SENTRA KERAJINAN RAKYAT DAN UKM TERBESAR DI KOTA BEKASI
BekasiSquare - kotabekasihotnews.co.cc
Ketika keran usaha kecil menengah dibuka secara besar-besaran oleh pemerintah pusat, maka pemerintah daerah melalui instansi terkait pun turut serta menggalakkan program yang sangat berpihak kepada peningkatan perekonomian rakyat itu. Khusus untuk itu pemerintahan kota Bekasi, melalui Dinas Perindagkop Kota Bekasi membuka peresmian sentra kerjainan terbesar di Kota Bekasi dan diadakan di sebuah pusat perbelanjaan modern Bekasi Square.
Sentra Bisnis Kerajinan asli daerah yang di dalamnya banyak sekali melibatkan UKM (Usaha Kecil dan Menengah) di wilayah Kota Bekasi yang juga mendapat dukungan penuh dari Dewan kerajinan Nasional Daerah untuk Kota Bekasi. Sedikitnya ada 40 unit gerai ini mulai dibuka per tanggal 5 Mei 2010 mendatang, demikian papar Kepala Dinas H. Yeyep Supriyatna kepada dobeldobel.com.
Ketika ditanya lebih jauh mengapa sentra usaha ini dibuka di Bekasi Square, Yeyep menjelaskan, "Di samping keinginan pemerintah daerah kota Bekasi untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan. Sebagai wujud kepedulian ini, dinas kami menjalin kerjasama dengan Bekasi Square dengan membuka gerai serta kios bagi para pengusaha kecil agar bisa ikut meramaikan roda ekonomi pasar retail," ungkap Yeyep. Keinginan serta keseriusan pemda kota Bekasi melalui Dinas Peridagkop serta Dekranasda dalam hal memberikan kesempatan bagi para pengusaha kecil ke tingkat yang lebih profesional. Hal ini juga menunjukkan bahwa pemda tidak saja bisa melakukan usaha penertiban para pedagang kaki lima, namun di lain sisi berusaha pula memfasilitasi lahan bagi para pedagang kaki lima dan pengusaha kecil lainnya bermitra dengan pengusaha besar yang memiliki lahan perbelanjaan modern.
Kerjasama pemda melalui dinas terkait dengan pihak manajemen Bekasi Square adalah bukti terwujudnya komunikasi ke semua level elemen ekonomi masyarakat. Sejatinya gerai dan kios yang diberikan kepada para pengusaha kecil ini adalah memberikan peluang yang sama kepada siapa saja tanpa memandang kelas, serta bentuk kepedulian dari pengusaha kelas kakap kepada pengusaha kecil. Walaupun bukan berarti fasilitas yang diberikan tidak cuma-cuma, namun dengan bantuan mediasi instansi pemerintah daerah kota Bekasi, pengusaha kecil tidak perlu membayar mahal untuk lahan usaha yang kian hari kian sempit di Kota Bekasi ini.
Pengusaha kecil terutama para perajin batu permata, konveksi, sepatu tas kulit, bordir dan handycraft di bawah binaan Disperindagkop Kota Bekasi mendapatkan bantuan lahan dalam bentuk gerai outlet ataupun kios. Kini mereka mempunyai peluang besar untuk lebih meningkatkan penjualan mereka, imbuh Yeyep di sela-sela persiapan pembukaan Sentra Usaha Kerajinan dan UKM Kota Bekasi di Bekasi Square lantai 1.
Seorang pengusaha UKM bidang konveksi, pak Saiful Hidayat mengatakan "Kini kami lebih bisa bergerak bebas dalam pemasaran, dimana dengan harga kios yang terjangkau padahal di tempat berkelas seperti Bekasi Square."
"Berkat bantuan dinas terkait, kami kini bisa membuka kios tas dan konveksi pakaian jadi dengan harga sangat bersaing," imbuh lelaki yang punya kios di Giant, Thamrin City dan tempat lainnya.
Rupanya dari kios-kios outlet yang ada di pusat perbelanjaan kelas menengah atas itu, Saiful mengaku sering kebanjiran order dari buyer dalam maupun luar kota untuk partai besar. Tampaknya para pelanggan yang belanja di pusat perbelanjaan kelas menengah membuka jaringan penjualan ke laur daerah. Hal inilah yang membuat dirinya semakin yakin denganpeluang pasar untuk produk-produk yang dipasarkannya. Bahkan dirinya menyanggupi untuk menerima order penjualan ke luar pulau Jawa. "Seperti Bali dan Lombok juga Palembang, kami sering menerima order dari sana," pungkas lelaki yang telah 7 tahun bergelut di dunia usaha dagang ini kepada dobeldobel.com
"Sekarang ini kami sengaja menerima order penjualan konveksi dan macam-macam tas untuk partai besar," imbuh Saiful yang kini membuka kios outlet konveksi pakaian jadi seperti legging, manset dan pakaian kaos dalam wanita di R&B Collection, lantai 1 No.141 Bekasi Square (depan AmaZone Game center). Untuk pemesanan partai besar atau eceran, Saiful bisa dihubungi di (021) 9274.9697
Sidik Rizal - dobeldobel.co.cc
Tampilkan postingan dengan label Otokritik Pemda Kota Bekasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Otokritik Pemda Kota Bekasi. Tampilkan semua postingan
Sabtu, Mei 01, 2010
Minggu, Agustus 16, 2009
10 ALASAN TERORIS MEMILIH JATIASIH SEBAGAI MARKAS OPERASI

HASIL SURVEI pribadi DI DAERAH JATIASIH BEKASI
Berdasarkan pula atas saran gila dari sahabat saya Dian PP
Bekasi, Jatiasih - dobeldobel.com
Alasan pertama saya adalah: Walikota Bekasi yang sedang menjabat pada saat kejadian penggerebekan teroris di Jatiasih secara tidak langsung membiarkan masuknya orang-orang baru dari luar kota tanpa surat-surat lengkap dengan bebas tinggal menetap di Kota Bekasi. Padahal Kota Bekasi sebagai kota penyangga metropolitan ibukota negara yang kebetulan mempunyai akses ke mana saja, termasuk langsung ke kediaman Presiden SBY di Cikeas. Artinya kelalaian pimpinan puncak untuk tidak memperketat aturan kependudukan khususnya bagi para pendatang dan pemukim sementara memang bisa dikategorikan kesalahan FATAL.
Jadi wajar saja bila para teroris (saya juga perlu menambahkan para lelaki kaya atau pejabat kelebihan duit mau menyembunyikan istri muda simpanan) memilih Jatiasih sebagai tempat yang paling tepat karena kemudahan aksesnya dan kelonggaran peraturan kependudukan wilayah. Cukup hanya dengan KTP tanpa surat keterangan lain, seseorang bisa mengontrak atau mengekos di wilayah yang memang masih cukup sepi ini.
Alasan kedua menurut saya peribadi dan hasil survey di lapangan adalah kinerja aparat keamanan terkait yang masih terkesan belum inisiatif serta antisipatif melainkan masih sekadar reaktif dan responsif bila mendapat sinyal dari pusat saja. Cepatnya kinerja kepolisian di Resort Metro Kota Bekasi membuktikan itu, bahwa respons dan reaksi yang begitu cepat menggerebek teroris di Jatiasih dan tindakan pendukung yang mendahului maupun yang mengikuti kemudian memang sangat luar biasa. Tapi sampai kecolongannya wilayah kerja (yurisdiksi) Polres metro Bekasi dan juga Kodim 0705 tentunya menunjukkan kegiatan intelijen berkesan tidak bersifat antisipasif atau represif sama sekali. Hehehehehe ini sih masih teori saya, tapi kenyataannya kayaknya nggak jauh beda. Kalau saya nanti dipanggil pihak aparat yang terkait dengan tulisan ini, saya akan tetap mengatakan dan menjelaskan hal yang sama seperti tulisan ini diterbitkan.
Intinya adalah, kalau saya jadi KANDIDAT teroris, maka akan sangat senang sekali masuk ke wilayah Bekasi, karena sepertinya suasana kondusif buat mencari tempat bersembunyi dan melakukan kegiatan rahasia masih bisa dilakukan di Bekasi, khususnya Jatiasih yang punya akses luas sekaligus masih belum padat penduduk.
Saya teringat dengan seorang teman saya dari intelijen KODIM dan BIN yang mengatakan bahwa pemetaan TKP kriminalitas di kepolisian maupun Kodim hingga tingkat terendah (Polpos dan Koramil) bisa sebagai acuan sementara untuk menentukan arah angin kecenderungan kegiatan-kegiatan terselubung segala bentuk. Data statistik dan pemetaan kejadian istimewa kriminalitas serta sosial politik kadang jadi bahan rujukan pra-intelijen yang ampuh. Dan hal ini ditengarai memang tidak disikapi secara lebih teliti oleh aparat dimaksud.
Kegiatan sosial keagamaan di wilayah Jatiasih masih sangat minim kalau nggak mau dibilang nyaris hampir nggak ada. Terbukti saat saya mewawancarai salah seorang penanggung jawab usaha resto yang ada di Jatiasih mengatakan, kegiatan sosial di bulan puasa sepertinya dia pesimis bisa ikut mensponsori dan berpartisipasi meramaikan. Karena berdasarkan pengalamannya selama beberapa tahun terakhir bahwa kegiatan sosial keagamaan yang serupa jarang berjalan dan jarang pula yang mau mensponsori. Karena Jatiasih, sekali lagi memang masih sepi bak tempat jin buang anak (walaupun kini sudah kian ramai komplek perumahan penduduk, tapi masih jauh dari cukup).
Alasan berikutnya kenapa para teroris (dan saya mau menambahkan lagi, para penjahat kelamin yang berkantong tebal) memilih Jatiasih sebagai basecamp mereka adalah pembangunan infrastruktur yang masih belum merata di semua wilayah Kota Bekasi, bahkan cenderung timpang dan tampak sarat dengan kolusi. Di satu daerah begitu modern pembangunannya dan terlalu lengkap, di lain tempat begitu terbelakang dan terabaikan (neglected) yang sepertinya kok kayak nggak tersentuh modernisasi. Ah kayaknya seh nggak begitu juga, setelah saya perhatikan lebih dalam, tapi coba Anda bayangkan perbedaan (baca: gap) antara dua wilayah yang begitu berdekatan seperti KEMANG PRATAMA dan TPA BANTAR GEBANG. Kok bisa ya begitu itu terjadi di kota Bekasi yang terkenal sebagai Kota Ihsan itu? Kenapa Hayo?????
Ya itu lagi, gara-gara pemimpin tertingginya yang lalai memperhatikan secara serius pembangunan kota Bekasi secara komprehensif dan terpadu (integral). Lebih tepatnya, saya bilang KURANG SERIUS dari pada nggak ada perhatiannya sama sekali. Karena setahu saya, sang pemimpin Kota Bekasi masih sering memperhatikan PROYEK-PROYEK yang berkaitan dengan TPA Bantargebang.... (lagian sapa yang nggak tertarik proyek Bung? Hahahahaha)
tulisan berikutnya dilanjutkan.....
Sidik Kelana Rizal
Langganan:
Postingan (Atom)
DELIVERY SERVICE : (021)30565629 - HOTLINE: (021)606.36235 - 081385.386.583
Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]






