Tampilkan postingan dengan label Gabus Pucung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gabus Pucung. Tampilkan semua postingan

Rabu, Oktober 27, 2010

RM Khas Betawi H. Syamsudin Kombo, berdiri sejak 1980

Sayur Gabus Pucung komplit
Salah satu tempat tongkrongan warga Bekasi yang ada di Harapan Indah dan menjadi tempat favorit menikmati makanan asli khas Bekasi adalah RM Khas Betawi H. Syamsudin Kombo. Sajian terkenal dari warung sederhana khas Betawi ini adalah Sayur Gabus Pucung. Selain RM Khas Betawi Pondok Gabus milik H. Lukman, sepertinya milik H. Udin Kombo ini lah yang terkenal meski nomor dua.


Masih banyak lagi warung gabus baru yang kini buka dan memang masih bisa dihitung dengan jari tangan kita.
Soto Betawi khasnya Bekasi
Sayur Gabus Pucung adalah sayur ikan gabus yang berwarna hitam pekat dari pucung (kluwak). Pucung atau kluwak biasa dikenal sebagai bumbu rawon. Jika rawon menggunakan daging, sayur gabus pucung menggunakan ikan gabus.

Sajian istimewa lainnya adalah Soto Kaki Sapi dan tentunya Gado-Gado Betawi yang rasanya masih orisinil buatan orang Betawi asli.

Bila dibandingkan dengan RM Khas Betawi Pondok Gabus milik H. Lukman, H. Udin Kombo termasuk baru, karena baru berdiri sejak tahun 1980-an. Bia begitu masalah rasa semua sajiannya tak kalah sedap dan lezat.

Rumah makan ini terletak dalam komplek perumahan Harapan Indah Pondok Ungu, di samping kolam pemancingan.

Menu Andalan
  • Sayur gabus pucung Rp 15.000,-
  • Pecak lele Rp 8.000,-
  • Soto kaki sapi Rp 10.000,-
  • Gado-gado Betawi Rp 7.000,-
  • Sayur asem Betawi Rp 5.000,-
  • Semur jengkol Rp 3.000,-

Alamat:
Jl. Raya Jend Sudirman KM 28
Perumahan Harapan Indah, Pondok Ungu
(belakang Alfa Mart/sport center)
Telp: 0856.936.500.75
Jam Buka: 11.00 - 17.00

Jumat, Desember 11, 2009

RM Hj. YAYAH: Prasmanan Terlengkap Sesuai Kantong Pelanggan

Mulai Usaha Bermodalkan 50ribu Rupiah
Hingga Bisa Berangkatkan Haji Ibunda

Bekasi, kelanakuliner.com
Selera umumnya orang Indonesia adalah makan sepuasnya dan bayar semampunya namun mendapatkan suasana. Alasan inilah yang membuat warga asli Bekasi, Hj. Yayah membuka usaha warung makan yang bergaya prasmanan. Kebiasaan gaya prasmanan ini memang biasanya ada di sepanjang jalan Kalimalang Bekasi hingga ke arah Cikarang Kota.

Sementara Warung Makan Hj. Yayah yang berlokasi di awal ujung pintu air Kalimalang belakang Islamic Center ini, bisa sebagai tempat awal menikmati wisata kuliner yang khas asli masakan orang Bekasi asli (bisa jadi Hj. Yayah bisa disebut orang Betawi asli).


Bermodalkan uang limapuluh ribu, kira-kira tahun 80-an, Hj. Yayah yang bernama asli Aliyah ini membuka warung. "Pada saat itu daging sekilo saja masih Rp.15.000,- sekarang kan sudah Rp 45.000,-" bongkar Hj. Yayah saat saya menikmati Nasi dengan Semur Daging Empal dan Sate Udang plus Pete Bakar serta Sambel Uleg Khas Betawi yang lumayan pedas. Hj. Yayah wanita yang bersuamikan H.Yusuf ini mengaku semenjak remaja ia sudah dinikahkan oleh orangtuanya dengan pemuda Yusuf berumur 25 pada saat ia masih berusia 15 tahun, dimana saat itu ia tidak menaruh hati apalagi mengenal cinta kepada calon suaminya dan akhirnya setelah menikah, yang ada hanyalah rasa sayang dan kini perkawinannya telah menghasilkan 4 orang anak laki-laki dan 2 orang anak perempuan.


Semenjak itu, ia hanya mempunyai satu keinginan yakni berdagang makanan. Setelah orang tuanya memberi modal 50 ribu rupiah dan diberi sepetak warung berukuran tak lebih dari 3 x 3 meter persegi di samping usaha bengkel bapaknya. Setelah perjuangannya yang begitu gigih dan tak kenal putus asa, sambil merajut tali kasih sayang bersama sang suami, Hj. Yayah secara bertahap mulai bertambah besar usahanya. Setelah sang orang tua memberikan tanah bekas usaha bengkelnya sebagai usaha rumah makan, akhirnya dia mulai memperluas warungnya dan kini tak kurang sedikitnya 50 menu masakan yang disajikan setiap hari dengan omzet tak kurang dari 3 juta per harinya.


Rupanya usia sang suami tak bisa lebih lama, setelah suaminya H. Yusuf meninggal dunia, usahanya justru semakin besar. Wanita berusia 50 tahun ini kini telah berhasil memberangkatkan haji ibundanya dan haji ba'dal (memberangkatkan haji setelah almarhum) bapaknya dan kedua mertuanya, dan tak kurang dari 16 orang karyawan yang diambil dari keluarganya serta tetangga. Wanita yang suka bercanda dengan gaya khas logat betawi ini, kini tinggal duduk di eja kasir (bukan di kursinya) dan menanti para pelanggan selesai makan dan dalam hitungan detik dia bisa mengkalkulasi harga makanan yang disantap para pelanggannya. Taruhlah pelanggan sepasang remaja yang makan dua potong daging empal masing-masing dan sayur asam serta minuman air mineral, dalam waktu kurang dari 5 detik Hj. Yayah menyebut angka 50 ribu rupiah. Hebat sekali wanita ini dalam menghitungnya.

Saya sendiri bisa diperkirakan sekitar 20 ribuan, makan lengkap dengan es jeruknya. Tapi seperti biasa, gratis. (Hehehehe memang enak jadi wartawan kuliner ya?) Melihat dan memperhatikan para pelanggannya yang bebas memilih sendiri dan menyendok sendiri nasi yang diambil sesuai selera ukuran mereka. Wajar saja bila warung makan sederhana Hj. Yayah ini semakin hari semakin banyak pelanggan yang datang, dan tak kurang mulai dari pejabat pemda Kota Bekasi hingga Kabupaten Bekasi lalu banyak juga pegawai pemda serta orang kantoran di sekitar Kota Bekasi. Banyak pula wartawan media cetak wilayah Bekasi dan wartawan televisi yang datang untuk sekadar meliput rumah makan sederhana bergaya prasmanan terjangkau.


Bila Anda ingin mencoba menu masakan khas Betawi atau khas Bekasi ala Hj. Yayah, seperti Gabus Pucung termasuk makanan Betawi yang nyaris hilang, kemudian ada juga pepesan aneka ikan dan daging sampai dengan menu sayur lodeh atau sayur asam maupun sayur nangka. Jangan kaget harganya hanya 2000 rupiah per porsi sayuran yang Anda pilih untuk dicampurkan ke nasi Anda, mau banyak ataupun sedikit sayurnya harganya tetap untuk setiap sayur pilihan. Pepesannya pun cuma dipatok 3000 perak per bungkus. Khusus untuk daging seperti empal dan ikan goreng bumbu pedas, sate ati ampela atau sate udang dan yang sejenisnya bisa dipatok 5000 per potongnya. Sedangkan sepotong tempe atau tahu goreng cuma 1500 perak. Untuk minumannya bervariasi mulai dari yang 1000 rupiah hingga yang termahal 5000 perak.

Pokoknya bila Anda mau makan enak dan bebas memilih menunya dengan uang yang terbatas, Anda bisa langsung datang ke Warung Makan Hj. Yayah di pertigaan jalan raya Irigasi Kalimalang belakang Islamic Center Bekasi atau bisa menghubungi nomor (021)9905.0162 - 9989.0477 untuk reservasi.

Sidik Rizal - dobeldobel.com

Sabtu, Juli 25, 2009

Warung Juragan: Konsep Makanan Rumahan di Bekasi Barat

Resto Keluarga ala Prasmanan
dibuka oleh Kapolres Metro Kota Bekasi


Bekasi, kelanakuliner.com
Kapolres Metro Kota Bekasi, AKBP Guntur Laope membuka peresemian rumah makan keluarga milik keluarga Kanit Intel Polsek Bekasi Barat, sambil menganjurkan agar staf jajaran kepolisian di Kota Bekasi untuk memberanikan diri membuka peluang usaha dengan berwirausaha. Adalah satu terobosan positif, bila ada staf aparat kepolisian yang terjun ke dunia usaha yang melibatkan keluarga tanpa menggangu fusi dan tugas utamanya sebagai aparat yang memebrikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.

Kalau kita ingat fungsi petugas negara, polisi yang "To Protect and Serve People" hampir serupa di semua negara di belahan dunia manapun. Sementara kinerja mereka (khususnya Kepolisian Republik Indonesia) yang semakin berat dengan kejadian beberapa waktu yang lalu, Pemboman para teroris, maka terkadang kita lupa bahwa ada sebagian dari aparat kepolisian yang keadaan kehidupannya tidak memadai layaknya seorang abdi negara.

Karena itulah jika ada seorang aparat kepolisian yang melakukan peningkatan kualitas hidup dengan memberikan peluang kepada keluarganya untuk berwirausaha tetnunya sangat didukung oleh petinggi kepolisian di wilayah resort metro kota Bekasi.

Demikian itulah yang terjadi dengan berdirinya Warung Juragan (ditulis dengan nama Waroeng Joeragan atau Waroeng Juragan), yang dipelopori oleh istri seorang Kanit Intel Kepolisian Sektor Bekasi Barat. Sang Istri yang keturunan Arab ini kebetulan sekali sangat menyukai dunia masak memasak terutama keluarganya. Itulah sebabnya menu yang disajikan di resto sederhana keluarga ini sangat bernuansa menu masakan rumahan.

Gaya sajiannya pun kombinasi antara masakan Sunda dan rempah-rempah resep Timur Tengah. Menu Andalan Warung Juragan memang pada dasarnya serupa dengan Saung Juragan pendahulunya di wilayah Cibitung. Bila Saung Juragan Cibitung berkonsep rumah makan keluarga dengan nuansa rumah tradisional Sunda dan desain interior dan konstruksinya di atas kolam ikan, maka desain RM Warung Juragan yang lokasinya tepat di samping kantor Polsek Bekasi Barat ini, lebih bernuansa rumah tradisional Betawi dengan sajian makanan berupa prasmanan.

Dengan luas nyaris 400 meter per segi, konstruksi bangunan Warung Juragan sangat sederhana dan asri. Tiga tiang utama (soko guru) dari kayu jati dan void (langit-langit ) yang cukup tinggi sekitar 5 m, membuat suasana tarasa sejuk dan berangin. Apalagi dinding pemisahnya bukan merupakan tembok kongkrit ataupun bata, justru dibuat dari anyaman bambu membuat kesan country begitu kuat. Seperti rumah kampung yang penuh nostalgia, demikian saya menyebutnya.

Bagaimana dengan menu andalannya?
Sayur Gabus Pucung adalah salah satu masakan utama Warung Juragan yang sangat saya rekomendasikan. Masakan sayur yang menggunakan bumbu utama kluwek ini sebenarnya sudah sering ditemukan pada masakan seperti Rawon, namun potongan daging kambing atau sapi diganti dengan potongan besar ikan gabus yang begitu gurih dan nikmat.

Kelezatan ikan gabus jadi begitu terasa dengan tajamnya peningkat rasa kluwek (yang oleh orang Betawi atau bekasi disebut dengan nama Pucung). Dan itulah sebabnya makanan sayur berkuah ini disebut Gabus Pucung. Masalah rasanya, lidah saya bilang, Top Markotop, Yes Markoyes.... sepertinya pak Bondan bakalan setuju. Kenapa begitu?

Kelembutan daging ikan gabus yang penuh tulanbg lembut dan halus ini akan terasa lebih nikmat saat kita menyantapnya dengan berhati-hati ditambah kuah pucungnya yang kental dan gurih khas kluwek. Apalagi sesekali anda potongan cabe rawit, pastinya akan membuat lidah kita semakin menari-nari. Pada intinya, potongan ikan gabus akan cepat kita kunyah dan kemudian tanpa sadar kita akan menyuapkan kuah pucungnya berkali-kali bersama nasi yang kita makan. Sip Markusip banget deh!

Belum lagi masakan lainnya. Dan alangkah pasnya bila anda memesan minuman khas Warung Juragan, yakni Es Bubur Susu, dan sayang saya lupa apakah sang pemilik (Uja, anak permpuan sulung yang mengelola resto ini) sudah memberi nama khusus dari minuman favoritnya itu. Sayang saya belum sempat merasakannya, tapi melihat betapa asyiknya dia menyeruput minuman dingin berbahan baku es kelapa kopyor dan susu kental serta butiran jelly bulat yang sangat menarik tampilannya.

Mengenai konsep layanan dan target pelanggannya, Azis (adik lelaki Uja, anak kedua) menjelaskan bahwa ia menjuju kelas menengah atas dan menengah bawah. Karena harga yang disajikan adalah harga yang terjangkau oleh semua pihak, sekalipun mereka mengakui pelanggan pada awalnya datang ke Warung Juragan cenderung membawa kendaraan roda empat.

"Mungkin ini baru awalnya saja, maklum kan baru saja diresmikan... jadi target evaluasi saya adalah seminggu ke depan. Setelah seminggu besok, saya mungkin bisa mengambil keputusan untuk langkah berikutnya dalam hal strategi pemasaran yang akan kami lakukan tentunya hal ini akan saya diskusikan dengan keluarga, yakni bapak, ibu dan kakak saya." jelas Aziz, lelaki lajang berusia tak lebih dari 23 tahun ini.

Lalu apa istimewanya buat kita saat berkunjung ke rumah makan sederhana Warung Juragan ini?
Anda pasti akan mendapatkan suasana asri dan sejuknya atmosfir saat Anda pertama kali masuk di wilayah Bekasi sekalipun di musim panas sekalipun. Seperti yang saya jelaskan di awal tadi, desain bangunan yang dibuat dengan langit-langit tinggi dan minimali untuk dinding pemisahnya tanpa konstruksi beton (bata) membuat bangunan ini sangat sejuk, apalagi diperindah dengan kipas angin besar yang klasik.

Dan di setiap tiang soko gurunya ada tergantung kerupuk kaleng, yang membuat kita teringat dengan suasana pedesaan. Mau merasakan suasana atmosder pedesaan di tengah kota Bekasi apalagi dengan perasan aman karena dekat kantor polisi (apa hubuingannya? Cari sendiri lah! hehehe!) Ya silakan Anda berkunjung ke Warung Juragan (Waroeng Juragan). Untuk reservasi bisa kontak di No. Telepon (021) 9120.4083

Warung Juragan: Konsep Makanan Rumahan di Bekasi Barat

Resto Keluarga ala Prasmanan
dibuka oleh Kapolres Metro Kota Bekasi


Bekasi, kelanakuliner.com
Kapolres Metro Kota Bekasi, AKBP Guntur Laope membuka peresemian rumah makan keluarga milik keluarga Kanit Intel Polsek Bekasi Barat, sambil menganjurkan agar staf jajaran kepolisian di Kota Bekasi untuk memberanikan diri membuka peluang usaha dengan berwirausaha. Adalah satu terobosan positif, bila ada staf aparat kepolisian yang terjun ke dunia usaha yang melibatkan keluarga tanpa menggangu fusi dan tugas utamanya sebagai aparat yang memebrikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.

Kalau kita ingat fungsi petugas negara, polisi yang "To Protect and Serve People" hampir serupa di semua negara di belahan dunia manapun. Sementara kinerja mereka (khususnya Kepolisian Republik Indonesia) yang semakin berat dengan kejadian beberapa waktu yang lalu, Pemboman para teroris, maka terkadang kita lupa bahwa ada sebagian dari aparat kepolisian yang keadaan kehidupannya tidak memadai layaknya seorang abdi negara.

Karena itulah jika ada seorang aparat kepolisian yang melakukan peningkatan kualitas hidup dengan memberikan peluang kepada keluarganya untuk berwirausaha tetnunya sangat didukung oleh petinggi kepolisian di wilayah resort metro kota Bekasi.

Demikian itulah yang terjadi dengan berdirinya Warung Juragan (ditulis dengan nama Waroeng Joeragan atau Waroeng Juragan), yang dipelopori oleh istri seorang Kanit Intel Kepolisian Sektor Bekasi Barat. Sang Istri yang keturunan Arab ini kebetulan sekali sangat menyukai dunia masak memasak terutama keluarganya. Itulah sebabnya menu yang disajikan di resto sederhana keluarga ini sangat bernuansa menu masakan rumahan.

Gaya sajiannya pun kombinasi antara masakan Sunda dan rempah-rempah resep Timur Tengah. Menu Andalan Warung Juragan memang pada dasarnya serupa dengan Saung Juragan pendahulunya di wilayah Cibitung. Bila Saung Juragan Cibitung berkonsep rumah makan keluarga dengan nuansa rumah tradisional Sunda dan desain interior dan konstruksinya di atas kolam ikan, maka desain RM Warung Juragan yang lokasinya tepat di samping kantor Polsek Bekasi Barat ini, lebih bernuansa rumah tradisional Betawi dengan sajian makanan berupa prasmanan.

Dengan luas nyaris 400 meter per segi, konstruksi bangunan Warung Juragan sangat sederhana dan asri. Tiga tiang utama (soko guru) dari kayu jati dan void (langit-langit ) yang cukup tinggi sekitar 5 m, membuat suasana tarasa sejuk dan berangin. Apalagi dinding pemisahnya bukan merupakan tembok kongkrit ataupun bata, justru dibuat dari anyaman bambu membuat kesan country begitu kuat. Seperti rumah kampung yang penuh nostalgia, demikian saya menyebutnya.

Bagaimana dengan menu andalannya?
Sayur Gabus Pucung adalah salah satu masakan utama Warung Juragan yang sangat saya rekomendasikan. Masakan sayur yang menggunakan bumbu utama kluwek ini sebenarnya sudah sering ditemukan pada masakan seperti Rawon, namun potongan daging kambing atau sapi diganti dengan potongan besar ikan gabus yang begitu gurih dan nikmat.

Kelezatan ikan gabus jadi begitu terasa dengan tajamnya peningkat rasa kluwek (yang oleh orang Betawi atau bekasi disebut dengan nama Pucung). Dan itulah sebabnya makanan sayur berkuah ini disebut Gabus Pucung. Masalah rasanya, lidah saya bilang, Top Markotop, Yes Markoyes.... sepertinya pak Bondan bakalan setuju. Kenapa begitu?

Kelembutan daging ikan gabus yang penuh tulanbg lembut dan halus ini akan terasa lebih nikmat saat kita menyantapnya dengan berhati-hati ditambah kuah pucungnya yang kental dan gurih khas kluwek. Apalagi sesekali anda potongan cabe rawit, pastinya akan membuat lidah kita semakin menari-nari. Pada intinya, potongan ikan gabus akan cepat kita kunyah dan kemudian tanpa sadar kita akan menyuapkan kuah pucungnya berkali-kali bersama nasi yang kita makan. Sip Markusip banget deh!

Belum lagi masakan lainnya. Dan alangkah pasnya bila anda memesan minuman khas Warung Juragan, yakni Es Bubur Susu, dan sayang saya lupa apakah sang pemilik (Uja, anak permpuan sulung yang mengelola resto ini) sudah memberi nama khusus dari minuman favoritnya itu. Sayang saya belum sempat merasakannya, tapi melihat betapa asyiknya dia menyeruput minuman dingin berbahan baku es kelapa kopyor dan susu kental serta butiran jelly bulat yang sangat menarik tampilannya.

Mengenai konsep layanan dan target pelanggannya, Azis (adik lelaki Uja, anak kedua) menjelaskan bahwa ia menjuju kelas menengah atas dan menengah bawah. Karena harga yang disajikan adalah harga yang terjangkau oleh semua pihak, sekalipun mereka mengakui pelanggan pada awalnya datang ke Warung Juragan cenderung membawa kendaraan roda empat.

"Mungkin ini baru awalnya saja, maklum kan baru saja diresmikan... jadi target evaluasi saya adalah seminggu ke depan. Setelah seminggu besok, saya mungkin bisa mengambil keputusan untuk langkah berikutnya dalam hal strategi pemasaran yang akan kami lakukan tentunya hal ini akan saya diskusikan dengan keluarga, yakni bapak, ibu dan kakak saya." jelas Aziz, lelaki lajang berusia tak lebih dari 23 tahun ini.

Lalu apa istimewanya buat kita saat berkunjung ke rumah makan sederhana Warung Juragan ini?
Anda pasti akan mendapatkan suasana asri dan sejuknya atmosfir saat Anda pertama kali masuk di wilayah Bekasi sekalipun di musim panas sekalipun. Seperti yang saya jelaskan di awal tadi, desain bangunan yang dibuat dengan langit-langit tinggi dan minimali untuk dinding pemisahnya tanpa konstruksi beton (bata) membuat bangunan ini sangat sejuk, apalagi diperindah dengan kipas angin besar yang klasik.

Dan di setiap tiang soko gurunya ada tergantung kerupuk kaleng, yang membuat kita teringat dengan suasana pedesaan. Mau merasakan suasana atmosder pedesaan di tengah kota Bekasi apalagi dengan perasan aman karena dekat kantor polisi (apa hubuingannya? Cari sendiri lah! hehehe!) Ya silakan Anda berkunjung ke Warung Juragan (Waroeng Juragan). Untuk reservasi bisa kontak di No. Telepon (021) 9120.4083

DELIVERY SERVICE : (021)30565629 - HOTLINE: (021)606.36235 - 081385.386.583


Waroeng d'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]