Tampilkan postingan dengan label Spaghetti. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Spaghetti. Tampilkan semua postingan

Kamis, Mei 20, 2010

RASSEL Steak & Pasta - Import Steak @ Local Price

Kafe Resto Non Hotel Tapi Punya Room Service

Jakarta - Rawasari - www.kelanakuliner.blogspot.com
Berawal dari pertemuan beberapa kolega yang jadi pengunjung ke sebuah tempat makan di bilangan Jakarta Selatan, Q Smoke House, maka bermulalah sebuah kolaborasi usaha antara Rully Irawan, Idham Mestika dan Yoppi Gou dan tentunya dengan sang Chef di tempat itu, yakni Budi Priono atau yang lebih akrab dikenal dengan Mr. Banu. Maka mereka bersepakat untuk membuat sebuah resto seperti Q Smoke House. Maka jadilah resto cafe sederhana tapi tetap berkelas, dengan nama Rassel, the Steak and Pasta Resto Cafe.

Nama Rassel sendiri diambil dari nama lokasi resto kafe ini dibuka, yakni Rawasari Selatan. Sang investor, Yoppi Gou, yang juga distributor kosmetik kecantikan L'Oreal sengaja memilih tempat ini dikarenakan pertimbangan ruko yang ada memilik tempat kos hingga 150 kamar. Apalagi kos-kosan ini memang dikhususkan buat para pekerja dan eksekutif muda. Bisa dilihat dari harga sewa kos-kosan hingga mencapai Rp 1,5 juta/bulan. Secara tidak langsung, Resto Cafe Rassel Steak and Pasta sudah memiliki pasar potensial dan captive market. Lumayan cerdik, tinggal bagaimana menyesuaikan layanan dan produk buat para passer by di depan jalan Rawasari Selatan saja. Komunitas seperti mahasiswa kampus Trisakti dan siswa sekolah favorit seperti SMA 31 pun sepertinya cocok dengan resto cafe ini.

Kepiawaian sang koki menjadi kiat tersendiri Rassel Steak & Pasta untuk memenuhi permintaan pasar. Maka dari tangan dingin sang chef yang pernah mengikuti program kompetisi para koki kelas kakap di televisi swasta, Alley Cuisine, Mr Banu menyajikan menu steak yang mempunyai cita rasa sekelas menu hotel internasional namun dengan harga lokal. Keistimewaan steaknya yang disajikan (secara gitu) sangat matang (well done, tapi kalo gue pribadi... lebih suka yang medium atau rare sekalian...! Lebih juicy bro!) plus potongan besar kentang lokal (potatoes wedges) yang menggantikan frenchfries yang jauh lebih tipis dan kecil. "Sengaja kami menggunakan kentang lokal demi mengurangi cost buat 'teman-teman' steak-nya. Sementara steaknya tetap menggunakan daging import," ungkap Idham Mestika, sang manajer keuangan yang akrab disapa Kang Dadang ini.

Selagi wawancara dengan sang manajer keuangan Rassel Steak & Pasta resto cafe ini, kelanakuliner mencoba beberapa menu unggulannya. Mulai dari pembuka berupa fried mushroom alias jamur goreng. Hmmm, unik rasanya buat yang belum terbiasa dengan makanan jamur yang hambar rasanya dibungkus kulit tepung yang renyah dan gurih. Seperti halnya gorengan ayam, appetizer yang terbuat dari jamur payung ini sudah mengundang air liur saya untuk segera memulai santapan berat di Rassel Steak & Pasta.

Santapan berat yang disarankan oleh Kang Dadang adalah Sirloin Steaknya yang hmmmm, luar biasa gurih dan nampar banget sausnya. Biar lebih nampar, kelanakuliner menambahkan saus sambal dari jejeran condiment di atas meja. "Biasanya condiment yang kami sediakan untuk selera lidah orang kita, mas Rizal!" ujar kang Dadang tentang adanya garam, cuka, sambel, kecap dan saus sambal sebagai condiment resto. Di samping itu ada pula aneka steak lainnya seperti tenderloin steak, chicken steak dan cordon bleu (kayaknya perlu ada Tuna Steak?? Atau cuma beef steak aja yang ada?)

Sedangkan untuk spaghetti maupun fettucini para pelanggan bisa memilih beragam pasta mulai dari Bolognese (daging sapi cincang), Carbonara (daging sapi goreng), Agliaolio (chicken spicy) dan Marinara (seafood).

Termasuk aneka dessert yang sempat kelanakuliner coba, Banana Split, pencuci mulut manis, segar dan dingin ini lumayan favorit, dengan pisang Ambon dibelah diberi 3 scoop ice-cream strawberry, coklat dan vanilla. Hmmm bukan hanya yummy tapi juga mantabssss! Pas banget setelah menikmati Sirloin Steaknya yang lumayan juicy dan lezat itu.

Untuk minumannya, sepertinya beragam smoothies seperti Chocolate Milk Shake dan Coffee (Cappucino) baik yang panas maupun dingin (pokoknya serasa loe pada punya Barrista sendiri) bisa dipesan di warung yang berlokasi salah satu ruko di ruas jalan Rawasari Selatan dekat pertigaan lampu merah. Kelanakuliner mencoba Lemon Squash dan Orange Juice yang segar sebagai penetralisir rasa gurih appetizer dan main course yang sudah dirasa sebelumnya. Sebagai penutup, Beef Burger berukuran lumayan besar sebagai hadiah kado ulang tahun anak tercinta di rumah untuk pesanan take away. Sempurna...! (Untungnya ini sebagai compliment dari Kang Dadang buat anak saya Lulu Ammantsura, hmmm thanks berat bos!)

Rassel cafe resto yang berinterior nuansa merah dan bergaya modern simple ini memiliki tempat yang asyik buat dine in sekaligus take away bila tak sempat makan di kursi sofa berjajar letter U ini. "Nah yang bikin unik resto cafe ini adalah room service-nya," ungkap Idham. Ya sedikitnya ada 150 kamar kos-kosan yang selalu menelpon untuk dikirimkan ke kamar mereka mulai dari pagi hari hingga malam hari. Wow... what a business...!?

Kelanakuliner juga memperhatikan bahwa harga yang dipatok Rassel resto and cafe realtif terjangkau dan gak lebih mahal dari warung makan atau resto cafe steak maupun pasta di lain tempat. Harga mulai dari Rp 5.000,- hingga yang termahal nggak nyampe Rp 38.000,-

Dan bila para pelanggan bingung dengan banyaknya menu pilihan, maka menu favorit pilihan Nasi Goreng ala Rassel biasanya yang paling laku. "Yah biasanya desperate choice menu kami Nasi Goreng Special kami," papar Kang Idham alias Dadang. Meskipun Idham dipanggil Kang Dadang, lelaki kelahiran 7 Nov 1976 ini asli berdarah Makassar.

Bahkan lelaki jebolan fakultas Hukum Universitas Indonesia ini, kini berkeinginan terjun seratus persen ke dunia bisnis hospitality khususnya F&B. Kang Dadang yang telah beranak 1 putri ini menjelaskan itulah sebabnya dia menikmati bisnis kuliner ini meski lebih sering berada di belakang meja hitung atau bagian purchasing dan hitung-hitung keuangan di departemen F&B. "Saya memang pernah bekerja sebagai bagian Cost Controller (Pengawas Biaya) administrasi keuangan di tempat sebelumnya mulai dari Dunkin Donat, Red Square dan Golden Boutique Melawai," kenang Idham yang bertemu dengan Rully di Tabac.

Pada awalnya Rassel Steak and Pasta berkonsep sajian masakan tumis-tumisan dan panggangan, dengan merk Rassel Sauteed & Grilled. Tapi karena kuatir nama tumis-tumisan bahasa asing ini bisa jadi kurang akrab di telinga orang kita, maka diganti dengan Steak & Pasta, yang jauh lebih dikenal. Itu pun setelah rembugan dengan sang Executive Chef di Q Smoke House resto & cafe, Mr. Banu dan dia tidak sendirian. Yang jelas di Rassel Steak & Pasta dibangun oleh 3 orang pengelola, mulai dari Rully Irawan, Bartender di Shangrila Hotel, Idham Mestika selaku cost controller dan Yoppi Gou sebagai investor. Mereka mempunyai seorang Head Cook, Mevi dan Cook 2 orang yakni Agung dan Heri. Rassel Steak & Pasta yang berdiri sejak 25 Februari 2010 ini memiliki total semua ada 6 orang kru dan restonya berkapasitas kursi sedikitnya 30 seat. Buka setiap hari dari jam 11.00 pagi hingga 11.00 malam. Khusus untuk delivery (pesan antar) hanya dalam radius antaran terbatas yakni 5 km saja.

BIla Anda tertarik ingin menikmati lezatnya steak ataupun kenikmatan pasta ala Itali, cobalah datang ke Rassel Steak & Pasta. The Import Steak at Local Price. Atau bisa juga menghubungi nomor telepon (021) 9346.1965

Sidik Rizal - http://kotabekasihotnews.blogspot.com

Minggu, Juni 21, 2009

Chopper Steak: Makanan Kelas Atas Harga Kelas Bawah


Cari Steak Gak Usah Jauh
di Bekasi Juga Ada!

Pilihan Kawula Muda dan Komunitas Klub dan Semua Kalangan

Bekasi, Kelana Kuliner @ dobeldobel.com
Saat kembali dari Jakarta setelah seharian meliput di DPR RI, gue ngegeber habis motor tua gue, Honda CB, tahun 70-an. Sekalipun bunyinya nyaring tak ada orang peduli dengan salipan yang gue ambil mendahului kendaraan mereka.

Maklum motor jadul gue nggak ada menarik-menariknya sama sekali. Tapi begitu sampe Kalimalang dan menuju Kranji, gue gak sempet mikir apa gue udah di atas 80 km/jam atau sudah 100 km/jam. Tapi jalan sepanjang Kalimalang menuju Kranji lumayan padat.

Yang ada dalam pikiran gue cuma satu. Gue harus bisa sampe ke Chopper Steak sebelum maghrib. apes memang. baru nyampe pasar Kranji lama (pertigaan yang menuju Bintara) motor gue batuk-batuk. Yah memang dasar apes! Gue lihat ada bengkel terdekat. Terus terpaksa gue taruh tuh motor jadul. Sampe di bengkel, sang mekanik melihat dan memeriksa ternyata motor lupa belum diganti oli atau tepatnya olinya nyaris habis tak bersisa. Oh My God, jangan sampe mesinnya terkikis lagi kayak beberapa waktu yang lalu, karena itu gue harus turun mesin lagi. Biar begitu, karena gue buru-buru gue suruh sang mekanik untuk periksa mesin dan ganti oli. Gue ngelanjutin pergi menuju Chopper Steak, the right place for Chopper Motor Community, dengan naikin Mikrolet M-29 jurusan Kampung Melayu Kranji di pertigaan Pasar Kranji lama. Ciaooo, terus nggak lupa gue puter-puter nomor telpon sang manajer F&Bnya Chopper Steak Cafe, Bang David. Mau tahu nomornya? Neh gue kasih gratis, kali aja lu mau pesen tempat buat bikin acara di Chopper Steak Cafe. Kebetulan no telp David adalah esia, so lo gampang ngubungin dia dari mana aja. David=021.9355.1917 (eh orangnya keren dan ganteng lagi, mana kepalanya diplontos abis, pas banget sama motor jadulnya yang bergaya chopper! Pokok keren banget mamen!)

Ya Chopper Steak, selain cafe & resto dia juga tempat berkumpulnya komunitas motor dan anak-anak band. Bahkan sering gue jumpai kumpulan anak SMP dan SMA nongkrong makan di sana. Dan uniknya lo tahu nggak? Kita bisa makan sepuasnya menu-menu masakan barat dengan harga yang pas buat kantong kita. Nggak percaya? Kenapa lo nggak datang aja ke sono.

Lokasinya di Belakang Pasar Kranji baru Jl. Jenderal Sudirman. Kalo lo naik KA Bekasi Express atau KRD Ekonomi, lo bisa turun di Stasiun KA Kranji, dan lo jalan sedikit ke Pasar Kranji baru, terus lo menuju ke belakang. Di situ lo bisa dapetin Chopper Steak Cafe.

Setibanya di Chopper Steak Cafe, gue masih telpon-telponan sama sang Manajer F&B, David, dan dia celingukan nyari gue, waktu gue bilang gue ada di depan dia dari dalam mobil Mikrolet 29. jelas aja dia celingukan, karena dia pikir gue pastinya bawa motor, dan so you know lah, dia cari-cari motor jadul gue. hehehehe, Gak bakalan ketemu! Begitu gue turun dari Mikrolet baru dia sadar. Gue pun ngobrol sebentar dan dia ngajak gue masuk

Jelas ada menu Steak yang bakalan gue santap beserta pelancarnya, minuman ringan Strawberry Ice tanpa gula sama sekali. Nah ini yang gue suka. Tapi untuk steak yang bakalan gue makan, gue mah terserah sama sang bos, David untuk memilihkan menu paling istimewa buat gue. Dia bilang Beef Steak Goreng Tepung. Wah kedengarannya sih enak tuh. Gue asal ngangguk aja, yang penting gembel gue keisi, walaupun tadinya niat gue mau minta gue bungkus buat ponakan-ponakan gue di rumah.... Hahahahaha dasar melayu luh Dik!

Setelah chit-chat sana-sini ngalor ngidul datanglah sang Fried Crispy Beef Steak Black Pepper... Waw... belum apa-apa udah mengundang air liur gue ngences kemana-mana. Sedetik sebelumnya gue sempet ngelirik ke belakang takut ada yang ngelihat... Tahu nggak yah mereka gue makan-makannya orang bule dan termasuk kategori makanan mahal neh... Malu gue kalo nggak ada yang lihat... hihihihi...!

Sialan banget, baunya alias aromanya bikin gue nggak tahan. batal deh rencana gue buat bungkus dalam plastik makanan yang tampilannya aja udah lezat begitu, panas-panas ditaburi saos black pepper (lada hitam) di atas Hot Plate berbentuk sapi... (sapi bener neh! = dengan ngebentak dalam hati sementara gue menahan ngences luda tumpah dari mulut gue).

Aroma black pepper dan wanginya spice rahasia yang nggak mau dikasih tahu sama si David, udah bikin gue lupa segalanya. Langsung aja tanpa minta izin atau permisi (apalagi izin stempel pak RT segala) gue langsung potong tuh steak goreng tepung pake tangan kiri gue. Kebetulan gue bukan kidal, karena gue mau nusuk tuh daging pake tangan kanan gue saat gue masukin ke dalam mulut yang udah nggak tahan melahap daging sapi panggang itu. Dan hap... nyaem...nyaem... RUARRRRR BIASA!

MAK YOOSSSS BANGET... gue jadi langsung beriman neh (eh maksud gue percaya) sama Bondan Winarno (atau Bondan Prakoso ya?), kalo mak nyosss ityu bisa menggambarkan betapa nikmat dan lezatnya makanan kelas atas ke mulut lapar kita. Waktu gue rasain gigitan daging sapi Fried Beef Steaknya Chopper Steak cafe, buset...! bikin lumer lidah gue saking empuk dan lezat sekaligus juicy buanget!

Gue setuju banget, kalo fried beef steak di Chopper Steak Cafe memang juicy (eh bahasa Indonesianya juicy apa yah? Mak Nyoss bukan ya?) Lezatnya begitu terasa. Menurut David, bumbunya jelas rempah-rempah khusus dan sama sekali nggak pake micin (itu loh yang para ahli gizi bilang zat kimia yang bernama mono sodium glutameate... ini termasuk kategori zat yang gak aman buat kesehatan).

Gak habis cuma satu suapan, tangan kiri gue semakin semangat motong-motong tuh daging sapi panggang. walaupun dibungkus dengan tepung gorengan, tapi tangan kiri gue nggak susah seperti motong daging alot. Suweeeer, tangan kiri gue enteng banget, saking empuk dan ringannya motong tuh sapi... eh salah daging sapi panggang.

Setelah puas ngelahap tuh daging hingga tak bersisa sedikit pun, bahkan termasuk kacang polong, potongan kentang dan tomat serta acar timunnya. Bahkan kaldu lada hitamnya aja hampir gue jilatin. Tapi nggak kan. Masalahnya bukan malu men! tapi Hot plate masih panas banget, so bisa-bisa lidah gue ledes kepanasan... hehehehe dasar maruk!

Dan habis itu gue langsung aja nyerupun Es Strawberry yang diblender alus tanpa gula. Buset seger banget, hilang sudah rasa gurih yang ada di lidah tanpa tersisa. Seger sehabis nikmat kepedasan dan kepanasan. Gue jamin kalo lu makan yang sama di Chopper Steak Cafe, lu nggak akan kecewa sekaligus gak akan baca daftar menu bolak-balik untuk cari-cari mana yang paling bisa lu beli... (heheheheh... kayak gak tahu aja gelagatnya anak muda sekarang! kalau baca daftar menu kayak orang Arab! Ngerti kan maksud gue? Apa coba?)

Bukan... bukan pelit. Mang semua orang Arab pelit apa? Mereka itu kalau baca tulisan kan di Arab dari kanan ke kiri.... so kita-kita yang biasanya anak gaul dan masih tergantung sama jatah uang jajan dari bonyok, memang kadang kalau mau jajan di kafe elit, ngelihat menu dari kanan ke kiri, alias dari harga baru ke nama makanannya... hehehehe... piss men!

Pokoknya menu masakan steak ayang ada di Chopper Steak Cafe bener-bener inovatif, lezatnya nggak kalah sama tempat bakar-bakar steak lain. Dan di sana juga lu bisa dapetin menu Spaghetty dan makanan ringan lainnya. Dijamin lidah lo bakalan joget nggak ebrhenti sebelum lu bayar.... hehehehe! Bukan saking murahnya tapi karena lu pasti terkejut, bahwa lo nggak perlu ngerogoh kocek dalem untuk menikamti makan barat yang prestisenya emang high class lah!

Oke deh ini gue buatin daftar menu bacaan orang Arab yah!
Crispy Fried Steak (Steak Goreng Tepung)
1. Chicken Steak...............................................................Rp. 8.500,-
-- Double Steak.................................................................Rp. 13.500,-
2. Beef Steak.....................................................................Rp. 9.000,-
-- Double Steak.................................................................Rp. 14.500,-
3. Tenderloin.....................................................................Rp. 10.000,-
-- Double Steak.................................................................Rp. 16.500,-
4. Sirloin.............................................................................Rp. 10.000,-
-- Double Steak.................................................................Rp. 16.500,-
5. Rock & Roll Skin Steak (Steak Kikil Sapi).................Rp. 9.000,-
6. Chicken Cordon Bleu....................................................Rp. 16.000,-
7. Beef & Chicken..............................................................Rp. 14.500,-
8. Tender & Chicken.........................................................Rp. 15.000,-
9. Chicken & Sossis............................................................Rp. 13.000,-
10. Beef & Sossis..................................................................Rp. 14.000,-
11. Tender & Sossis.............................................................Rp. 15.000,-
12. Beef & Skin Steak..........................................................Rp. 13.500,-
13. Chicken & Skin Steak....................................................Rp. 12.500,-
14. Tender & Skin Steak.....................................................Rp. 15.500,-

Original Steak (Steak Panggang tanpa tepung)
1. Original BBQ Chicken....................................................Rp. 10.000,-
2. Chicken Breast Steak.....................................................Rp. 13.000,-
3. Chicken Black Pepper....................................................Rp. 14.500,-
4. Beef Strips Black Pepper...............................................Rp. 20.000,-
5. BBQ Beef Strips.............................................................Rp. 19.000,-
6. Imported Sirloin Steak..................................................Rp. 26.000,-
7. Imported Sirloin Black Pepper.....................................Rp. 28.000,-
8. Chopped Beef Steak.......................................................Rp. 18.500,-
9. BBQ Chicken & Sossis....................................................Rp. 14.000,-
10. BBQ Chicken & Skin Steak............................................Rp. 14.500,-
11. Chicken Breast & Sossis.................................................Rp. 14.500,-

Dik Rizal - dobeldobel.com

Chopper Steak: Makanan Kelas Atas Harga Kelas Bawah


Cari Steak Gak Usah Jauh
di Bekasi Juga Ada!

Pilihan Kawula Muda dan Komunitas Klub dan Semua Kalangan

Bekasi, Kelana Kuliner @ dobeldobel.com
Saat kembali dari Jakarta setelah seharian meliput di DPR RI, gue ngegeber habis motor tua gue, Honda CB, tahun 70-an. Sekalipun bunyinya nyaring tak ada orang peduli dengan salipan yang gue ambil mendahului kendaraan mereka.

Maklum motor jadul gue nggak ada menarik-menariknya sama sekali. Tapi begitu sampe Kalimalang dan menuju Kranji, gue gak sempet mikir apa gue udah di atas 80 km/jam atau sudah 100 km/jam. Tapi jalan sepanjang Kalimalang menuju Kranji lumayan padat.

Yang ada dalam pikiran gue cuma satu. Gue harus bisa sampe ke Chopper Steak sebelum maghrib. apes memang. baru nyampe pasar Kranji lama (pertigaan yang menuju Bintara) motor gue batuk-batuk. Yah memang dasar apes! Gue lihat ada bengkel terdekat. Terus terpaksa gue taruh tuh motor jadul. Sampe di bengkel, sang mekanik melihat dan memeriksa ternyata motor lupa belum diganti oli atau tepatnya olinya nyaris habis tak bersisa. Oh My God, jangan sampe mesinnya terkikis lagi kayak beberapa waktu yang lalu, karena itu gue harus turun mesin lagi. Biar begitu, karena gue buru-buru gue suruh sang mekanik untuk periksa mesin dan ganti oli. Gue ngelanjutin pergi menuju Chopper Steak, the right place for Chopper Motor Community, dengan naikin Mikrolet M-29 jurusan Kampung Melayu Kranji di pertigaan Pasar Kranji lama. Ciaooo, terus nggak lupa gue puter-puter nomor telpon sang manajer F&Bnya Chopper Steak Cafe, Bang David. Mau tahu nomornya? Neh gue kasih gratis, kali aja lu mau pesen tempat buat bikin acara di Chopper Steak Cafe. Kebetulan no telp David adalah esia, so lo gampang ngubungin dia dari mana aja. David=021.9355.1917 (eh orangnya keren dan ganteng lagi, mana kepalanya diplontos abis, pas banget sama motor jadulnya yang bergaya chopper! Pokok keren banget mamen!)

Ya Chopper Steak, selain cafe & resto dia juga tempat berkumpulnya komunitas motor dan anak-anak band. Bahkan sering gue jumpai kumpulan anak SMP dan SMA nongkrong makan di sana. Dan uniknya lo tahu nggak? Kita bisa makan sepuasnya menu-menu masakan barat dengan harga yang pas buat kantong kita. Nggak percaya? Kenapa lo nggak datang aja ke sono.

Lokasinya di Belakang Pasar Kranji baru Jl. Jenderal Sudirman. Kalo lo naik KA Bekasi Express atau KRD Ekonomi, lo bisa turun di Stasiun KA Kranji, dan lo jalan sedikit ke Pasar Kranji baru, terus lo menuju ke belakang. Di situ lo bisa dapetin Chopper Steak Cafe.

Setibanya di Chopper Steak Cafe, gue masih telpon-telponan sama sang Manajer F&B, David, dan dia celingukan nyari gue, waktu gue bilang gue ada di depan dia dari dalam mobil Mikrolet 29. jelas aja dia celingukan, karena dia pikir gue pastinya bawa motor, dan so you know lah, dia cari-cari motor jadul gue. hehehehe, Gak bakalan ketemu! Begitu gue turun dari Mikrolet baru dia sadar. Gue pun ngobrol sebentar dan dia ngajak gue masuk

Jelas ada menu Steak yang bakalan gue santap beserta pelancarnya, minuman ringan Strawberry Ice tanpa gula sama sekali. Nah ini yang gue suka. Tapi untuk steak yang bakalan gue makan, gue mah terserah sama sang bos, David untuk memilihkan menu paling istimewa buat gue. Dia bilang Beef Steak Goreng Tepung. Wah kedengarannya sih enak tuh. Gue asal ngangguk aja, yang penting gembel gue keisi, walaupun tadinya niat gue mau minta gue bungkus buat ponakan-ponakan gue di rumah.... Hahahahaha dasar melayu luh Dik!

Setelah chit-chat sana-sini ngalor ngidul datanglah sang Fried Crispy Beef Steak Black Pepper... Waw... belum apa-apa udah mengundang air liur gue ngences kemana-mana. Sedetik sebelumnya gue sempet ngelirik ke belakang takut ada yang ngelihat... Tahu nggak yah mereka gue makan-makannya orang bule dan termasuk kategori makanan mahal neh... Malu gue kalo nggak ada yang lihat... hihihihi...!

Sialan banget, baunya alias aromanya bikin gue nggak tahan. batal deh rencana gue buat bungkus dalam plastik makanan yang tampilannya aja udah lezat begitu, panas-panas ditaburi saos black pepper (lada hitam) di atas Hot Plate berbentuk sapi... (sapi bener neh! = dengan ngebentak dalam hati sementara gue menahan ngences luda tumpah dari mulut gue).

Aroma black pepper dan wanginya spice rahasia yang nggak mau dikasih tahu sama si David, udah bikin gue lupa segalanya. Langsung aja tanpa minta izin atau permisi (apalagi izin stempel pak RT segala) gue langsung potong tuh steak goreng tepung pake tangan kiri gue. Kebetulan gue bukan kidal, karena gue mau nusuk tuh daging pake tangan kanan gue saat gue masukin ke dalam mulut yang udah nggak tahan melahap daging sapi panggang itu. Dan hap... nyaem...nyaem... RUARRRRR BIASA!

MAK YOOSSSS BANGET... gue jadi langsung beriman neh (eh maksud gue percaya) sama Bondan Winarno (atau Bondan Prakoso ya?), kalo mak nyosss ityu bisa menggambarkan betapa nikmat dan lezatnya makanan kelas atas ke mulut lapar kita. Waktu gue rasain gigitan daging sapi Fried Beef Steaknya Chopper Steak cafe, buset...! bikin lumer lidah gue saking empuk dan lezat sekaligus juicy buanget!

Gue setuju banget, kalo fried beef steak di Chopper Steak Cafe memang juicy (eh bahasa Indonesianya juicy apa yah? Mak Nyoss bukan ya?) Lezatnya begitu terasa. Menurut David, bumbunya jelas rempah-rempah khusus dan sama sekali nggak pake micin (itu loh yang para ahli gizi bilang zat kimia yang bernama mono sodium glutameate... ini termasuk kategori zat yang gak aman buat kesehatan).

Gak habis cuma satu suapan, tangan kiri gue semakin semangat motong-motong tuh daging sapi panggang. walaupun dibungkus dengan tepung gorengan, tapi tangan kiri gue nggak susah seperti motong daging alot. Suweeeer, tangan kiri gue enteng banget, saking empuk dan ringannya motong tuh sapi... eh salah daging sapi panggang.

Setelah puas ngelahap tuh daging hingga tak bersisa sedikit pun, bahkan termasuk kacang polong, potongan kentang dan tomat serta acar timunnya. Bahkan kaldu lada hitamnya aja hampir gue jilatin. Tapi nggak kan. Masalahnya bukan malu men! tapi Hot plate masih panas banget, so bisa-bisa lidah gue ledes kepanasan... hehehehe dasar maruk!

Dan habis itu gue langsung aja nyerupun Es Strawberry yang diblender alus tanpa gula. Buset seger banget, hilang sudah rasa gurih yang ada di lidah tanpa tersisa. Seger sehabis nikmat kepedasan dan kepanasan. Gue jamin kalo lu makan yang sama di Chopper Steak Cafe, lu nggak akan kecewa sekaligus gak akan baca daftar menu bolak-balik untuk cari-cari mana yang paling bisa lu beli... (heheheheh... kayak gak tahu aja gelagatnya anak muda sekarang! kalau baca daftar menu kayak orang Arab! Ngerti kan maksud gue? Apa coba?)

Bukan... bukan pelit. Mang semua orang Arab pelit apa? Mereka itu kalau baca tulisan kan di Arab dari kanan ke kiri.... so kita-kita yang biasanya anak gaul dan masih tergantung sama jatah uang jajan dari bonyok, memang kadang kalau mau jajan di kafe elit, ngelihat menu dari kanan ke kiri, alias dari harga baru ke nama makanannya... hehehehe... piss men!

Pokoknya menu masakan steak ayang ada di Chopper Steak Cafe bener-bener inovatif, lezatnya nggak kalah sama tempat bakar-bakar steak lain. Dan di sana juga lu bisa dapetin menu Spaghetty dan makanan ringan lainnya. Dijamin lidah lo bakalan joget nggak ebrhenti sebelum lu bayar.... hehehehe! Bukan saking murahnya tapi karena lu pasti terkejut, bahwa lo nggak perlu ngerogoh kocek dalem untuk menikamti makan barat yang prestisenya emang high class lah!

Oke deh ini gue buatin daftar menu bacaan orang Arab yah!
Crispy Fried Steak (Steak Goreng Tepung)
1. Chicken Steak...............................................................Rp. 8.500,-
-- Double Steak.................................................................Rp. 13.500,-
2. Beef Steak.....................................................................Rp. 9.000,-
-- Double Steak.................................................................Rp. 14.500,-
3. Tenderloin.....................................................................Rp. 10.000,-
-- Double Steak.................................................................Rp. 16.500,-
4. Sirloin.............................................................................Rp. 10.000,-
-- Double Steak.................................................................Rp. 16.500,-
5. Rock & Roll Skin Steak (Steak Kikil Sapi).................Rp. 9.000,-
6. Chicken Cordon Bleu....................................................Rp. 16.000,-
7. Beef & Chicken..............................................................Rp. 14.500,-
8. Tender & Chicken.........................................................Rp. 15.000,-
9. Chicken & Sossis............................................................Rp. 13.000,-
10. Beef & Sossis..................................................................Rp. 14.000,-
11. Tender & Sossis.............................................................Rp. 15.000,-
12. Beef & Skin Steak..........................................................Rp. 13.500,-
13. Chicken & Skin Steak....................................................Rp. 12.500,-
14. Tender & Skin Steak.....................................................Rp. 15.500,-

Original Steak (Steak Panggang tanpa tepung)
1. Original BBQ Chicken....................................................Rp. 10.000,-
2. Chicken Breast Steak.....................................................Rp. 13.000,-
3. Chicken Black Pepper....................................................Rp. 14.500,-
4. Beef Strips Black Pepper...............................................Rp. 20.000,-
5. BBQ Beef Strips.............................................................Rp. 19.000,-
6. Imported Sirloin Steak..................................................Rp. 26.000,-
7. Imported Sirloin Black Pepper.....................................Rp. 28.000,-
8. Chopped Beef Steak.......................................................Rp. 18.500,-
9. BBQ Chicken & Sossis....................................................Rp. 14.000,-
10. BBQ Chicken & Skin Steak............................................Rp. 14.500,-
11. Chicken Breast & Sossis.................................................Rp. 14.500,-

Dik Rizal - dobeldobel.com

DELIVERY SERVICE : (021)30565629 - HOTLINE: (021)606.36235 - 081385.386.583


Waroeng d'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]