Tampilkan postingan dengan label Aneka Sop. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aneka Sop. Tampilkan semua postingan

Kamis, Maret 24, 2011

Raja Sop Betawi PasarFestival HR Rasuna Said


Sop Cuminya Bangkitkan Gairah Nafsu (Kerja Lage..!)

Pasar Festival Rasuna Said - kulinerkuliner.com
Belum ada 10 menit, pesanan sop cumi ala Raja Sop Betawi sudah hadir di meja, plus minuman segar Iced Lemon Tea. Hmmmm.... melihat panasnya penampilan sop cumi di atas kompor spirtus mini dengan setangkup nasi bikin nafsu makan jadi melonjak ke kepala, tepatnya mulut langsung penuh air liur. (Lebay gak seh, gaya ngomong gue?).

Dengan tambahan sedikit sambal merah, yeap! Though a spoon of sambal, but it looks very hot! Well... kalau penampilan bening dan mulus dari yang kayak gene... siapa seh yang nggak nafsu?

Nyaris gak bersisa kan...? Menit terakhir...
Iya... melihat kuah sop yang bening dan mulusnya campuran tofu plus segarnya daun salada air beserta potongan lobak, lima irisan daging cumi, plus potongan tomat merah segar begitu menggoda mata untuk segera menyendok kuah sop panas itu ke dalam mulut yang sudah gak nahan nunggu gelitikan aroma wangi sop. Sluuuuurrrrp.... ini dia baru mantap sopnya.


Tampilan Sop Cuminya aja begitu seksi
Hmmmm.... sambil nyeruput kelezatan kuah sop Cumi yang ada di depan mata, gak lupa sambil browsing around menyapu pandangan ke sekitar food court di Pasar Festival yang nggak kalah asyiknya... banyak pemandangan indah dan karyawati plus karyawati (sorry don't mention "karyawan" coz I'm normal and straight guy) yang nggak kalah seksi dan sedap untuk dinikmati eh dilihat... hihihihi ....

Ramenya makan siang hingga ke belakang
Memang untuk urusan yang satu ini Pasar Festival Rasuna Said milik Bakrie Group ini nggak kalah deh sama tempat mesum eh makan lainnya.

Setiap pas jam makan siang pasti banyak banget yang makan siang di food court yang berukuran tak kurang dari 1500 meter persegi ini.

Menu Unggulan Raja Sop
Karena kebetulan pilihan di counter Raja Sop Betawi, yang saat itu kebetulan berada tepat di belakang panggung live music band yang masih kosong. Memang the show just for the Saturday Night... (kira-kira begitu lah).

Tapi biar begitu, nggak ngurangin animo orang untuk makan siang di belakang panggung yang tersedia sedikitnya 16 meja masing-masing 4 kursi... nah itung sendiri berapa banyak orang makan siang bareng di siang bolong yang tak terasa panas itu.

Emang ada raja sop lainnya yang lebih enak?
Kalau meja makan yang berada di depan panggung seh ada sekitar seratusan meja dengan masing-masing 4 kursian... berarti ada 400-an orang yang makan kan? Wheleh... WTF crowded guys! (btw... WTF itu singkatan apa hayo? Wikipedia, Twitter dan Facebook lah!).


ini dia Rajanya Sop Betawi
Kembali ke Sop Cumi yang begitu nantangin....!
Neh Sop kalau nggak bisa gue habisin, berarti ada yang salah dengan bumbu rempahnya... Masya Allah ternyata habis tuntas tak bersisa... mantap!
Sidik Rizal - bukankelanakuliner.com


 

Rabu, Desember 15, 2010

Sup Kelapa Muda Zeafood Pondok Bambu

Wow! Sensasi Lezat ala Tendangan Christian Gonzales!
Waralaba berbentuk Business Opportunity Tergampang di Indonesia

Sup Kelapa Muda Zeafood Rp 50.000,-
Pondok Bambu - kulinerkuline r.com
Fenomena bangkitnya kemenangan persepakbolaan Indonesia rupanya jadi moment tersendiri bagi banyak warung makan atau rumah makan di Jakarta. Seperti halnya Zeafood, warung makan kaki lima yang dikelola oleh Bowo, kini menyajikan sajian unggulan baru yang langsung melesak ngetop seperti halnya para pemain sepakbola di timnas kita.


Satu menu unggulan yang membuat kulinerkuliner.com jatuh hati adalah Sup Kelapa Muda Zeafood. Hmmmm kelezatan kaldu dari air kelapa muda dikombinasi aneka seafood seperti kerang, udang dan cumi membuat lidah saya bukan saja bergoyang tapi juga berdecak kegirangan merasakan sensasi baru yang beda dari jenis sup lainnya.


Zeafood yang mulai Go National 2011
"Kami sengaja menyajikan sajian unik seperti Sup Kelapa Muda ala Zeafood ini dan setiap dua minggu sekali kami melakukan perputaran menu unggulan," beber mas Bowo yang akrab dipanggil mas Qrun ini. "Kali ini kami menyajikan menu unggulan Sup Kelapa Muda Zeafood."

Pelanggan adalah hakim sekaligus polisinya
Merasakan sensasi kelembutan daging kelapa muda di dalam kuah kaldu seafood memang tak terbayangkan dan sulit untuk dilukiskan. Namun yang pasti hanya dengan merogoh kocek tak lebih dari Rp 50.000,- kita bisa menikmati kelezatan sajian makanan laut yang juga menyehatkan dengan khasiat khusus kelapa muda ijo.

Zeafood adalah BSB (bukan seafood biasa)
Jauh lebih mantap lagi bila Anda mau mencoba seperti yang saya rasakan. Sapo Tahu Spesial Zeafood, hmmmm muantap buanget! Dengan sebakul nasi ditambah dua menu unggulan tersebut, kayaknya masih kurang deh. "Tambah satu bakul nasi lagi Mas!" teriak lidah dan perut saya menuntut.

Bow Q-run sang Chef sekaligus Magician
Lokasi Zeafood yang tepat berada di pinggir jalan raya Pondok Bambu, bila dari arah Klender menuju Kalimalang maka tak jauh dari Penjara Wanita Pondok Bambu.

Tak usah kuatir kelewatan, karena di depan warung makan kaki lima ini terpampang banner besar berwarna kuning dengan tulisan Zeafood yang dihiasi lampu obor dari bambu ala Jimbaran Bali. Hmmm gampang kan?

Penuhnya pelanggan karena pelayanan penuh
Ramainya warung makan Zeafood, memang terbilang lumayan setiap harinya. Tapi rupanya saat pertunjukan sepakbola seperti kala Timnas melawan Filipina di perebutan piala AFF, Zeafood seperti kehilangan pengunjung.

Tapi hal itu hanya sementara. Namun sepertinya mas Bow Qrun (seharusnya ditulisnya tuh Bow Q-roon kale yah? Soale Qrun kan bacanya ki-ran ya gak?) memanfaatkan moment ini dengan menciptakan kreasi menu baru bagi Zeafood. Ya Sup Kelapa Muda Zeafood, yang ternyata mampu menembus 5 kelapa muda per hari. Tak sedikit lah untuk sebuah menu baru yang diperkenalkan Zeafood yang juga belum berusia lebih dari setahun ini.

Sop Kelapa Muda Zeafood yang sensaional
Kelezatan sajian Sup Kelapa Muda dan Sapu Tahu Spesial Zeafood memang terletak pada bumbu rahasia buatan mas Bow. "Nggak ada rahasia-rahasia-an mas Dik. Semua anak buah saya tahu kok bagaimana membuat bumbu dasar (basic sauce)yang menjadi andalan setiap masakan di Zeafood," ungkapnya jujur. Semua bumbu rempah dasarnya pun tak sulit dijumpai dimana saja, bahkan bisa dibeli langsung di pasar tradisional sekalipun.

Udang Goreng Tepung Saus Padang
Yang paling penting adalah takaran dan kepekaan lidah kita saat membuat bumbu dasar buat seluruh sajian olahan masakan Zeafood ini. Tak kurang dalam sehari saja basic sauce mengeluarkan biasay tak lebih dari seratus ribu rupiah. Wah luar biasa murahnya! Padahal dalam sehari mereka mampu menembus 50-an pengunjung yang dilayani. Dan bila tak ada pertandingan sepak bola atau saat ramai, Warung Zeafood bisa kebanjiran tamu hingga seratusan orang.

Hotplate Kangkung Zeafood Special
Sup kelapa Muda yang disajikan bak sebuah bola ini memang momentumnya pas, dimana bangsa kita sedang senang-senangnya dengan hasil prestasi persebakbolaan nasional kita di ajang piala AFF. Sebelum final melawan Malaysia nanti, sepertinya Zeafood memang harus menyediakan televisi atau layar lebar, biar saat itu tiba tidak menjadi sepi dengan pengunjung. Soalnya sambil menikmati Sup kelapa Muda ala Zeafood, kita bisa menonton final pertandingan Timnas kita melawan Malaysia.

The Chef in Action
Mau asyik nonton bola di warung makan Zeafood dengan alam terbuka? Jangan kuatir tempat parkir terbilang luas, dan jumlah kursi sedikitnya bisa 50-an orang duduk untuk makan menikmati kelezatan makanan laut yang menyehatkan. Makanan laut kini kan sedang digalakkan pemerintah untuk jadi kebiasaan kuliner masyarakat. Sambil turut menjalankan program pemerintah membudayakan makanan laut, kita bisa mendukung tim nasional sepak bola melawan Malaysia. Ganyang Malaysia.... eh salah maksud saya Ganyang Sop Kelapa Muda Zeafood dan semua sajian lezatnya di Zeafood Pondok Bambu....! Serbuuuuuu! (Eits jangan lupa pesan dulu untuk reservasi booking tempat di telp. 0815.8537.5583).

PELUANG USAHA ALA WARALABA

Bersama keluarga memang lebih nikmat
Zeafood memang sengaja memberi kesempatan kepada para investor untuk menerapkan Business Opportunity. Mas Bow juga menambahkan bahwa hal ini dilakukan karena melihat animo pengunjung yang semakin hari semakin bertambah dan juga dari segi pengembangan usaha terencana.

Ikan Bakar bumbu khas Zeafood
"Kami memang sengaja membentuk tim khusus untuk membuka jaringan kerjasama di seluruh Indonesia. Seperti yang sudah dilakukan oleh tim kami, dimana kami memberikan waktu 3 bulan setiap calon investor bisa langsung buka usaha resto." papar Bowo saat ditanya apa bentuk usaha kerjasama Zeafood.

Segala jenis ikan segar laut
Dengan pengalamannya melanglang buana dan bekerja di berbagai resto serta cafe terkenal di pulau Jawa, sang mitra mas Toni mau menanamkan investasi buka Zeafood. Perkembangan positif dan peningkatan pelanggan ternyata bisa dilihat dari seringnya pelanggan berganti-ganti menu pesanan dari satu minggu ke minggu lainnya. "Mereka tahu dan merasakan kelezatan sajiannya kemudian mencoba menu-menu lainnya. Alhamdulillah mereka bisa menjelajah rasa di Zeafood." tambah lelaki lajang ini kepada kulinerkuliner.com.

Menu favorit anak-anak dan remaja
Untuk pengembangan usaha yang lebih terpadu, akhirnya Bowo dan Toni juga bermitra dengan Dik Rizal sebagai marketing kemitraan. Ketiganya kini menjadi tim solid pengembangan Zeafood untuk bisa Go National dalam waktu kurang dari 2 tahun.

"Bagaimana gak mudah buka usaha resto Zeafood, mas!" ujar mas Bowo, "Setiap orang yang punya modal sedikitnya sekian ratus juta sudah bisa buka usaha resto dan langsung ramai hanya dalam waktu bilangan bulan saja," pungkas chef profesional yang berkacamata ini. Anda tertarik buka usaha Zeafood?

Hubungi saja (021)932.74925 atau (021)9346.1965 atau 081.385.386.583

SidikRizal - bukankelanakuliner.com

Jumat, Agustus 20, 2010

Lontong Cap Go Meh Yang Tie Komsen Jatiasih depan Giant

Nostalgia Makanan Jawa Nuansa Oriental


Saat Buka Bersama Reuni Sekolah
Bekasi, kelanakuliner.com
Dunia ternyata memang sempit, begitu rasanya kalau kita berjalan sudah keliling kemana-mana namun akhirnya kita bertemu dengan orang-orang yang ternyata kita kenal juga dengan salah satu keluarga orang yang pernah dekat dengan kita, sekalipun ada yang berpendapat, "Dunia Tak Selebar Daun Kelor".

Tak lama setelah gue berkunjung dari tempat Pendekar Gurame, Komsen Resto Akuarium dan Warung Kuliner, gue ngegeber motor butut tua gue pulang lewat pertigaan tol Jatiasih. Sebelumnya juga udah buat janji ketemu dengan satu kolega, pengusaha Sate Ponorogo yang lokasi rumah makannya ada tepat di depan Giant Jatiasih. Kebetulan dia gak ada di tempat, tapi gue diizinin ngambil foto keadaan rumah makannya. Buat gue gak ada masalah, hitung-hitung nabung pekerjaan dan biar gak repot di besok hari.

Buka mulai dari sore hari aja ya?
Tapi siapa sangka saat lihat di sampingnya ada tempat makan dengan tulisan putih berlatar banner hitam "Lontong Cap Go Meh" bikin gue jadi penasaran. Mang seh... selama keliling Kota Bekasi dan Kabupaten belum ada tuh yang namanya Lontong Cap Go Meh, tapi kayaknya di Cikarang ada, tapi lupa syairnya tuh, cuma ingat kuncinya! Eh sorry maksud gue lupa tempatnya.

Me in the resto
Iseng-iseng nyobain mampir dan seperti biasa dengan modal kartu nama dan stiker dobeldobel.com, gue masuk kali aja mudah-mudahan ketemu sama sang pemilik, biar bisa langsung wawancara, maklum lah mumpung hari Minggu. Mulanya hanya ada satu pengunjung yang duduk di dekat pintu masuk, karena cuma satu (gue nggak takut, kalo seribu gue ngeri) yang ada, ya udah gue langsung aja ke tempat kasir dan nanyain apa bisa gue ketemu dengan bos pengelola atau pemiliknya.

Untung sang kasir yang manis itu dengan baik en ramah ngasih gue duduk terus menerima kartu nama dan stiker. Gak pake susah, kartu nama sang pemilik ada di tangan gue. Ya udah, langsung aja gue telepon nomor handphone yang ada di kartu nama hitam bertulisan tinta perak itu, Novie, the owner of Lontong Cap Go Meh Yang Tie.

Menu Unggulan Nan Gurih
Dari namanya aja, gue dah mbayangin, pasti sang pemiliknya oriental banget. Nama makanannya aja udah chinese style "Lontong Cap Go Meh", merknya pun china town pulak, "Yang Tie", (hahahaha... whatever lah! kata orang Malaysia).

Eh di telepon HP gue, ada jawaban ramah dari sang pemilik, Ibu Novie (begitu deh awalnya gue panggil dia, tadinya seh mau gue panggil Encik Novie, tapi kuatir nggak sopan), dan ternyata dia sebetulnya lagi ada acara.

Menurut karyawannya, sang bos sedang reuni sekolah. Nggak jelas awalnya sekolah apa, gue duga mungkin reunian kampus kali. Gak lama gue ditawari minum sama pelayan cowok, kebetulan Om... haus banget neh, dari tadi kebanyakan ngomong and promosi kelanakuliner.com.

Ada juga pelanggan cantik seksi
Rumah Makan Lontong Cap Go Meh Yang Tie, kayaknya memang pas untuk jadi meeting point strategis di bilangan Jatiasih depan Giant. Bukan hanya itu, malah kalau kita mau rendezvous bisa jadi inilah tempat yang paling strategis, sambil menunggu bisa menikmati makanan yang relatif nggak mahal-mahal amat. Buat contoh aja, satu porsi Lontong Cap Go Meh, kita hanya perlu merogoh kocek Rp. 10.000,- Pas banget dong buat kita. Begitu tiba waktunya orang yang kita tunggu datang dengan mobilnya, bisa langsung berangkat via tol Jatiasih ke segala jurusan. Apa gue bilang tadi? Sip kan buat rendezvous (kencan rahasia), hehehehe...!

Ada hal yang bikin gue penasaran dari awal, yakni makanan Lontong Cap Go Meh yang sangat kental orientalnya ini. Tapi ternyata rasa penasaran gue nggak terlalu lama, baru aja minuman terakhir gue habis dan gue pamitan pergi sambil sesekali ngambil foto pake kamera gue, eh berdatangan beberapa mobil dan sebuah sedan mewah antik. Gue perhatiin ada mobil Mercedes Tiger tahun 90-an (antik gak?) yang masih mulus berhenti dan nangkring tepat di depan RM ini. Sambil sesekali gue nambah koleksi foto HP, dari dalam resto terdengar suara perempuan meneriakkan nama gue, "Pak Rizal, pak Rizal!"

Mbak Novie
Alhamdulillah, ternyata sang pemilik RM Lontong Cap Go Meh Yang Tie, Novie. Dan gue kaget (ah gue belagak kaget deng, kan waktu gue nelpon gue ngucapin salamlekum tadi) ternyata adalah seorang wanita muda cantik berjilbab.

Kok kayaknya gue kenal, tapi entah dimana. Gue pun nyalamin dia, "Bu Novie?" diapun mengangguk, dan di sampingnya menyusul lelaki sebaya gue... Lagi-lagi wajahnya kok familiar banget... Di akhir nanti gue tahu semuanya. Kami pun segera akrab, gue nyebut namanya mbak Novie, tahu deh dia nyebut gue apa setelah itu.

Setelah basa-basi sebentar, sambil gue bilang bahwa karyawannya bilang Novie sedang reuni, dan diapun menceritakan bahwa dia baru saja reuni temen SMPnya yang di Halim. Wah anak kolong neh, tanpa mikir lama lagi, gue sebut semua temen-temen gue yang anak kolong di daerah Cawang dan Halim Perdanakusumah.

Dan hop... setelah nyebut nama ibu Harty Muntako dan Daniel Dharmayuman, eh bener kan... ternyata wanita yang masih tampak seperti remaja ini menunjuk suaminya dan menggoyang-goyang wajah suaminya... "Eh pak Rizal (atau mas Dik yah?), coba perhatiin, suami saya wajahnya mirip siapa...?" Gue mikir dengan keras...(sekeras tengkorak gue) Siapa yah? Kok kayaknya mirip....

Mbak Novie dan suami mas Bregas
"Ya iya lah, mirip sama Daniel Dharmayuman, mas Ben ini kakaknya Daniel." sergah Novie ke gue. Ya Allah bener kan ternyata dunia ini sempit. Belum habis heran gue, Novie juga menceritakan tentang pekerjaannya yang ternyata juga kami sama-sama pernah kerja di Pasaraya.

Gue pernah kerja di Pasaraya sebagi AFM (Asisten Floor Manager) di lantai 3 dan dia di lantai 1. Hmmm... gimana coba kalo begini, ternyata teman dari segala arah, ya sudah makin susah gue ngasih harga bisnis... hiks! (hahahaha bercanda Mbak!)

Lupakan itu semua. Ada hal yang lebih penting, yakni Lontong Cap Go Mehnya yang sangat berbau oriental itu. Bagaimana enggak... ternyata pemiliknya muslim berjilbab lagi. Emang Cina nggak ada yang muslim... ya ada juga lah.... PITI (Persatuan Islam Tionghoa), iya kan?

Bukan cuma pada malam ke 15 aja!
Maka Novie, wanita beranak dua yang masih tampak seperti mahasiswi ini membuka kisah nama makanan khas lebarannya orang Cina ini. Cap Go Meh sendiri terdiri dari dua kata, Cap go yang artinya lima belas dan Meh yang artinya malam. So... arti keseluruhannya adalah malam yang ke limabelas.

Lontong Cap Go Meh, memang merupakah makanan tradisional Cina yang bisa dijumpai pada pertengahan bulan pertama dari tahun baru Imlek atau Tien Cien. Makanan Lontong yang menyerupai Lontong Sayur ini memang hanya bisa dinikmati pada saat lebaran tahun baru Cina di daerah Jaw Tengah maupun Jawa Timur. Dan tidak di daerah lainnya, menurut cerita Novie.

Wanita istri dari Benarto, ysng seorang seniman grafis di sebuah production house ini, menambahkan pula, nama Yang Tie sendiri sebenarnya adalah panggilan mesra anak-anaknya kepada orang tua mereka, Eyang Putri, dengan ucapan lidah anak kecil, Yang Tie. Dari cerita ini saja penasaran gur hilang, dan gue pun tersenyum, "Ide kreatif dengan memanfaatkan asosiasi konten lokal produk..." Untuk hal ini, gue setuju, kalau ini satu strategi branding yang lihai, cerdik dan unik.

Bukan cuma pelanggan bermobil kok, bermotor juga ada
"Dan kebetulan dari radius lebih 10 km belum ada makanan khas tradisional oriental ini di Bekasi," tegas suaminya yang juga akrab dipanggil Den Ben ini. Novie pun menambahkan, "Setelah yakin keliling Bekasi nggak ada yang menjual makanan Lontong Cap Go Meh ini maka saya pun menaikkan nama ini sebagai nama sekaligus makanan utama sajian di resto kami. Di samping itu kami juga menyajikan minuman unik seperti Es Terong Belanda, kemudian juga Es Nangka Belanda, imbuh wanita yang meliburkan restonya hari Kamis ini.

Untuk nama minuman yang kedua gue agak ngerutin kening. Mungkin Terong Belanda nama minuman khas Medan gue pernah denger dan pernah ngerasain minuman yang dibuat dari sejenis buah Markisa itu. Nangka Belanda? Dengan tersenyum, Novie menjelaskan bahwa Nangka Belanda adalah nama lain dari buah Sirsak dalam bahasa Betawi. Ingat kan lagunya bang Benyamin S, yang terkenal itu, "Nangke Lande diencot-encot jande....!"

Wah baru denger nama buahnya aja gue langsung haus. Nggak pake lama, Novie pun mempersilahkan gue untuk menikmati makanan khasnya Lontong Cap Go Meh, terus ditemani minuman segar Es Lemon.

Begitu melihat lontong Cap Go Meh yang memang seperti kebanyakan lontong sayur di daerah manapun saya pun menyiapkan kamera. Ada satu hal yang nggak biasa, yaitu taburan gerusan (tepung) dari kacang kedelai di atas potongan lontong yang berwarna kehijauan bagian luarnya itu. Rupanya inilah yang membuat lontong ini berbeda dari lontong sayur kebanyakan.

Dan gue pun coba sepotong lontong bertabur serbuk kacang kedelai goreng ini dengan kuah santan opor ayam. Hmm, emang beda rasanya, terutama gurihnya cita rasa bubuk serbuk keledai yang bukan saja membuat gurih tapi sensasi unik dari lunaknya lontong. Dan bila kita ingin mengganti kuah lontong ini dengan kuah lainnya juga bisa. Ada beberapa pilihan lain seperti kuah sop iga atau kuah soto sesuai selera dan menu yang tersedia. Kayaknya seh keluar pakem masakan lontong, tapi menurut Novie, kalau itu memang permintaan pelanggan, kenapa enggak? Demi pelayanan dan kepuasan mereka.

Secara mendasar mungkin gue bisa ngasih rekomendasi penilaian 3 setengah bintang dari skala 5. Lumayan ok, tapi mungkin gue perlu nyoba juga menu sajian utama lainnya yang unik, seperti rawon bakar atau sop iga bakar (yang terakhir ini kayaknya gue sering makan di tempatnya Daeng Tata).

Tertarik mau cari tempat rendezvous atau meeting point di dekat pintu masuk pintu tol Jatiasih dengan akses ke mana saja? Pilihan RM Lontong Cap Go Meh, lokasi depan Giant Jatiasih bisa gue rekomendasikan. Atau untuk sekadar makan siang setelah jam istirahat kerja, karena gue perhatiin, lokasi ini tepat di persimpangan jalan provinsi dimana ada pusat perkantoran dan industri serta pusat perbelanjaan Giant, belum lagi lokasinya yang sangat strategis. Dan untuk akhir pekan, seperti keluarga-keluarga yang lelah sehabis berbelanja di Giant bisa mampir dan mencoba uniknya makanan ringan dan segala waktu ini.

Mau reservasi tempat?
Lontong Cap Go Meh Yang Tie
(depan Giant Jatiasih)
Jln. Komsen Jatiasih, Bekasi
Kontak: (021) 9346.1965
(021) 7129.4747 atau (021)3277.8105 HP. 081130347

Jumat, Maret 27, 2009

Pondok Rawamangun

Sop Ikannya, Hmm… begitu menggoda!

Jakarta - bukankelanakuliner.com
Rekomendasi dari temannya, ibu mengajak kami berwisata kuliner di rumah makan ini. Lokasinya sangat mudah dicapai dari pintu keluar pintu tol Rawamangun. Tepat di seberang simpang Pasar Tekstil Sunan Giri.

Pondok Rawamangun malam hari
Sulit menentukan rumah makan jenis apa Pondok Rawamangun ini. Terus terang konsepnya campur aduk. Displaynya beraneka ragam, spanduk sebelah kanan memasang gambar aneka seafood dengan beberapa menu olahan seafood. Di sisi lainnya tertulis aneka menu bebek. Di bagian lain malahan terpampang aneka soto dan sop kambing. Ah…tak usah bingung, kita lihat saja bagaimana di dalam.

Di pintu masuk kita akan disuguhi pemandangan freezer es krim, wah…bagi anak-anak tentu ini adalah hal yang membuat mereka excited. Selanjutnya di dalam hanya ada sebuah ruangan besar tanpa sekat. Furniturenya terbuat dari bambu dengan wastafel batu di setiap sudutnya.

Yang unik adalah, konsep cara memesan makanan yang juga campur aduk. Pojok soto dan sop ditata seperti konsep warung tegal. Penggemar soto dan sop bisa duduk untuk makan di hadapan gentong-gentong kuah dan rebusan daging yang beraneka ragam.

Pondok Rawamangun ramai pengunjung malam hari
Sementara di sisi lain, untuk hidangan aneka bebek dan tumisan sayur, pengunjung bisa mengambil sendiri dengan konsep prasmanan yang ditawarkan. Ingin memesan dari tempat duduk saja? Tidak masalah, semua menu termasuk aneka hidangan seafood bisa langsung dipesan lewat pelayan.

Saya percaya pengalaman kuliner teman-teman ibu yang “doyan ngumpul dan makan enak” tidak mungkin salah dalam rasa. Katanya sih Sop Ikan Guramenya mantap… Belum ada yang ngalahin. Dan benar saja, satu porsi keluarga Sop Ikan Gurame tampak sangat menggiurkan dalam mangkuk besar yang asapnya mengepul. Jahe dan lengkuasnya dipotong dengan bentuk artistik, dipadu dengan kemangi, irisan panjang-panjang bengkoang, dan yang jarang ditemukan dalam Sop Ikan lainnya adalah taburan bunga kecombrang yang membawa aroma berbeda. Jangan ditanya rasanya, memang lezat…

Wikimu Writer: Ajeng Tiara
Selain Sop Ikan, aneka olahan Seafood lainnya juga tak kalah lezat. Aneka tumisan sayuran juga tersedia, mulai dari tumisan genjer sampai jamur. Untuk sayuran ala Chinese food seperti cap cay, tumis baby kalian, cah kangkung, sapo tahu, dan lain-lain, akan langsung dimasak begitu dipesan. Sayuran segarnya sendiri sudah membuat makanannya terasa segar. Yang menarik sih, budayanya orang kita yang bilang kalau makan tidak berkeringat kurang mantap rasanya. Nah, rumah makan ini memang tidak memakai pendingin udara. Jadi dijamin berkeringat dan mantap…

Kategori:
Kuliner / Rumah Makan
Alamat:
Jl. Balai Pustaka Raya No.2
DKI Jakarta, DKI Jakarta
Telp: (021)4786.7000
Booking & Reservasi:
(021)9346.1965




DELIVERY SERVICE : (021)30565629 - HOTLINE: (021)606.36235 - 081385.386.583


Waroeng d'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]
Waroeng D'har

Waroeng d'har masakan khas Medan Deli

Mungkin hanya di tempat ini satu-satunya restoran yang menyajikan makanan khas masakan Medan Deli, makanan melayu yang akrab buat kebanyakan orang Indonesia [...]