate kambing muda asli khas Tegal. Sang pemilik, bang Firman mengungkapkan bahwa di Tegal sendiri nama sate kambing muda sudah demikian populer. Makanan sate kambing muda ini sudah begitu merakyat dan tak mengenal kelas. Mulai dari tukang becak, pegawai pemda, kantoran hingga pejabat terbiasa menikmati sate kambing sebagai makanan dan jajanan favorit mereka sehari-hari.

"Bahkan ada satu rumah makan sate kambing muda milik uwak (paman) saya di Tegal yang selalu ramai pada hari-hari libur dan juga hari raya," papar lelaki yang akan beranak 2 ini. "Jangan heran bila di tempatnya itu juga penuh dengan mobil-mobil dengan plat nomor luar kota, termasuk Jakarta. Dan biasanya mobil-mobil kelas menengah atas" imbuh lelaki bernama lengkap Firman Hakim tentang usaha Uwaknya yang telah berdiri sejak tahun 1994 saat dimana ia masih duduk di bangku SMA.

Karena usaha berdagang sate sudah menjadi usaha keluarga yang turun temurun, akhirnya Firman mulai bekerja ikut Uwak semenjak tahun 2003. Setelah bekerja beberapa tahun dengan pamannya di Tegal, dia mulai beranikan diri untuk membuka usaha sendiri dengan menyewa sebuah ruko tak jauh dari tempat pamannya itu. Sementara pamannya jatuh bangun membangun usaha resto sate kambing mudanya di beberapa kota seperti Semarang, Cilacap. Tapi kesuksesan baru di dapat saat buka ruko di Jakarta, tepatnya Kelapa Gading. Semenjak 2007, Sate Batibul Bang Awi berdiri hingga kini. Semenjak itu pulalah beberapa stasiun televisi swasta meliput usaha rumah makannya.

Kesuksesan pamannya memberi inspirasi Firman untuk membuka sendiri RM Sate Kambing Muda Batibul. Pilihan lokasi jatuh ke Pondok Kelapa (Gak tahu satu kebetulan sama-sama tempatnya menggunakan nama kelapa, hokinya kali yah?). Di samping ada beberapa resto sate kambing lainnya yang sudah ada, tapi sate Tegal khusus menyajikan kambing muda, Firman melihat belum ada yang buka. Maka pada awal Januari 2010 dia mulai meluncurkan RM Sate Kambing Muda Batibul Bang Firman Pondok Kelapa.

Lalu darimana nama Sate Batibul sendiri berasal? Lelaki kelahiran Tegal, 30 Mei 1975 ini menceritakan bila sebelumnya, sang paman memiliki nama yang mirip dengan nama restoran sate Balibul yang telah buka lebih dahulu di Tegal. Maka setelah mengalami klaim dari sang pemilik merk Balibul, bergantilah namanya menjadi RM Sate Kambing Batibul. Bila Sate Kambing Balibul berarti kambingnya berusia di bawah lima bulan (Red: bukan balita! emangnya sapi?), maka nama Sate Kambing Batibul jadi pilihan yang artinya sate kambing umur BAwah TIga BULan.

Karena kambing yang masih berusia bawah tiga bulan ini, maka satenya sangat empuk. Wajar saja bila Bang Firman berani memasang klaim, "Kalau gak empuk, jangan bayar!" Dan yang lebih unik lagi adalah rasa sate kambingnya yang sangat gurih serta masih terasa susunya. "Maklum saja, karena kambingnya masih berusia di bawah tiga bulan, Mas!" jelas lelaki berjenggot ini.  "Jadi umumnya kambing muda ini masih menyusu pada induknya," imbuhnya lagi. Tampaknya bukan saja daging empuk, tapi rasanya begitu lembut sekaligus sangat "juicy" bersensasi susu.

Yang lebih istimewa lagi dibandingkan dengan RM Sate Batibul Bang Awi Kelapa Gading adalah, Sate Kambing Muda Batibul Bang Firman ini menggunakan madu hutan Kalimantan. Jadilah Sate Kambing Muda Madu (Jangan salah baca jadi Kambing Mudanya Dimadu ya!) Semakin mantap dan nendang rasa daging kambing mudanya. Untuk kecapnya khusus pula didatangkan dari Tegal, yakni Kecap Cap Tomat Lombok. "Kecap ini yang pas buat sate Tegal, sedang kecap merk lain rasanya nggak pas di lidah kebanyakan penggemar sate Tegal," jelas Firman berpromosi.

Melihat campuran madu dan kecap di bakaran sate-satenya, terbayang bagaimana sensasi rasanya. Jadi setiap bakaran tusuk sate kambing muda, diolesi dengan madu hutan Kalimantan. Rasa gurih, empuk dan manisnya madu bercampur dengan pedasnya saus kecap, cabe rawit dan potongan bawang merah plus tomat. Tak perlu kuatir dengan kolesterol jahatnya, karena sate kambing muda khas Tegal terkenal tidak membuat tensi bertambah. Apalagi dengan tambahan madu. Anda juga bisa meminta agar sate kambing muda bercampur lemak, karena rasa susunya jauh semakin lezat.

Untuk menjaga kualitas daging kambing mudanya, Firman mengaku terpaksa sementara waktu ini mensuplai dari Tegal langsung. "Saya belum berani mengambil daging kambing dari peternak di Jakarta," ungkapnya tentang bagaimana usahanya menjaga kualitas dan ketersediaan stok daging kambing muda. Itulah sebabnya ia bisa pulang ke Tegal sebulan dua kali untuk mengambil dan mencoba sendiri daging kambing mudanya. "Bila saya coba sayat daging kambing yang telah dipotong kemudian saya bakar sebentar dan saya coba makan. Bila empuk, maka langsung saya bawa ke Jakarta dalam kondisi beku," rincinya kepada kelanakuliner.

Petualangan kelana kuliner kali ini juga bukan tanpa masalah. Karena selama menikmati sate kambing muda yang berusia di bawah tiga bulan ini, jadi timbul pertanyaan di hati. Bagaimana sih hukumnya dalam ajaran agama Islam bila kita mengkonsumsi sate kambing yang berusia kurang dari tiga bulan? Apakah boleh menyembelih kambing yang masih masuk kategori bayi kambing ini? Sepanjang yang diketahui, sate kambing adalah halal. "Wah, kalau untuk hal itu saya tidak tahu Mas?" jelas Bang Firman.

Lepas dari pertanyaan di atas, Sate Kambing Muda Batibul bang Firman memang lumayan terkenal dan lezatnya bisa diadu. Bisa dibilang, kalau nggak enak silakan tambah! Hahaha...! Sebaiknya Anda segera saja berkunjung ke rumah makan sederhana sate kambing muda pake madu ini di daerah Lampu Merah Pertigaan Caman Kalimalang, masuk sedikit ke arah Pondok Kelapa. Kira-kira 100 meter sebelah kanan seberang Apotik Pondok Kelapa, Anda bisa melihat merk plang Sate Kambing Muda Batibul Bang Firman. Jangan kuatir masalah harganya, satu porsi sate kambing muda (10 tusuk) cuma dibandrol Rp 23.000,- dan bila ingin tambahan nasi Anda hanya membayar Rp 3.000,-/piring. Untuk Gule Kambing seporsi hanya Rp 10.000,- demikian pula Sop Kambing hanya dipatok Rp 10.000,- Dan sebagai ciri khas asli dari Sate Kambing Muda Batibul Bang Firman adalah Krupuk Mie seharga Rp 2.500,- atau Kerupuk Kulit seharga Rp 2.000,-

Untuk minuman unggulan di RM Sate Batibul Bang Firman di samping minuman ringan yang biasa disajikan di rumah makan manapun, Anda bisa mencoba Teh Poci khas Tegal. Lidah dan tenggorokan Anda akan dimanja dengan keset dan segarnya kehangatan Teh Poci asli dari Tegal ini. Sangat pas bila dinikmati dengan kelezatan khas sate kambing muda.

Buat anak-anak Anda bila mengajak keluarga berkunjung ke RM Sate Kambing Muda Batibul Bang Firman, Anda bisa memesan Paket Hemat 1, yakni Sate + Nasi hanya Rp 16.000,- atau Paket Hemat 2, yakni Sate + Nasi + Sop seharga Rp 23.000,-

Jadi kini bagi para penggemar sate Tegal tak perlu lagi harus jauh-jauh mencari apalagi sampai pergi ke Tegal. Sate khas Tegal dengan kambing muda bisa Anda dapatkan dan nikmati di kawasan Jakarta Timur bilangan Pondok Kelapa.

Nikmati kelezatan rasa susu dalam sate kambing muda Batibul Bang Firman dengan saus bumbu madu sekarang juga. Buruan pesan tempat, karena sering pelanggan kehabisan tempat atau stok daging kambingnya. Untuk pesanan dalam jumlah porsi besar, pesanan via telepon paling lambat 2 jam sebelum kunjungan di No Telp (021) 8690.4711 - 0813.9194.0047.

RM Sate Kambing Muda Batibul Bang Firman juga membuka peluang kerjasama. Namun arah kerjasama lebih kepada menjual resep dan merk Batibul Bang Firman dengan sistem jual putus. Bila Anda tertarik untuk menjalin kerjasama dengan Firman, Anda akan mendapatkan pelatihan karyawan selama 3 bulan sedangkan suplai daging kambing muda langsung didatangkan dari Tegal. Jadi Anda tak perlu kuatir dengan stok daging, semuanya terjamin ketersediaannya. "Dengan membeli merk Sate Batibul Bang Firman, maka bukan saja tenaga kerja terlatih yang investor dapatkan, tapi juga suplai dagingnya kami jamin," pungkas Firman.

Sidik Rizal - kotabekasihotnews.blogspot.com

DELIVERY SERVICE : (021)30565629 - HOTLINE: (021)606.36235 - 081385.386.583


Waroeng d'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]