Tampilkan postingan dengan label Nasi Bakar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasi Bakar. Tampilkan semua postingan

Selasa, Mei 31, 2011

Pondok Nasi Bumbung Jl Ciangsana

Ada Kelezatan Unik Nasi nan Ajaib di dalam Bambu
Benar-benar kelezatan unik tiada banding

Buka dari pagi jam 10.00 s/d 21.00 WIB
Jl. Ciangsana Gunung Putri Bogor - bukankelanakuliner.com
Orang Indonesia pada umumnya memang pengkonsumsi beras terbesar di Asia. Bangsa kita memakan beras dalam beragam olahan, namun yang paling umum beras dimasak menjadi nasi. Bentuk makanan pokok lainnya seperti lontong, ketupat, arem-arem, bacang atau bahkan bubur merupakan alternatif olahan mengkonsumsi beras yang memang lebih nikmat dibandingkan memakan nasi ala kadarnya.


Pak Iskandar, the owner of Nabung
Karena alasan yang sama, beberapa daerah mengolah panganan nasi dengan beragam cara dan beragam media pemasak. Mulai dari panci logam biasa yang umum dipakai hampir semua daerah untuk menanak nasi hingga ketel besi seperti daerah Jawa Barat yang lebih dikenal dengan istilah nasi kastrol (unik kan seperti merek oli perusahaan minyak Amerika yah?).



Dikukus dalam bambu dan daun kelapa
Tentunya siapa sih yang gak bisa masak nasi, beragam cara yang bisa kita lakukan untuk masak nasi secara tradisional maupun modern. Seperti contohnya kita biasa memasak nasi dengan menggunakan alat tradisional panci yang biasa para ibu rumah tangga gunakan atau langsung dengan magic jar, si penanak nasi listrik otomatis.

Saat penyajian dikeluarkan dari bumbungnya
Caranyapun bisa dengan ditanak, dikukus, direbus. Dan rasanyapun bisa kita variasikan sendiri. Seperti yang kita kenal dari Sunda yang terkenal dengan nasi liwet atau biasa kita kenal nasi kasrol. Sekilas mirip seperti oli, tapi inilah bahasa kerennya panci atau ketel yang biasa orang Sunda gunakan untuk memasak nasi liwet.

Lain lagi dengan masyarakat Bali dan Sumatra yang biasa menyebut makanan pokok yang kaya akan karbohidrat ini dengan sebutan nasi belanga. Beda lagi dengan orang Jogdja, yang bisa memasak nasi dengan tungku atau kendil makanya masyarakat Kota Gudeg ini menyebutnya nasi kendil.

Kelezatan uniknya tiada tara
Nah ketika saya meeting di Bogor, tanpa sengaja saya melihat spanduk uni bertulisan Pondok Nasi Bumbung. Wah kayaknya unik neh, nasi dalam bumbung (bambu)... jadi inget sama lamang khas Sumatera Barat. Tapi itu kan dibuat dari beras ketan, bagaimana dengan yang satu ini?

Rasa penasaran bikin saya jadi mau datang dan pengen banget nyicipin menu Nasi Bumbung (Nabung), hmmmm...kebetulan harganya juga terjangkau (seandainya ada si Bos pemilik, bisa gratis neh!!!!)

Setelah tanya ini-itu sama pelayan warung, saya pun bulatkan tekad (nggak bulat banget seh, agak sedikit persegi lah) untuk mewawancarai sang pemilik resto. Saya pun bikin janjian ketemu dengan pak Iskandar. Dia pun setuju bikin janjian ketemu keesokan harinya. Asyik bisa makan gratis nasi bumbung sama lauknya yang gede-gede itu!

Setelah cas-cis-cus dengan sang pemilik pak Iskandar, gak lama kemudian hidangan yang saya pesan datang. Sekilas tampilanya unik dan rasanyapun tidak seperti nasi pada umumnya.

Dari bilah bambu sepanjang 8 centimeter menyembul ujung janur. Tarik perlahan ujung janur sambil jari mendorong dari bawah bambu. Sedikit demi sedikit kepulan nasi hangat yang meriah dengan isi muncul dan kian menggoda selera. Itulah nasi bumbung atau bisa disingkat Nabung.

Harga terjangkau rasa melampau
Setidaknya ada tujuh menu nasi bumbung antara lain Nabung bebek, Nabung ayam kampung, Nabung ayam negeri, Nabung udang, Nabung cumi-cumi, Nabung empal, dan Nabung telur. Eh enggak deng kayaknya ini baru rencana sang Chef, pak Asril.... tapi mungkin nanti-nanti kale yah?

Kapasitas 60 pengunjung
Selain dimasak di dalam bambu. Racikan nasi bumbung juga berbeda. Nasi putih dicampur potongan sosis, wortel, telur, daun bawang serta bumbu-bumbu.

 Keunikannya tentu saja terletak pada penyajian yang menggunakan bambu. Di daerah lain memang ada nasi bumbung yang memakai bambu hitam. Tapi karena langka yang warna hitam di Pondok Nasi Bumbung memakai bambu warna coklat.

Wangi aroma rempah dari dalam bambu
Selain dimasak di dalam bambu. Racikan nasi bumbung juga berbeda. Nasi putih dicampur potongan sosis (kayaknya usus dan jeroan ayam deh... atau juga daging ayam?), wortel, telur, daun bawang serta bumbu-bumbu. Lalu siapkan bilah bambu dan masukan janur untuk alas nasi. Masukkan nasi yang sudah dicampur ke dalam bilah bambu tersebut sampai padat, selanjutnya kukus selama 30 menit.

"Kita kukus lagi agar bumbu dan rasanya lebih meresap," jelas Asril, sang pemilik menu yang juga mitra usaha Pondok Nasi Bumbung bekerjasama dengan pak Iskandar. Setelah itu disajikan di atas nampan bambu ditemani lauk pauknya.

Setidaknya ada tujuh menu Nabung antara lain Nabung bebek, Nabung ayam kampung, Nabung ayam negeri, Nabung udang, Nabung cumi-cumi, Nabung empal, dan Nabung telur (sekali lagi baru mau dibikin menu nasi bumbung lainnya sama pak Asril, song chef). Satu porsinya ada di kisaran antara Rp 10 ribu untuk nabung telur dan  Rp 24 untuk menu nabung udang.

Menu lauk pauknya pas di lidah
Kalau ingin menu Nabung yang hemat, ada nabung ayam negeri yang per porsinya hanya Rp 12 ribu. Pengunjung juga bisa membawa bilah bambunya pulang tapi dikenakan biaya hanya Rp 1.000. (Kalo gue yang jadi pengusaha resto ini, khusus bambunya gue hargain Rp 10.000 perak kalo mau bawa pulang.... hehehehe... apalagi tuh bambu udah ada ukiran nama Pondok Nasi Bumbung... kan nilainya sama dengan souvenir bukan?)

Selain menu Nabung, andalan tempat ini juga Nasi Bakar. Nasi ini tidak disajikan dengan bambu. Tapi dalam proses pembuatannya, agak mirip dengan nasi uduk. "Saat memasak menggunakan santan dan bumbu-bumbu," ujar Iskandar, pemilik Pondok Nasi Bumbung Ciangsana saat ditemui di restonya yang buka dari jam 10.00 pagi hingga 10.00 malam.

Daftar menu transparan tak ada sembunyi2
Menurut lelaki yang juga bekerja di Depkominfo ini, menu lauknya pun tidak jauh beda dengan nasi bumbung. Ada nasi bakar bebek, nasi bakar ayam kampung, nasi bakar cumi dan lain-lain. Harganya pun hampir sama dengan menu Nabung. (Kalau dibeli semua, yah nggak bisa nabung dong?)

Nah, kalo ada banner yang kayak gene, pasti ada yang enak di dalamnya, Gan!
Inilah tempat makanan tradisional yang paling nikmat untuk keluarga.

Apalagi dengan suasana tempat yang mengingatkan kita dengan suasana desa. Tapi mungkin lebih pas lagi kalau Anda langsung saja datang ke tempat ini di bilangan jalan raya Ciangsana, Gunung Putri, Bogor, tak jauh dari samping Gerbang Villa Nusa Indah 5.

Ok sahabat, sampai jumpa di petualangan kuliner lainnya... dadaaaaaaaaaaaaaaaa! (ih jijai banget gaya gue yah!?)

Selasa, Agustus 17, 2010

D' Belanga Resto - Tradisional Khas Bekasi

Berburu Sensasi Gurih Garing
Nasi D' Belanga vs Nasi Guling Bakar

Nasi d' belanga
Rawapanjang - Bekasi www.kulinerkuliner.com
Bangsa Indonesia adalah termasuk salah satu bangsa Asia yang mengkonsumsi nasi sebagai makanan pokok sehari-hari. Di seluruh kawasan Asia, beragam macamnya olahan nasi mulai dari jenis bubur (porridge) hingga nasi putih (steam rice) dan nasi goreng (fried rice).

Bangsa Indonesia yang beragam suku ini pun ternyata juga memiliki aneka makanan pokok selain nasi. Namun untuk makanan pokok berbahan nasi saja ada belasan bahkan mungkin lebih dari 30 cara untung mengolah nasi di seluruh daerah.

Resto yang sajikan olahan nasi unik
Coba saja di daerah Sumatera, Jawa dan Sulawesi termasuk Bali, aneka olahan nasi dan beras ketan (walau beda rasa dan nama, tapi masih dalam satu ordo), mulai dari beras yang dimasak dalam aneka daun hijau. Misalnya Bacang, Lontong, Ketupat, Lepat, Uli, Arem-Arem, Nasi Bakar, Nasi Uduk, Nasi Ulam, Nasi Jambal dan lain-lain.

interior d' belanga the Resto
Untuk masakan nasi goreng atau bubur, wah jangan ditanya deh. Sepertinya setiap daerah punya banyak cara untuk mengolah dengan cara masak ini. Demikian juga dengan aneka masakan yang menggunakan tempat masak unik seperti Nasi Tim, Nasi Timlo, Nasi Timbel, Nasi Kastrol, Nasi Kebuli, Nasi Tumpeng, Nasi Liwet dan banyak lagi lainnya.

Di Bekasi sepertinya ada beberapa tempat yang mulai menyajikan masakan berbahan baku nasi ini, khususnya yang menggunakan daun atau justru tempat masak yang unik lainnya seperti kendil atau belanga yang terbuat dari keramik tanah liat.

Nasi yang dimasak dalam sebuah bejana tanah liat atau lebih akrab dikenal sebagai kendil dan belanga kini hadir di d' Belanga Resto. Sepertinya hanya di tempat ini saja yang menyajikan nasi bakar yang dicampur dari nasi racik (nasi dengan bumbu rempah-rempah khusus) beserta beberapa sayuran dan lauk seperti suwiran daging ayam. Sepintas mirip nasi campur (meski namanya nasi racik bagi sang pemilik) tapi penyajiannya yang istimewa. Semua nasi racik tersebut di sajikan di dalam belanga (kendil tanah merah) yang kemudian dibakar kembali hingga timbul kerak garing yang luar biasa nikmat saat disantap panas-panas.

Justru di sinilah uniknya Nasi d' Belanga yang jauh lebih nikmat disantap saat panas-panas setelah dari pembakaran kompor. Kalau sudah mencicipinya mungkin Anda akan teringat dengan Nasi Hainam (bukan Nasi Vietnam ya! Hihihi)

Selain kelezatan dan gurihnya Nasi d' Belanga Anda juga bisa menikmati Nasi Guling Bakar. Saat kulinerkuliner.com menikmati sebuah Nasi Guling Bakar yang meski sudah dingin, namun setelah saya panaskan dengan Magic Jar, terasa hangatnya jauh lebih suweddap! Apalagi kalau bisa dinikmati langsung dari tungku pembakaran. Mungkin Nasi Guling Bakar pantas direkomendasi buat sajian buka puasa yang lumayan lezat serta menyehatkan dan pastinya mengenyangkan.

Ayam Goreng Kalasan Kremes
Berbuka dengan menu sajian Nasi Guling Bakar ala d' belanga The Resto, bikin saya ketagihan. Kayaknya perlu untuk direkomendasi kepada para pembaca atau juga pemirsa televisi (huwaduh seolah-olah sudah masuk program tivinya Trans aja!)

Tapi sepertinya kurang lengkap kelezatan nasi gurih kalau kita tidak menikmati lauk-pauknya. Pilihan kulinerkuliner.com jatuh pada Ayam Kalasan Kremes yang beda banget dengan ayam bakar dan goreng lainnya yang pernah kami rasakan.

d' Belanga Resto
Ayam Kampung Kalasan Kremes ini memang dalam dua bentuk sajian, baik itu digoreng maupun dibakar. Tapi keduanya mempunyai kelezatan yang khas dan tersendiri sesuai dengan selera siapapun. Bila Ayam Bakar Kalasan Kremes di d' belanga Resto seolah seperti masakan ayam ungkeb kemudian dibakar sehingga rempah bumbunya saja menjadi satu dengan daging ayamnya. Oh iya, perlu ditambahkan bahwa daging ayam yang disajikan adalah ayam kampung. Hmmm nggak usah kuatir buat Anda yang tak suka dengan ayam negeri alias ayam broiler kan?

Terlebih lagi sambalnya yang unik. "Sebenarnya  ini adalah sambal khas ala D'Belanga," papar Ibu Lina. sang pemilik. Sambal khas ala D' Belanga adalah sambel cabe hijau yang menggunakan rebon (udang kering) dan juga bawang putih. Meski tanpa garam, namun gurih dan asinnya pas di lidah kebanyakan orang. Hmmm muantaaabbbbssss!

Kalau mau dibilang ini adalah ayam goreng dan bakar terlezat di kawasan Jalan Cut Meutia Bekasi atau mungkin di seluruh kawasan Rawa Panjang. Ya kami berani bertaruh kayaknya nggak ada ayam bakar maupun ayam goreng selezat ini di seluruh Kelurahan Rawapanjang Bekasi. Coba saja Anda berkunjung dan datang ke tempat ini, sebuah ruko yang lokasinya tepat di satu pojokan perempatan lampu merah Rawapanjang Bekasi.

IDE AWAL DARI KULINER HINGGA KE NEGERI CHINA

Marlina, the owner of d' belanga
Untungnya kulinerkuliner.com bertemu dengan pemilik d'belanga resto, yakni sepasang suami istri, Hartono dan Marlina  Bila sang suami , Hartono hobinya berkelana kuliner dari seluruh tempat makan yang ada di kawasan Jakarta dan Bekasi hingga ke negeri China (mana lebih enak sih nulisnya, China atau Cina?), maka lain halnya dengan sang istri yang sangat hobi memasak. Kebetulan orang tua mereka, sang ibu juga sangat handal dalam hal memasak. Sang ibu yang kelahiran Palembang itu memang sangat ciamik mengolah aneka masakan dengan bumbu yang jauh lebih berani (spicy banget deh Cuy!).

"Kalau di China, saya pernah jumpai Nasi Hainam lokal tersebut yang rasanya terlalu hambar untuk lidah saya sebagai orang Indonesia. Kita kan biasanya suka dengan rasa bumbu-bumbu yang berani dan nendang," ungkap lelaki yang masih aktif bekerja di sebuah perusahaan swasta ini yang diamini oleh istrinya, Bu Lina.

Bu Lina, wanita berkacamata ini juga menambahkan bahwa mereka kini sering sekali medapatkan pesanan nasi kotak dari perusahaan dari kolega dan pelanggan yang pernah menikmati makanan di D' Belanga. Perusahaan yang kini paling sering memesan untuk kegiatan training pegawai adalah PT Kalbe Farma di Cikarang dan PT Astel (Aneka Spring Telekomindo).

Menu Paket Nasi Box D' Belanga
Daftar Menu D' Belanga

- Nasi D' Belanga - Rp 10.000,-
- Nasi Guling Bakar - Rp 7.500,-
- Ayam Kampung Goreng/Bakar Kalasan Kremes - Rp 10.000,-
- Bebek Pedas - Rp 17.500,-
- Sayur Asem - 5.000,-
- Nasi - Rp 3.500,-
- Nasi Racik - Rp 4.500,-

Paket A - Rp 17.500,-
(Nasi Racik, Ayam kalasan, Sayur Asem, Lalapan, Sambal kalasan, Es Teh)

Paket B - Rp 20.000,-
(Nasi D'Belanga, Ayam Kalasan, Lalapan, Sambal Kalasan, Es Teh)

- Aneka minuman botol
- Aneka jus buah
- Teh manis dan Teh tawar panas dan dingin


sidik rizal - www.bukankelanakuliner.com

DELIVERY SERVICE : (021)30565629 - HOTLINE: (021)606.36235 - 081385.386.583


Waroeng d'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]